Sekolah internasional terkenal dijakarta yang bernama Grand Imperial Academy, sedang disibukan dengan kedatangan siswa-siswi baru, yang sedang melakukan masa orientasi.
Anaya menjadi salah satu siswi baru di Grand Imperial Academy, ia bersekolah disana karena ada kedua abang kandungnya dan juga abang sepupunya yang bersekolah disana dan sudah menjadi siswa kelas 12 yang merupakan panitia orientasi juga.
Helga si Ketua OSIS yang tak pernah terlihat senyumannya sedikitpun menjadi icaran banyak siswi di Grand Imperial Academy.
Namun senyum Helga mulai muncul saat ia mulai tertarik dengan Anaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IKUTAN POSESIVE
"ANAAAAA" teriak Havinka yang mengejar Anaya.
Di parkiran.
"Ana mana sih? kenapa lama banget" ucap Mahesa sambil melihat jam di tangannya.
"Hes, sabar dululah. Mungkin Ana sedang ngobrol sama temannya" ucap Retta yang berdiri di samping Mahesa.
"Tapi ini udah lama banget. Jangan-jangan tuh anak udah pulang duluan" ucap Mahesa ngasal.
"Gak lah gila, mau pulang sama siapa Ana" bantah Farraz cepat.
"Mungkin sama Vinka" ucap Jefran.
"Gak mungkin" sahut Helga yang bersandar do mobilnya.
"Abangggg" teriak Anaya sambil lari dengan kencang yang membuat The Ravens dan Cheeky Girls terkejut.
"Buset suaranya sampe nembus jantung" ucap Nevan yang terkejut
"Anaaaa" teriak Vinka lagi yang mengejar Ana.
"Wah sebelas duabelas ternyata" ucap Jefran yang memegang kupingnya lagi.
"Hei Ana, jangan lari-lari" ucap Farraz saat Ana bersembunyi dibelakang Farraz.
"Vinka, kenapa? " tanya Helga yang menghampiri adiknya yang ngos-ngosan.
"Hah-hah, Abang hah, Ana nyebelin" ucap Vinka ngos-ngosan.
"Ana, kamu ngerjain Vinka? " tanya William dengan lembut.
"Hah, engga abang. Vinka yang kepo" jawab Ana cepat.
"Kepo kenapa? " tanya Naina.
"Kak Nai, asal kakak tau ya, Ana tadi minta foto kakaknya Citra, tap... " ucap Havinka yang langsung disela Farraz, Mahesa, William dan Helga.
"Apa?, cewek atau cowok? " tanya Farraz, Mahesa, William dan Helga barengan yang membuat semuanya terkejut.
"Kenapa abang ikutan juga" ucap Vinka yang kebingungan.
"Hah, hah engga kok, cuma kaget aja tadi pas dengar mereka teriak jadi abang kebawa" alasan Helga yang membuat Jefran dan Nevan menahan tawa.
"Ana jawab abang sekarang, kenapa kamu minta foto kakaknya Citra, dia cowok? " tanya Mahesa sambil memegang pipi Anaya.
"Ihh abang lepasin dulu" ucap Anaya yang kesal.
"Kakaknya Citra cewek kok ya kan Vinka" ucap Anaya.
"Iya kakaknya Citra cewek" sahut Vinka yang membuat Mahesa lega, bahkan Helga juga.
"Makanya kalau ngomong jangan setengah-setengah Vinka" ucap Helga dengan kesal.
"Kan lo semua yang motong ucapan Vinka tadi" ucap Lusia santai yang membela Vinka.
"makanya besok-besok denger dulu orang ngomong, jangan main potong-potong aja" ucap Floella.
"Namanya juga syok sayang" ucap William.
"Efek syok tadi pagi, jadi agak sensi Flo" sahut Farraz.
"Syok tadi pagi?, emang abang syok kenapa? " tanya Anaya yang penasaran.
"Gak ada kok, ayo pulang" ucap Farraz cepat.
"Eh Ana jawab dulu" ucap Havinka.
"Apanya? " tanya Anaya.
"Foto kakaknya Citra untuk apa? " tanya Havinka.
"Besok aku ceritain ya" ucap Anaya yang tersenyum.
"Aku kepo Na" ucap Vinka.
"Nanti aku WA kamu deh" ucap Anaya.
"Benar ya?, awas kalau bohong" ucap Havinka.
"Iya. Ayo abang pulang" ajak Anaya.
"Ana, Vinka, kalian mau ikut kita? " tanya Retta.
"Ikut kemana kak? " tanya Anaya dan Havinka barengan.
"Hari ini kita mau ke mall baby, kalian ikut ya" ucap Lusia yang tersenyum lebar.
"Aku ikut" ucap Havinka yang ikut tersenyum lebar sedangkan Anaya menatap abang-abangnya.
"Abang, boleh ya pleaseee" ucap Anaya yang mengeluarkan jurusnya untuk merayu.
Helga yang baru pertama kali melihat puppy eyes Ana langsung merasa gemas.
"Boleh" jawab Helga cepat yang membuat semuanya menoleh kearahnya.
"Kenapa lo yang jawab? " tanya Mahesa kesal.
