NovelToon NovelToon
Antara Dua Pilihan Hati

Antara Dua Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Misteri / Perjodohan / Romantis / Pengantin Pengganti / Komedi
Popularitas:603
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Pundak Ayah Arsen turun pelan, seperti kehilangan penopang. Tangannya yang gemetar saat menutup wajahnya sendiri. Nafasnya pun begitu berat seolah setiap tarikannya adalah udara yangbterasa menyakitkan.

"Can i see him doctors?." suaranya parau hampir tidak terdengar sama sekali. Dokter yang berwajah oriental kebulean itu pun, menjawabnya cepat " just for a moment.

Ayah Arden dan Aluna yang merupakan ayah kandung Arsen bangkit dengan langkah goyah, seperti dalam setiap langkah kakinya begitu menyimpan berat.

Apalagi selama seumur hidupnya ia terus dibayangi rasa bersalah pada almarhum ayah mereka yaitu Arif Maharana korban sabotase beberapa tahun silam.

Dirinya yang sempat tergiur uang puluhan juta sempat dijadikan alat untuk menghancurkan ayah Aluna dan Arden Maharana namun setelah tau Surya Permana dan komplotannya hanya ingin memanfaatkannya tanpa imbalan apapun dirinya penuh dengan penyesalan luar biasa.

Dirinya pun sempat terlibat saat dirinya masih memiliki sifat keserakahan ingin merebut perusahaan maharana namun ternyata usahanya tidak pernah berhasil dan selalu gagal. Ditambah lagi sampai mengorbankan nyawa istrinya sendiri hingga meninggal dunia bersamaan dengan kecelakaan beruntun tersebut.

Dunianya seolah hancur anak keduanya yang masih bai pun ikut tiada. Dan semua yang dia lakukan usahanya berniat ingin membahagiakan istri dan anaknya dengan kegelimangan harta semua sirna. Tersisa penyesalan dalam hidupnya.

Melihat Aluna kini dirinya bisa bangkit, dan berniat untuk menebus segala dosanya dan menganggap kedua keturunan Maharana sebagai anaknya sendiri.

Agar bisa menemani Arsen agar tidak sendiri disisa umurnya yang sudah senja seperti ini. "Nak ayah menyesal, atas sikap ayah dimasa lalu, tolong maafkan ayah nak, kamu harus hidup nak, ayah mohon."

"Aluna, dan Arsen juga perusahaan ayahmu masih membutuhkanmu, bangunlah nak." ucap ayah Arsen terisak dengan wajah penuh penyesalan.

Pintu kaca terbuka pelan hingga deritanya sedikitpun terdengar halus dan disana ia melihat sosok yang ia sudah anggap anaknya sendiri terbaring lemah tak berdaya. Dengan banyaknya alat medis yang terpasang dalam tubuhnya.

"Arden bangun nak, ini ayah nak." ucapnya lagi lirih. Tangannya menyentuh punggung tangan anak angkatnya yang dingin tidak ada respon sama sekali seperti apa yang ia harapkan.

Disisi lain ditempat yang berbeda, dua orang yang berdiri kaku bak patung Pancoran. Yang awalnya santai saja hanya ada ketegangan sedikit namun setelah keputusan telak dari bapak Lola seketika keduanya terdiam hanya rasa canggung, bingung dan salah tingkah dibuatnya.

Lola memainkan mata pada ayahnya seolah tidak suka akan ucapan sang ayah yang begitu tiba tiba. Membuatnya shock bukan main.

"Pak,..bapak enggak boleh becanda kayak gitu ikh ke mas Arden, enggak enak lah pak, masa dia udah bantu kita malah bapak ngomongnya enggak sopan begitu."

"Dari mananya enggak sopan sih La, semua bapak lakukan juga demi kamu yang masih tanggung jawab bapak, wajarkan kalo bapak ingin kamu aman dan terjaga."

Mendengar hal itu Lola jadi tidak enak hati pada Arden saat ini, sementara Arden hanya salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Om seriusan dong Om jangan bercanda begini, saya tuh bantu Lola dan om bukan untuk meminta imbalan seperti ini om, apalagi momentnya kurang tepat dan tiba tiba banget."

Justru karena itu, kalian bisa saling jujur" balas pak Santoso dengan entengnya. Lola hanya menunduk tak enak hati, ingin rasanya menghilang saat itu juga.

Jantung Lola dan Arden seketika. Dibuat jedag jedug tak karuan, Lola menjadi tak berani jika menatap Arden sekarang meski hanya melihat wajahnya sekilas.

"Udah ah pak, bapak mending Sono tuh temui temen main gaple bapak udah pada nunggu atau bobo siang istirahat bapak kan katanya capek, udah ya enggak usah bahas lagi, jangan bikin malu Lola atuh pak."

Kamu itu ya, mau usir bapak dirumah bapak sendiri La, intinya bapak enggak main main sama ucapan bapak titik ga pake koma.

Arden menghela nafas panjang, lalu melirik sebentar pada lolalalu kembali pada pak Santoso. Pak Santoso hanya tersenyum tipis tapi seperti penuh arti.

