NovelToon NovelToon
Suami Hyper Anak SMA

Suami Hyper Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Teen Angst / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Raey Luma

"DAVINNNN!" Suara lantang Leora memenuhi seisi kamar.
Ia terbangun dengan kepala berat dan tubuh yang terasa aneh.
Selimut tebal melilit rapat di tubuhnya, dan ketika ia sadar… sesuatu sudah berubah. Bajunya tak lagi terpasang. Davin menoleh dari kursi dekat jendela,
"Kenapa. Kaget?"
"Semalem, lo apain gue. Hah?!!"
"Nggak, ngapa-ngapain sih. Cuma, 'masuk sedikit'. Gak papa, 'kan?"
"Dasaaar Cowok Gila!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raey Luma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah Ruangan

Suasana mendadak berubah ketika Leora tak lagi di sana. Raut wajah Rey tak setenang tadi. Alih alih masuk ke UGD. Pria itu malah memilih untuk pergi.

Entah kemana.

"Jemput gue, sekarang!" ucapnya tegas, seolah ia memang tak punya niat dari awal.

Leora yang menyaksikan dari kejauhan, merasa bingung. Sebenarnya ia juga tak tau pasti, apa tujuan Rey datang ke sana. Tapi jika Rey pergi secepat itu, berarti ada kesempatan baik untuknya.

"Baguslah" gumamnya.

Ia baru saja hendak bernapas lega, ketika nada di teleponnya kembali bergeming.

Nama Davin muncul di layar.

"Sial. Ngapain lagi sih, nggak sabaran amat," ucapnya kesal.

Namun Leora tetap mengangkat panggilan itu.

"Ya?" tanya Leora, malas.

"Lo di mana? Kenapa lama banget. Gue khawatir" balas Davin dari sebrang.

"Buat apa khawatirin gue. Kan, elo yang lagi kesakitan,"

"Leora..."

"Iya. Ini bentar lagi gue sampai. Ada sedikit kendala barusan,"

"Kendala apa?"

"Bukan waktu yang pas buat cerita"

___

Di ruangan UGD, Davin terlihat sedang menahan kesakitan. Perempuan itu menyaksikan dari kejauhan.

"Aw, sakit" rintihnya, saat seorang Dokter menyuntikan sesuatu ke tangannya.

"Tahan bentar ya. Ini nggak akan lama"

Davin tak menjawab. Ia hanya menutup matanya erat. Berusaha untuk tidak terlihat lemah, sekalipun ia berada di posisi yang menyakitkan.

“Davin…” panggilnya akhirnya.

Pria itu membuka mata. Sekilas, sorot hangat muncul di sana.

“Lo akhirnya datang juga…”

Leora memalingkan wajah sedikit.

“Gue bilang apa, kan cuma telat sedikit.”

“Gue kira lo pulang… atau… nggak jadi datang.”

Nada Davin terdengar takut.

Leora terdiam. Untuk sepersekian detik, rasa bersalah menyelinap di dadanya.

Namun bayangan Rey kembali terlintas.

“Lo pucat,” ucap Davin lirih, "Kenapa? Lo baik-baik aja kan?”

Leora menggeleng cepat.

“Gue nggak apa-apa. Fokus ke diri lo aja.”

Seorang perawat datang memeriksa kondisi Davin.

“Kalau masih terasa nyeri, bilang ya. Obatnya sedang bekerja.”

Davin mengangguk kecil. Namun matanya tetap mengikuti Leora. Ia tahu ada sesuatu yang sedang disembunyikan.

Suasana semakin hening. Perawat pergi, tim medis sudah keluar sejak tadi.

"Maaf saya tinggal sebentar ya," kata perawat sambil melangkah. Namun belum sampai ia keluar, ia kembali melirik ke arah Davin.

"Oh ya, kalian berteman?" tanya si perawat.

"Dia i-"

"Iya. Kami cuma teman. Aku datang sebagai perwakilan kelas" potong Leora.

Davin sedikit tertawa sambil menahan sakit di lengannya.

"Oke. Kalau gitu, kamu jaga dulu di sini ya. Kalau terjadi sesuatu bisa kabari saya secepatnya." sambung perawat, lalu melangkah kembali.

Perawat baru saja berbalik, namun Davin masih sempat melirik Leora sambil menahan senyum kecil.

“Padahal tadi gue hampir bilang…” ucapnya pelan.

Leora langsung memelototinya.

“Lu hampir bilang apa, Davin?”

“…istri,” jawabnya santai.

Leora refleks meliriknya sinis.

“Gue juga tau!” bisiknya tajam. “Makanya langsung gue potong!”