"Ya abang, kan Ana minta izin sama abangnya. Kenapa abang yang jawab? " tanya Havinka yang kebingungan.
"Wah mulai korslet nih ketua" bisik Jefran pada Nevan.
"Gak bisa kena puppy eyes-nya Ana nih" jawab Nevan yang juga berbisik.
"Gu-gue cuma kasian lihat Ana" ucap Helga gugup.
"Ada Cheeky Girls dan adik gue juga, mereka pasti bisa jagain Ana" ucap Helga lagi.
"Tuh kak Helga bener, dia paling ngerti Ana" sahut Anaya.
"Luv kak Helga" ucap Anaya dengan nada gemas dan membuat jantung Helga semakin berdetak.
"Heh Ana" tegur Mahesa.
"Boleh ya abang" ucap Anaya lagi tanpa menggubris teguran dari Mahesa.
"Tap..." ucap Mahesa yang langsung disela oleh Retta.
"Hes, ada aku" ucap Retta bujuk Retta.
"Ck, baiklah, tapi ingat harus hati-hati" ucap Mahesa yang memperingati adiknya.
"Yaudah ayo pulang dulu" ajak Farraz.
"Ayo Ana" ajak William lagi.
"Oke, aku duluan ya" ucap Anaya yang berpamitan pada semunya.
"Bye Ana" teriak Vinka.
"Sayang, nanti aku jemput Ana ya" ucap Floella.
"Iya sayang" sahut William.
"Dan Vinka biar gue dan Lus yang jemput" ucap Joanna.
"Oke see u di mall guys" ucap mereka yang menuju ke mobil dan motor mereka masing-masing.
"Eh Hel, markas gak? " tanya Nevan.
"Markas, gue perlu ngomong sama lo Hel" bukan Helga yang menjawab tapi Farraz.
"Oke" jawab Helga singkat.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Di kediaman Wiranta, mereka berempat sudah sampai ke rumah dan langsung masuk ke dalam.
"Abang tunggu, Ana mau tanya" ucap Anaya sebelum menaikkan tangga.
"Mau tanya apa? " tanya Farraz.
"Kalian kan bantu urus perusahaan mama dan papa, di antara kalian bertiga ada yang kenal sama di gak? " tanya Anaya yang menunjukkan foto di ponselnya.
"Ini kan Jessica"jawab William.
"Lo kenal wil? " tanya Mahesa.
"Eum, dia kayaknya desainer di perusahaan mama deh" ucap William lagi.
"Dulunya iya abang dia desainer di perusahaan mama, tapi dia udah jadi asisten desainer" ucap Anaya.
"Hah masa sih?, Dia masih desainer kok, soalnya banyak klien yang suka desain yang dia buat dan mama juga selalu mengapresiasi dia" ucap William lagi.
"Tapi itu dulu abang, sekarang engga" sahut Anaya.
"Ana tau dari mana? " ujar Farraz.
"Ini kakaknya Citra abang. Tadi dia bilang kalau kakaknya kerja di Dwi Spark sebagai desainer, tapi tiba-tiba orang dari perusahaan nelpon dia dan bilang ada desainer baru dan dia di minta untuk jadi asisten desainer baru itu, kalau engga ya dia bakal kehilangan pekerjaan dia"jelas Anaya.
"Gimana bisa pemindahan jabatan gitu" ucap Mahesa heran.
"Tapi di draf jabatan staf dia masih desainer kok" ucap William yang ikut kebingungan.
"Emang ada sih staf baru, tapi dia cuma staf biasa" ucap William lagi.
"Wah kasus ini" ucap Mahesa.
"Selidiki Wil, kita gak akan biarkan ada sampah di perusahaan mama ataupun perusahaan papa" ucap Farraz.
"Iya gue bakal selidiki ini" sahut William.
"Abang tolongin ya, kak Jessica ini hanya hidup berdua dengan Citra. Dia bekerja untuk membiayai hidupnya dan adiknya. Bantuin dia ya Abang" ucap Anaya dengan wajah sendu.
Farraz, Mahesa dan William tersenyum melihat adiknya. Mereka senang karena memiliki adik yang begitu tulus dan baik.
"Tenang Ana, abang bakal bantu dia" ucap William sambil memegang kepada adiknya.
"Kalau kamu mau, abang bisa naikin jabatan dia" ucap William lagi.
"Tapi harus konfirmasi sama nyonya ceo dulu" sambung William sambil tersenyum.
"Nanti Ana bantu bujuk mama juga abang" sahut Ana cepat.
"Udah nanti kita bujuk sama-sama" ucap Mahesa.
"Udah sana mandi, ganti baju. Sebentar lagi Floella datang" sambung Mahesa.
...****************...
...****************...
Hai udah lama author gak up cerita, so kali ini author up cerita baru yang bertemakan anak sekolah lagi. mohon dukungannya, maaf kalau banyak kata yang typo. Jangan lupa Like, Comment dan Sarannya. Jujur saran dari kalian bisa menjadi motivasi bagi author untuk buat jalan cerita. Makasih semuanya, selamat menikmati...
...****************...
...****************...