NovelToon NovelToon
Hiraeth

Hiraeth

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di sebuah mansion megah di perbukitan Bel-Air, nama Leonor Kaia hanyalah sebuah bisikan yang memudar, sebuah kesalahan statistik dalam silsilah keluarga Gonzales yang terobsesi dengan Anak Laki-laki.

"Kau lihat dia, Leonor?" suara dingin itu menghentikan langkah Leonor di bordes tangga.
Sang Ayah, David Gonzales berdiri di sana, menyesap wiskinya. Pria itu adalah pengusaha terkaya nomor empat di Los Angeles, namun di mata Leonor, dia hanyalah pria tua yang jiwanya telah membusuk oleh patriarki.

"Ethan adalah masa depan perusahaan. Dia adalah apa yang seharusnya kau jadikan cermin."

David Gonzales tidak pernah memanggilnya putriku. Baginya, Leonor adalah pengingat akan kegagalan kedua. Setelah istri pertamanya hanya memberikan seorang anak perempuan, David mengira menikahi "gadis miskin yang dia pungut" begitu istilah kejam keluarga besarnya, akan memberinya keberuntungan berbeda. Namun, Leonor lahir. Seorang bayi perempuan dengan mata yang terlalu mirip ibunya, lembut, namun tajam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

Hari yang dinanti-nantikan itu akhirnya tiba. Gedung teater utama universitas telah disulap menjadi runway kelas dunia yang megah. Lampu sorot temaram, aroma parfum mahal memenuhi udara, dan dentuman musik techno bergema, menciptakan atmosfer yang sangat prestisius.

Di balik panggung, Leonor tampak seperti jenderal perang di tengah badai, tangannya yang lincah mengancingkan busana terakhir pada model, matanya yang tajam memastikan setiap lipatan kain jatuh dengan sempurna.

Di barisan kursi paling depan, kursi VVIP yang hanya diisi oleh para kritikus mode dan donatur besar, duduklah Isabella Martinez. Ia tampil luar biasa elegan dengan gaun sutra berwarna champagne.

Di sampingnya, Edgar duduk dengan setelan jas hitam slim-fit, tampak seperti pangeran yang sedang mengawasi mahakaryanya.

Isabella tidak bisa berhenti membolak-balik brosur acara. Setiap kali nama Leonor Kaia disebutkan oleh pembawa acara, jantungnya berdegup kencang karena bangga. Ini adalah menantu rahasianya, permata yang baru saja ia temukan di tengah drama yang tak terduga.

Lampu tiba-tiba meredup. Cahaya putih tunggal menyorot ujung runway. Model pertama keluar dengan langkah yang mantap, mengenakan busana yang memadukan kelembutan kain sutra dengan struktur denim yang kasar, sebuah kontradiksi yang sangat artistik.

Isabella menutup mulutnya dengan tangan, matanya berkaca-kaca. "Edgar, lihat itu..." bisiknya dengan suara bergetar. "Potongannya sangat berani. Dia benar-benar punya bakat yang luar biasa."

Koleksi demi koleksi mengalir. Leonor tidak hanya menampilkan pakaian, ia menampilkan sebuah cerita tentang pemberontakan, kesepian, dan akhirnya, kekuatan. Puncaknya adalah sebuah gaun penutup yang terbuat dari ribuan helaian organza hitam yang dipadukan dengan aksen emas, melambangkan seekor phoenix yang bangkit dari abu.

Seluruh penonton terdiam sejenak, terpesona oleh keindahan yang menghantui itu, sebelum akhirnya tepuk tangan riuh pecah seperti badai. Para kritikus mode mengangguk puas. Isabella berdiri lebih dulu, memberikan standing ovation yang paling antusias.

"Itu menantuku! Itu anakku!" teriak Isabella dalam hati, meski ia harus menahan diri agar tidak mengungkap rahasia besar mereka di depan publik.

Baginya, rancangan Leonor bukan hanya sekadar kain, tapi bukti bahwa Leonor adalah wanita yang tangguh dan layak bersanding dengan nama Martinez.

Setelah acara selesai, Edgar dan Isabella segera menuju area belakang panggung yang riuh rendah. Begitu melihat Leonor yang sedang dikelilingi oleh para juri dan wartawan, Isabella langsung menerobos masuk dan memeluk Leonor dengan sangat erat.

"Leonor! Sayang! Mommy sangat bangga padamu!" Isabella menciumi kedua pipi Leonor tanpa peduli dengan kerumunan di sekitar mereka. "Kau jenius, Nak. Koleksimu benar-benar kelas dunia. Mommy ingin membeli seluruh koleksimu sore ini juga!"

