Sandrina nekad tidur dengan pria yang dijodohkan dengan kakaknya, Bastian Helford. Lantaran kakaknya telah tidur dengan tunangannya.
Semua miliknya direnggut, dan Sandrina berjuang untuk mendapatkan kembali yang menjadi miliknya
"Dia satu-satunya milikku yang kurebut kembali"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak akan ku biarkan
Peringatan yang pernah Bastian layangkan melintas di kepala Odette. Peringatan untuknya agar jangan mengganggu Sandrina dan jangan mengacaukan pernikahan antara Sandrina dan Bastian
"Sandrina sialan itu, apa menariknya sih wanita itu? Dasar ja lang, aku tidak akan membiarkannya" ucapnya dalam kesendirian didalam private room bar tersebut. Tatapan mata Odette penuh dengan kebencian.
Tapi Odette tidak bisa melakukan apa-apa saat pemilihan umum. Ayahnya pasti akan menghukumnya jika berbuat masalah saat sang ayah lagi dalam masa perbaikan citra di masyarakat. Lebih baik sang ayah menjadi anggota parlemen sampai dia menikah.
"Bagaimana aku bisa menyiksa Sandrina ja lang itu tanpa ketahuan?" pikir Odette yang merasa sudah begitu benci pada Sandrina. Dari dulu dia memang tidak menyukai Sandrina dan sekarang rasa tidak suka itu berkembang pesat menjadi benci sebenci- bencinya pada sosok Sandrina.
"Kalian berdua seharusnya tidak pernah menikah," batin Odette yang masih tidak bisa menerima fakta kalau Sandrina akan menikah dengan pria yang seharusnya menjadi miliknya
Pintu ruanga privat itu terbuka, namun Odette sama sekali tidak menoleh ke arahnya, karena dia sudah tahu siapa yang mungkin akan masuk kedalam.
"Odette, aku datang" suara Tommy yang berjalan kedekat Odette lalu duduk disamping wanita itu seraya menghembuskan nafasnya kasar
"Huu..." Tommy benar-benar melepaskan seluruh penatnya dengan nafasnya yang dihembuskan dengan kasar
"Tommy, apa yang terjadi?" tanya Odette yang melirik sekilas pada Tommy
"Setelah apa yang kau dan aku lakukan, bagaimana bisa Sandrina akan menerimaku kembali," jawab Tommy lesu. Untuk alasan itulah kenapa dia menghembuskan nafas kasarnya.
Itu tidak salah, pada awalnya tujuannya Odette meminta Tommy untuk pergi dan memohon pada Sandrina agar tindakannya itu dapat mengguncang hubungan Sandrina dan Bastian
"Akan lebih baik jika Bastian melihat Tommy dan pandangannya pada Sandrina menjadi berbalik," batin Odette dengan senyum. Berharap dengan hadirnya Tommy maka Bastian akan membuang Sandrina dan kembali memilihnya
"Kalau begitu, goyahkan keduanya dengan benar. Bahkan lebih baik lagi jika tidak membiarkan mereka berdua menikah," komentar Odette yang membuat Tommy tersenyum menatap pada wanita itu
"Jika aku melakukan apa yang kamu perintahkan, kamu akan menjadi pacarku, kan?" tanya Tommy yang menatap penuh minat pada Odette. Siapa yang tidak tertarik pada putri tunggal pemilik AG Enterprice yang cantik, yah kecuali Bastian yang matanya sudah setengah terbuka dengan fakta. Sedang Tommy masih melihat fakta dengan matanya yang buta.
"Tentu saja, kamu kan selalu melakukan apa yang aku perintahkan," timpal Odette yang bersegera memeluk lengan Tommy dan dengan sengaja membiarkan dadanya yang setengah terbuka karena memakai pakaian yang berleher rendah menempel pada sang pria. Wajah Tommy memerah, dia dengan mudahnya dapat dibujuk dan sekarang nafsu mulai mengendalikannya
"Kalau begitu, bisakah kita melakukannya___"
"Tidak, itu nanti saja" kata Odette memotong ucapan Tommy
"Odette sayang, ayolah! Apa kamu benar- benar tidak bisa melakukannya?" Tommy semakin agresif merengkuh pinggang Odette dengan wajah yang semakin mendekati wajah Odette.
