NovelToon NovelToon
WANG SHIN

WANG SHIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

𝘛𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝙈𝙤𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙂𝙡𝙤𝙧𝙮—𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘦𝘭𝘪𝘵𝘦 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵, 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘸𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.
𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶— 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘢.
𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

왕신 ー 3

...░W░A░N░G░ ░S░H░I░N░...

𝐻𝒶𝓅𝓅𝓎 𝓇𝑒𝒶𝒹𝒾𝓃𝑔!

...ー...

Sebelum mengikuti kegilaan, Wang Shin menyempatkan diri mengirim pesan ke nomor Park Junwon melalui ponsel. Menyarankan ketua polisi itu untuk kali ini jangan mendekat. Polisi bukan kedudukan yang para penjahat seperti mereka itu takuti.

---𝐓𝐮𝐣𝐮𝐚𝐧𝐤𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐠𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠𝐤𝐚𝐫 𝐬𝐢𝐧𝐝𝐢𝐤𝐚𝐭 𝐧𝐚𝐫𝐤𝐨𝐛𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐛𝐮𝐝𝐚𝐤𝐚𝐧, 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐮𝐫𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐜𝐚𝐦 𝐭𝐚𝐰𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐢𝐧𝐢, 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐥𝐮 𝐫𝐞𝐩𝐨𝐭 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐦𝐛𝐢𝐥 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐧---

Sederhananya, tangkap nanti saja sekalian. Kasus yang begitu penting belum terungkap, jangan terburu-buru jika tidak ingin semua menjadi kacau.

Park Junwon hanya menghela napas setelah membaca deretan pesan yang dikirim Wang Shin.

Balasan diketiknya; '𝐁𝐚𝐢𝐤𝐥𝐚𝐡. 𝐊𝐚𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐭𝐢-𝐡𝐚𝐭𝐢, 𝐦𝐞𝐬𝐤𝐢𝐩𝐮𝐧 𝐤𝐚𝐦𝐢 𝐥𝐢𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐝𝐢 𝐤𝐞𝐣𝐚𝐮𝐡𝐚𝐧, 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐦𝐢𝐧 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐤𝐚𝐮 𝐠𝐞𝐠𝐚𝐛𝐚𝐡 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢. 𝐉𝐚𝐠𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐦𝐮'.

Di posisinya, Shin kembali memasukkan ponsel ke dalam saku celana setelah membaca dan menghapus pesan atas nama Junwon.

Sekarang, setidaknya lima mobil berduyun meninggalkan halaman markas, tidak semua anggota ikut. Sebagian tetap pada tugas mereka, mengelola pub dan mengurus pungutan pedagang di area mereka.

Shin ada di salah satu mobil.

Cukup menimbulkan iri beberapa anggota. Pasalnya, dia berada di mobil yang sama dengan Sol Gibaek bersama para sayap kanannya yang enam orang. Alasan Gibaek, karena Shin teman dekat wanita yang dipedulikannya.

“Haha! Lucu juga alasanmu bergabung dengan kami!” Salah satu tangan kanan Gibaek menertawakan.

“Kau bilang ingin mendapat uang yang banyak untuk menikahi pacarmu di Memphis?”

“Benar. Aku tidak pernah bisa menabung saat hanya bekerja sebagai bartender,” jawab Shin, ringan, bersikap polos.

Ya, yang dipalsukan hanya identitas Shin sebagai suami Yoo Ana yang seorang pengacara. Park Junwon membuatkan identitas baru dimana hanya tertera Shin yang seorang lajang hidup sendiri di kawasan Nam-dong.

“Woaaa, daebak!” Satu yang duduk di barisan belakang bertepuk tangan memberi applause. "Seleramu Amerika punya."

"Ya, dia sangat baik dan perhatian,” tanggap Shin.

“Bisa tunjukkan foto pacarmu?”

Shin melirik lelaki bertato ayam di sebelahnya. “Tentu.”

Tanpa ragu, dia mengeluarkan ponsel dari sakunya, mengotak atik sebentar, lalu memperlihatkan sebuah foto.

“Ige." ーIni.

Mereka langsung mendekatkan wajah untuk menatap gambar di layar ponsel Shin yang saat ini dipegang teman duduk di sebelahnya.

Kecuali Gibaek yang meskipun penasaran, tetap tenang duduk di depan.

“Ini ... pacarmu? Kau yakin?" Yang pertama melihat langsung melotot dengan mulut melebar.

“Ya! Dia pacarku. Nancy Morra.”

Ponsel digilir ke sana kemari hingga semua melihat dengan sangat jelas.

“Seleramu luar biasa. Namanya pun cantik.”

“Tentu saja, dia tampan. Wanita mana pun akan mudah bertekuk lutut.”

