Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 27 CSKB
velycia langsung melihat sekitar dan benar saja disana sudah ada dosen David yang menyilangkan tangannya kedepannya dan Lebih parahnya dia menjadi pusat perhatian
"Sejak kapan pak david masuk? " bisik velycia.
"Udah setengah jam yang lalu" ucap nanda dan velycia langsung melotot tidak percaya.
"EHm... " deheman david. Velycia pun langsung berdiri tegap.
"Sudah selesai bisik bisik nya" sahut David vely langsung kicep.
"Nama kamu siapa? " tanya david.
"Velycia pak "
" velycia Kamu jawab pertanyaan saya.? " tegas david.
"Eh..."bingung velycia
"Jawab pertanyaan saya dengan teoritis, jelaskan klasifikasi bisnis berdasarkan kegiatannya? " David memberikan pertanyaan ke velycia
"Bapak mau jawab yang singkat atau panjang"ucap velycia yang membuat para mahasiswa dan mahasiswi terkejut malah memberikan pertanyaan mau yang panjang atau yang singkat. Jika mereka yang mendapat pertanyaan itu belum tentu mereka bisa menjawab.
" menurut kamu saja"ucap David. dia ingin melihat bagaimana potensi mahasiswinya ini menjawab pertanyaannya.
" dih dasar sombong belum tentu lo juga bisa jawab "ucap nara yang tidak suka sama velycia.
" emang kenapa kalo dia sombong, kok lo yang sewot emang lo bisa jawab gak kan makanya diam"bela wina teman sekelasnya velycia yang tidak senang dengan nara.
"Kok, lo yang nyolot emang apa masalah sama elo? " kesal nara.
"Suka gue lah, kalo lo emang pintar minta pak david aja kasih pertanyaan ke lo, lo berani jawab gak" sambungan wina.
"Lo nantangin gue? " geram nara.
"Bukan gue yang nantangin lo tapi lo yang nantangin diri sendiri dasar muka dempul" ucap wina.
"Lo.. " belum siap nara berbicara sudah dipotong oleh kevin dengan bentakan.
"Diamm " semua terkejut termasuk velycia yang masih berdiri mematung.
"Kalau kalian mau ribut diluar bukan didalam, disini ada dosen hargai pak david disini kalian anggap pak david apa ha? " hening tidak ada jawaban mereka takut melihat kevin.
"𝙄𝙞𝙞𝙞𝙞 𝙨𝙚𝙧𝙚𝙢" bisik velycia dan didengar oleh nanda dan salwa.
"Hust diem" senggol nanda dan velycia pun langsung kicep,
"Oke jangan pada emosi satu sama lain kita disini untuk belajar bukan untuk adu kecerdasan maka dari itu saya akan memberikan pertanyaan ke velycia dan nara akan mendapatkan pertanyaan dari saya setelah velycia jika ada yang coment lagi saya akan memberikan pertanyaan sama yang coment jadi sabar ya" pernyataan David membuat seisi kelas diam, termasuk nara yang sudah mulai khawatir dirinya sudah mulai keringat dingin.
"Jawab velycia" sambung david.
"Baiklah disini saya akan menjawab pertanyaan dari pak David menurut saya ada sembilan bisnis dan kegiatannya yang pertama yaitu manufaktur bisnis yang menghasilkan produk yang berasal dari bahan mentah, kedua bisnis jasa bisnis ini menghasilkan barang yang tidak berwujud dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang diberikan, ketiga bisnis finansial bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi, yang keempat..." velycia menjawab pertanyaan dari david dengan teliti,banyak dari mereka didalam kelas kagum dengan velycia yang dapat menjawab pertanyaan dari david.
Termasuk kevin yang bangga melihat velycia, tidak hanya itu david pun menyimak penjelasan velycia dengan tersenyum menandakan bahwasanya jawabannya tepat.
"... Dan yang terakhir yaitu bisnis transportasi bisnis ini mendapatkan keuntungan dengan cara mengantar dari lokasi ke lokasi lain itulah jawabannya menurut saya dari berbagai bagai sumber dan informasi yang saya dapat dan sekian terimakasih kasih " ucap velycia, yang membuat seisi ruangan tidak percaya velycia dapat menjawab semuanya.
bahkan salwa dan nanda sampai terpelongo padahal mereka mendengar penjelasan dari david belum tentu bisa menjawab semua sedang velycia yang tidak mendengar david bisa menjawab dengan sempurna.
