NovelToon NovelToon
THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Dunia Masa Depan / Mata Batin
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

​"Sentuhan kakak-kakakku adalah napasku, tapi sentuhannya... adalah hidupku."
​Shine terlahir dengan mata yang bisa melihat melampaui waktu. Namun, setiap penglihatan tentang masa lalu yang kelam dan masa depan yang berdarah menuntut bayaran mahal: energi hidupnya. Ia rapuh, tersiksa, dan bergantung pada pelukan dua kakak laki-lakinya yang posesif, Jin dan Suga.
​Hingga ia melangkah masuk ke restoran Euphoria.
​Jeon Jungkook adalah koki jenius yang selalu memimpikan gadis yang sama selama bertahun-tahun. Saat mereka bersentuhan, Shine menyadari satu hal: Jungkook bukan sekadar manusia, dia adalah 'baterai' abadi yang bisa memulihkan kekuatannya secara instan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 The Forbidden Mantra

Lampu-lampu di koridor bangunan utama keluarga Kim sudah diredupkan, menyisakan keremangan yang mencekam. Di dapur paviliun, Jungkook sedang sibuk. Ia sedang mengolah abalone dengan konsentrasi penuh, berharap nutrisi dari makanan itu bisa memperkuat daya tahan Shine yang akhir-akhir ini terasa rapuh. Aroma bawang putih dan mentega memenuhi ruangan, namun pikiran Jungkook sedang tidak di sana. Ia merasa gelisah, seolah ada seutas benang tak kasatmata yang ditarik paksa dari dadanya.

Sementara itu, Shine berdiri di depan pintu aula musik. Ia tahu ia sedang melanggar perintah. Ia tahu Jungkook akan murka jika mendapati dirinya berada di sini. Namun, suara isak tangis tertahan dari dalam ruangan itu jauh lebih menyakitkan daripada bayangan amarah Jungkook.

V Oppa tidak boleh hancur seperti ini, batin Shine tegas.

Ia mendorong pintu kayu jati itu tanpa suara. Di sudut ruangan, di bawah lampu gantung yang kristalnya bergetar terkena angin, V duduk bersimpuh di lantai. Tangannya mencengkeram kaki piano, kepalanya tertunduk hingga rambut peraknya menutupi wajah. Ia tampak seperti malaikat yang sayapnya baru saja dipatahkan secara paksa.

"Oppa..." bisik Shine.

V tersentak. Ia mendongak, matanya merah dan sembab. "Shine? Pergilah. Aku tidak ingin kau melihatku seperti ini. Jungkook benar, kau tidak seharusnya berada di dekatku."

"Jungkook tidak tahu apa yang kurasakan," Shine melangkah mendekat, mengabaikan peringatan di kepalanya. "Aku merasakan melodi itu mati di dalam dirimu, Oppa. Dan itu membunuhku pelan-pelan."

Shine berlutut di depan V. Tanpa memberikan waktu bagi kakaknya untuk menolak, Shine meraih kedua tangan V yang bergetar.

"Jangan, Shine! Jangan gunakan kekuatanmu!" V mencoba menarik tangannya, namun Shine sudah merapalkan mantra terlarang itu di dalam hati. Retro-Visio.

Zapp!

Dunia di sekitar mereka meluap. Dinding aula musik runtuh, digantikan oleh sebuah panggung konser megah sepuluh tahun yang lalu. Shine melihat V yang masih remaja, berdiri dengan biola di tangannya. Di barisan depan, seorang wanita cantik—ibu mereka—tersenyum dengan bangga.

Lalu, segalanya berubah menjadi merah.

Suara rem blong. Dentum logam yang menghantam beton. Shine melihat V merangkak keluar dari puing mobil dengan tangan yang bersimbah darah, mencoba menggapai tangan ibunya yang sudah tak lagi bergerak. Piano yang seharusnya menjadi pengiring lagu kemenangan mereka malam itu, hancur berkeping-keping di bawah truk kargo.

"Hah... hah..." Shine tersentak. Rasa sakit itu bukan lagi milik V, tapi mengalir deras ke dalam pembuluh darah Shine.

Energi Shine terkuras habis dalam hitungan detik. Kegelapan masa lalu V terlalu pekat, terlalu berdarah untuk kapasitas Shine yang belum pulih total. Jantungnya berdegup kencang, lalu mendadak melambat secara ekstrem. Pandangannya mengabur.

"Shine! Shine, bangun!" V berteriak panik saat melihat tubuh adiknya lemas.

Shine kehilangan kesadaran. Tubuhnya ambruk, jatuh tepat ke dalam pelukan V. V mendekapnya erat, memanggil-manggil namanya dengan suara parau, namun mata Shine tetap terpejam rapat.

Di saat yang sama, pintu aula musik terbanting terbuka hingga menghantam dinding.

Jungkook berdiri di sana. Napasnya memburu, wajahnya pucat pasi, namun matanya memancarkan api yang sanggup membakar seluruh ruangan itu. Ia melihat piring keramik yang tadi ia bawa terjatuh dan pecah berkeping-keping di lantai—persis seperti hatinya saat ini.

