NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Bocil

Terpikat Pesona Bocil

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Beda Usia / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bocil Panda

Meski karir Rendra sebagai CEO Perusahaan Wilson sangat cemerlang, hidupnya justru dipenuhi ancaman oleh ayahnya sendiri, Danu.

Obsesi harta dan kekuasaan telah membutakan mata Danu, hingga ia setuju menerima tawaran kerja sama Selvi yang ingin kembali ke pelukan Rendra.

Selvi menyesal 5 tahun lalu ia telah mengkhianati cinta Rendra. Dan kini berkat bantuan Danu, ia berhasil bertunangan dengan Rendra, meski dengan cara di paksa.

Disisi lain, Rendra kembali bertemu dengan Luna. Meski dulu dia tidak ingat jika Luna adalah gadis kecil yang meminta bantuannya 5 tahun yang lalu.

Luna, gadis childish dengan segala tingkahnya yang mengemaskan, hingga berhasil membuat Rendra si pria dingin, jarang senyum karna sariawan, kembali merasakan apa itu jatuh cinta.

"Dasar, Bocil Kematian!" Rendra selalu saja memanggilnya seperti itu, jika Luna selalu berhasil membuatnya tepuk jidat, melihat tingkahnya yang selalu ada-ada saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bocil Panda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidup Dalam Tekanan

"Ayah dengar kemarin kamu baru saja menyiksa Bima, sebelum akhirnya kamu memecatnya. Apa informasi itu benar, Rendra?" tanya Danu melihat putranya sedang ikut sarapan bersama, meski dengan jarak berjauhan.

"Iya," Rendra membalas singkat, dan lebih memilih fokus melahap makanan, yang ada di piringnya.

Meja makan berbentuk memanjang menjadi saksi bisu, keheningan antara seorang ayah dan anak. Rendra yang duduk di ujung kanan seolah tidak peduli, dengan kehadiran ayahnya yang berada di ujung sebelah kiri. Meski terlihat berhadapan, namun Rendra tidak ingin melihat wajah Danu. Walau ia sendiri juga menyadari, jika ayahnya sedang memperhatikannya.

"Hmm, bagus. Kamu memang seperti Ayah. Siapapun yang berkhianat dalam bisnis perusahaan, memang pantas untuk disiksa sebelum akhirnya kita pecat," Danu tersenyum merasa senang, namun tidak dengan Rendra yang masih enggan merespon perkataan ayahnya.

Danu memotong daging panggang menjadi kecil, lalu menyuapkan ke dalam mulutnya. "Tapi kemarin Ayah mendengar kalau kamu masih bersikap kasar dengan Selvi, Rendra. Apa itu juga benar?"

Meski mendengar pertanyaan dari ayahnya, Rendra justru memilih untuk diam membisu.

"Rendra! Ayah minta kamu bersikap baik dengan Selvi. Dia itu calon istri kamu, calon menantu Keluarga Wilson. Jadi Ayah minta kamu harus bersikap baik dengannya. Jangan buat Ayah malu di depan Tuan Lucas!" gertak Danu.

Namun sekali lagi Rendra tidak merespon perkataan ayahnya, dan membuat Danu semakin geram melihat Rendra, yang sama sekali tidak menaruh rasa hormat kepadanya.

"Rendra!"

Prang

Suara sendok dan garpu terdengar nyaring, saat Rendra menaruhnya dengan kasar di atas meja makan. "Bisa biarkan saya untuk makan dengan tenang tidak, Tuan Danu?"

Rendra memang memanggil Danu dengan sebutan 'Tuan' dibanding dengan sebutan 'Ayah'. Karena bagi Rendra, manusia yang kini berada di hadapannya, tidak pantas untuk mendapatkan panggilan tersebut.

"Rendra, jaga sikapmu! Turuti perintah Ayah, dan bersikap baiklah dengan Selvi!" perintah Danu.

"Saya sama sekali tidak mau menuruti semua perintah anda, dan berhentilah untuk mencampuri kehidupan saya!" balas Rendra dengan nada dingin.

"Rendra! Sampai kapan kamu terus membangkang perintah Ayah, Hah?!" Danu menatap tajam Rendra. "Aku ini Ayahmu, bersikaplah yang sopan dengan Ayah!"

Mendengar itu senyum miring terukir jelas di sudut bibir Rendra, "Ayah?"

