NovelToon NovelToon
Pedang Penakluk Langit

Pedang Penakluk Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: hakim2501

di Benua Roh Azure, kekuatan adalah segalanya. Ye Yuan, seorang murid luar dari Sekte Pedang Surgawi, ditakdirkan menjadi sampah seumur hidup karena Dantian-nya yang direbut kembali. Saat ia didorong ke dalam keputusasaan dan dibuang ke Lembah Kuburan Senjata, ia mendengar panggilan. Bukan dari pedang suci yang berkilauan, melainkan dari sebilah pedang besi hitam yang patah dan berkarat. Pedang itu bukan sekedar rongsokan; ia adalah pecahan dari "Penyegel Langit" yang dulu digunakan oleh Dewa Perang kuno untuk memenggal bintang. Dengan pedang patah di tangan, Ye Yuan bersumpah:"Jika Langit menindasku, akan kubelah Langit itu. Jika Dewa menghalangiku, akan kupatahkan leher Dewa itu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Penyatuan Kembali: Naga Hitam Bangkit

Bab ini adalah momen yang paling ditunggu: Penyatuan Kembali. Pedang yang selama ini dianggap sampah dan cacat, akhirnya akan menemukan kembali kepingan jiwanya yang hilang.

Panas.

Jika di luar sana panasnya seperti oven, di dalam Aula Inti ini panasnya seperti berada di dalam jantung matahari.

Ye Yuan berdiri di pinggir kolam lava yang mendidih. Keringatnya menguap bahkan sebelum sempat menetes ke lantai batu. Pakaiannya yang sudah compang-camping mulai hangus di bagian ujungnya.

Di tengah kolam itu, sekitar lima puluh meter jauhnya, terdapat sebuah pulau kecil dari besi hitam—Landasan Tempa Dewa. Di atasnya, melayang sebuah potongan logam sepanjang tiga jengkal yang bersinar keemasan redup.

Itu adalah Ujung Pedang.

Potongan yang akan melengkapi pedang patah di tangan Ye Yuan.

Pedang Asura di tangan Ye Yuan bergetar begitu kencang hingga telapak tangan Ye Yuan mati rasa. Dug... Dug... Dug... Suara detak jantung dari dalam pedang itu menggema di seluruh aula, beresonansi dengan ujung pedang di tengah kolam.

Mereka saling memanggil. Seperti sepasang kekasih yang terpisahkan oleh lautan api.

"Tenanglah," bisik Ye Yuan, mencengkeram gagang pedangnya erat-erat. "Aku akan membawamu ke sana."

Ye Yuan bersiap melompat. Namun, sebelum kakinya meninggalkan lantai, permukaan lava di depannya meledak.

BYAAR!

Cairan magma muncrat setinggi sepuluh meter. Dari dalamnya, muncul sebuah kepala raksasa bersisik merah menyala.

Itu bukan naga, melainkan Ular Piton Magma Mata Tiga.

Ular itu memiliki panjang tubuh yang tak terlihat ujungnya di dalam lava. Sisiknya terbuat dari batu magma yang mengeras, dan di dahinya terdapat mata ketiga yang memancarkan sinar panas terkonsentrasi.

Aura binatang buas ini... Puncak Pembentukan Fondasi Tingkat Sembilan! Selangkah lagi menjadi Binatang Roh Inti Emas!

"Sialan," umpat Ye Yuan. "Tentu saja ada penjaganya."

Ular itu mendesis, lidah apinya menjulur keluar. Ia menatap Ye Yuan dengan tatapan meremehkan. Bagi makhluk purba ini, Ye Yuan hanyalah serangga kecil yang mengganggu tidurnya.

"SSSSHHH!"

Mata ketiga di dahi ular itu bersinar terang.

ZING!

Sinar laser panas ditembakkan ke arah Ye Yuan.

Ye Yuan bereaksi dengan insting murni.

[Langkah Hantu Asura!]

Dia menghilang dari tempatnya berdiri.

BUM!

Lantai batu tempat dia tadi berdiri meleleh menjadi lubang kawah cair sedalam dua meter.

Ye Yuan muncul di udara, melayang di atas kolam lava. Dia tidak punya pijakan. Jika dia jatuh, dia akan menjadi abu.

"Bekukan!"

Ye Yuan menebas ke bawah. Api Bintang Dingin dari pedangnya menyembur keluar, membekukan permukaan lava di bawah kakinya menjadi pijakan es tipis.

Tap.

Dia mendarat di atas es itu. Es itu mendesis, bertarung melawan panasnya magma. Pijakan itu hanya akan bertahan tiga detik sebelum mencair kembali.

"Cukup untuk melompat lagi!"

Ye Yuan melompat dari satu pijakan es ke pijakan es lainnya, bergerak zigzag menuju pulau di tengah.

Ular Piton Magma itu murka. Serangga ini bermain-main di atas kolam mandinya!

Ekor raksasa ular itu mencuat dari lava, mengibas menyapu permukaan kolam.

