NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 BERITA KEHAMILAN ANAK KEMBAR SOFIA

Sofia mengambil napas dalam-dalam dan memulai menjelaskan. "Layla, aku tahu bahwa kamu merasa dikhianati, tapi aku ingin kamu mendengarkan aku. Aku tidak ingin menggunakan kekuatanmu untuk menghancurkan Jabez Ezaz dan mengambil alih kekuasaan. Aku ingin menggunakan kekuatanmu untuk melindungi orang-orang yang aku cintai dan menghentikan Jabez Ezaz dari melakukan kejahatan lagi."

Layla terlihat ragu-ragu, tapi dia ingin mendengarkan lebih lanjut. "Lanjutkan," kata Layla dengan suara yang tegas.

Sofia mengangguk dan melanjutkan. "Aku tahu bahwa Jabez Ezaz memiliki kekuatan yang sangat besar, dan aku tidak ingin dia menggunakan kekuatan itu untuk kejahatan. Aku ingin menggunakan kekuatanmu untuk membantu aku menghentikan dia dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman."

Layla memikirkan kata-kata Sofia dan mempertimbangkan keputusannya. Dia ingin percaya pada Sofia, tapi dia juga tidak ingin dipermainkan lagi. "Aku perlu waktu untuk memikirkan tentang ini," kata Layla dengan suara yang lembut.

Sofia mengangguk dan memberikan Layla waktu untuk memikirkan. "Aku mengerti, Layla. Aku tidak ingin memaksamu untuk membuat keputusan sekarang. Tapi, aku ingin kamu tahu bahwa aku benar-benar peduli dengan kamu dan aku ingin membantu kamu."

Layla mengangguk dan meninggalkan ruangan, meninggalkan Sofia yang berharap bahwa Layla akan mempercayainya lagi.

Sofia memanggil Layla, tapi Layla tidak menjawab. Sofia merasa khawatir dan mencoba untuk mengejar Layla, tapi Layla sudah menghilang.

Terlihat bahwa Sofia merasa sedih dan khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia tahu bahwa Layla merasa dikhianati dan tidak percaya padanya. Sofia berharap bahwa Layla akan memberinya kesempatan untuk menjelaskan dan memperbaiki hubungan mereka.

Tapi, Sofia juga tahu bahwa dia tidak bisa memaksakan Layla untuk memaafkannya. Dia harus menunggu dan memberikan Layla waktu untuk memproses perasaannya.

Sementara itu, Jabez Ezaz muncul di depan Sofia dan tersenyum sinis. "Bagaimana, Sofia? Apakah kamu sudah memberitahu Layla tentang rencana kita?" tanya Jabez Ezaz dengan nada yang mengejek.

Sofia merasa marah dan tidak suka dengan nada Jabez Ezaz. "Apa yang kamu inginkan, Jabez?" tanya Sofia dengan nada yang keras.

Jabez Ezaz tersenyum dan mendekati Sofia. "Aku ingin tahu apakah kamu sudah siap untuk melakukan apa yang aku inginkan," kata Jabez Ezaz dengan nada yang dingin.

Sofia merasa marah dan tidak suka dengan nada Jabez Ezaz yang mengejeknya. "Apa yang kamu inginkan, Jabez?" tanya Sofia dengan nada yang keras.

Jabez Ezaz tersenyum dan mendekati Sofia. "Aku ingin tahu apakah kamu sudah siap untuk melakukan apa yang aku inginkan," kata Jabez Ezaz dengan nada yang dingin.

Sofia merasa tidak nyaman dengan kehadiran Jabez Ezaz dan mencoba untuk menjauhinya. Namun, Jabez Ezaz terus mendekati Sofia dan mengatakan bahwa dia tidak akan melepaskannya.

Sementara itu, Layla masih mencari tahu tentang rencana Sofia dan Jabez Ezaz. Dia tidak percaya bahwa Sofia bisa melakukan sesuatu yang buruk pada dirinya.

