NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta & Obsesi Sang Mafia

Terbelenggu Cinta & Obsesi Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Obsesi / Persaingan Mafia
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lea

Kehadiran Jay Van O’Connor adalah noda yang tak pernah bisa diterima Zavier Van O’Connor.

Jay si anak haram Jackman Van O’Connor, bukan hanya bukti pengkhianatan sang ayah, tetapi juga ancaman nyata bagi posisi dan kendali yang selama ini Zavier inginkan. Warisan dan tahta.

Sejak awal, Zavier berusaha melenyapkan Jay.
Dengan cara halus maupun kejam, dengan kekuasaan, uang, dan strategi.

Zavier harus melenyapkan sang adik bukan karena tanpa alasan, setiap melihat Jay, Zavier seperti melihat sosok sang ayah ada dalam diri adiknya. Jay benar-benar mirip seperti Jackman.

Hingga suatu hari, Zavier menemukan celah Jay.

Anna Barthley, seorang gadis sederhana yang hidupnya dipenuhi pekerjaan paruh waktu, berjuang melunasi hutang orang tuanya, dan tak pernah bersentuhan dengan dunia kelam keluarga O’Connor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 33

Iring-iringan mobil Jay meluncur membelah jalanan kosong. Lampu kota memantul di kaca jendela seperti kilatan api yang menari. Jay sudah merencanakan sesuatu. Ia akan menyalakan api nya sendiri. Jay akan menyerang lebih dulu.

Di dalam mobil, Jay duduk dengan tenang. Terlalu tenang untuk seseorang yang akan berperang.

Ponselnya kembali bergetar, dan itu panggilan dari Drew. Jay mengangkat panggilan itu, menyandarkan kepalanya di kursi, sembari menutup mata dengan tenang.

“Tuan. Separuh pasukan mereka tewas. Sisanya menyerah. Tapi ada satu yang lolos.”

Jay membuka matanya perlahan.

“Siapa?”

“Komandan lapangan sekaligus pengawal pribadi Zavier, kemungkinan dia akan kembali pada Zavier. Namanya Calios.”

Jay tersenyum tipis.

“Biarkan dia hidup.”

Drew terdiam beberapa detik, ia ragu dan sudah siap mengeluarkan pistolnya. Dari kejauhan Drew sudah menargetkan Calios yang berjalan tertatih.

“Tuan?”

“Biarkan dia kembali ke Zavier. Aku ingin kakak ku tersayang itu melihat sendiri bagaimana orang yang paling setia padanya, pulang dalam keadaan compang-camping.”

Mobil berbelok tajam menuju gedung pusat milik Jay—kantor legalnya di permukaan. Sebuah perusahaan ekspor-impor besar yang terlihat bersih di mata hukum.

Malam itu, Jay akan mengadakan rapat terbatas. Jay memang sosok dingin dan kejam yang terbiasa mengadakan rapat dadakan, inspeksi dadakan, serta sidak dadakan. Sehingga semua petinggi harus siap.

Ruang rapat lantai tertinggi gedung milik Jay dipenuhi wajah-wajah penting. Direktur keuangan. Kepala logistik. Pengendali pelabuhan. Bahkan dua faksi mafia dari 5 faksi yang berpengaruh, diam-diam sudah condong padannya. Dia adalah Carlo Caesar dan Marco Paolo. Mereka sudah percaya pada kemampuan Jay.

Pintu tertutup.

Jay berdiri di ujung meja panjang.

Tatapannya menyapu ruangan. Tenang. Tegas.

“Mulai malam ini,” ucapnya datar, “kita jalankan fase terakhir.”

Beberapa orang saling bertukar pandang.

Jay menyentuh layar digital di belakangnya. Grafik-grafik muncul—alur perdagangan, kepemilikan saham, jalur distribusi, perusahaan cangkang, rekening luar negeri.

“Selama 4 tahun terakhir,” lanjutnya, “aku mengelola seluruh perusahaan milik Jackman. Legal maupun ilegal.”

Ia berhenti sejenak.

“Dan selama tiga tahun itu pula… aku memindahkan fondasinya.”

Ruangan hening.

Kepala divisi keuangan mengernyit.

“Tuan maksudnya…?”

Jay tersenyum tipis.

“Semua kontrak distribusi baru telah diperbarui atas nama perusahaanku. Semua jalur logistik utama kini berada di bawah kendali holding milikku.”

Ia menekan layar lagi.

Muncul data pelabuhan, gudang, izin impor, bahkan jalur pasar gelap.

“Perusahaan Jackman masih berdiri. Gedungnya megah. Namanya besar. Tapi arus uangnya… tidak lagi mengalir ke sana.”