"Mati!"

Kibasan ekor itu menciptakan tsunami magma setinggi lima meter yang siap menelan Ye Yuan.

Ye Yuan terjebak di tengah kolam. Tidak ada tempat lari.

"Kalau tidak bisa lari, terobos!"

Ye Yuan memegang pedang patahnya dengan dua tangan. Matanya menyala ungu gila. Dia tidak peduli dengan pertahanan. Dia mempertaruhkan segalanya pada satu serangan ini.

Dia mengarahkan pedangnya bukan ke ular, tapi ke Ujung Pedang yang melayang di pulau tengah.

"PANGGIL DIA!" teriak Ye Yuan pada pedangnya.

Pedang Asura menjerit. Gelombang suara frekuensi tinggi meledak.

Di pulau tengah, Ujung Pedang itu merespons. Ia bergetar hebat, lalu melesat terbang seperti peluru kendali—bukan menjauh, tapi mendekat ke arah Ye Yuan!

Ular Piton itu terkejut. Benda yang dijaganya selama ratusan tahun bergerak sendiri!

Ujung Pedang itu terbang menembus tsunami magma, menciptakan lubang terowongan di tengah gelombang api itu.

Ye Yuan melihat celah itu.

"Sekarang!"

Dia melesat masuk melalui lubang di tengah ombak magma, tubuhnya diselimuti Qi pelindung perunggu yang mendesis terbakar.

Di tengah udara, di atas lautan api, Ye Yuan mengulurkan pedang patahnya.

Ujung Pedang yang melayang itu datang menyambutnya.

Waktu seolah berhenti.

Patahan bertemu patahan.

KLIK.

Suara itu pelan, tapi getarannya mengguncang jiwa.

Saat kedua bagian itu bersentuhan, cahaya hitam pekat meledak, menelan seluruh cahaya merah di aula itu.

[Penyatuan Sempurna!]

Gelombang energi hitam menyapu keluar dari titik penyatuan itu.

Tsunami magma yang hendak menelan Ye Yuan... lenyap. Menguap seketika menjadi asap.

Ular Piton Magma yang terkena gelombang hitam itu menjerit kesakitan. Sisik magmanya retak dan rontok, seolah-olah energinya disedot paksa oleh lubang hitam.

Ye Yuan mendarat di pulau tengah dengan lutut gemetar.

Di tangannya, tidak ada lagi pedang patah.

Pedang itu kini utuh. Panjangnya hampir dua meter, dengan bilah hitam legam yang memiliki tekstur seperti kulit naga. Di sepanjang bilahnya, mengalir garis darah merah dan garis es biru yang saling berjalin seperti DNA ganda.

Tidak ada lagi karat. Tidak ada lagi retakan.

Pedang itu memancarkan aura Raja. Aura yang membuat Ular Piton Magma Tingkat Sembilan itu mundur ketakutan, menundukkan kepalanya ke dalam lava.

"Pedang Penakluk Langit..." Ye Yuan membaca ukiran kuno yang baru muncul di pangkal pedang itu.

Beratnya?

Ye Yuan hampir tidak bisa mengangkatnya. Beratnya kini melonjak menjadi Seribu Kilogram.

"Ugh!" Ye Yuan menyalurkan seluruh Qi-nya hanya untuk berdiri tegak memegang benda ini.

Tiba-tiba, suara retakan keras terdengar dari pintu gerbang batu di seberang kolam—pintu yang dikunci Ye Yuan tadi.

DUARRR!

Pintu batu itu hancur berkeping-keping.

Zhu Hong, Murid Inti Sekte Gagak Api, melangkah masuk dengan wajah penuh luka bakar dan amarah. Di belakangnya, ribuan Kelelawar Api berkerumun masuk.

"KAU!" Zhu Hong menunjuk Ye Yuan yang berdiri di pulau tengah. "Kau mengurungku dengan monster-monster itu! Aku akan membunuhmu dan meminum darahmu!"

Zhu Hong melihat pedang di tangan Ye Yuan yang kini utuh. Matanya melebar serakah.

"Harta karun itu... itu Senjata Roh Tingkat Tinggi! Tidak, mungkin Harta Karun Bumi! Serahkan padaku!"

Zhu Hong mengayunkan cambuk apinya (yang sudah dia sambung dengan Qi).

"Mati!"

Ribuan kelelawar api dan serangan cambuk Zhu Hong meluncur ke arah Ye Yuan.

Ye Yuan mengangkat wajahnya perlahan. Matanya kini tidak lagi ungu, tapi hitam total tanpa bagian putih, dengan titik merah kecil di tengah pupilnya.

Dia mengangkat Pedang Penakluk Langit yang utuh itu.

"Kalian datang di saat yang tepat," suara Ye Yuan bergema, terdengar ganda—suaranya sendiri dan suara purba dari pedang itu.

"Pedang ini baru saja bangun tidur. Dia butuh sarapan."