Mereka sampai heran waktu nyidam emaknya makan apa kok bisa otak anaknya encer.
"Bagus bagus dan pertanyaan terakhir apa saja yang terpenuhi agar budaya organisasi mendukung keunggulan? " pertanyaan kedua dilontarkan oleh david.
𝙆𝙤𝙠 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙜𝙪𝙚 𝙙𝙞𝙨𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙣𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙖𝙣𝙟𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙪𝙡𝙪, 𝙜𝙖𝙠 𝙩𝙖𝙪 𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙚𝙣𝙜𝙜𝙤𝙧𝙤𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙪𝙚 𝙠𝙚𝙘𝙚𝙠 batin velycia kesal. Velycia langsung tersenyum lebar ke arah david dan menjawab.
"Apa bila budaya dikaitkan dengan kemampuannya menyediakan keunggulan bersaing, maka ada tiga kondisi yang harus dipenuhi yang pertama budaya harus dapat dinilai baik dengan penjualan tinggi, biaya rendah maupun margin yang tinggi kedua budaya... " velycia yang masih menjawab pertanyaan dari david yang membuat David pun langsung menepuk tangan dan diikuti oleh yang lain.
"Bagus, saya suka, saya tidak meminta kamu untuk bisa menjawab sempurna tapi kamu malah menjawab semuanya saya suka padahal saya belum menjelaskan pertanyaan yang kedua tapi kamu bisa menjawabnya" ucap david. Yang membuat velycia melotot tidak percaya bahwa dosen satu ini sudah memberikan pertanyaan yang tidak diajarkan di materi hari ini.
"Seperti nya kamu memiliki potensi tinggi terhadap bisnis" salut David. Merasa puas dengan jawaban velycia.
"Saya hanya ingin lihat bagaimana potensi cara belajar kalian tapi disini sudah membuat sangat puas bahwasanya kalian benar-benar hebat bagus velycia" sambung David dan memberikan tepuk tangan
"Sudah siap belum pak, saya haus" ucap velycia yang sudah tidak tahan lagi.
"Oh ya silahkan duduk" ucap david.
"Makasih pak"
" oh ya giliran nara saya akan memberikan pertanyaan nara? "Ucap David menunjuk ke arah nara.
Glek nara hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.
"Menurut kamu bagaimana cara menjamin tanggung jawab sosial pada karyawan! Silahkan jawab nara? "
"M-menurut s-saya tanggung jawab sosial... " jawab nara terbata bata. Nara tiba-tiba terdiam tidak tahu harus jawab apa, dia tidak bisa menjawab seperti velycia.
Bisu nara tidak bisa melanjutkan jawabannya, dengan posisi masih berdiri keringat sudah membasahi keningnya padahal diruang itu bisa dibilang cukup dingin.
"Ayo nara... Lanjutkan" sahut david yang membuat nara terperanjat terkejut. Dan nara pun masih membisu diam tidak tau mau menjawab apa.
"Huuu sosok kan bilang orang sombong orang yang dia bilang bisa jawab semua, toh padahal dia sendiri juga gak bisa jawab" sorak salah satu mahasiswi.
Banyak sorak dari para mahasiswa dan mahasiswi di dalam ruangan.
"Sudah sudah jangan pada ribut kita disini sama sama belajar mencari ilmu, kita disini bukan saling mencaci teman satu sama lain, jika tidak tahu bukan mencela tapi bantu temannya, intropeksi apakah kita mampu atau tidak jika tidak dengarkan saya atau dosen lain ngajar disimak, jika bisa menjawab maka dia mengerti sama seperti velycia tadi,saya tahu dunia perkuliahan agak sedikit kejam karena saya juga pernah ada diposisi kalian tidak diibaratkan saya duluan yang makan garam" ucap david panjang lebar
𝙆𝙤𝙠 𝙜𝙪𝙚 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙣𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙜𝙪𝙚 𝙙𝙞𝙖𝙢 𝙖𝙟𝙖 batin vely.