NovelToon NovelToon
Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Demi Anakku, Aku Akan Merebut Cinta Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Romansa Fantasi
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Nadine, seorang gadis belia harus menikah muda karena sebuah insiden, kehidupan yang sederhana dengan sang suami membuatnya bahagia , Nadine tidak mau tahu tentang kehidupan suaminya, yang ternyata seorang CEO yang kabur dari keluarga nya karena akan di jodohkan. namun kejadian tragis menimpanya, pasangan suami istri itu kecelakaan, sang suami di bawa pergi oleh mata-mata dari keluarga nya, lalu Amnesia, sedangkan Nadine koma saat melahirkan putra pertama mereka sampai usia putranya empat tahun,

Assalamualaikum....
Yuh... ikuti kisah selanjutnya....
Nadine yang sudah sadar dan berusaha mencari sang suami yang ternyata Amnesia

mohon dukungannya para pembaca...
terimakasih 🥰🥰🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4

Namun, kehidupan Nadine di toko kue tidak semulus aromanya. Pemilik toko, seorang wanita tua yang kikir, seringkali memotong gajinya dengan alasan sepele. Belum lagi godaan dari preman-preman pasar yang sering nongkrong di depan toko.

Suatu hari, sang ibu membutuhkan biaya operasi mata segera. Karena penyakit katarak nya hampir menutupi seluruh kornea matanya Nadine tidak punya pilihan. Ia memohon pinjaman pada pemilik toko, namun justru dihina.

" Bu... Tolong saya mau pinjam uang untuk biaya operasi ibu saya" ucap Nadine dengan wajah sendu...

"Penghafal Quran kok minta-minta? Mana mukjizatmu?" ejek si pemilik toko.

" tidak ada pinjam pinjam, belum juga lama bekerja sudah berani pinjam uang" bentak si pemilik toko lalu pergi meninggalkan toko tersebut,ia datang hanya sebentar saja untuk mengambil hasil penjualan di malam hari.

Nadine pulang dengan hati hancur. Di bawah guyuran hujan, ia berjalan kaki sejauh 5 km menuju rumahnya.

Hujan turun seolah langit ikut menangis merasakan pedih hati Nadine. Kalimat majikannya tadi..."Mana mukjizatmu?"...terus terngiang, menusuk lebih dalam daripada hawa dingin yang menembus gamis nya yang basah kuyup.

Nadine berjalan kaki, bibirnya gemetar bukan hanya karena kedinginan, tapi karena tak henti merapal doa. Ia tidak berani menyentuh mushafnya dengan tangan yang kotor karena lumpur jalanan, jadi ia hanya melantunkan ayat-ayat dari hafalannya untuk menguatkan langkah menuju rumahnya yang berjarak 5 km lagi.

Di ruko sebelah, Aditya sedang merapikan kunci-kunci bengkelnya saat ia melihat Nadine keluar dari toko kue dengan wajah sembab dan berlari menembus hujan. Aditya sempat ingin mengejar, namun ia teringat bagaimana Nadine selalu menundukkan pandangan dan menjaga jarak dengannya. Gadis itu tidak pernah membiarkan tangannya bersentuhan dengan Aditya, bahkan saat menerima kembalian sekalipun.

Aditya mengurungkan niat untuk memanggil. Ia memilih masuk ke dalam ruko, mengambil kunci motor trail tua yang baru saja ia perbaiki, dan memakai helm gelapnya. Ia mengikuti Nadine dari jarak jauh, memastikan gadis itu aman sampai ke rumahnya yang sederhana di ujung desa.

Aditya meninggalkan motor tuanya di tepi jalan, dan berjalan mengendap-endap mengikuti Nadine masuk ke rumahnya... ia mengintip lewat celah-celah jendela yang terbuka sedikit... Di sana ia melihat sepasang suami istri paruh baya yang sedang duduk saling menguatkan... melihat mata ibunya Nadine, ia merasa kasihan, belum lagi ayahnya Nadine juga berjalan dengan menggunakan tongkat. dalam hati Aditya teringat akan kedua orang tuanya yang sangat sehat di usia yang tidak muda lagi namun sifat angkuhnya tidak bisa hilang, bahkan rela menjual kebahagiaan putranya sendiri demi ambisinya. Aditya melihat semua adegan Nadine yang merawat orang tuanya dengan sangat tulus....