Davin menahan tawa, bahunya sampai ikut bergetar. Padahal wajahnya masih sedikit pucat.

“Santai kali… gue cuma mau bilang ‘dia itu—’”

“Bukan 'cuma mau',” potong Leora lagi. “Suaranya lo udah setengah keluar!”

Davin memiringkan kepala, senyumnya melebar.

“Berarti lo sehati sama gue, ya?”

Leora diam.

Matanya berkedip pelan.

Ia sadar dirinya sudah terpancing.

Dan Davin…

Bukannya minta maaf, malah makin dalam godaannya.

“Sumpah, gue nggak bakal bilang lo istri gue kok.”

Nada suaranya dibuat ringan.

“Gue cuma… pengen cairin suasana aja.”

“Lagipula,” Davin melanjutkan pelan,

“Dari cara lo bereaksi… kayaknya lo ngarep gue beneran ngomong gitu.”

Leora spontan menoleh cepat.

“Maksud lo apaan?”

Davin terkekeh kecil.

Ia menikmatinya.

“Lo langsung panik.”

Ia mencondongkan sedikit kepala.

“Ngeri banget…kayak lo takut gue ngakuin sesuatu yang sebenarnya pengen lo denger.”

“Davin, ini bukan tempat buat bercanda.”

“Nah… sekarang lo beneran marah kan?"

“Karena lo kebangetan.”

“Atau karena gue kena sasaran?”

Leora menggertak. Separuh kesal.

Ia membuang tatapan, dan hendak memutus percakapan.

Namun Davin masih memanggilnya pelan,

“Leora.”

Ia berhenti.

Tidak menoleh.

Namun ia mendengar jelas saat Davin berkata:

“Aku nggak akan bilang kamu istriku.”

Hening sejenak. Lalu ia tambahkan

“…kecuali kamu yang minta.”

Leora tak mau memperpanjangnya. Jadi ia hanya diam tanpa meresponnya.

Tepat setelah obat mulai bekerja, seorang dokter kembali masuk bersama dua perawat.

“Pasien harus dipindahkan ke ruang rawat sementara,” ucapnya singkat. “Kondisi tangannya perlu observasi.”

“Ruang rawat…?” tanya Leora, refleks.

“Dengar itu? Berarti lo belum boleh ninggalin gue sendirian.” serobot Davin, kesenengan.

“Niat lo masuk UGD itu buat nyusahin gue, kan?”

Davin hanya terkekeh samar.

Perawat membawa Davin dengan hati-hati. Leora berjalan di samping, jaraknya setengah langkah di belakang, tangan gemetar tanpa ia sadari.

Koridor terasa panjang.

Lampu neon memantul di sepatu mereka.

Setiap orang yang berseragam putih yang lewat membuat napas Leora tertahan. Pasalnya ia sendiri masih memakai seragam dengan indentitasnya

Dan kini, berada di tempat yang tidak seharusnya. Kalau ada yang kenal, dan melaporkannya pada Rey...

Leora tak sanggup membayangkannya.

Sementara Davin masih tetap memandangnya sepanjang perjalanan, seolah kehadirannya begitu berarti.

 

Ruang Rawat Kelas Satu

Pintu terbuka.

Leora berdiri kaku di sisi ranjang ketika Davin dipindahkan. Perawat memeriksa infus dan bidai di tangannya.

“Kalau nyerinya bertambah, tekan tombol ini ya,” ucapnya ramah.

Davin mengangguk.

Perawat pun keluar, meninggalkan mereka berdua dalam keheningan.

“Udah puas sekarang?” gumamnya pelan.

“Belum.”

“Apa lagi?”

“Belum puas… karena lo masih kelihatan mau kabur.”

Ia tersenyum tipis.

Leora memalingkan wajah.

“Gue… nggak nyaman di sini.”

“Karena seragam lo?” tebak Davin.

Leora terdiam.

Davin kembali bersandar, menahan sakit namun tetap memaksakan senyum.

“Tenang. Selama lo di sini… gue nggak akan biarin siapa pun nyentuh lo.”

Leora tak sempat menjawab, ketika ponsel Davin berdering saat itu.

Nama Bi Marni muncul di layar.

Davin segera mengangkatnya.

“Iya Bi…” suaranya pelan.

“Den Davin. Bibi denger Aden masuk rumah sakit… kenapa? Apa Aden baik baik aja di sana?”

Suaranya terdengar panik dan serak.

“Cuma keseleo dikit, Bi. Dokternya bilang harus dirawat sementara.”

“Ya Allah… Den, sabar ya. Jangan banyak gerak dulu…”

Sejenak ruangan terasa semakin sunyi, sampai Bi Marni kembali bicara.

