Follow IG Author : @_anita.rai
Nayra rela mengorbankan cinta pertamanya dan menikah dengan Rama yang tidak lain adalah suami dari kakak kandungnya sendiri, Aisha.
Aisha meninggal dunia setelah melahirkan putri pertamanya. Dan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Aisha berpesan kepada Nayra untuk menjaga bayinya. Menurut Aisha, hanya Nayra lah orang yang paling tepat menjadi ibu sambung bagi bayinya.
Apakah Rama dan Nayra akan bahagia menjalani pernikahan mereka?
WARNING!!
Banyak mengandung bawang.
Siapkan tisyu dulu yah sebelum membaca... 😂
Budayakan LIKE di tiap eps sbg bentuk dukunganmu terhadap penulis dan novel ini... TQ 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghadiri Pesta (Part 1)
Bu Maya, Mbak Santi dan Bi Surti tercengang saat melihat Rama dan Nayra yang berjalan beriringan bagaikan sepasang prince and princess. Mereka terpesona dengan ketampanan Rama dan juga kecantikan Nayra. Mereka memandang Rama dan Nayra tanpa berkedip dari ujung kaki hingga ujung kepala. Bahkan Bi Surti sampai melongo.
"Rama, Nayra.. kalian betul-betul perfect. Kalian seperti seorang pangeran dan putri.." puji Bu Maya.
"Makasih Ma" sahut Rama dan Nayra seraya menepiskan senyumnya.
"Pak Rama, Bu Nayra.. bibi seneng lihatnya. Pak Rama dan Bu Nayra serasi banget" tutur Bi Surti.
"Makasih Bi"
"Mama, Papa.. Kiya ikut"
"Kiya, pestanya nanti sampai larut malam sayang. Kalau kamu ikut, kamu nanti pasti ngantuk. Kamu di rumah aja ya sama Oma. Nanti kita tidur sama-sama lagi" Bu Maya berusaha membujuk cucunya.
"Nggak mau. Kiya mau ikut Mama sama Papa"
"Gimana ini Mas?" tanya Nayra.
"Kyara sayang.. Kyara di rumah aja ya! Nanti Papa beliin hadiah buat Kyara, mau nggak?"
"Hadiah apa Pa?"
"Kyara maunya apa?"
"Emm.. es kim coklat"
"Okey, nanti Papa beliin kamu es krim coklat yang banyak ya!"
"Holeeee.. asiiiikk.. makasih ya Pa"
"Iya sayang. Papa sama Mama pergi dulu ya! Kamu baik-baik di rumah ya sama Oma!"
"Iya Pa"
"Anak pinter.. muahh" Rama mencium pipi kanan Kyara.
"Kami pergi dulu ya semuanya, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Rama dan Nayra pun keluar rumah dan menuju mobil. Rama membukakan pintu mobilnya untuk Nayra.
"Makasih Mas"
Nayra pun masuk ke dalam mobil. Setelah itu Rama masuk dari pintu di sebelah kemudi. Tak lama kemudian, mobil pun bergerak perlahan keluar dari pintu gerbang menyusuri jalan kota.
Setengah jam kemudian, mereka sampai di kantor Rama. Setelah memarkirkan mobilnya, Rama pun turun dari mobil. Rama membukakan pintu untuk Nayra. Kemudian Nayra pun turun dari mobil. Nayra menggandeng lengan Rama. Mereka pun berjalan beriringan menuju lobby kantor.
Di halaman kantor, berjajar banyak sekali papan karangan bunga bertuliskan "Happy 45th Anniversary" dari para tamu undangan.
Rama pun membawa Nayra memasuki aula yang sudah disulap menjadi ruangan pesta yang sangat mewah oleh pihak EO. Di sana sudah banyak tamu yang datang. Meja kursi terlihat sudah banyak yang terisi. Di sana juga ada sebuah panggung. Perusahaan sengaja mengundang beberapa penyanyi terkenal untuk menghibur para tamu. Makanan dan minuman yang beraneka ragam pun sudah tertata dengan rapi di sana. Para tamu yang datang langsung dipersilahkan untuk mengambil makanan dan minuman.
