NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Bocah

Transmigrasi Menjadi Bocah

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Alena Alexandria, sang hacker jenius yang ditakuti dunia bawah tanah, tewas mengenaskan dalam pengejaran maut.

Bukannya menuju keabadian, jiwanya justru terlempar ke dalam tubuh mungil seorang bocah terlantar berusia lima tahun.

​Sialnya, yang menemukan Alena adalah Luca, remaja 17 tahun berhati es, putra dari seorang mafia dari klan Frederick.

​"Jangan bergerak atau aku akan menembakmu," desis Luca dingin sambil menodongkan senjata ke arah bocah itu.

"Ampun, Om. Maafkan Queen," ucapnya, mendongak dengan mata berkaca-kaca.

"Om?"

Dapatkah Alena bertahan hidup sebagai bocah kesayangan di sarang mafia, ataukah Luca akan menyadari bahwa bocah di pelukannya adalah ancaman terbesar yang pernah masuk ke kediaman Frederick?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Sean kembali masuk kamar setelah cukup lama berada di luar. Ia mengunci pintu dan duduk di kursi dekat ranjang.

Biasanya ia akan marah besar jika ada seseorang berada di ranjangnya. Itu ruang pribadinya. Wilayahnya. Bahkan Hyera pun jarang diizinkan duduk santai di sana.

Namun malam ini sangat berbeda. Ia menatap wajah Queen yang damai dalam tidur. Rambut kecil itu sedikit berantakan dan pipinya mengembang saat bernapas.

Apakah benar Queen mulai mendapatkan hatinya?

Sean menghela napas panjang.

Awalnya, ia mendekati Queen karena otaknya. Kecerdasan bocah itu bukan hal biasa. Cara berpikirnya melampaui anak seusianya. Ia melihat potensi besar, sesuatu yang bisa ia bentuk, ia arahkan, mungkin bahkan ia manfaatkan untuk tujuannya sendiri.

Sialnya, sekarang ambisi itu kian terasa memudar.

Setiap kali Sean melihat wajah Queen, bayangan kakaknya muncul. Senyum lembut. Tatapan hangat. Cara kakaknya dulu memanggil namanya dengan penuh kepercayaan.

"Jaga dia kalau aku tidak ada."

Kalimat itu dulu terdengar seperti candaan. Nyatanya, itu adalah sebuah pesan tersembunyi.

Sean menunduk dengan jemari mengepal. "Aku gagal jadi paman sekaligus adik yang baik," bisiknya lirih.

Tiba-tiba Queen bergerak dalam tidurnya dan bergumam pelan.

"Luca… jangan pergi…"

Rahang Sean mengeras. Ada rasa marah yang menyelusup di dadanya. Antara cemburu dan kesal, bercampur menjadi sesuatu yang tak ia mengerti.

"Bahkan dalam tidur pun kau masih menyebut namanya," gumamnya sembari terkekeh sinis.

Queen tiba-tiba menendang kecil, kakinya mengenai lengan Sean.

"Hei, perhatikan tidurmu!" seru Sean. Belum sempat ia bergeser, Queen berbalik dan tanpa sadar memeluk bantal yang ternyata adalah lengan Sean.

Refleks, Sean menegang.

"Lepaskan tanganku, Bocah!"

Namun Queen justru mengeratkan pelukannya. Wajahnya menempel di sisi perut Sean. Hingga beberapa detik yang terasa canggung itu berlalu.

Sean menatap langit-langit kamar. Rasanya, ia ingin berteriak karena kebodohannya. Bahkan dengan kesadaran penuh Sean membiarkan Queen bergantung pada lengannya.

"Apa bocah ini pikir aku sebuah boneka?" lirihnya.

Sean tidak berniat menjauhkan diri. Perlahan, tangannya yang kaku terulur dan menepuk punggung Queen dengan sedikit canggung. Ia bahkan tidak ingat kapan terakhir kali melakukan hal seperti itu.

Malam terasa semakin larut, tetapi tidak sedingin biasanya. Sean mengabaikan rasa pegal dan kesemutan itu, demi Queen.

Ya, Queen!

Beberapa saat kemudian, Queen kembali bergerak. Kali ini matanya sedikit terbuka.

"Paman?" ucapnya setengah sadar.

"Tidur!"

"Ini kamar Paman ya?"

"Hmm."

Queen berkedip pelan, lalu tersenyum samar. "Berarti sudah hangat?"

Sean terdiam. Senyum kecil gadis kecil itu menusuk sekaligus menghangatkan. Meski Sean masih berusaha menyangkalnya.

Dan tak lama kemudian, Queen benar-benar tertidur lagi. Sementara, Sean duduk termenung cukup lama.

Sean teringat malam kecelakaan itu. Telepon dari rumah sakit. Tubuh kakaknya yang tak lagi bernyawa. Darah, tangis dan juga luka. Ia berjanji akan menemukan pembunuh orang tua Queen.

Sean berjanji akan menghabisinya dengan tangannya sendiri. Bukan karena dendam semata. Tapi karena ia tak ingin Queen tumbuh dalam ketakutan.

Setidaknya itu yang ada di benak Sean saat ini.

"Aku akan menemukan mereka. Dan kali ini, aku tidak akan gagal."

Suara isakan kecil tiba-tiba terdengar. Sean tersentak.

Queen menangis dalam tidurnya.

"Mom… Dad…"

Tanpa sadar, Sean segera membungkuk dan menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukannya.

"Jangan menangis," bisiknya pelan, meski tahu Queen tak akan mendengarnya.

Air mata membasahi piyamanya. Dan untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, dada Sean terasa sesak bukan karena amarah, melainkan karena rasa kehilangan yang belum pernah ia izinkan keluar.

"Maaf," ucap Sean, entah pada siapa. Pada kakaknya, pada Queen atau pada dirinya sendiri.

Queen akhirnya kembali tenang dan Sean tetap memeluknya.

Di luar kamar, Hyera berdiri bersandar di dinding, tak sengaja mendengar isakan pelan dari dalam tadi. Ia tersenyum tipis dengan mata berkaca-kaca.

"Mungkin, kau memang belum sepenuhnya hilang dari kami, Kak. Aku yakin kau masih punya hati," bisiknya.

1
partini
good
partini
luca lagi semedi kah Thor
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Ita Xiaomi
Aku jg mau kue gosongnya 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣.
Evi Marena
wkwkwkwwkk
ternyata Sean juga manusia biasa😌
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
atau jangan2 Edgar dulu yg mencelakai orang tua queen....bakal ribet ni klo benar Edgar...
Ita Xiaomi: Berharap bukan Edgar. Kasihan nanti Sean, Queen ama Luca.
total 1 replies
Tiara Bella
wow Sean sangat mengharukan ...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
tinie
mulut naga katanya🥺😁😄
Ita Xiaomi
Sama aja kalian berdua tuh kan sama-sama baru belajar tentang kehangatan 😁.
Ita Xiaomi
Sabar Luca. Ini Sean lg belajar menjd hangat😁. Ndak boleh panas.
Ita Xiaomi
Msh mencerna😁
Senja: Wkwkw😭
total 1 replies
Tiara Bella
wah Sean ngerjain Luca ternyata bisa Luca LBH sabar lg
Tiara Bella
cie....merindukan ktnya....Queen msh kecil Luca.....😍
vianty
lanjut KK....
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Keinara_
lanjut yukk,, semangat authorr💙
Keinara_
awas ntar nelen ludah sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!