Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 25
"Kenapa Papa terlihat sangat takut kepada Aruna dan Xavier? Apa hebatnya mereka? Apa karena saat itu mereka membantu menyelamatkan kita sehingga dia memiliki kendali penuh atas Papa? Mereka benar-benar licik kalau seperti itu! Apalagi kekayaan kakek malah di berikan kepada Aruna. Sesnagkan aku dan Kak Revano juga adalah cucu kandung dari Kakek Mahardika! Aku yakin jika dia sudah mengancam kakek sebelumnya sehingga dia bisa mendapatkan sebanyak itu! Dasar wanita serakah!" omel Anastasia selepas kepergian Xavier, Aruna dan Arkha dari kediaman Mahardika.
"Papa bukan takut, tapi kita harus main taktik kalau menghadapi orang-orang seperti mereka. Kita tak bisa main kasar karena mereka akan lebih kasar lagi kepada kita! Itulah alasannya papa memanggil kalian kembali ke tanah air. Kalian harus masuk ke dalam perushaan Mahardika dan membuat kekuatan di sana. Saat ini papa sedang mencoba untuk membuat Aruna percaya sepenuhnya kepada Papa untuk mengelola perusahaan. Makanya kita harus berusaha menahan diri dan jangan memancing emosi mereka kalau mau mendapatkan banyak keuntungan dan mendapatkan segala fasilitas mewah!" jelas Danar.
"Oh aku paham! Aku kira kamu sudah berada di pihaknya dan menghkianati kami! Seharusnya kamu bicarakan dulu dengan kami Mas, agar kami juga tidak melakukan kesalahan seperti tadi. Sekarang apa yang harus aku lakukan agar Aruna kembali percaya kepada kita seperti sebelumnya. Sebelum Ayah meninggal dan saat dia menemukan kami dalam keadaan yang sangat memprihatinkan!" tanya Mila.
"Lusa weekend, kita datang bertamu ke rumah Hananta dan kalian harus bersikap baik-baik dengan Aruna dan Arkha. Lakukan senatural mungkin jangan sampai mereka curiga. Keluarga Hananta adalah keluarga yang tidak mudah untuk diperdaya!" jawab Danar.
"Baiklah! Kami akan melakukan akting dengan sangat baik. Mana mungkin kami mau kembali hidup susah seperti dulu. Bahkan untuk makan saja harus mengais sampah dan juga bekerja serabutan di rumah orang lain. Belum lagi kami harus di bentak dan di hina oleh mereka sebelum mendapatkan upah! Si Wanda dan anak-anaknya memang keterlaluan! Mereka membuat kami benar-benar jatuh miskin dan dibuang di pinggiran kota yang jauh!" geram Mila.
"Maafkan aku untuk hal itu! Karena semua itu terjadi karena kebodohan dan ketakutan aku saat itu. Aku terlalu pengecut untuk menghadapi Sandy dan juga Wanda. Kalau saja dulu aku memiliki keberanian untuk melawan mereka. Mungkin kalian tidak akan hidup susah selama beberapa tahun dan aku tak pernah di cap menjadi orang gila oleh semua orang!" ujar Danar penuh penyesalan.
"Yang terpenting kita sekarang sudah kembali ke rumah mewah ini dan menikmati segala fasilitas yang ada. Aku berjanji tidak akan pernah membuat kalian tersiksa seperti dulu. Aku akan berusaha untuk mendapatkan yang terbaik untuk kalian. Aku akan menjadi pewaris dan menjadi pemegang hak tunggal dari perusahaan Mahardika! Sehingga kalian tidak akan pernah merasakan hidup susah untuk yang kedua kalinya! Karena aku dan juga Ana adalah keturunan Mahardika juga!" ujar Revano penuh percaya diri.
"Papa sangat suka dengan semangat kamu nak! Tunjukkan kepada semua orang jika kamu jauh lebih baik dari Aruna! Sehingga mereka lebih percaya kepadamu dibanding dia. Dan kalian juga jangan sampai lengah, tetap berhati-hati dan waspada jangan sampai mereka curiga dan membuat mereka murka. Karena papa tahu jika mereka bukan orang sembarangan dan memiliki kelompok bawah yang kuat. Bahkan Papa juga pernah berada di kelompok Aruna, mereka mengajarkan Papa banyak hal. Yang tentunya sangat berguna saat ini. Aruna pastinya tidak mengira jika Papa memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan kekuatan lebih besar! Kemudian tanpa dia sadari membuatnya hancur perlahan! Papa anak laki, laki-laki Mahardika! Dan papa yang seharusnya mendapatkan bagian lebih banyak dari kekayaan papa!" jelas Danar panjang lebar.
Ternyata Danar yang sudah dianggap paman dan ayah sendiri oleh Aruna ternyata memiliki niatan buruk kepadanya. Danar selama ini baik dan menerima keputusan ayahnya bukan semata-mata karena dia ikhlas. Melainkan dia menunggu waktu untuk mengambil semuanya dari Aruna. Dia mencoba masuk dan dipercaya oleh Aruna, untuk mengelola perusahaan sehingga dia bisa dengan mudah memanipulasi semuanya disana.
Untuk bisa melancarkan usahanya itu, Danar memaksa kedua anaknya untuk pulang dan membantunya di perusahaan. Dia akan mengembangkan jaringan di perusahaan yang setiap saat bisa menghisap seluruh uang milik perusahaan. Sehingga dengan mudah dia akan mendapatkan saham perusahaan Mahardika dan menyingkirkan Aruna dari tampuk kekuasaan.
"Kenapa kamu ada di sini Elan? Bukannya kamu sudah tak bekerja di perusahaan ini lagi semenjak Papa meninggal?" tanya Danar saat datang ke kantor bersama dengan kedua anaknya melihat keberadaan Pak Elan di sana.
"Saya di minta datang oleh Bu Aruna!" jawab Pak Elan tenang dan tatapannya tertuju kepada kedua anak Danar kemudian tersenyum.
"Apa kabar Revano dan Anastasia? Bagaimana pengobatan di luar negri nya? Sepertinya berhasil dan kalian sudah siap membantu papa kalian menjalankan perusahaan. Semangat bekerja! Karena sekarang di perusahaan Mahardika sepertinya tak akan bisa leha-leha!" ujar Pak Elan tenang. Tapi Danar dan kedua anaknya merasa tak suka dengan ucapan Pak Elan itu.
"Maaf Pak Elan, Pak Danar, kalian sudah ditunggu di ruang meeting oleh Bu Aruna dan yang lainnya," ujar salah satu staff di sana.
"Loha apa hari ini ada rapat? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Danar bingung.
"Coba tanya asisten anda atau cek ponsel anda. Pasti ada pemberitahuan dari Bu Aruna," jawab Pak Elan tenang berjalan menuju lift.
Danar segera mengambil ponsel di sakunya dan mulai memeriksa pesan di sana. Ternyata benar dari pagi ada pesan agar dia datang lebih awal karena akan ada meeting dengan pemilik perusahaan langsung. Namun√ sepertinya dia tak menyadari adanya pesan itu karena terlalu sibuk dengan kedua anaknya yang memilih pakaian untuk ke kantor.
"Apa ada pesannya Pah?" tanya Anastasia. Danar mengangguk.
"Maaf saya terlambat," ujar Pak Elan masuk ke dalam ruangan di ikuti Danar dan kedua anaknya. Aruna hanya tersenyum tipis.
"Pak Elan, duduk di sebelah saya!" panggil Aruna saat Pak Elan akan duduk bersama dengan yang lainnya. Panggilan Aruna kepada Pak Elan membuat semua orang kaget apalagi Danar.
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