NovelToon NovelToon
Suami Posesif Untuk Istri Cuek ( Xavier-Aruna)

Suami Posesif Untuk Istri Cuek ( Xavier-Aruna)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.

Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.

namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Xavier-Aruna 33

"Selamat pagi Bu Aruna, Pak Xavier..." sapa beberapa staff saat melihat kedatangan mereka di kantor Mahardika.

"Pagi ..." jawab Aruna sedangkan Xavier yang selalu bersikap dingin kepada orang lain bahkan tak melirik ke arah mereka.

Mereka berusaha pergi ke ruangan Aruna di susul oleh Pak Elan. Sedangkan Pak Danar yang baru saja tiba melihat hal itu dengan kesal. Karena Pak Elan kembali ke perusahaan. Revano juga pada akhinya mengalah dan bekerja di perusahaan menjadi staff administrasi. Walau harus menahan malu karena dia adalah cucu dari Mahardika tapi harus bekerja sebagai staff administrasi.

"Kamu pergilah menuju ruangan kamu! Bekerja dengan benar dan tunjukkan kalau kamu memiliki kemampuan agar bisa segera naik jabatan. Jangan macam-macam karena Aruna saat ini sedang dalam mode yang bisa melakukan apapun. Ingat rencana kita untuk kembali bersikap baik kepada dia dan kembali mendapatkan kepercayaan dia. Papa yakin jika dia sudah kembali percaya kepada kita, maka dia akan memberikan kamu jabatan yang strategis," jelas Pak Danar. Revano mengangguk walau dalam hatinya sangat kesal.

Pak Elan berada di ruangan Aruna cukup lama, bahkan Pak Danar yang akan memberikan laporan kepada Aruna harus bertahan di depan ruangan dan menunggu. Karena mereka bertiga masih belum selesai untuk meeting internal.

"ck! Memangnya apa yang mereka bahas sampai selama itu!" kesal Pak Danar yang tak sabar menunggu dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke dalam ruangannya.

"Apa kita perlu untuk menempatkan beberapa orang untuk mengawasi mereka?", tanya Xavier setelah selesai meeting dengan Pak Elan.

"Untuk sementara ini sepertinya tidak perlu. Karena mereka pastinya membahas semua hal di rumah Mahardika. Dan mereka tak akan keluar dari ruang Mahardika hanya untuk pindah ke rumah yang lebih kecil. Gengsi Mila dan kedua anaknya terlalu tinggi. Apalagi kalau teman-temannya tahu. Padahal sekarang mereka baru saja kembali mendapat teman baru. Pastinya mereka tak akan mau kehilangan teman barunya itu!" jawab Aruna.

"Benar juga! Tapi aku kesal saja melihat Om Danar yang ternyata memiliki sifat yang buruk. Kamu pasti kecewa dengan sikap dia? Sikap yang sangat berbeda dengan saat kita menyelamatkan dia dari dalam rumah sakit jiwa dulu," Aruna mengangguk pelan.

Tak bohong, dia memang kecewa kepada Danar yang yang ternyata sifat aslinya tetap tak bisa di tutupi. Padahal dia mengira dan berharap pria itu akan menjadi pengganti ibu dan bapak dak-jalnya. Namun ternyata dia salah. Karena Danar ternyata tak jauh berbeda.

"Masuk!" jawab Aruna saat pintu ruangannya di ketuk.

"Selamat pagi Bu Aruna, saya mau menyerahkan laporan ini kepada anda," ujar Pak Danar menyimpan berkas di atas meja Aruna.

"Pak Danar, untuk sekarang semua laporan akan diperiksa oleh Pak Elan. Baru setelahnya jika ada berkas yang perlu saya tanda tangani dan periksa baru disimpan di meja saya. Jadi tolong bawa laporan ini ke meja kerja Pak Elan," jawab Aruna.

Jawaban Aruna membuat Pak Danar terlihat kesal namun dia tak punya pilihan lain akhinya mengambil kembali berkas tersebut. Apalagi dia sedang memiliki misi untuk mengembalikan kepercayaan Aruna yang sepertinya mulai berkurang karena perlakuan istrinya saat di rumah dan kelakuan anak-anaknya kemarin. Walau sekarang dia tak bisa langsung berkomunikasi dengan Aruna. Karena dia membatasi hal itu dengan menjadikan Pak Elan sebagai orang yang menjadi tangan kanan kepercayaannya.

"Kalau begitu saya permisi, Bu!" pamit Pak Danar.

"Tumben? Ada apa dengan dia kenapaa bisa berubah dalam satu hari? Apa mereka merencanakan sesuatu untuk kamu, Sayang?" tanya Xavier.

"Entahlah! Mungkin saja begitu, kita lihat saja nanti!"

"ck! Pagi-pagi duo kuntilanak datang ke rumah, sekarang malah melihat bapak kolor ijo berubah. Aku yakin mereka sedang merencanakan sesuatu. Apalagi mereka terlihat bersikap baik kepada mami. Aku yakin mereka sedang berusaha mendekati mami atau mungkin berniat untuk merebut aku dari kamu," jawab Xavier.

"Lalu kamu minat kepada Anastasia?" tanya Aruna membuat Xavier malah tersenyum lebar dan berjalan mendekati istrinya.

"ish, apaan sih, Mas! Aku lagi kerja ini kenapa malah peluk-peluk?" kesal Aruna.

"Aku sangat bahagia sayang, karena akhirnya kamu merasakan cemburu saat melihat ada wanita yang ingin mendekatiku. Itu artinya kamu juga sudah sangat menyayangi aku kan? Aaaahhh, aku malah makin cinta sama kamu, sayang ..." jawab Xavier semakin mengeratkan pelukannya kepada Aruna.