Malam itu, Aditya menghubungi Rian melalui telepon satelit.

"Rian, aku butuh bantuanmu. Ada operasi katarak darurat di rumah sakit pusat kota. Aku akan mengirimkan dana dari rekeningmu. Atur agar rumah sakit mengirimkan tim medis atau ambulans besok pagi ke alamat ini. Bilang saja ini program bantuan dari yayasan anonim atau zakat pengusaha sukses. Jangan pernah sebut namaku."

"Tunggu, Adit. Kamu rela mengeluarkan puluhan juta untuk orang yang baru kamu kenal? Bukankah kamu sedang miskin sekarang karena kabur?" tanya Rian heran... walaupun terpisah jarak yang terlalu jauh namun Aditya selalu menceritakan semuanya kepada sahabat baiknya itu.

Aditya menatap tangannya yang bersih dari oli, namun terasa hampa. "Dia tidak butuh uangku, Rian. Dia butuh mukjizat. Dan jika Tuhan memilih tanganku untuk menyampaikan mukjizat itu, maka biarlah begitu."

"baiklah... jangan khawatir Adit, aku pasti akan mengurus semuanya....., selamat berjuang demi jodohmu" ucap Rian tersenyum.

___

Keesokan harinya, sebuah mobil putih dengan logo rumah sakit ternama berhenti di depan rumah kayu Nadine. Seorang dokter dan perawat turun.

"Ibu Siti? Kami dari program Cahaya Ummat. Berdasarkan data puskesmas, Ibu terpilih mendapatkan bantuan operasi katarak gratis sepenuhnya, termasuk biaya jemputan," ucap dokter itu ramah.

Nadine terpaku di ambang pintu. Air matanya luruh. Ia langsung bersujud syukur di tanah. Ia tidak tahu siapa itu Cahaya Ummat, yang ia tahu, Allah mendengar rintihannya di bawah hujan semalam.

Siang harinya, saat Nadine hendak berangkat kerja dengan hati yang lebih ringan, ia berpapasan dengan Aditya di depan bengkel.

Aditya sedang berpura-pura sibuk memperbaiki karburator. Ia melihat Nadine berjalan mendekat, namun gadis itu berhenti sekitar dua meter darinya.

"Mas Adit," panggil Nadine lembut.

Aditya menoleh, melepas helmnya. "Oh, Nadine. Mau ke toko?"

"Iya, Mas. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan Mas saat ada preman. Dan... terima kasih karena Mas selalu ada di ruko itu. Rasanya lebih tenang kalau tahu ada orang baik di sebelah toko," ucap Nadine tanpa menatap mata Aditya secara langsung.

Nadine menyatukan kedua tangannya di depan dada, simbol penghormatan tanpa sentuhan fisik. "Tapi maaf, Mas. Saya tidak bisa mampir atau bicara lama-lama. Ibu saya akan operasi hari ini, saya harus bekerja ekstra keras untuk membayar sisa biaya hidup lainnya."

Aditya merasakan desiran aneh di dadanya. Kesederhanaan dan prinsip Nadine menjaga jarak justru membuatnya semakin menghormati gadis itu.

"Semoga operasinya lancar, Nadine. Dan kalau majikanmu bicara yang tidak-tidak lagi... ingatlah, Tuhan punya banyak cara untuk menolong hamba-Nya. Kamu tidak sendirian," kata Aditya, suaranya berat dan tulus.

Nadine mengangguk pelan, lalu berbalik pergi. Aditya menatap punggung gadis itu. Ia adalah seorang pewaris keluarga Pratama yang bisa membeli apa saja, tapi di hadapan Nadine yang miskin harta namun kaya jiwa, Aditya merasa sangat kecil.