Para petinggi menelan ludah. Betapa cerdik namun liciknya Jay. Seolah sudah merencanakannya semua.

Jay melanjutkan dengan nada lebih rendah.

“Bisnis legal seperti ekspor-impor, konstruksi, properti — sudah aku alihkan kepemilikan saham mayoritasnya melalui anak perusahaan bayangan.”

“Bisnis pasar gelap?” tanya Marco Paolo si pengendali wilayah yang melindungi pasar gelap di wilayahnya.

“Lebih mudah,” jawab Jay dingin.

“Orang-orang lapangan setia pada sistem. Dan sistem itu sekarang milikku.”

Ia berjalan perlahan mengelilingi meja.

“Jackman percaya penuh padaku. Ia menyerahkan semua pengelolaan. Rekening. Distribusi. Persediaan. Bahkan perjanjian antar faksi. Dia lupa, darahnya juga mengalir di tubuhku dengan sangat kental.”

Tatapannya menajam.

“Kekuasaan Jackman sekarang akan runtuh. Dan di ganti era baru. Siapapun yang akan mendukung Zavier, nantinya akan bertemu denganku di medan perang.”

Sementara itu— di Mansion milik Helena. Zavier sedang bertemu dengan beberapa faksi Mafia yang mendukungnya.

Di ruang kerja besar dengan dinding kayu gelap, Zavier berdiri kaku di depan meja kerjanya. Wajahnya keras, tapi urat di pelipisnya menegang karena tidak banyak yang mendukungnya dan di mereka yang datang pun masih meragukannya.

“Jackman belum memberikan pernyataan apapun.” Kata salah satu mafia.

“Dia tidak pernah sediam ini. Setelah ia melepaskan Jay.”

“Jangan sebut nama itu. Aku sendiri yang akan membunuhnya. Aku tahu titik lemahnya.” Kata Zavier.

Pintu tiba-tiba terbuka.

Calios masuk dengan langkah pincang. Pakaiannya berlumur darah.

Ruangan seketika membeku. Para mafia terkejut.

“Apa yang terjadi?” suara Zavier terdengar rendah, namun bergetar.

Calios menunduk.

“Maaf tuan. Itu jebakan, Tuan. Gudang itu sudah kosong dari senjata berat. Mereka menunggu kami.”

“Apa! Lalu… Berapa korban?”

“Hampir setengah, Tuan. Sisanya tertahan di sana atau…” Ia tak sanggup melanjutkan.

Zavier mengepalkan tangan.

Brak! Pyar!

Vas kristal di atas meja dihantam hingga pecah berkeping.

“Jay…” desisnya. “Dia menganggapku bodoh.”

Dari sudut ruangan yang gelap, sebuah suara berat terdengar.

“Kau memang terlalu terburu-buru.”

Zavier menoleh. Terlejut, karena suara yang familiar.

Jackman. Pria itu datang tanpa pemberitahuan, tanpa iring-iringan pengawalan yang mencolok di tengah situasi yang memanas seolah Jackman sudah menyerahkan hidup matinya.

Pria tua itu duduk di kursi kebesaran milik Zavier kemudian melihat ke arah Mafia yang datang, para mafia rendah tidak terlalu menguntungkan untuk Zavier, sangat tidak menguntungkan. 5 faksi berpengaruh tidak mendukung Zavier, pria tua itu lalu menatap putranya dengan tatapan yang tak bisa ditebak—antara kecewa dan dingin.

“Jay tidak pernah bergerak tanpa dua lapis cadangan.”

Zavier mengatupkan rahangnya.

“Aku hanya ingin menunjukkan bahwa aku mampu.”

Jackman berdiri perlahan.

“Kau tidak menunjukkan kemampuan. Kau menunjukkan emosi. Kau selalu begitu.”

Hening.

“Kau ingin perang?” tanya Jackman.

Zavier menatap lurus.

“Ya.”

Jackman tersenyum tipis. Senyum yang membuat ruangan terasa lebih dingin.

“Sebelum kau mengangkat senjatamu kau sudah kalah oleh Jay.” Jackman berdiri lalu meninggalkan ruangan ia pergi ke kamar Helena.

“Sial!” Gerutu Zavier.

Tengah Malam — Kantor Jay

Jay berdiri di depan jendela lantai atas. Kota membentang di bawahnya seperti papan catur.

Drew masuk tanpa banyak suara.

“Tuan…” Drew menundukkan kepala.

“Baron sudah memberi sinyal melalui asissten pribadinya. Ia tidak akan memihak secara terbuka. Tapi jalur logistiknya… untuk sementara aman.” Lanjutnya.

Jay mengangguk.

“Bagaimana 3 faksi?”

