NovelToon NovelToon
After Married

After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: zahra

apa yang akan terjadi jika kamu bangun dari tidur mu , tiba tiba sudah memiliki suami yang begitu menolak mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

nama yang asing

sebenar nya Thalia harus di rawat di ICU, hingga kondisi nya bener bener stabil.

tapi setelah Nana memberi tahu kondisi Thalia kepada suaminya , melalui ponsel Thalia,tak lama mertua Thalia datang,dan Thalia dipindahkan ke ruang VIP tempat yang sekarang ini.

Sebuah kemewahan yang ironis, mengingat pernikahan Thalia bukanlah dibangun di atas pondasi cinta, melainkan sebuah insiden yang memaksa dua insan terikat dalam janji suci tanpa cinta di dalam nya.

Keluarga suaminya tidak pernah memandang Thalia dengan kasih sayang hanya saja mereka masih peduli terhadapnya,dan mau bertanggung jawab. mereka memberikan fasilitas terbaik ini.

Sementara itu, suami Thalia berada di luar kota, karena urusan pekerjaan dan selama seminggu ini belum kelihatan berkunjung ke rumah sakit sama sekali.

Di dalam keheningan yang kembali datang, Thalia terpaku. Bayangan wajah-wajah yang samar melintas di benaknya, memicu tetesan air mata yang jatuh tanpa suara. Ia merasa sendirian di dunia yang luas ini.

Ketika suara derap langkah kaki kembali mendekat, ia buru-buru menyeka pipinya dengan tangan yang bebas dari infus

Ceklek.

Pintu terbuka. Seorang dokter paruh baya dengan stetoskop yang melingkar di leher masuk, diikuti dua perawat di belakangnya.

"Saya periksa dulu, ya," ucap Dokter dengan nada tenang namun menyimpan kebingungan.

Secara medis, Thalia sehat, dari pupil mata yang dapat merespon cahaya respon saraf dan motorik semua normal,tekan darah nadi dan pernafasan semua lancar dan aman yang membuat nya aneh ialah tadi malam pengecekan pasien ia sempat tak menunjukkan tanda-tanda kesadaran layak nya orang koma .

"Dok, bagaimana keadaan, sahabat saya?" tanya Nana cemas. Setelah dokter melihat catatan medis

"Thalia, apa yang kamu rasakan? Apa ada rasa mual?" tanya Dokter itu lembut sembari menaikkan sandaran tempat tidur agar Thalia lebih nyaman.

Thalia hanya diam, matanya terpaku pada alat-alat medis yang dianggapnya aneh. Ia merasa seperti makhluk dari dimensi lain yang terlempar ke dunia modern yang asing.

" maaf Keluarga pasien nya di mana?" Dokter itu bertanya pada Nana. Sebab selama seminggu ini setiap kali pengecekan hanya ada wanita yang mengaku sahabat nya itu.

"Saya temannya, Dok. Suaminya masih di luar kota, apa sahabat saya sedang hamil dok " jawab Nana dengan nada getir.

Dokter mengangguk paham. "Hasil pemeriksaan menunjukkan semua normal. Dia tidak hamil.tadi itu kami menanyakan apa pasien mengalami mual, yang biasanya Rasa mual itu mungkin efek sisa dari pemasangan selang NGT (selang makan). "jelas dokter itu

" oh , tapi dok kok sahabat Saya kayak orang linglung gitu ya dok kaya enggak tahu apa Apa gitu" tanya Nana lagi.

"Mengenai dia yang tidak mengenali Anda, itu wajar bagi pasien yang baru bangun dari koma. Butuh waktu bagi otaknya untuk men sinkronisasi ingatan kembali." imbuh sang dokter

"Jadi dia akan amnesia gitu, Dok?"

"lebih tepatnya pasien hanya akan mengalami amnesia sementara.

dan jangan paksa pasien untuk mengingat, karena itu bisa memicu tekanan pada otaknya. Jika hari ini kondisinya terus stabil, maka sore atau besok dia sudah boleh pulang. Agar bisa beristirahat lebih nyaman .

" oh iya, pasien jangan di suapi makan atau minum terlebih dahulu sebelum pemeriksaan lebih lanjut, 20 menit lagi akan ada pengecekan ulang "

" baik dokter, terima kasih" ucap Nana senang karena sahabat nya telah sadar dari tidur panjang nya

▪️▪️▪️

Setelah dokter keluar Nana mencoba mengajak Thalia bicara "Tha, jangan melamun terus. " ayo ajak gue ngomong atau ada yang mau Lo tanyakan"

"Kak... ini sakit sekali. Kenapa tangan Mei Mei harus ditusuk benda tajam seperti ini?" rintih Thalia lirih sembari menatap jarum infus di punggung tangan kiri nya,

Ia menyebut dirinya dengan panggilan yang terasa asing di telinga Nana. Nana mengerutkan kening. "Jangan banyak gerak, nanti darahnya naik ke selang!, Dan... Siapa itu Mei Mei? Tha, jangan bercanda. Lo beneran nggak ingat gue? Minggu depan kita sidang skripsi, Tha!" ucap Nana seolah lupa bahwa dokter baru saja mengatakan bahwa pasien yang baru saja sadar dari koma biasa mengalami amnesia sementara.

Thalia hanya menggeleng pelan. Kepalanya mendadak berdenyut hebat. Pandangannya mengabur, kunang-kunang seolah menari di depan matanya saat ia mencoba duduk tegak.

Di tengah rasa sakit yang mendera, ia hanya mampu memejamkan mata, mencoba mencari tahu siapakah dirinya di tengah kenyataan yang terasa seperti mimpi buruk ini.

Di dalam ruangan yang hening itu, waktu seolah membeku. Thalia memejamkan matanya rapat-rapat, jemarinya meremas sprei putih yang dingin. Ada rasa aneh yang berkecamuk di dalam kepalanya ,

denyut pening yang datang bertalu-talu seperti hantaman ombak membuat nya pusing dan rasa mual mulai ia rasakan.

"Tha kenapa , apa yang Lo rasakan?" suara Nana memecah kesunyian, nadanya naik satu oktaf, penuh kecemasan saat melihat wajah sahabatnya memucat.

"Kak... Mei Mei pusing," rintih Thalia lirih. Suaranya terdengar seperti bisikan angin

Nana tertegun, separuh hatinya masih menolak percaya, kalau sahabat nya mengalami amnesia.

"Tha, lo beneran nggak ingat apa-apa? Jangan bangun dulu, rebahan aja!" ia membantu Thalia berbaring kembali.

Meskipun Nana beberapa bulan lebih tua, mereka tak pernah mengenal kasta dalam pertemanan.

Sejak awal, Nana telah mengharamkan embel-embel 'Kakak' atau 'Mbak'.

Baginya, persahabatan mereka adalah tentang kesetaraan, bukan senioritas. Namun kini, panggilan itu meluncur dari bibir Thalia seolah mereka adalah dua orang asing yang baru pertama kali bertemu.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!