Bahkan bukan hanya memeluknya melainkan dia juga mencium kepala dan pipi istrinya itu dengan gemas. Aruna yang awalnya kesal terlihat pasrah dengan kelakuan suaminya yang Manja dan menyandarkan kepalanya di bahu Aruna. Bahkan kini perutnya terulur mengelus-ngelus lembut perut Aruna.

"Semoga di dalam sini akan cepat tumbuh Xavier l Junior. Agar kamu tak lagi memikirkan hal yang macam-macam tentang suamimu ini. Hati suamimu hanya milik kamu sayang, aku bukanlah tipe pria seperti Bima. Namun aku adalah keturunan Hananta, pria dari keluarga Hananta akan selalu setia kepada istrinya," ucap Xavier kembali memeluk istrinya dengan erat.

Xavier tahu sulit sekali meyakinkan Aruna tentang hatinya yang takkan pernah berbagi dengan siapapun. Dia juga sadar sudah menyayangi seseorang pasti dia akan memberikan seluruh hatinya. Di saat hari itu tiba Xavier tidak ingin membuat Aruna kecewa. Dia akan membahagiakan Aruna seperti bagaimana papinya menyayangi sang Mami.

Lagi pula apa jadinya kalau dia sampai berani macam-macam? Mami papinya tak akan tinggal diam dana akan lebih membela Aruna di banding dirinya. Aruna dan Arkha juga sudah di anggap menjadi anaknya sendiri. Kalau sampai dia macam-macam pasti akan di tendang di keluarga Hananta.

"Jangan diam saja sayang! jawab dong," rengek Xavier.

"Ah elah, jawab apa?"

"jawab iya sayang, aku juga percaya kalau kamu adalah pria yang berbeda dengan dia, dan mereka yang sudah menyakiti hatimu. gitu jawabnya,"

"Memang harus banget aku ngomong gitu?" tanya Aruna menghembuskan napas panjang.

"Harus lah, agar aku suamimu ini bahagia. Kan kewajiban istri membuat suami bahagia juga kan?" kekeh Xavier dengan mata yang terlihat penuh pengharapan.

"Iya lah, iya ..." jawab Aruna.

"Astaga! Kamu ini apa mau aku hukum di sini hem?" kesal Xavier menarik pinggang istrinya dan memulai memagut bibir Aruna dengan lembut. Balasan dari Aruna selalau membuatnya bahagia.

"Apa itu belum cukup mengungkapkan perasaan aku?" tanya Aruna.

Xavier malah mesam mesem membuat Aruna kesal bukan main dan mencubit pinggang suaminya. Xavier malah tertawa terbahak merasa sangat bahagia. Dan kembali memeluk istrinya dengan erat.

1
nely_48
rexa udh bagus dgn pergi meninggalkan semua yg berkaitan dgn keluarga anggara
hidup apa ada nya tp tenang n nyaman, tanpa tekanan ,,, semangat rexa
Diana Dwiari
rasain orang tua durhaka
nely_48
sungguh miris sekali hidup mu rexa,, kau d jadikan kekesed oleh keluarga mu sendiri n keluarga na renata,,, udh baikan ibu mu itu cuma ekting biar rexa nurutin lg kemauan nya,, ortu mu ga mau hidup susah, tega menimbulkan anak lelaki nya
Aldiza azahra
jngn berhenti dn menoleh keblakng rexa ..klo menang mereka ad yg mati salh1 y biar itu jf plajrn buat mereka...lanjut kn langkahmu rexabulatkn tekatmu jangn lemah...
nely_48
songong jg sungut s Jarvis menghina Aruna dgn sebutan jalang mudahan, cari mati kau Jarvis
babang Xavier kau dmn, bantai habis tuh anggara family, krn mrk udh berani menghina menantu hananta
nely_48
tembak mati lgsg az si Jarvis
Diana Dwiari
waduh,siap2 aja tuh JD gembel klrga anggara
Aldiza azahra
wah anggara cari mati buat javis hilng sagian angota badany biar tau rasa
nely_48
kasih paham dl itu s javis,, buat kedua kaki nya lumpuh,,, br kemudian s anggara
nely_48
sat set ath Xavier buat bangkrut s anggara itu, jgn biarkan mrk menghina n merendahkan Aruna,, org jenis anggara n keturunan nya gaakan sadar hanya d kasi peringatan dgn omongan az, hrs pake bukti siapa sesungguh nya Aruna menantu keluarga hananta
nely_48
kau salah lawan tuan anggara,, udh lah runa buat bangkrut az sih anggara² itu, terlalu arogan
nely_48
lady runa ak suka gaya mu 😍😍😍😍
Allea
moga dirumah danar banyak cctv 😁
nely_48
tetap we Xavier yg d butuhkan oleh rexa untuk terlepas dr keluarga toxic s Renata
Xavier kasian rexa, d bantu ya
Allea
di bab brp y mahardika kasih harta ke Runa
nely_48
goodjob runa, tunjukan siapa Aruna sebenarnya,, tuman jelama gila wani² na nga labrak Aruna,, 😄😄
nely_48
jangan kata klau yg nyuruh para preman itu s anastasia n mila
nely_48
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bpak kolor ijo, emak na mak Lampir anak na kunti bogel
nely_48
mila n anastasia muka bebal ga punya etitude, penjilat,, blm ngerasain d sleding oleh mami vio
nely_48
kudu d kasih kopi sianida danar family
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!