"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar
kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta
tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya
bagaimana kelanjutan ceritanya???
mari kita simak........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20(penyesalan)
Sedangkan di dalam ruangan vvip, kini Baskara kembali termenung yang membuat kedua sahabat nya menghela nafas jengah
"Elo sebenarnya mikirin apa sih? Kek nya berat banget" Tanya Radit sembari menikamti kacang kulit yang tersedia di atas meja
"Mikirin soal Aurel? Gue juga gak nyangka banget gadis se_polos dia bisa main ke tempat beginian"
Cakra masih belum percaya dengan apa yang ia lihat, karena Aurel sendiri memang terlihat seperti wanita baik-baik
"Nih gue dapet informasi tentang Aurel"
Radit memberikan i-pad nya pada Cakra, di sana ia bisa melihat beberapa foto Aurel yang sedang bergoyang dengan laki-laki tua
"Ini elo dapet informasi dari mana?" Heran Cakra
"Gue kan punya orang dalem di cafe ini, masalah kayak gitu mah gampang" Jawab nya seraya melanjutkan memakan kacang kulit yang sempat ia tunda tadi
Baskara yang sedikit penasaran pun bergabung pada Cakra untuk melihat data-data itu
Ternyata ini bukan kali pertama nya Aurel berada di tempat ini, bisa di lihat dari pakaian dan juga tanggal yang berbeda-beda di setiap rekaman itu
"Ckckck, mantep juga ya ternyata dia" Decak Cakra yang seketika merasa tertarik dengan tubuh Aurel
Mata laki-laki itu tak lepas dari pinggul Aurel yang terlihat begitu menggoda, hingga ia tanpa sadar mulai mengelus layar ponsel yang membuat kedua teman nya memandang jijik ke arah laki-laki itu
"Pasti lagi mikirin adegan mesum nih anak!"
Radit menoyor kepala Cakra dengan pelan, di antara mereka bertiga memang hanya Cakra lah yang memiliki hasrat paling tinggi
Bahkan hampir di setiap malam, laki-laki itu pergi ke club hanya untuk menuntaskan hasrat nya
"Apaan sih, siapa juga yang mikir mesum!" Jawab nya dengan kesal
"Elo tuh dari dulu gak pernah berubah ya, gue kasian sama cewek-cewek yang udah elo tidurin, gimana nasib mereka ke depan nya nanti"
Semua wanita yang pernah di tiduri oleh Cakra rata-rata tidak mau menggunakan pengaman, karena mereka tau jika keluarga Cakra adalah bukan orang sembarangan
Harta dan kekayaan yang ia miliki hampir setara dengan keluarga Baskara, maka dari itu mereka memilih tidak memakai pengaman agar nanti nya sperma yang di berikan oleh Cakra berkembang biak dan menghasilkan sebuah janin yang bisa di gunakan untuk mengancam Cakra jika laki-laki itu tidak mau menikahi nya
"Gue nidurin mereka juga bukan karena paksaan, mereka malah yang suka rela kasih tubuh nya ke gue, lagian setiap gue main pasti gue kasih duit" Jelas nya
Cakra sendiri menjadi seperti ini akibat perceraian antara kedua orang tua nya, meskipun kedua nya bercerai, tetapi laki-laki itu sama sekali tidak kekurangan kasih sayang, karena kedua nya sepakat untuk mengurus putra mereka sampai memiliki keluarga kecil
Jadi, walaupun sudah tidak ada ikatan yang sah di antara mereka, ibu dan Ayah Cakra masih sering tidur satu atap meskipun di kamar yang berbeda
"Terserah elo aja deh, gue capek nasehatin nya" Ucap Radit dengan nada lemah
"Ya emang nya gue minta elo buat nasihatin gue?" Ucap Cakra sembari meletakan ponsel Radit ke atas meja
"Dah lah gak usah di bahas, males gue"
Kali ini tatapan Radit jatuh pada Baskara yang sedari tadi tak bersuara, laki-laki itu hanya melamun dan menatap kosong meja yang ada di depan nya
Hal itu membuat kedua sahabat nya menghela nafas berat
"Coba deh elo cerita sama kita, ada masalah apa? Jangan kayak orang mati gini!" Kesal Cakra
"Gue nyesel udah ngomong kayak gitu sama Viona"
Baskara mengingat kembali ucapan nya waktu di ruangan nenek, Kata-kata itu seolah-olah menjadi senjata yang ia gunakan untuk melukai diri nya sendiri
Setelah melihat kelakuan Aurel malam ini, kini diri nya benar-benar merasa sangat bersalah pada gadis itu
"Emang elo ngomong apa sama dia?" Tanya Radit penasaran
Sebelum menjawab, Baskara menatap kedua mata sahabat nya dengan pandangan sayu
"Gue ngomong kalo dia suka nya sama laki-laki yang udah beristri" Jelas nya dengan nada tercekat
"What? Elo kok bisa ngomong gitu sama dia? Emang nya elo pernah liat dia jalan sama laki orang?" Tanya Radit sembari menatap Baskara dengan wajah bingung
"Tadi pulang sekolah gue emang sengaja mau nganter Aurel, ya gue cuma pengen bikin Viona cemburu, nah waktu perjalanan pulang Aurel nih cerita, kata nya pernah liat Viona jalan sama laki-laki tua, awal nya gue gak langsung percaya, tapi dia tuh jelasin detail tempat sama pakaian yang sering Viona pakek, jadi gue ya langsung percaya aja gitu" Jelas Baskara
Ia nampak sangat bersalah telah mempercayai Aurel begitu saja
"Ya mungkin bener apa yang di omongin sama Aurel, dia kan miskin, pasti butuh banyak duit buat kebutuhan nya"
Entah mengapa Radit sangat membenci Viona, padahal selama sekolah gadis itu sama sekali tak pernah mengusik kehidupan Radit
"Gini aja bro, cewek jaman sekarang mana ada sih yang polos, bukti nya kayak Aurel, dia keliatan baik, sopan eh gak tau nya suka dugem, begitu pun sama Viona, mungkin elo belum liat sisi lain dari dia, udah lah gak usah ngerasa bersalah kagak gitu" Jelas Cakra sembari menepuk pundak Baskara dengan pelan
"Mending malam ini kita happy-happy"
Laki-laki itu menuangkan alkohol ke dalam gelas dan memberi kan nya kepada Radit dan juga Baskara
"Kita habis kan malam ini dengan minum!" Seru nya sembari mengangkat gelas itu tinggi-tinggi
Musik dj yang mengalun dari bawah membuat tubuh mereka ikut bergoyang sesuai dengan irama
Hingga mereka lupa sudah berapa botol minuman itu masuk ke dalam tenggorokan, Radit sendiri sudah tak sadar kan diri dan ambruk di atas sofa
Kini tinggal Cakra dan Baskara yang masih bertahan dengan kesadaran yang semakin menipis
"L-emah banget, padahal baru satu botol" Ejek Cakra
Laki-laki itu kembali menuangkan minuman ke dalam gelas, kali ini porsi nya lebih banyak dari pada yang sebelum nya
"E-lo masih kuat kan?" Tanya nya pada Baskara
"M-asih kuat ko_
Belum sempat melanjutkan ucapan nya, laki-laki itu sudah terkulai lemas menyusul Radit di bawah
"S-egitu doang kemampuan kalian!"
Dengan semangat Cakra melempar gelas itu ke atas lantai, ia mengambil satu botol penuh dan meminum nya hingga tandas, sebelum akhirnya ia menyusul kedua sahabat nya yang sudah tak sadar kan diri