Kata-kata pujian itu sepertinya cukup mengganggu Gibaek. Diliriknya bayangan Wang Shin melalui spion di atas kepala. “Ck! Sial! Dia memang setampan itu.”

Kecemasan hadir tiba-tiba. Hal yang mula tak begitu dia hiraukan, kini sedikit mengganggu, seperti: Bagaimana tanggapan Ana tentangnya? Sedekat apa mereka saat menjadi tetangga?

Saat supir di sebelahnya menoleh dengan kening mengerut, dia memelototinya. “Fokus!”

“Ba-baik, Boss!”

Tidak ada yang menghirau kelakuan Gibaek di depan, pembahasan tentang Shin masih berlanjut.

"Benar, kau tampan, tapi ... kenapa kau justru menyukai wanita yang kulit hitam seperti ini?"

"Itu eksotis, Bodoh!" hardik satu yang lain.

”Ah, begitukah?”

“Dasar tidak gaul!”

"Haha! Yayaya."

"Lalu, Shin ... bagaimana kau mengenal wanita Amerika? Apakah dia turis yang berkunjung ke Korea?”

“Ah, itu ....” Shin garuk-garuk kepala dengan tampang seolah malu. "Itu ... saat temanku mendapat hadiah liburan dari lotre yang dimenangkannya, aku ikut sebagai bonus dia boleh membawa satu anggota keluarga. Dan karena dia tak punya keluarga yang dekat, aku yang menggantikan.”

“Sial, kau beruntung sekali."

Ponselnya ada di tangan Gibaek sekarang, Shin meliriknya dari belakang.

Setelah melihat potret Shin bersama seorang wanita berkulit gelap yang diakuinya sebagai pacar, Gibaek mengalihkan ke laman kontak. Menjelajah di sana.

“Kontakmu ... hanya ada lima orang saja? Termasuk Ana?" tanya Gibaek. Empat lainnya: Nancy Morra♥️, Park Junwon si polisi yang disamarkan dengan nama Bedebah Park, Gibaek sendiri, dan satu lagi Myeong-oーsatu anggota rendahan Venom yang membawa Shin dari pasar ke hadapan Gibaek.

"Kebetulan aku tak suka terlalu repot jika itu bukan kepentingan. Dan kontak Ana, sepertimu, aku mendapatkannya di waktu sama.”

“Hmm.”

Ponsel dikembalikan Gibaek ke tangan Shin tanpa berbalik badan.

"Untuk Ana, sebaiknya kau tidak pernah mengontaknya kecuali ada kepentingan mendesak."

Shin tercenung sebentar mendengar peringatan itu, lalu mengangguk. "Baiklah."

Dalam hati berontak, “Kau melarangku mengontak Ana? Tidak masalah. Tapi apa kau masih akan diam saat kukatakan kalau aku sudah menidurinya berkali-kali? Ck!”

Tidak terasa, laju mobil menggerus waktu. Mereka sampai di sebuah lahan lapang dengan bangunan tiga lantai terbengkalai di satu sisi.

Dalam beberapa saat, kedua kubu sudah saling berhadapan dengan jumlah sedikit lebih banyak lawan. Tatapan tajam, percaya diri bahkan meremehkan saling berbentur seperti air dan minyak.

Gibaek membawa dirinya maju ke depan, bersamaan ketua dari kubu lawan yang juga melakukan hal serupa. Sampai beberapa saat tidak ada kata, poin-poin penting kesepakatan telah dilakukan lebih dulu melalui pertukaran pesan antara Gibaek dan ketua Goseong.

Shin memerhatikan di baris paling belakang. Ekspresi yang tegap datar memancing perhatian Venomous di sebelahnya.

“Kau tidak takut?”

“Sebenarnya lumayan,” jawab Shin. “Hanya saja aku 'tak menunjukkannya agar terlihat keren.”

Venomous itu terkekeh pelan. “Tidak usah tegang. Ada Gibaek. Dia akan dengan mudah menyelesaikan dan kami pasti menang. Walaupun jumlah mereka lebih banyak, kekuatan Gibaek satu berbanding lima."

“Ya, aku bisa merasakan dia sehebat itu."

Tiga puluh detik kemudian, Ketua Gangster dari GoseongーJin Mogu berteriak keras, "SERAAAANGGG!"

Keadaan sekejap gaduh.

Debu-debu musim panas mengepul mengerubung udara seiring liputan tempur.

Sol Gibaek diam di satu sisi, berdiri bersandar dinding dengan tangan bersilang santai, jadi penonton. Dia belum maju sebelum anak buahnya terlihat kewalahan. Begitulah, meski kekuatannya disebutkan satu berbanding lima orang lawan, dia adalah ketua dan maskot yang menahan diri sementara sebelum terjun.