Ye Yuan mengayunkan pedang itu mendatar.

Tidak ada teknik. Tidak ada gaya. Hanya ayunan sederhana.

Namun, efeknya bencana.

[Tebasan Penakluk Langit: Pemusnahan Satu Garis!]

Sebuah gelombang energi hitam berbentuk bulan sabit tipis melesat keluar dari pedang itu. Gelombang itu membesar seiring jarak, membelah udara, membelah kolam lava, dan membelah ruang itu sendiri.

Zhu Hong melihat gelombang hitam itu datang. Instingnya menjerit: KEMATIAN MUTLAK.

"Tidak... Perisai Gagak Api! Jimat Pelindung! Selamatkan aku!"

Zhu Hong mengeluarkan semua harta pelindungnya. Perisai cahaya, jimat emas, armor Qi.

Tapi gelombang hitam itu melewati semuanya seolah mereka tidak ada.

SWUUUSH...

Gelombang itu menyapu ribuan kelelawar api menjadi debu hitam.

Menyapu perisai Zhu Hong.

Dan menyapu tubuh Zhu Hong.

Tidak ada ledakan. Tidak ada darah.

Zhu Hong berdiri kaku. Matanya melotot tak percaya.

"A... Apa..."

Detik berikutnya, tubuh Zhu Hong, dan dinding istana di belakangnya, tergeser perlahan.

Tubuhnya terbelah miring dari bahu kanan ke pinggang kiri. Potongan atas tubuhnya jatuh perlahan ke lantai batu.

Di belakangnya, dinding istana setebal lima meter juga terbelah rapi dengan celah yang menembus sampai ke luar reruntuhan, memperlihatkan langit gurun di kejauhan.

Satu tebasan. Membelah musuh, membelah istana, membelah cakrawala.

Ye Yuan menurunkan pedangnya.

Ular Piton Magma di kolam lava melihat kejadian itu. Tanpa suara, ular raksasa itu menyelam ke dasar terdalam, mengubur dirinya sendiri, bersumpah tidak akan pernah keluar selama manusia pembawa pedang itu masih hidup.

Ye Yuan terhuyung. Pandangannya kabur.

Serangan tadi... menyedot 99% Qi dan tenaganya. Pedang utuh ini terlalu kuat untuk dia kendalikan sekarang.

"Sial... aku akan pingsan..."

Ye Yuan menopang tubuhnya dengan pedang itu. Dia harus keluar dari sini sebelum reruntuhan ini runtuh atau musuh lain datang.

Dia merogoh saku mayat Zhu Hong dengan sisa tenaga, mengambil cincin penyimpanannya, lalu berjalan tertatih-tatih menuju celah dinding yang baru saja dia buat.

Di luar, matahari gurun menyambutnya.

Ye Yuan, Sang Penakluk Langit, baru saja lahir kembali. Dan dunia kultivasi belum siap menghadapinya.

[Bersambung ke Bab 26]

Poin Ringkas Bab 25:

Penyatuan: Ye Yuan berhasil menyatukan Ujung Pedang dengan badan pedang di tengah kolam lava yang dijaga ular raksasa.

Pedang Baru: Pedang Penakluk Langit (Utuh). Berat 1000kg. Memiliki aura Raja dan elemen campuran (Api/Es/Darah).

Kekuatan Over power: Ye Yuan menebas Zhu Hong (Lv 7) dan ribuan kelelawar sekaligus dinding istana dalam satu serangan.

Konsekuensi: Pedang utuh menyedot energi terlalu besar, membuat Ye Yuan sangat lemah setelah satu serangan.

Escape: Ye Yuan keluar dari reruntuhan dengan status baru.

1
Nanik S
pergi ke Benua Timur
Nanik S
Ronde dua pembantaian
Nanik S
Sial benar mereka berdua
Nanik S
apakah Ye Yuan dan Mu Bingyun bisa lolos dari mereka
Nanik S
Mu Bingyun peka sekali
Nanik S
Ye Yusn licin seperti belut
Nanik S
Bisakah Yuan selamat
Nanik S
Mu Bingyun... apakah Ye Chen akan pulang bersama Mu Bingyun
Nanik S
Kenapa tidak diambil cincin Komandan Zhu
Nanik S
Ye Chen.... jangan biarkan mereka membunuh Kakek Gu dan Jin Jinoi
Nanik S
Akirnya pedangnya yang patah kini telah utuh
Nanik S
Maaantap
Nanik S
Yuan ada saja.. ngakak main petak umpet di Neraka 🤣🤣🤣
Nanik S
Ternyata kota itu adalah Kuburan para Dewa dan Iblis
Nanik S
Perjalan baru di reruntuhan kuno
Nanik S
Harusnya menemui Tetua Mu
Nanik S
Mantap Tor... 👍👍👍
Nanik S
Semua masuk jebakan Yuan
Nanik S
Makin seru Tor
Nanik S
Shiiiip
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!