Rama membawa Nayra ke sebuah meja yang masih kosong. Meja tersebut berbentuk bulat besar dan ada empat buah kursi yang mengelilinginya. Rama dan Nayra pun duduk sambil menikmati alunan lagu yang dibawakan oleh salah seorang penyanyi terkenal Indonesia.
"Sayang, apa kamu mau makan atau minum sesuatu? Biar aku ambilkan"
"Minum aja Mas. Tolong ambilkan orange juice aja!"
"Baiklah sayang, kamu tunggu di sini dulu ya!"
Rama berdiri lalu berjalan menuju stand minuman. Rama pun mengambil dua gelas orange juice. Lalu tiba-tiba saja Rama bertemu dengan sekretarisnya, Sofia bersama seorang pria tampan yang kebetulan juga mau mengambil minuman.
"Selamat malam Pak Rama" sapa Sofia dan juga pria itu.
"Selamat malam. Kalian sudah datang?"
"Kami baru sampai Pak. Oya mana istri Pak Rama? Apa dia nggak ikut?" tanya Sofia.
"Dia duduk di sebelah sana" Rama menunjuk ke arah Nayra yang sedang duduk membelakanginya.
"Oohh.. boleh kami gabung sama kalian Pak?" tanya pria tampan itu.
"Boleh-boleh saja. Ayo!" Rama pun mengajak mereka berdua ke mejanya.
Rama pun jalan duluan, Sofia dan pria itu mengikutinya dari belakang.
"Sayang, ini orange juice kamu" Rama meletakkan satu gelas orang juice di hadapan Nayra, dan satu gelas lagi di hadapannya.
"Makasih Mas" Nayra langsung meminumnya sedikit.
"Sofia, Aditya..silahkan duduk!"
Deg!
Jantung Nayra berdebar kencang begitu mendengar Rama menyebut nama Aditya. Nayra pun memutar kepalanya ke samping. Betapa terkejutnya Nayra saat melihat Aditya, mantan pacarnya ada di depan matanya saat itu. Nayra syok. Dia tisak menyangka kalau Aditya ada di Jakarta.
"Sayang, kenalin ini Aditya, orang yang sudah menyelamatkan nyawaku dari preman-preman itu tempo hari. Aditya, ini istriku, Nayra" Rama memperkenalkan Aditya kepada Nayra.
'Apa?? Jadi Mas Adit yang sudah menyelamatkan nyawa Mas Rama tempo hari?? Ya Tuhan.. kenapa dunia ini begitu sempit? Atau jangan-jangan Mas Adit emang sengaja mengikutiku ke Jakarta?' gumam Nayra dalam hati.
Aditya menghulurkan tangan kanannya.
"Senang berkenalan dengan Anda, Mrs. Nayra" ucapnya dengan menepiskan senyuman manisnya kepada Nayra.
Nayra terkejut.
'Kenapa Mas Adit bilang begitu? Apa sebenarnya maksud Mas Adit melakukan semua ini? Apa dia sedang merencanakan sesuatu?' pikir Nayra.
"Kamu kenapa sayang?" Rama merasa aneh dengan sikap Nayra yang hanya diam saja tanpa menghiraukan Aditya.
"Emh.. maaf. Saya.. saya Nayra" Nayra pun menjabat tangan Aditya.
"Istri Anda cantik sekali Pak Rama"
"Terima kasih Aditya"
"Sayang, Aditya ini dari Jogja juga lho. Sama seperti kamu"
"Oya? Pantesan aja saya seperti pernah melihat Mrs. Nayra sebelumnya"
Jantung Nayra makin berdebar-debar. Nayra takut kalau Aditya akan mengatakan semuanya kepada Rama.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......................
Notes :
Alhamdulillah, minggu kemarin kita dapat ranking #12 gaess.. 😊
Makasih banyak atas support dari kalian yg sudah memberikan vote.. 😘
mau kamu pecat aditya atau alina resign gak akan merubah keadaan..selama tidak dijelaskan baik² cerita yg sebenarnya..
adik kakak sama aja...
alina jg gt gak mau tanya dulu main kabur aja dan bikin kesimpulan sendiri akhirnya jd demam sakit karena pikirannya sendiri...