“Dua sudah mengikuti anda. 3 faksi lainnya… Mereka ingin jaminan.”

Jay terkekeh pelan.

“Lihat? Mereka bukan setia pada Jackman. Mereka setia pada keuntungan.”

Drew menatapnya ragu.

“Dan Zavier?”

Jay memalingkan wajahnya.

“Dia masih mengedepankan emosinya, seperti tong kosong.”

“Tuan… jika Tuan Jackman turun tangan langsung?”

Hening beberapa detik.

Jay menatap pantulan dirinya di kaca.

“Kalau ayahku turun sendiri… maka malam itu akan menjadi malam terakhirnya memegang kekuasaan dan juga malam terkahirnya di dunia.”

Drew terdiam. Terkejut. Jay sosok yang ia kira akan patuh selama hidupnya ternyata jauh lebih mengerikan dari pada Jackman.

Drew bahkan ia bisa tahu, bahwa ini bukan sekadar perebutan wilayah atau bisnis. Ini perebutan takhta.

Di Tempat yang Tidak Diketahui

Sebuah ruangan gelap. Monitor-monitor menyala.

Rekaman gudang, percakapan Jay dengan Baron, pergerakan mobil—semuanya diputar ulang.

Seseorang duduk bersandar, jemarinya saling bertaut.

“Menarik…” gumamnya pelan.

Di layar, wajah Jay membeku dalam frame.

“Dua saudara saling membunuh demi tahta. Jackman pasti bangga.”

Senyum tipis muncul di wajahnya.

“Sudah waktunya kita ikut bermain.”

Ia mengambil ponsel dan menekan satu nomor.

“Siapkan orang-orang kita. Target berikutnya… bukan Jay. Bukan Zavier.”

“Lalu siapa, Tuan?”

“Jackman.”

Lampu ruangan padam.

Dan permainan berubah menjadi lebih besar dari yang dibayangkan siapa pun.

Di Mobil ketika Jay akan pulang. Tiba-tiba ponselnya bergetar.

Nomor tak dikenal.

Jay mengangkatnya tanpa ragu, tanpa suara, ia menunggu. Suara di seberang akhirnya terdengar datar.

“Kau pikir ini perang antara kau, ayahmu dan Zavier saja?”

Jay tidak menjawab.

“Hati-hati, Jay. Saat para serigala bertarung… pemburu selalu menunggu.”

Telepon terputus.

Jay perlahan menurunkan ponselnya.

Drew melihat perubahan di wajah tuannya.

“Ada apa tuan?”

Jay tersenyum… tapi kali ini bukan senyum kemenangan.

“Permainannya naik level.”

Ia menatap ke depan.

“Dan sepertinya… kita punya tamu tak diundang yang ingin memanfaatkan perselisihan keluarga ini.”

Mobil melaju semakin cepat. Langit malam terasa lebih berat. Perang belum benar-benar dimulai. Tapi darah sudah mengalir. Dan kali ini, bukan hanya soal pewaris. Ini soal siapa yang akan bertahan hidup di dunia mafia, dimana yang paling kuat akan menghancurkan yang lemah.

Bersambung

1
Arifgreenday
lnjut
samiya
next
May Maya
tuh akibat org ngeyel bgtu Anna Jay GK perlu harum manis dia tuh butuh nya kau n kepatuhan mu skrg dah kyak bgni yg susah Jay blm lg kau jg akan d sakiti hadehhhhh Jay yg sabar ya
wiliss
ngiyiill
graver el mubarak
lanjut
celline
lnjut
gogled
sioop
higdominos
upp
bambangsans
up
lalisafajr
next
johanna
upp lg
Bluekastil
yup
Yuyun
upp
Javiz
next
Laura
lnjut
ppok
upp
@emak aisyah
mampuss siksa sekalian,di bilangin ngeyel,males banget aku Ama orng yang di kasih perhatian malah sok berkuasa segala baik² saja ternyata,rugi sendiri kan Anna² wanita sialan
eva nindia
ngeyel bngett deh anna pdhal klo mau beli nnti z breng am jay 🙈
tpi bgitu la wanita 😅🤭
siapa ni yg nyulik anna, zavier kah atwa si penelepon misterius 🤔
gak kebyang semurka apa c jay skrg...
thor hayu up lagiii 😁
May Maya
Bagus
May Maya
cari masalah n penyakit sendiri ini si namanya ana hrusnya kau bs memahami situasi Jay saat ini kejadian saat d apartemen Jay kan bisa buat mu takut n tau kondisi nya sperti apa sampai2 Jay membawa mu k mention yg jauh agar kau aman eh skrg kau malah ingin pergi k tempat umum d mna para penjahat bs memburu mu sbgai kelemahan jay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!