NovelToon NovelToon
Elora: My Little Princess

Elora: My Little Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Angst / Kutukan / Romansa Fantasi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: bwutami | studibivalvia

AKU baru saja pulang dari medan perang dengan membawa kekalahan pihak musuh di genggaman tangan mendadak dikejutkan oleh kemunculan seorang anak perempuan kecil berumur lima tahun dari dalam karung goni milik salah satu perompak yang menghalangi jalan. Rasa terkejutku bukan karena sosoknya yang tiba-tiba muncul melainkan perkataan anak itu yang memanggilku Ayah padahal aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Apakah ini salah satu trik konyol musuhku? Sebab anak itu sangat mirip denganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bwutami | studibivalvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 33: the first snow [3]

BERSAMA napas yang tidak teratur, aku berdiri dengan bertumpu pada kedua lutut dan membagi sebagian berat tubuhku untuk ditahan pedang naga yang kutancapkan di lantai. Seluruh wajahku basah oleh keringat yang bercampur darah–demikian juga dengan jubah dan pakaian yang aku gunakan. Bau anyir menguar ke mana-mana–mungkin telah sampai ke luar karena aku membantai semua tahanan yang ada di sini. Maka menghirup napas dalam-dalam–aku mengumpulkan tenaga sebelum bangkit berdiri.

Tangan kanan yang memegang pedang kemudian dikelilingi oleh aura biru pekat yang perlahan muncul dan membuat pedang naga melayang di udara sebelum menghilang di tengah kepulan asap. Selama membantai seluruh tahanan–selama itu pula aku merasa bahwa kegelapan yang mengisap saripati darah sudah tidak lagi memberikan efek seperti dulu. Hal itu terbukti dari staminaku yang terkuras banyak dan sampai saat ini belum pulih.

Apa yang terjadi saat ini berbanding terbalik dengan sebelumnya. Dimulai dari keagresifan kegelapan yang haus meminta darah hingga diakhiri dengan ketenangan kegelapan yang membuatku gelisah. Aku tidak tahu apa yang menyebabkan kekuatan kegelapan menjadi seperti ini, tetapi yang jelas penurunan staminaku menjadi indikasi penting pada firasat buruk yang berusaha kuusir.

Langkah kakiku kemudian menyusuri genangan darah yang membuat sol sepatuku terasa lengket. Perkataan Count itu masih terlintas di benakku tanpa persetujuan–menimbulkan perasaan berat yang akhir-akhir ini muncul tanpa pemberitahuan. Apakah aku pada akhirnya akan mati? Pertanyaan itu terus berputar seperti tidak mau lenyap. Gemuruh di dalam dadaku kemudian memberi sinyal atas apa yang terpikirkan. Jawaban pertanyaan yang sudah muncul berulang kali, tetapi selalu kuabaikan karena tidak ingin mengakui apapun seperti orang bodoh.

Dua orang sipir penjara yang berjaga di depan pintu masuk sertamerta menjadi kaku begitu melihatku muncul dengan bau amis segar yang menusuk hidung. Selama beberapa detik mereka terpaku, sebelum akhirnya tersadar dan segera memberi hormat. Salah satu sipir penjara yang sebelumnya kupercayakan untuk memegang Michael–kuda perangku–dengan sigap memberikannya padaku.

“Silakan, Yang Mulia.”

Aku hanya mengangguk dan segera menaikinya. Memegang tali kendali kuda dan menoleh, aku berkata, “Ada banyak yang harus kalian kerjakan. Tolong beritahu Duke of Astello mengenai kedatanganku karena hanya dia yang dapat membereskan masalah ini.”

“Baik, Yang Mulia.”

Dari atas pelana, aku memandang lurus ke depan sebelum menghentakkan kaki ke perut kuda dan bergerak meninggalkan wilayah Forsythia dengan kecepatan maksimal. Bersama dengan Michael, kami membelah hutan Forsythia dan terus melaju menuju ibukota–dengan pikiranku yang hanya terfokus pada informasi yang diberikan Count sebelumnya. Di antara orang-orang terdekatku, siapa yang membocorkan informasi bahwa aku membutuhkan banyak darah?

Peristiwa demi peristiwa secara berurutan terlintas di kepalaku. Dimulai dari sebelum Elora datang ke istana hingga akhirnya diakui sebagai putriku. Semuanya secara runtut menampakkan diri sedangkan aku berusaha menggali dengan teliti apa yang aku lewatkan. Penerimaan, penolakan, perhatian dari orang-orang, kegelapan yang menjadi tidak stabil, sakit kepala yang datang secara tidak beraturan, hingga staminaku yang perlahan menurun–semuanya terlihat begitu alami dan teratur–seolah ada seseorang yang merencanakan sesuatu padaku.

Kenyataan bahwa rahasiaku terbongkar membuatku merasa bahwa ini bukan lagi sebuah kebetulan semata. Bayangan Elora yang sedang tertawa kemudian memutarkan tawa manisnya di kepalaku–membuatku refleks menggigit bibir bagian bawah dan menambah kecepatanku.

***

Kediaman Marquess of Matheo yang berwarna zamrud terlihat megah dari kejauhan. Semakin mendekat, dua oranng ksatria yang berjaga di depan gerbang menegakkan diri tatkala melihat kedatanganku dari jauh.

“Salama kepada Bintang Adenium.”

Tanpa turun dari kuda, aku berujar, “Buka pintunya sekarang.”

