NovelToon NovelToon
My Big Boy

My Big Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Posesif
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nyai Nung

(Bukan Novel yang awalnya benci jadi cinta ya, alur sesuai imajinasi Mimin)

Rania, seorang perantau dari Indonesia, datang ke negeri asing hanya untuk bertahan hidup. Ia tidak pernah menyangka langkah nekatnya akan mempertemukannya dengan Marco seorang mafia besar, dingin, berbahaya, dan bucin tingkat dewa.
Pertemuan mereka menyeret Rania ke dunia gelap penuh kekuasaan, obsesi, dan perlindungan berlebihan. Cinta yang salah, pria yang salah... tapi terlalu sulit untuk ditolak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyai Nung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alergi.

Marco terdiam, ia tertegun menatap kompres dingin dan Rania bergantian, sebelum para maid itu mengangkat kepalanya Marco mengambil kompres dingin itu dan pergi kembali kekamar nya.

Semua Maid langsung menarik nafas dalam-dalam karna tadi mereka semua menahan nafas, lalu semua nya membersihkan makanan diatas meja. Marry menatap punggung Rania yang sedang mencuci piring, selama ini tidak ada yang tau tentang alergi Marco. Marco alergi terhadap makanan laut, dan tadi saat membatu Marry dan Chef Rania memasukan udang yang ia haluskan kedalam makanan Marco.

Marry juga baru tau saat melihat Marco yang tiba-tiba melempar piring ke lantai. Perusahaan yang dipegang Marco sekarang adalah hasil jeri payahnya, namun perusahaan dunia bawah adalah turun temurun, Marry orang yang merawat dan mengasuh Marco sejak kecil, tau bahwa pria itu alergi udang namun sebagai orang yang hidup dalam bahaya tidak boleh memperlihatkan kelemahan nya, karna itu tidak ada yang tau bahwa Marco alergi udang, biasa jika alerginya kambuh Marry yang akan datang langsung kekamar Marco untuk memberikan kompres dan obat alergi pada Marco.

Tapi tadi, ia melihat dari sudut matanya bahwa Rania lah yang memberikan kompres pada Marco, wanita itu seperti langsung paham. Kini didapur hanya tinggal Rania dan Marry.

"Kenapa memberikan kompres pada Tuan?" tanya Marry pelan.

Rania yang sejak tadi menunduk sambil mencuci piring berhenti lalu menatap Marry dengan mata penuh penyesalan.

"Aku tidak tau Tuan alergi makanan laut, aku sungguh tidak tau, aku hanya bisa memberikan nya kompres, nanti akan ku buatkan makanan hangat cair untuk meredakan alerginya, tapi aku sungguh tidak berani memberikan langsung pada Tuan" ujar Rania pelan.

Marry terdiam sejenak tertegun dengan kejujuran hati Rania, lalu ia tertawa pelan.

"Rania kau yang melakukan kesalahan maka kau harus bertanggung jawab" ujar Marry lembut.

Rania menunduk tapi tetap mengangguk, Marry tersenyum lalu keluar dari dapur.

Rania segera menyelesaikan cuci piring lalu ia mengambil bahan-bahan yang ia perlukan.

Dikamar Marco sedang bertelanjang dada memperlihatkan dada bidangnya, perut sixpack nya namun penuh bintik-bintik merah, saat ini ia sedang mengompres sendiri dirinya biasanya Marry akan langsung kemari tapi ini sudah setengah jam dan Marry belum muncul juga.

Tok! Tok! Tok!

Pintu kamarnya diketuk lalu perlahan terbuka, Marco hendak membentak namun urung saat melihat Rania yang masuk dengan nampan ditangan nya.

"Kenapa?" Tanya Marco dingin.

Rania gugup namun tetap menunduk, ia berjalan mendekat meletakkan nampan di atas nakas.