Alisnya terangkat satu seperti tidak menyangka, jika orang yang mengaku sebagai ayahnya, tidak mempunyai rasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan terhadapnya.

"Lantas jika benar anda Ayah saya, lalu Ayah macam apa yang tega menjadikan anaknya sebagai alat bisnis, hanya demi menaikan saham perusahaan?" Rendra menyindir dengan nada penuh penekanan.

"Anda bukan Ayah saya, dan berhentilah untuk memaksa saya menikah, dengan orang yang tidak saya cintai!" Rendra memutuskan pergi meninggalkan meja makan, tanpa menghabiskan sisa makanannya.

"Jangan lupa Ayah punya hadiah jika kamu berani menentang perintah Ayah, Rendra!"

Ucapan Danu sukses membuat langkah Rendra terhenti. Ia meremas kasar kedua tangannya, karena tau hadiah apa yang dimaksud oleh ayahnya.

"Jangan coba-coba anda membuat kesalahan, yang bisa membuat anda berakhir mati di tangan saya!" ancam Rendra tanpa berbalik.

"Hahahaha," Danu tertawa mendengar ancaman Rendra, yang terdengar lucu di telinganya.

"Jika kamu memang bisa membunuh Ayah, bukannya sudah kamu lakukan dari dulu, Rendra?" Danu tersenyum merasa menang, dan kembali melanjutkan sesi sarapannya yang belum selesai.

"Ssh, yah! Bianca kau memang melahirkan anak yang tampan, namun sayang dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkanmu," gumam Danu yang terlihat santai menikmati makanannya, tanpa peduli jika Rendra sedang menahan amarahnya.

Tanpa ingin memperpanjang obrolan yang pasti berakhir sia-sia. Rendra melanjutkan langkahnya, dengan sekuat mungkin menahan untuk tidak menghajar ayahnya sendiri.

*****************************

Mobil Rendra melaju kencang membelah jalanan kota yang masih terlihat sepi, tanpa ada kendaraan yang berlalu lalang.

David yang tengah fokus mengemudikan laju kecepatan mobil, sedikit melirik ke arah Rendra melalui kaca spion bagian dalam. Ia melihat Rendra tengah duduk terdiam, sambil melihat ke arah kaca luar mobil.

Dirinya tau apa yang sedang mengganggu pikiran Rendra. Jika saja Danu tidak mengancam nyawa keluarganya, sudah pasti ia akan membantu masalah Rendra.

Namun Danu terlalu licik, ia bahkan mengancam akan menghabisi seluruh anggota keluarga orang yang berani membantu masalah Rendra.

"Tuan Muda, saya minta maaf karena tidak bisa berbuat apa-apa," ucap David merasa bersalah.

Rendra tidak merespon perkataan David. Pikirannya terlalu berisik memikirkan cara untuk bisa keluar dari situasi ini, tanpa harus ada yang terluka.

Ia menatap ke arah David tengah fokus menyetir, "Bagaimana perkembangan tentang pembelian properti, David? Apa semua kawasan sudah berhasil kita beli?"

"Belum, Tuan Muda. Meski semua properti sudah berhasil kita beli, namun masih ada 1 rumah yang sampai sekarang belum berhasil kami beli," jawab David.

"Kenapa?"

"Gadis muda itu tidak ingin menjualnya, Tuan Muda. Meski kami terus membujuknya dengan nilai pembelian 4 kali lipat pun, dia tetap bersikukuh keras untuk tetap tinggal disana."

Alis Rendra mengernyit, "Gadis muda?"

"Iya, Tuan Muda. Gadis tersebut kemungkinan masih berumur 17-18 tahun. Dia tinggal sendirian di rumahnya."

"Saya tidak peduli apapun tentangnya, David. Yang saya mau, segera dapatkan rumah gadis itu secepat mungkin!"

Raut wajah David mulai terlihat ragu-ragu, bahkan ia sedikit bingung untuk menjelaskan situasi yang terjadi di lapangan.

"Ada apa, David? Apa kau tidak sanggup menghadapi gadis itu?" tanya Rendra yang melihat wajah David sedikit pucat.

"Bukan begitu, Tuan Muda. Tapi gadis itu sedikit tangguh, dan terlihat bar-bar. Saat kami memaksanya untuk menjual rumahnya."

"Memang sebar-bar apa dia?" tanya Rendra dengan nada penasaran.