Sesampainya di toko, majikan Nadine, Bu Sarah, tampak terkejut melihat Nadine datang dengan wajah berseri, meski ia baru saja menghina gadis itu kemarin.

"Masih punya muka kamu datang ke sini?" semprot Bu Sarah.

"Saya datang untuk bekerja, Bu. Dan alhamdulillah, doa saya terjawab. Ibu saya akan dioperasi hari ini karena ada bantuan yang datang," jawab Nadine tenang sambil mulai memakai celemeknya.

Bu Sarah mendengus remeh. "Halah, paling-paling itu cuma akal-akalanmu buat cari muka. Sudah, jangan banyak bicara. Cepat bersihkan panggangan! Dan jangan harap ada bonus!"

Nadine hanya tersenyum tipis. Di sela-sela ia menggosok panggangan yang panas, ia terus murojaah surah Ar-Rahman. Sambil berdoa untuk kesembuhan ibunya..., ia ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya dan mengetahui kabar ibunya di rumah sakit, pemilik yayasan tersebut tidak memperbolehkan dirinya untuk ikut.

di luar sana, Aditya sedang duduk di atas motornya, mengawasi toko itu dengan tatapan tajam, siap melindungi Permata Tersembunyi itu dari siapa pun yang berani menyakitinya lagi.

1
@Mita🥰
Noah mau di bikin kan adik🤭🤭
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya mereka kembali bersatu , semoga mereka mampu menyingkirkan parasit dari kehidupan mereka...dan Noah menjadi anak yang paling bahagia...
Sri Supriatin
alhamdullilah n sukses utk selanjutjya ms Adit n Nadine 😍😍😍
Indriani Kartini
Alhamdulillah, mulailah berjuang bersama2
nunik rahyuni
syukurlah..mudah mudahn g ada lg yg mengganggu...buat ortu mu tak bisa bekutik adit klo tidak mereka akan betingkah lg memisahkan kalian
Sukarti Wijaya
alhamdulillah sdh menyatu🤭👍
Meiny Gunawan
lanjuuttt....💪
@Mita🥰
wah Ardan ketemu noah
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 syukur in kamu Aurel 🤣🤣🤣
Rosna Marleni
kapan lah para lampir itu tobatnya ya....gak sabaran nunggu mereka bertobat dan menjadi orang baik....kasihan Nadin penderitaannya masih belum berakhir...semangat Nadin semoga perjuanganmu tidak sia sia...
Dewi kunti
Adelia dan Ardan sedang mendatangi pesta kerabatnya,sedangkan Adelia berpura-pura menjadi gadis polos,ini benar gak nulis nya,trus belum ada pergerakan mungkin ya bukan pergelangan 🤭
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: 🙏🙏🙏🥰, terimakasih koreksinya
total 1 replies
Rosna Marleni
kenapa gak jujur aja Adit supaya Nadin bahagia....
Sukarti Wijaya
masih diulur2 ya thor, bikin penisirin😄
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
terimakasih untuk hari ini 🥰🥰🥰
Sri Supriatin
tks upnya yg buanyaak 👍💪💪💪
Sri Supriatin
Thor bikin readers penasaran dulu 🤭🤭😍😍
@Mita🥰
la kirain langsung jujur sama Nadine adit
Sri Supriatin
sy ikut seneng thor perjalanan bertahun...tahun slmt berpieran Amnesia Adit semoga membuahkan hasil...bertemu abang Asep membangun desa bersama 🙏🙏🙏
nunik rahyuni
sedikit sandiwara dlu..hancurkn ego kelg mu...mereka hidup diatas derita ank istrimu..ingat kekejaman mereka..pindh kn smua aset kerja keras mu buat mereka miskin biar bisa merasakn bagaimn jd org miskin biar g terus memandang rendah org
Rosna Marleni
syukur Alhamdulillah akhirnya ingatan Aditya kembali lagi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!