NovelToon NovelToon
Still You

Still You

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Tiga tahun lalu, Caliandra Adiyaksa memilih pergi.
Bukan karena ia tak lagi mencintai Arka Wiryamanta,
tapi karena cinta mereka berdiri di atas luka dan darah masa lalu.

Kini ia kembali, bukan sebagai gadis yang rapuh.
Ia hadir sebagai wanita mandiri dengan kerajaan bisnisnya sendiri.

Arka mengira waktu akan menghapus namanya.
Nyatanya, tidak ada satu hari pun ia berhenti mencintainya.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali dalam dunia bisnis,
gengsi, dendam lama, dan seorang pria bernama Kenzy Maheswara
berdiri di antara mereka.

Arka hanya tahu satu hal,
dari semua perempuan yang datang dan pergi,
hanya satu yang mampu mengacaukan hatinya.

Still you.

Tapi kali ini…
apakah Caliandra masih memilihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua pria Konyol

Ballroom hotel itu penuh tamu undangan.

Launching nasional Calié Skin x Wiryamanta Creative.

Cali berdiri di tengah kerumunan. Anggun. Profesional.

Gaunnya champagne dengan potongan sederhana namun sangat anggun.

Arka berdiri tidak jauh darinya.

Tangan di saku.

Ekspresi tenang.

Padahal di dalam :

Kenapa Kenzy berdiri terlalu dekat?

Kenapa dia ketawa?

Kenapa Cali ikut ketawa?

Kenapa harus ketawa bareng?!

 Kenzy membungkuk sedikit ke arah Cali.

“Kamu tegang?”

Cali tersenyum kecil.

“Sedikit.”

Kenzy dengan refleks merapikan ujung rambut Cali yang terselip di bahunya.

Sederhana.

Tapi cukup.

Cukup membuat arka panas dingin melihatnya.

Di sudut ruangan…

Gelas kristal di tangan Arka hampir retak karena tekanan jarinya.

Namun wajahnya?

Tenang.

Bahkan tersenyum.

"Waahhh...Gila sihh...kenzy...berani benerrrr dah" celetuk Doni

"Gila tu tangan nyelip-nyelipin rambut Cali."

" pengen patah kayaknya tu tangan..."

"Berisik..." ucap arka sambil menyumpal mulut doni dengan kue

 Beberapa direktur mendekat.

“Pak Arka, brand ambassador Anda luar biasa.”

"Kerjasama ini Exellent"

Arka mengangguk tipis.

“Memang.”

Nada suaranya halus. Bangga.

Padahal dalam kepalanya

Itu bukan kerjasama biasa..

Itu masa depanku.

Tiba-tiba seorang tamu pria mencoba menggandeng tangan Cali untuk foto.

Belum sempat disentuh,

Seseorang berdiri di samping Cali.

Arka.

Tidak menyentuh.

Tidak menarik.

Hanya berdiri cukup dekat sampai bahu mereka hampir bersentuhan.

“Ara,” ucapnya pelan.

Ara.

Cali menoleh.

Panggilan itu… sudah lama sekali.

“Ya?”

Arka tersenyum tipis.

“Foto dengan saya dulu. Setelah itu… silakan dengan yang lain.”

Kalimatnya santun.

Tapi aura di sekitarnya jelas :

Dia milikku.

Cali hampir tertawa.

Kenzy menyipitkan mata kecil.

Beberapa menit kemudian, MC meminta Cali dan Kenzy naik ke panggung sebagai founder.

Arka berdiri di bawah panggung.

Tepuk tangan.

Cool.

Tenang.

Tapi ketika MC bercanda,

“Wah, pasangan bisnis yang serasi sekali ya!”

"sama-sama single, sukses, partner dalam bisnis...mungkin juga akan berpartner dalam hidup"

Ruangan tertawa.

Kenzy tersenyum santai.

Cali juga tersenyum.

Dan Arka?

"Kurang ajar..." dalam hatinya

Namun ia masih ikut tepuk tangan.

Dan rahangnya mengeras tipis.

Doni yang juga hadir di acara itu berbisik pelan,

“Bre…. Besok panggil service AC ya….”

Arka tanpa menoleh,

“Kenapa?”

“Kayaknya disini tuh geraahhh banggetttt , pasti AC nya rusak”

Arka melirik datar.

Doni langsung diam, dan menyumpal mulutnya sendiri dengan makanan

 Setelah Acara....

Cali berdiri di balkon hotel menikmati udara malam.

Arka mendekat.

Tenang.

“Acara sukses.”

“Terima kasih atas dukungannya Pak Arka.”

Formal lagi.

Arka mendesah pelan.

“Dia selalu berdiri di sisi kananmu??”

Cali mengernyit kecil.

“Siapa?”

“Kenzy.”

Nada datar. Terlalu datar.

Cali tersenyum samar.

“Dia partner bisnisku, dia yang membantuku selama ini”

Hening.

Arka menatap ke depan, bukan ke arahnya.

“Aku tidak keberatan kamu punya partner.”

Diam.

“Tapi aku keberatan kalau orang lain merasa punya akses terlalu dekat.”

Itu bukan marah.

Itu bukan teriak.

Itu kalimat paling elegan untuk :

Aku cemburu setengah mati.

Cali menahan senyum.

“Arka Wiryamanta… cemburu?”

Arka akhirnya menoleh.

Tatapan dalam. Membara. Tapi terkendali.

“Aku tidak cemburu.”

Jeda.

“Aku hanya tidak suka berbagi.”

Cali menghela napas.

Tiba-tiba Kenzy muncul dari dalam.

“Kita harus cek laporan sponsor.”

Arka lebih cepat menjawab.

“Saya yang antar Cali.”

Kenzy tersenyum sopan.

“Tidak perlu, saya sudah biasa mengantarnya.”

Arka tersenyum balik. Lebih sopan. Lebih tajam.

“Mulai sekarang… saya yang akan mengantarnya.”

Hening.

Dua pria saling tatap.

Cali berdiri di tengah, menahan tawa sekaligus deg-degan.

Akhirnya ia berkata pelan,

“Saya bisa jalan dan pergi sendiri.”

Arka dan Kenzy bersamaan :

“Tidak.”

Sunyi satu detik.

Cali benar-benar tertawa sekarang.

Dia merasa geli dengan tingkah dua pria konyol itu

Dan Arka, yang biasanya dingin, akhirnya ikut tersenyum kecil.

Dalam hati,,,

Kalau harus terlihat bodoh sedikit demi kamu…

Tidak apa.

1
Azahra Wicaksono
👏👏 happy ending 🥰
Retno Isusiloningtyas
aaaaaaa.....
😭😭😭
Azahra Wicaksono
bagus banget thorr nangis aku tuh😭 kasian Aurora
Azahra Wicaksono
suka banget visualnya thorrr😍
Agustin Hariyani: terimakasih readers ku...
total 1 replies
Azahra Wicaksono
makin seru thorrr👍
Azahra Wicaksono
seru bangettt thorrr, lanjutttt
Azahra Wicaksono
suka bangetttt😍
Azahra Wicaksono
makin seru thorrr🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!