"I-itu.. Tuan saya ingin minta maaf, saya yang bersalah, saya yang mencampur udang kedalam masakan chef saya benar-benar tidak tau anda alergi udang, udangnya masuk sendiri,ngakak maksudnya udangnya lompat sendiri, ngak gak maksud saya saya yang masuk ke makanan bukan bukan saya yang masukan udang nya kedalam makan....an salah udang nya bukan salah saya udang nya yang salah" ujar Rania langsung cepat dan berbelit-belit lalu bungkam dan menunduk dalam.

Marco terdiam melongo sejenak, ia membuka mulut hendak bicara namun ia tutup lagi, baru kali ini ada orang yang melakukan kesalahan malah menyalahkan udang yang sudah menjadi daging cincang. Sudut bibirnya tertarik sedikit namun segera berubah begitu Rania mendongak.

"Jadi maksud nya udang nya yang masuk kedalam Cooper dan menghaluskan dirinya sendiri lalu masuk sendiri kedalam wajan? " ujar Marco dingin.

Rania mengangguk cepat lalu menggeleng cepat membuat pipi chubby nya bergoyang. Marco menggigit pipi dalam nya melihat Rania.

"ah benar... Ini ada obat bisa meredakan gatal-gatal akibat alergi" ujar Rania.

Marco menatap cairan kuning itu sejenak bukan sayur, cairan itu seperti cream sup namun kuning dan berbau aneh.

"itu anda bisa mengoleskan nya pada tubuh anda lalu tunggu selama 10-15 menit dan bilas dengan air" ujar Rania.

Marco menatap Rania lama. "Bagaimana kau tau aku alergi udang?" tanya Marco dingin.

kali ini Rania yang terdiam sejenak lalu mengangkat pandangan nya dan menatap Marco.

"Itu aku punya seorang putra, dia juga alergi udang, dari gejalanya saat nafas anda sedikit tertahan tadi dan wajah anda mulai memerah saya sadar ternyata anda alergi udang, obat ini biasa saya gunakan pada anak saya" jawab Rania pelan.

"K-kalau begitu saya permisi" ujar Rania berbalik dan hendak pergi namun langkah nya terhenti.

"Tetap ditempat mu, kau mau pergi setelah membuat saya seperti ini, bantu saya mengoleskan salep buatan mu ini di tubuh saya" ujar Marco dingin.

Rania berbalik dan menatap Marco, ia baru sadar bahwa Marco bertelanjang dada. Rania menelan ludah kasar melihat tubuh kekar Marco. Ia berjalan mendekat dan mengambil salep yang atas nampan, lalu dengan hati-hati ia mengoleskan salep ditangan Marco, lalu bahu dan Dada....

Saat didada Rania mengoleskan salep nya merata, ia menatap kearah lain tapi tangannya tetap terus mengoleskan salep. Marco sendiri hanya fokus menatap Rania, bagaimana pipi chubby wanita itu terlihat merah samar. Sudut bibir Marco terangkat senyum tipis tersungging di bibir nya.

"Tuan sepertinya sudah_" ucapan Rania terhenti saat ia tiba-tiba mendongak wajahnya dan Marco sangat dekat bibir mereka hanya berjarak beberapa inci, kapan mereka sedekat ini, Rania bisa melihat jakun Marco bergerak naik turun tanda pria itu sedang menelan air liurnya sendiri.

Rania segera menjauh, ia langsung berbalik keluar dari kamar Marco. Marco menatap pintu yang baru saja tertutup itu, lalu ia menutup wajahnya dengan tangan nya dan mendesis pelan.

"Damnt! She sexy" umpat Marco. Smirk menghiasi wajah tampan nya.

"aku bisa gila" gumam nya pelan.

------

...Kalian kalo jadi Rania gimana guys? ...

...foto Sum by: pinterest. ...

...Kurang lebih beginilah ya dekat nya, jangan dibayangkan awas ya. ...

1
Hesty
ko ga up😄
Nyai Nung: Lagi proses sayang, malam baru up
total 1 replies
Hesty
ko ga up😄
anggita
like iklan👍☝
anggita
kadang KDRT malah jdi trend😑
Nyai Nung: Gimana maksudnya sayang?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!