Yang jadi sejurus perhatiannya sekarang adalah Wang Shin si anggota baru.

“Lumayan juga dia,” katanya dengan senyuman puas, sambil mengunyah permen karet yang mulai keras.

Wang Shin sedang dikerumun setidaknya tiga orang anggota lawan, dan pukulannya terlihat mantap hingga dengan mudah mematahkan serangan yang datang bertubi-tubi.

“Sepertinya aku tidak harus turun,” sambung Gibaek lagi. "Dia saja sudah cukup mewakiliku."

Beberapa waktu kemudian ....

Hampir setiap titik dipenuhi orang yang bergeletak, entah mati atau hanya terluka bagian vital.

Ketua Geng GoseongーJin Mogu, menatap marah ke arah Gibaek yang sekarang sedang berjalan ke arahnya dengan gaya santai, dua telapak tangan di dalam saku celana.

"Sudah kubilang, kalian tidak akan bisa mengalahkan kami. Seharusnya kau menurut dan menyerahan wilayah ini tanpa melawan. Dengan begini kau benar-benar kehilangan banyak anggota, dan itu ... sangat menyedihkan ... Jin Mogu."

Atas bawah deretan gigi Jin Mogu saling bergesek geram. Namuan sayangnya dia sudah dalam keadaan nahas setelah bagian kakinya dipatahkan tangan kanan GibaekーNa Dongso. Tidak bisa melawan lagi, tidak ada kesempatan menawar.

Na Dong-so menambah, "Kalian bukan lagi anak-anak dewa, melainkan ... anak-anak ayam yang terendam.”

Disambut gelak puas para venomous.

Di hadapan semua orang, di atas kemenangan geng-nya dan di bawah kekalahan musuh , Sol Gibaek menyatakan, "DENGAN KEKALAHAN GOSEONG HARI INI, AKU NYATAKAN ... WILAYAH DAE-DU INI ... RESMI JATUH KE TANGAN VENOM!"

Semua anggota di bawah naungan Venom menyoraki dan menyambut yang baru saja diumumkan Gibaek dengan suara keras, tentang kepemilikan lahan yang hampir dua bulan ini bergulir panas dalam rebutan.

“Jika semudah ini ... kenapa tidak mereka dilakukan dari awal?” ーWang Shin, dalam hati mencibir.

1
chaa
semangat 💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: nggak, Kak.
gk semangat aku ... 😭
total 1 replies
Be___Mei
Hemmm, pekerjaan Shin nggak jauh jauh dari orang berkuasa.
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: emang gitu, Mak?🤓
total 1 replies
Be___Mei
Nahhh, kan. Gerak-gerik Nyonya Lim nggak bisa. Orang kaya elit emang begitu 🤧
Be___Mei
Pinter juga Nyonya ini
Be___Mei
Ian, cewek???
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Laki, Mak.
Ian Haris🤓
total 1 replies
Be___Mei
Cobain masakan Kalimantan juga ya 😂
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Jangan bilang buaya goreng?🤣
total 1 replies
Be___Mei
kwkwkwk barulah terungkap bahwa Shin tajir melintir 😂😂
Be___Mei
Udahlah, Shin. Cewek banyak kok di dunia. Salah satunya aku 🤭 cuma aku sedikit berbeda dengan Ana. Kalau Ana biasanya pakai gaun seksoi, aku pakainya daster 😂😂
Be___Mei
Aishhh!! Ana Sibal ****
Be___Mei
Ya elah, Neng! Dikasih aman malah kabur.
Be___Mei
Mamam tuh calon mantu idaman
Be___Mei
Iya juga. Ngapain coba meladeni Gibek padahal dia udah hapus ikatan kontrak sama Shin. Apakah dia mau berpijak di dua perahu?? Ana oh Ana
Be___Mei
Bayangin wajah visual artis kpopnya kebingungan. Pasti lucu tapi kasihan juga 🥲🤣
Be___Mei
Istri mana yang bisa menolak pesona seorang Shin?! Walaupun nikah kontrak, tapi mereka pasangan sah 🤧
Be___Mei
Teman Anda! Teman baru Anda 🤧 orang yang selalu kau andalkan, itu dia suami Ana
Be___Mei
Perasaanku mengatakan Takeda masih hidup. Pria sekuat itu tidak mudah jadi ubi kan mak???
Machan
kurang menantang ye, Shin😆
Machan
bisa jujur juga ternyata mulutnya
Machan
anjay, keren tatonya
Machan
pernah ngalamin ini saat rapat pembentukan anggota OSIS🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!