NovelToon NovelToon
Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:296
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"kau tak datang membawa janji hanya langkah yang tahu ke mana harus berhenti entah sejak kapan dunia terasa lebih ramah saat kau ada di sekitarnya"

 

DI RUMAH LUNA

Mobil keluarga Luna memasuki gerbang rumah mewah dengan taman yang terawat rapi. Dia masuk dengan wajah yang masih merah karena menangis dan langsung mencari orang tuanya yang biasanya berada di ruang tamu pada sore hari.

“Ibu, Ayah!” panggil Luna dengan suara yang masih bergetar. “Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan!”

Orang tuanya yang sedang menikmati teh sore segera berbalik dengan ekspresi khawatir. Ibunya, seorang wanita anggun dengan rambut panjang yang sudah mulai berpucat, segera mendekat dan memeluknya. “Apa yang terjadi, sayang? Kamu menangis seperti ini?”

“Biru menolaknya lagi, Bu,” ujar Luna sambil menangis lebih deras. “Dia bilang tidak akan pernah mau bertunangan denganku! Tapi aku benar-benar mencintainya, Ayah. Tolong bantu Luna ya!”

Ayahnya, seorang pengusaha sukses dengan wajah yang tegas, menghela napas dan mengambil kursi di depan Luna. “Kita sudah membicarakan hal ini berkali-kali kan, Nak? Oskar memang anak yang baik, tapi kita tidak bisa memaksakan dia untuk mencintaimu.”

“Tapi Ayah, dulu kalian kan sudah sepakat dengan orang tuanya bukan?” tanya Luna dengan harapan di matanya. “Kalau kalian bicara lagi dengan mereka, mungkin dia akan mau menerimaku !”

Setelah beberapa saat berpikir, orang tuanya saling melihat dan mengangguk. “Baiklah Nak,” ujar ibunya dengan lembut. “Kita akan hubungi keluarga Cemara dan mengajak mereka makan malam bersama untuk membahasnya lagi. Tapi kamu harus siap jika akhirnya mereka tetap tidak menyetujuinya ya.”

Pada malam yang sama, rumah besar keluarga Cemara dipenuhi aroma makanan lezat yang disiapkan oleh koki rumah tangga. Biru duduk dengan wajah yang serius di meja makan, sudah tahu mengapa keluarga Luna diundang makan malam hari ini.

“Saya sudah bilang sebelumnya,Ayah, Ibu,” ujar Biru dengan tegas saat semua orang sudah duduk. “Saya tidak akan pernah mau bertunangan dengan Luna. Hubungan kita hanya sebatas rekan kerja dan tidak akan pernah lebih dari itu.”

Orang tua Luna melihat satu sama lain dengan ekspresi kecewa. “Tapi Oskar,” ujar Ayah Luna dengan suara lembut. “Kamu dan Luna sudah kenal sejak kecil. Dia benar-benar mencintaimu dan akan menjadi istri yang baik untukmu.”

“Cinta tidak bisa dipaksakan, yah,” jawab Biru dengan tetap tenang namun tegas. “Saya menghargai Luna dan keluarganya, tapi saya tidak bisa berpura-pura memiliki perasaan yang tidak saya miliki. Saya sudah dewasa dan bisa memutuskan sendiri tentang kehidupan saya.”

Orang tua Biru mengangguk dengan pemahaman. “Kita sudah mengharapkan hal ini, Mas,” ujar Ibunya dengan senyum lembut. “Kita hanya ingin kamu bahagia, bukan memaksakanmu pada sesuatu yang tidak kamu inginkan.”

Setelah itu, makan malam berlangsung dengan suasana yang sedikit sepi. Luna hanya diam dan menangis diam-diam di bawah meja, menyadari bahwa upayanya untuk mendapatkan cinta Biru mungkin tidak akan pernah berhasil.

 

DI CAFE “SINAR MALAM”

Di sisi lain kota, Cahaya hangat dari lampu neon cafe kecil bernama “Sinar Malam” menerangi jalanan yang mulai sepi. Elona mengenakan apron biru dengan tulisan nama cafe di dadanya, sedang sibuk menyajikan kopi untuk pelanggan yang datang.

“Terima kasih sudah mampir ya, Pak!” ujar Elona dengan senyum ramah saat menyerahkan cangkir kopi ke pelanggan tua yang sudah sering datang.

Setelah pelanggan itu pergi, Rekai masuk dengan senyum lebar membawa makanan ringan di tangannya. “Sudah selesai kerja belum? Aku bawa kamu makanan nih!”

Elona langsung tersenyum melihatnya. “Waduh, kamu lagi datang ya Rekai. Aku baru saja menyelesaikan pesanan terakhir kok. Cuma sebentar lagi bisa pulang.”

Setelah menutup cafe bersama pemiliknya yang sudah seperti keluarga bagi Elona, mereka berjalan keluar dengan langkah santai. Rekai selalu mengantar Elona pulang sejak dia mulai bekerja di cafe ini beberapa minggu yang lalu, agar neneknya tidak khawatir.

“Kamu tidak capek ya setiap hari harus antar jemput aku?” tanya Elona dengan rasa bersalah yang sedikit.

“Tidak dong!” jawab Rekai dengan ceria. “Selain bisa membantu kamu, aku juga bisa belajar sambil menunggumu kerja lho. Malah kamu yang sering kasih aku kopi gratis kan? Untung banget!”

Mereka naik ke dalam mobil Rekai yang sudah agak tua tapi tetap terawat dengan baik. Saat mobil melaju di jalanan yang sepi, Elona mulai bercerita tentang pengalaman kerja nya hari ini.

“Hari ini ada pelanggan yang pesen kopi sebanyak tiga gelas lho,” ujar Elona dengan mata yang bersinar. “Dia bilang kopi yang aku buat lebih enak dari cafe mahal lainnya. Rasanya seneng banget bisa diberi pujian seperti itu!”

Rekai tersenyum mendengarkannya. “Tentu aja dong! Kamu belajar dengan sungguh-sungguh kan? Nanti kalau sudah mahir, kamu bisa buka cafe sendiri aja lho!”

Elona hanya tertawa. “Mungkin saja nanti ya. Tapi sekarang aku harus fokus menyimpan uang untuk kuliah dan membantu nenek dulu.”

Saat mereka sampai di rumah Elona, neneknya sudah menunggu di depan pintu dengan senyum lebar. “Terima kasih ya Rekai sudah mengantar Elona pulang lagi,” ujar nenek dengan suara hangat. “Kalau tidak keberatan, mampir masuk saja ya minum teh dulu sebelum pulang.”

Rekai mengangguk dengan senang hati. Di saat yang sama, Biru sedang duduk di balkon rumahnya melihat langit malam, berpikir tentang bagaimana harus menghadapi situasi di sekolah besok dan bagaimana cara untuk lebih dekat dengan Elona tanpa membuatnya merasa tidak nyaman.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!