"Aku akan melakukannya pada saat kamu berhasil merayu Sandrina lagi, lalu membuangnya dengan menyedihkan," imbuh Odette lagi yang menahan bibir Tommy yang ingin menyosornya. Tangan Odette bergerak membelai kedua pipi Tommy dengan gerakan yang menggoda dan manja
"Apa setelah itu kau akan melakukan apapun yang aku inginkan?" tanya Tommy lagi yang sepenuhnya takluk pada Odette
"Iya, tentu saja. Semua yang kamu inginkan! Aku akan melakukannya," sahut Odette yang semakin mudah mempermainkan Tommy dengan rayuannya
"Baiklah, aku akan berusaha sebaik mungkin" Tommy yang sudah bertekad untuk menaklukkan Sandrina kembali agar dia bisa memiliki Odette sebagaimana yang telah dijanjikan oleh wanita yang saat ini bermanja ria dengannya
Posisi dan pekerjaan Tommy tidaklah buruk. Dia anak dari direktur pemilik sebuah rumah sakit yang cukup mempunyai nama. Dan Tommy bekerja sebagai seorang dokter ahli bedah, bukankah itu tidak buruk? Ya, selama dia masih bisa di bodohi dengan rayuan seperti ini. Odette akan dengan senang hati memanfaatkannya. Tidak peduli jika pun pria itu mempunyai aib yang tersembunyi.
Meskipun Tommy tidak bisa dibandingkan dengan Bastian yang berada dalam tingkatan berbeda. Bastian itu terlalu sempurna, tidak ada yang kurang, meskipun kepribadiannya lebih buruk dari yang lain, tapi bagi Odette pria itulah yang paling cocok untuknya. Bastian sosok pria yang unik, dan sejujurnya itupun sangat menarik untuk Odette.
Wanita itu terdiam dengan batin yang bergejolak dengan rasa tidak terima. Odette bahkan tidak lagi mendengar Tommy yang berceloteh di sampingnya
"Sandrina ja lang itu mengambil Bastian- ku begitu saja. Pria yang menjadi milikku sejak awal," batin Odette yang masih saja dipenuhi rasa tidak terimanya. Andai mungkin bisa diingatkan pada Odette kalau faktanya Bastian sejak orok sudah menjadi milik Sandrina, bukan miliknya yang merebut posisi Sandrina. Sungguh wanita itu akan tertampar dengan banyaknya fakta yang keluar.
"ODETTE," panggil Tommy yang menyentuh keras lengan Odette saat pria itu tidak didengarkan sama sekali dan panggilannya di abaikan
"Ah, Tommy sialan ini. Kenapa dia jadi seperti ini hari ini?" keluh Odette dalam hatinya. Dia kesal tapi dia juga butuh Tommy untuk melancarkan rencananya, jadi dia tidak bisa membuat pria itu pergi dari sisinya saat ini.
"Tommy sayang! Aku harap kamu melakukannya dengan baik. Dan tenang saja, aku tidak akan kemana-mana kok," lihatlah bagaimana Odette berakting dengan begitu baik seakan benar dia menyukai Tommy yang bodoh, hingga dengan begitu mudahnya dikelabuinya
Odette harus menahan pria itu, karena Odette bisa memanfaatkan pria itu saat ini untuk mencapai tujuannya.
🍀🍀🍀
Esok harinya, di kediaman Odette Geisler
Meisha sedang mengarahkan beberapa pelayan yang sedang membersihkan, sebagaimana kebiasaan para pelayan yang bekerja di pagi hari saja di kediaman itu sebelum nantinya mereka akan pergi
Odette baru bangun dari tidurnya dengan kondisi yang kacau, dia mabuk berat semalam dan pagi ini efeknya benar-benar terasa
"Ah, perutku sakit. Bibi, berikan aku air madu," keluhnya seraya menyuruh pada Meisha. Jangan berharap sopan santun akan kata tolong dari mulut Odette karena wanita itu bukanlah Sandrina yang punya perbedaan yang sangat jauh dengannya. Walau mereka mempunyai ayah yang sama, tapi ibu mereka berbeda. Jadi, sudah dapat dipastikan sifat siapa yang menurun pada Odette maupun Sandrina, kan?