“Oh ya, tadi ada orang yang nganter motor Aden ke rumah. Katanya motornya udah selesai diperbaiki.”

Davin mengernyit.

“Motor…?”

“Iya. Katanya dia teman baik Aden”

Leora refleks mengangkat wajah.

Davin ikut diam beberapa detik.

“Dia gak bilang siapa namanya, tapi katanya lain waktu mau main ke sini,” lanjut Bi Marni.

Suara di telepon membuat Davin dan Leora saling bertatapan.

“Bibi cuma mau bilangin itu aja sih, kalo Aden butuh sesuatu jangan lupa kabarin Bibi ya…”

"Oke Bi. Aku tutup teleponnya ya."

Tanpa jawaban, Davin langsung mematikan panggilan itu sepihak.Terlihat Leora tengah mengusap wajahnya, gelisah.

"Leora... Kamu gak papa?"

"Keliatannya gimana, hah?!"

1
Neneng
g suka bgt sm leora
Raey Luma
Bacaan yang ringan dan santai. Cocok untuk menemani waktu luang.
muna aprilia
lanjut kak bagus ceritanya
banyak" in update kak
diah nursanti
lanjut thor,,,penasaran,itu Rey udah tau kalo leora tinggal ma davin ya??
Raey Luma: kita lihat nanti kak🤭
total 1 replies
diah nursanti
leora bener2 gak punya hati,buat leora menyesal thor
diah nursanti
hah,,,jadi leora tau semua kelakuan Rey nyelakai Davin???cinta memang buta,,awas leora nanti km bakal nyesel
muna aprilia
lanjutkan kak
diah nursanti
keras kepala bnget leora,,tau rasa nanti kalo dikerjain Rey lagi
Raey Luma: Namanya orang jatuh cinta kak😃
total 1 replies
muna aprilia
lanjut
diah nursanti
leora keras kepala banget jadi cewek
Shifa Burhan
author tolong jawaban donk dengan jujur

*kenapa di novel2 pernikahan paksa dan sang suami masih punya pacar, maka kalian tegas anggap itu selingkuh, dan pacar suami kalian anggap wanita murahana, dan suami kalian anggap melakukan kesalahan paling fatal karena tidak menghargai pernikahan dan tidak menghargai istrinya, kalian akan buat suami dapat karma, menyesal, dan mengemis maaf, istri kalian buat tegas pergi dan tidak mudah memaafkan, dan satu lagi kalian pasti hadirkan lelaki lain yang jadi pahlawan bagi sang istri

*tapi sangat berbanding terbalik dengan novel2 pernikahan paksa tapi sang istri yang masih punya pacar, kalian bukan anggap itu selingkuh, pacar istri kalian anggap korban yang harus diperlakukan sangat2 lembut, kalian membenarkan kelakuan istri dan anggap itu bukan kesalahan serius, nanti semudah itu dimaafkan dan sang suami kalian buat kayak budak cinta dan kayak boneka yang Terima saja diperlakukan kayak gitu oleh istrinya, dan dia akan nerima begitu saja dan mudah sekali memaafkan, dan kalian tidak akan berani hadirkan wanita lain yang baik dan bak pahlawan bagi suami kalau pun kalian hadirkan tetap saja kalian perlakuan kayak pelakor dan wanita murahan, dan yang paling parah di novel2 kayak gini ada yang malah memutar balik fakta jadi suami yang salah karena tidak sabar dan tidak bisa mengerti perasaan istri yang masih mencintai pria lain

tolong Thor tanggapan dan jawaban?
Raey Luma: Sementara contoh yang kakak sebutkan mungkin lebih menonjolkan karakter pria yang arogan, sehingga apa pun yang dia lakukan selalu tampak salah di mata pembaca. Apalagi di banyak novel, perempuan yang dinikahkan secara paksa biasanya digambarkan berasal dari tekanan ekonomi atau tanggung jawab keluarga, sehingga karakternya cenderung lebih lemah dan rapuh. Dan itu yang akhirnya membuat tokoh pria terlihat seperti pihak yang “dibenci”.


Beda dengan alur ceritaku di sini, di mana pernikahan mereka justru terjadi karena hal konyol dua orang ayah yang sama-sama sudah kaya sejak lama, jadi dinamika emosinya memang terasa berbeda.

Kurang lebih seperti itu sudut pandangku. Mohon maaf kalau masih ada bagian yang kurang, dan terima kasih sudah berbagi opini 🤍
total 2 replies
Felina Qwix
kalo aja tau Rey si Davin suaminya Leora haduh🤣🤣🤣
Raey Luma: beuuh apa ga meledak tuh sekolah🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!