Leonor tertawa kecil, rasa lelahnya menguap melihat antusiasme mertuanya. "Terima kasih, Mom. Terima kasih sudah datang."

Edgar melangkah mendekat, memberikan senyum miring yang paling mempesona. Ia melihat Leonor yang tampak sangat bersinar di bawah lampu studio. Rasa bangganya meluap, namun jiwa alay nya tidak bisa ditahan, terutama setelah melihat Isabella yang sudah mulai tenang.

Edgar menarik Leonor ke dalam pelukannya, memastikan posisi mereka membelakangi kerumunan agar percakapan mereka tetap privat. Ia menurunkan tangannya, mengelus perut rata Leonor dengan gerakan yang sangat lembut dan dramatis, kebiasaan yang kini menjadi bahasa cinta gila mereka.

"Kau dengar itu, Sayang?" bisik Edgar tepat di telinga Leonor, suaranya penuh dengan nada menggoda. "Daddy sangat, sangat bangga pada Mommy hari ini. Anak kita di dalam sana juga pasti sedang bertepuk tangan kegirangan melihat betapa hebatnya ibu mereka."

Leonor menyikut perut Edgar dengan sikunya, namun ia tidak bisa berhenti tersenyum. "Edgar, berhenti! Anak itu sudah tidak ada sejak drama keguguran minggu lalu, ingat?"

Edgar justru semakin gila. Ia menempelkan telinganya ke perut Leonor seolah-olah sedang mendengarkan rahasia besar. "Oh, dia baru saja berbisik padaku, Leo. Katanya, dia sangat bangga melihat ibunya menjadi bintang malam ini. Dan dia bilang dia ingin Mommy segera istirahat agar Daddy bisa memberikan dia stok cinta lagi malam ini."

"Edgar Martinez! Kau benar-benar memalukan!" seru Leonor pelan sambil tertawa geli, wajahnya memerah sempurna.

Isabella yang melihat interaksi itu kembali tersentuh. Ia mendekat dan mengusap bahu Leonor. "Jangan dengarkan Edgar, Sayang. Dia memang terlalu bersemangat. Tapi Mommy setuju satu hal, anak kalian di surga sana pasti sangat bahagia melihat kesuksesanmu hari ini."

Isabella mengambil tangan Leonor dan meletakkannya di perut Leonor sendiri. "Jangan sedih ya, Nak. Mommy yakin, setelah melihatmu sesukses ini, Tuhan akan segera mengirimkan kembali penggantinya ke rahimmu. Mommy sudah menyiapkan suplemen terbaik agar baby itu segera kembali menghuni rumahnya yang hebat ini."

Leonor merasa dadanya sesak karena haru. Kebohongan yang dimulai dari sebuah candaan kini telah berubah menjadi sebuah harapan yang sangat indah bagi Isabella. Leonor menatap Edgar, dan kali ini ia tidak melihat tatapan nakal, melainkan sebuah janji yang tulus.

"Kita akan merayakannya malam ini," ucap Edgar sambil merangkul pinggang Leonor dengan posesif. "Hanya kita berdua. Dan mungkin kita bisa mulai mendengarkan saran Mommy tentang pengganti itu."

Leonor hanya bisa memutar bola matanya, namun kali ini ia membiarkan Edgar membawanya keluar dari gedung itu menuju mobil mewah yang sudah menunggu.

Di bawah langit malam yang penuh bintang, Leonor menyadari bahwa kemenangan terbesarnya hari ini bukanlah tepuk tangan para kritikus mode, melainkan kehadiran sebuah keluarga yang mencintainya dengan segala kegilaan mereka.

David Gonzales mungkin melihatnya sebagai kegagalan, tapi bagi Martinez, Leonor adalah sebuah anugerah. Dan di dalam mobil yang melaju tenang menuju mansion, Leonor merasa bahwa ia benar-benar siap untuk menjadikan drama "Daddy dan Mommy" itu sebagai kenyataan yang paling indah di masa depan.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Endang Sulistia
mampir
Triana Oktafiani
Ga bisa berkata2 lagi, semua karyamu luarrrrr biasa 👍
ros 🍂: Ma'aciww, Terharu kak😍
total 1 replies
Dian Erawati
👍👍👍❤️
Dian Erawati
👍👍👍💞
Dian Erawati
👍👍👍/Heart/
Amiera Syaqilla
artistik💕🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!