"Kalo kamu bantu saya bukan karena itu,..berarti kamu tulus kan?." ucapan itu menampar pelan hati Arden saat itu.dan membuatnya terdiam membeku.

Lola kemudian mengangkat wajahnya yang merah bagai kepiting rebus. Antara bingung, canggung rasa takut jjuga ada sedikit berharap semua menjadi satu bagai nano nano.

Arden menelan ludahnya dengan susah payah, untuk pertama kalinya ia kehabisan kata kata. "Om,..saya..,"

ucapannya terhenti tiba tiba, dan didetik selanjutnya ia pun menjawab "Berikan saya waktu om." akhirnya Arden berkata pelan.

Pak Santoso menganggap, bapak tunggu jawaban kamu tidak boleh lama mengerti!, karena hidup enggak selalu kasih kita waktu yang lama nak Arden."

"Maksud Om?."

"Kan Lola masih sekolah Om?."

"Hanya tinggal satu bulan lagi bukan waktu yang lama bagi saya untuk menjodohkan Lola dengan anaknya pak gembul ketua RW sini, apalagi anaknya sudah naksir lama dengan Lola, iya kan La?."

"Degh!."

"APA!."

Diruang ICU jari Arden Maharana bergerak perlahan.hamoir tidak terlihat, tapi cukup untuk mestikan kondisinya lewat layar monitor didekatnya yang saat ini berbunyi pelan.

"Doctor, Doctor! Teriaknya panik.

segera dokter dan petugas medis bergegas masuk keruangan tersebut, p ia patuh baya itu mundur beberapa langkah dan mengamatinya dari jauh.

Melihat ke arah jam tangan yang bertengger ditangan kirinya, masih g menunggu kabar kedatangan Aluna saat itu yang masih belum kunjung tiba. "Harusnya dia udah sampai kok lama banget ya?."

Sementara Aluna dan Prasha saat baru saja tiba di rumah sakit tersebut dengan langkah cepat sedikit berlari keduanya menuju ruang informasi lebih dulu.

Saat melihat pergerakan sedikit dari Arden, seolah sedikit mendengar yang dia ucapkan saat itu "Lu,..na,.." itulah kata yang terdengar terucap dari mulut asden Maharana saat itu yang terdengar cukup halus.

"Iya nak, sebentar lagi adikmu sampai, sabar ya nak."

Belum sempat ia benar benar sadar tubuhnya kembali melemah dan kembali' tertidur karena masih pengaruh obat.

"He is trying,..itu pertanda bagus." ucap sang dokter yang langsung menepok bahu ayah Arsen.

ditempat lain Arden sudah pulang kerumah catur bersama Lola, sedangkan Arsen masih ada keperluan setelah pulang dari bandara, ia memutuskan untuk pulang ke kediaman orang tuanya lebih dulu sekedar ingin menenangkan pikirannya yang berkecamuk.

Rumah catur menjadi sunyi dan sepi, karena semua penghuni rumah itu sudah pada tertidur pulas apalagi sebagian yang lain ada yang pamit pulang ada juga yang disibukkan oleh pekerjaannya semakin hari banyak yang pada punya urusannya masing masing.

Tersisa saat ini Arden dan Lola yang berada dirumah itu. Apalagi ibu Prasha dan kakeknya sedang berada diluar kota saat ini dalam beberapa waktu ke depan menyebabkan rumah hanya terisi oleh para art, Lola dan Arden juga Darto yang sudah ada di alam mimpi.

Arden mengirim pesan pada Arsen " gue udah dirumah, Lola aman sama gue dirumah catur." ✓®

"Penagih hutang sudah dibayar lunas dan tidak akan menggangu keluarga Lola lag, Alhamdulillah clear semua masalah Lola."✓® pesan terkirim pada Arsen.

"Alhamdulillah bagus kalo gitu, jaga Lola selama disana, gue enggak balik dulu kesana ya mau bersih bersih rumah dulu biar bapak gue kalo pulang ga ngerog kolam ikannya belum dibersihkan soalnya."✓® jawab Arsen.

"Iya santai."✓®

"Tapi Sen ada satu masalah lagi."✓®

"Hah, masalah apa lagi?."✓®

"Gue disuruh nikahin Lola."✓®

"What, bwhaahaha."✓®

"Anjir Lo malah ketawa, kumaha bagaimana ini nasib gue, harus jawab apa coba bingung gue jadinya ah elah." kesal Arden. ✓®

"Woles jo, enggak usah bingung keles, tanya Kediri elo sendiri, elo naksir Lola enggak?."✓®

"It's oke dulu Lola gembrot, tapi liat jangan dulu, sekarang bodynya udah aduhai udah cantik gitu si Lola gas klo elo naksir dia mah, jangan nunggu ntar disamber orang nyesel loh." petuah Arsen bijak.✓®

"Pengalaman ya bro haha."✓®

"Udah ya gue mau tidur capek bye!." chat pun terhenti .✓®

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!