Ia melihat Shine. Di pelukan pria lain. Di tempat yang sudah ia larang.

"Lepaskan dia," suara Jungkook terdengar sangat rendah, jenis suara yang lebih menakutkan daripada teriakan mana pun.

V mendongak, wajahnya penuh rasa bersalah namun juga ketakutan. "Jungkook, dia tiba-tiba datang dan—"

"AKU BILANG LEPASKAN DIA, KIM TAEHYUNG!" Jungkook menerjang maju.

Tanpa mempedulikan status V sebagai kakak Shine atau pemilik rumah, Jungkook menyambar tubuh Shine dari dekapan V dengan kasar. Ia merengkuh Shine ke dadanya, seolah-olah ia sedang menyelamatkan harta karun dari tangan seorang pencuri.

"Sudah kubilang jangan biarkan dia mendekatimu! Sudah kubilang dia belum kuat!" bentak Jungkook. Matanya menatap V dengan kebencian murni. "Kau hampir membunuhnya dengan traumamu yang egois itu!"

V berdiri, mencoba membela diri. "Aku tidak memintanya melakukan itu! Dia yang datang padaku!"

"Dan kau membiarkannya! Kau tahu dia tidak bisa menolak jika melihatmu menderita!" Jungkook melangkah maju, dadanya bersentuhan dengan dada V. "Kau tahu apa yang kulakukan setiap malam untuk memastikan dia tetap hidup? Aku memberikan nyawaku! Dan kau menghancurkannya hanya dalam sepuluh menit karena kau tidak bisa mengurus masalah mentalmu sendiri!"

"Jungkook, jaga bicaramu!" V mulai terpancing emosi. "Dia adikku!"

"Dia bukan hanya adikmu! Dia hidup karena aku!" Jungkook berteriak tepat di depan wajah V. "Jika terjadi sesuatu padanya malam ini karena penglihatan sialan tentangmu, aku tidak peduli kau ini idol atau kakak kandungnya—aku akan memastikan kau tidak akan pernah bisa menyentuh tuts piano lagi seumur hidupmu!"

Jungkook berbalik, membawa Shine pergi dengan langkah lebar. Kemarahannya begitu besar hingga aura di sekitarnya terasa panas dan mencekam. Para pelayan yang berpapasan dengannya di lorong segera menyingkir karena takut.

Begitu sampai di paviliun, Jungkook menendang pintu hingga tertutup. Ia membaringkan Shine di ranjang dengan gerakan yang—meskipun ia sedang murka—tetap sangat lembut.

Jungkook terduduk di tepi ranjang, menyisir rambutnya dengan jari-jarinya yang gemetar. Ia menatap kalung "JK" di leher Shine yang berkilau di bawah lampu. Rasa cemburu dan takut campur aduk menjadi satu. Ia cemburu karena Shine bersedia mempertaruhkan nyawa demi V, dan ia takut karena ia sadar betapa rapuhnya ikatan yang ia miliki jika Shine terus-menerus mengutamakan orang lain di atas keseluruhannya sendiri.

"Kenapa kau melakukannya, Shine?" bisik Jungkook parau. Ia meraih tangan Shine yang dingin dan menciumnya berkali-kali. "Kenapa kau selalu membuatku merasa seperti orang asing yang tidak punya hak untuk melindungimu?"

Jungkook menunduk, menempelkan dahinya ke dahi Shine. Ia mulai melakukan recharge paksa. Kali ini, energinya mengalir dengan kasar, dipicu oleh adrenalin dan amarah.

"Kau milikku," gumam Jungkook di sela-sela napasnya. "Hanya milikku. Jangan pernah lakukan ini lagi, atau aku benar-benar akan mengurungmu di sini dan tidak akan membiarkan siapa pun, bahkan kakak-kakakmu, melihat wajahmu lagi."

Di luar paviliun, Jin dan Suga berdiri diam. Mereka mendengar teriakan Jungkook tadi. Jin hendak masuk untuk memberi pelajaran pada koki yang tidak sopan itu, namun Suga menahan lengannya.

"Biarkan saja, Hyung," ucap Suga dingin. "Jungkook benar. Kita hampir kehilangan Shine karena keteledoran Taehyung. Dan melihat Jungkook semarah itu... setidaknya kita tahu ada seseorang yang benar-benar siap menjadi 'anjing penjaga' yang gila untuk adik kita."

Malam itu, melodi di kediaman Kim benar-benar pecah. Bukan hanya piano V yang bungkam, tapi kepercayaan di antara mereka mulai retak, menyisakan Jungkook yang duduk sendirian di kegelapan, menjaga Shine dengan posesifitas yang kini telah berubah menjadi obsesi yang berbahaya.

...****************...

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
army v nya jadi apa, JHope sama jimin blm kluar y
sabana: v jadi sepupunya shine, belum pada keluar lagi🤭. semoga berkenan
total 1 replies
sabana
ini fanfiction tentang BTS ya tapi fokus pada Jungkook semoga suka
sabana: mungkin fokusnya lebih ke Jungkook🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!