“Maaf, Yang Mulia. Namun–”

Aku lantas melirik tajam, memberikan tatapan membunuh yang menyayat keberanian mereka–membuatnya saling melirik sebelum membuka gerbang dengan wajah yang ketakutan. Michael segera melangkah masuk menuju bangunan utama kediaman Marquess of Matheo. Setibanya di depan pintu, aku lantas turun dan menaiki anak tangga. Kepala pelayan yang muncul dari balik pintu saat aku menghancurkan penutup rumah itu refleks terkejut dan mundur ke belakang. Aku mengabaikan gerakannya yang berusaha menghalangiku dan segera mengeluarkan pedang naga dari balik tangan.

Aku menoleh, bertanya  kepada kepala pelayan kediaman Marquess dengan nada intimidasi yang menusuk. “Di mana Marquess?”

“Tuan Marquess sedang–”

“Yang Mulia!”

Pria yang kucari segera turun tergopoh-gopoh dari lantai dua begitu menyadari keributan yang terjadi. Wajahnya memasang tatapan hangat yang pura-pura, seolah menyembunyikan sesuatu. “Apa yang membuat Anda datang kemari, Yang Mulia?”

Aku tidak langsung menjawab dan malah mendekatkan sisi tajam pedang naga ke lehernya. “Kau yang membocorkan informasi itu?”

“Sa-saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan.” Kakinya gemetaran dan keringatnya turun dari dahi. Meski di luar nampak dingin, pria di hadapanku ini terlihat kepanasan. “Mohon tenangkan diri Anda dulu, Yang Mulia.”

“Ck, kau mati saja.”

“Ampuni saya, Yang Mulia!” Dia mengangkat tangan, menyerah, tetapi masih berusaha menyelamatkan diri. “Seseorang hanya menyampaikan pada saya bahwa ramalan di masa lalu akan segera terjadi. Entah siapa yang menyebarkannya, tetapi saya hanya mendengar desas-desus di pergaulan kelas atas.”

“Count itu bilang kalau dia mendapatkan informasi itu darimu.”

“Tidak, Yang Mulia! Saya berani bersumpah dengan nyawa saya!”

“Kalau begitu, bayarlah dengan nyawamu.”

Aku melayangkan pedang naga penuh ambisi–menargetkan lehernya yang terlihat empuk. Darah segar mencuar bersamaan dengan teriakan seisi rumah. Baru saja ingin membantai siapa saja yang terlibat, panggilan dari arah belakang membuatku refleks menoleh dan mengurungkan niat.

“Yang Mulia! Ini gawat, Yang Mulia!”

Masih dengan napas yang tidak beraturan, Duke of Astello menghampiriku. Raut serius dan khawatir yang bercampur menjadi satu di wajahnya seolah sudah menjawab pertanyaan di kepalaku. Ketakutan segera menyelimuti hati yang telah beku itu. Bayangan yang tidak ingin kulihat kembali terputar. Aku meneguk ludah dengan susah payah ketika tatapan Duke of Astello seolah menembus relung hatiku–seolah mengatakan bahwa apa yang benar-benar kukhawatirkan telah terjadi.[]

1
Sinchan Gabut
Yang Mulai udah g sakit kepala?🤔
Sinchan Gabut
Pria bercahaya, apa kasta tertinggi Dewa? 🤔
Panda
leocadio the avocado

Pace nya di sini agak lambat buat ku karena mungkin terlalu banyak percakapan dengan pergerakan statis 🤔

tapi kacian Eloraaaa pengen karungin bawa dari situ
Panda
typo kecil tapi bisa ganggu persepsi kak 😆

itu harusnya MULUS kan ya
Sinchan Gabut
Elora, itu sisa tebasan kegelapan dr Yang Mulia kah yg bs buat dia tiba2 drop?
studibivalvia: bener akak, pengaruh kekuatan yg saling bertabrakan tapi dipaksa melintasi waktu
total 1 replies
Sinchan Gabut
Elora, Putri Puding Coklat, baik banget sayang 😘🤗🍮
aska
cerita di awal udah menarik banget
aska
baru baca udah rebutan warisan aja 🤭🤣
Alessandro
bdn lg lemah mlh latihan ditambah 5x lipat... 😌
Alessandro
elora sukanya puding coklat
Laila Sarifah
Masa anaknya deket sm ajudan sendiri cemburu🤭
Laila Sarifah
Ayo El kamu pasti bisa merubah sifat tirani ayahmu😌
Sinchan Gabut
Masih bingung, tiba2 bgt Elora ud pernah hidup sblmnya 2x lagi. hmmm dan d bab2 awal Yang Mulia kyk baru bgt ketemu. kalau pemgulangan dan Elora utusan suci paling g kan ad yg terus d perbaiki, g tiba2 berulang meninggoy hmmm🤔📖
Sinchan Gabut
Ha? Gimana gimana? huaaa mendadak bingung 😭
Aruna02
betul kata Hamon yang mulia
Aruna02
🙄🙄kok putri di racun
Pengabdi Uji
Curiga elora itu gk mati krn dy utusan dewa dan transmigrasi 🤣 tp gpp biar bokapnya panik dikit
Pengabdi Uji
Pantes kok aga aneh ni anak trnyata punya kekuatan krn renkarnasi kah? Ah bapaknya sok jual mahal pdhl sayang jg tu hm😌
Alessandro
anaknya langsung trauma, jd gemuk spt babi dan berakhir di piring 😮‍💨
Alessandro
astga pak, anak kecil minum susu msh mau tambah anggur..
aga lain emg ya, anda 🤺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!