***************************

Bugh

"Argh!!!" jerit salah satu anak buah Rendra, saat selangkangannya ditendang kasar oleh seorang gadis muda.

Bukan sampai di situ saja, gadis itu kembali melancarkan serangan ke arah anak buah Rendra yang lain. Ia mengamuk karena mereka terus memaksanya, untuk menjual rumah tempatnya tinggal.

"Udah aku bilang! Aku gak mau jual rumahku!" gadis itu menggertak, bahkan seperti kerasukan setan ia mulai mengamuk, melempari anak buah Rendra dengan tumpukan kardus yang berada di sekitarnya.

"PERGI DARI SINI!!!" gadis tersebut mulai memukul tubuh mereka menggunakan sapu. Bahkan ia tidak segan untuk lompat, naik ke tubuh salah satu dari mereka, dan menggigit kasar lehernya.

"Aaahhh!!!" pria itu memekik kesakitan seperti sedang di gigit vampire.

Melihat temannya dalam kesulitan, anak buah Rendra segera membantunya, dan memaksa gadis itu untuk turun dari badan temannya.Karena kalah jumlah gadis itu akhirnya terjatuh, dan membuat gigitannya terlepas.

"Argh..." pria itu akhirnya bisa bernapas lega, namun ia merasa jika lehernya terasa basah, dan tepat sesuai dugaannya jika itu adalah darah.

Pria tersebut nampak sangat marah, dan menatap tajam ke arah gadis itu. "Sudah cukup bermainnya, Bocah! Biar aku tunjukan apa itu permainan yang sesungguhnya!" ia melangkah mendekati gadis tersebut, namun beberapa temannya menghentikan langkahnya.

"Kau jangan gila! Perintah dari Tuan Muda hanya membujuk, menawarkan uang berkali-kali lipat. Bukan dengan kekerasan, apalagi dia masih bocah," ucap salah satu dari mereka mencoba untuk mengingatkannya.

"Masih bocah katamu? Lalu apa ini?" pria itu menunjukan darah yang masih keluar dari bekas gigitan gadis itu.

"Sudahlah, aku tidak kuat lagi di permainkan sama tuh bocah. Mending aku kasih dia sedikit pelajaran," ia langsung bergerak mendekati gadis tersebut, dan berniat ingin memukulnya.

Namun dengan gerakan gesit gadis itu berhasil menghindari serangan pria tersebut. "Ye...ye...ye gak kena," ejeknya dengan gaya meremehkan.

Sontak saja darah pria itu mendidih, ia merasa kesal karena dipermainkan. Dengan gerakan cepat ia berhasil menangkap pergelangan tangan gadis itu ...

Tap

"Akhirnya kena juga kau, Bocah!" pria itu tersenyum sinis merasa menang.

Namun dengan cerdiknya gadis itu memutar pergelangan tangannya sendiri, lalu dengan cepat ia berbalik, dan memukul keras dada pria tersebut menggunakan sikunya.

Bugh

"Argh..." pria tersebut jatuh tersungkur, dan meringis kesakitan. Saat ia ingin mendongak untuk melihat ke atas, tiba-tiba ...

Pret

"Bocah semprul!" umpat pria itu merasa jengkel, dan segera menutup hidungnya. Saat gadis itu dengan sengaja membuang gas pengambil sukma, tepat di area wajahnya.

Gadis tersebut berbalik dengan raut muka seolah bersalah, "Upss sorry."

1
Melati08
semangat terus buat author
Melati08
makin seru nih ceritanya
Melati08
lanjut thor
Arie Argan
🥳🥳
Melati08
nasib luna benar2 menyedihkan..apalagi dia hidup di panti asuhan malah diadopsi org jahat
Melati08
keluar sifat ngambeknya🤣
Melati08
minuman bukan solusi menenangkan pikiran🙏
Melati08
hmmm..hanya demi harta.anak sendiri si aikat
Melati08
asyekk...diajak nikah
Melati08
keren
Melati08
yah..kasihan selvi
Melati08
walaupun bocil..tapi pemikiran nya dewasa
Melati08
Danu mulai mencari tahu
Melati08
semangat thor
Melati08
hampir saja
Melati08
ada apa dengan satya?
Melati08
geram banget lihat danu
Melati08
bapak kandung sendiri berbahaya
Melati08
gawat kalau sampai Danu tahu
Melati08
langsung aja bilang suka tuk apa pura pura pacaran sampai seminggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!