"Ya ampun anak ini! Apa yang kau minum sampai membuatmu seperti itu, kau membuat aku kesal saja," ucap Meisha seraya membawakan segelas air madu ke hadapan Odette yang melirik pada jam di dinding
"Ah, aku terlambat kerja" batinnya yang merasa bodo amat dengan pekerjaannya saat ini
"Lalu bisakah aku menahan kewarasanku? Sandrina ja lang itu mengambil semuanya dariku hanya dalam seminggu!" Odette berucap seraya memukul pelan kepalanya yang pengar. Ya, siapa yang tidak akan gila saat apa yang menjadi milikmu direbut oleh orang lain, seharusnya Odette belajar bagaimana Sandrina yang bertahan puluhan tahun ketika semua miliknya direbut. Sekali lagi, semua miliknya bukan hanya setengah. Semua milik Sandrina direbut tanpa menyisakan sedikitpun hak gadis itu. Bahkan nama dan identitas pun dicuri dengan kejamnya. Dan sekarang Odette mengeluh hanya karena Sandrina baru mengambil Bastian saja, sungguh dunia ini begitu adil bukan?
.
.
.
Welcome baby Damian 🙏
Buat Author, maaf kalau saya bacanya banyak di Skip, soalnya nunggu Sandrina balas dendam tapi kok cuman wacana doang, ga ada tindakan tegas yg sat set ala-ala wanita tegas, mandiri dan ga plin plan.. 😃🙏
Lagi pula orang kaya, CEO cerdas, pengusaha terkenal pula tapi kalau ga bisa cari hal kecil seperti ini mah.. Kelewatan 😃😃🤣🤣🤣
Kalau cuman segitu doang, harusnya dari dulu Bastian juga bisa, dan harusnya dari dulu Sandrina juga bisa melakukan kan sudah nikah dengan Bastian 🙄😤
Kan pengusaha terkenal 🤔🙄 minimal ada basic bela diri untuk melindungi diri sendiri 🙄 atau punya insting kuat jika ada bahaya.. Apa Bastian juga ga punya Bodyguard yang kuat untuk melindungi Boss nya?? Kan datang ke wilayah musuh harus nya ada persiapan matang 🙄😤 apalagi katanya bapaknya Sandrina seorang Senator / pejabat.. Harusnya tahu dong musuh yg dihadapi seperti apa 😤😤
Sandrina bisa nya nangis doang 😤
Ternyata dari kecil sudah banyak disiksa + disakiti mental nya 🙄 matanya dia ga punya keinginan untuk berontak / melawan, krn pasti disiksa tubuh + mental nya
Lo udah tahu Bastian ga cinta, cuman anggap diri Lo pemuas nafsu yg berlabel istri sah 😃 tapi masih juga diam ga ada perlawanan. Di perlakuan seperti pelacur, bukannya bangkit dan buat Bastian lihat dirimu lebih berharga dari pelacur.. Ehhhh malah pasrah dan diam saja 😤
Kalau begini terus, ya sudah.. Terima nasib saja jadi perempuan bodoh yg tidak bisa berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan. 😤
Masalah warisan ibu mu + balas dendam tentang kematian nya belum selesai tapi dirimu masih saja fokus + pasrah jadi pemuas nafsunya Bastian 🤣🤣🤣
Jujur.. Sedih + prihatin lihat Sandrina.. Semoga otaknya terbuka dan bisa digunakan agar tidak terus dimanfaatkan orang lain.. Minimal.. Sandrina bisa menghargai dirinya sendiri dan sadar kalau dia berhak untuk bahagia dan mendapatkan laki-laki yang benar-benar mencintai nya dengan tulus 🙏🙏
Ga bisa apa berbuat sesuatu agar potensial diri bertambah, harga diri tetap utuh dan membuat Bastian terbuka otak nya untuk menghargai kamu sebagai istri nya??
Sudah bab berapa ini tapi kok ga ada perubahan nya, masih saja lemah, masih saja mau ditindas, masih saja mau di manfaatkan 😤 trus balas dendam nya kapan??? 🙄🤔
Jujur, benci banget lihat perempuan lemah yg tidak bisa tegas buat diri sendiri agar bisa dihargai orang lain dan suami, bukan cuman dimanfaatkan doang tanpa ada tindakan tegas 😤
Bastian bilang ga suka di sentuh wanita sembarangan, di pegang tangannya nya saja sudah marah, padahal dia pakai kemeja + jas kantor. Tapi kenapa jari nya bisa nyentuh bibir nya Odette 🙄🤔 kok ga jijik??? 🙄🤔