Setelah beberapa hari berlalu, mulai tampak sikap Jabez Ezaz yang berubah drastis setelah mengetahui kehamilan anak kembar mereka dari Sofia. Dia merasa sangat gembira dan puas karena Sofia mampu mengandung benihnya, sedangkan wanita-wanita kesayangannya lainnya tidak bisa.

Jabez Ezaz mulai memperlakukan Sofia dengan lebih baik, memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih banyak. Dia bahkan mulai memanggil Sofia dengan sebutan "ibu dari anak-anakku" dan menunjukkan ketertarikannya pada kehamilan Sofia.

Sofia merasa tidak nyaman dengan perubahan sikap Jabez Ezaz, tapi dia juga merasa lega karena tidak lagi diperlakukan dengan kasar. Namun, Sofia tahu bahwa Jabez Ezaz masih memiliki motif tersembunyi dan tidak percaya sepenuhnya padanya.

Jabez Ezaz mulai mempersiapkan diri untuk menjadi ayah dari anak-anak kembar Sofia, dia bahkan mulai memilih nama-nama yang cocok untuk anak-anak mereka. Sofia merasa bahwa Jabez Ezaz terlalu bersemangat dan tidak memikirkan tentang perasaan Sofia.

Sementara itu, Layla masih mencari tahu tentang rencana Jabez Ezaz dan Sofia. Dia tidak percaya bahwa Sofia bisa dipercaya lagi dan bersiap untuk menghadapi Jabez Ezaz dan Sofia jika perlu.

Jabez Ezaz memasuki ruangan Sofia dengan senyum lebar di wajahnya. "Bagaimana kabarmu hari ini, ibu dari anak-anakku?" tanya Jabez Ezaz dengan nada yang lembut.

Sofia merasa tidak nyaman dengan perhatian Jabez Ezaz, tapi dia mencoba untuk tidak menunjukkannya. "Aku baik-baik saja, terima kasih," jawab Sofia dengan nada yang netral.

Jabez Ezaz mendekati Sofia dan meletakkan tangannya di perut Sofia. "Anak-anak kita tumbuh dengan baik, ya?" tanya Jabez Ezaz dengan nada yang penuh harapan.

Sofia merasa tidak nyaman dengan sentuhan Jabez Ezaz, tapi dia tidak bisa menolaknya. "Ya, mereka tumbuh dengan baik," jawab Sofia dengan singkat.

Jabez Ezaz tersenyum dan membicarakan tentang nama-nama yang cocok untuk anak-anak mereka. "Aku suka nama Alexander dan Adeline, bagaimana menurutmu?" tanya Jabez Ezaz dengan nada yang antusias.

Sofia merasa bahwa Jabez Ezaz terlalu bersemangat dan tidak memikirkan tentang perasaan Sofia. "Aku belum tahu, aku belum memikirkannya," jawab Sofia dengan nada yang netral.

Jabez Ezaz tidak peduli dengan jawaban Sofia dan terus membicarakan tentang anak-anak mereka. "Aku tidak sabar untuk melihat mereka lahir dan memegang mereka di tangan aku," kata Jabez Ezaz dengan nada yang penuh harapan.

Sofia merasa bahwa Jabez Ezaz tidak peduli tentang perasaan Sofia dan hanya memikirkan tentang keinginannya sendiri. Dia berharap bahwa Jabez Ezaz akan berubah dan menjadi ayah yang baik untuk anak-anak mereka. Tapi, Sofia tidak tahu apakah itu akan terjadi.

Jabez Ezaz terus membicarakan tentang anak-anak mereka, membayangkan bagaimana mereka akan tumbuh dan menjadi kuat seperti ayah mereka. Sofia mendengarkan dengan sabar, tapi dia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa Jabez Ezaz tidak peduli tentang perasaan Sofia sendiri.

"Aku ingin mereka menjadi kuat dan tangguh, seperti aku," kata Jabez Ezaz dengan nada yang penuh percaya diri. "Aku akan mengajarkan mereka bagaimana menjadi pemimpin dan menguasai dunia."

Sofia merasa sedikit khawatir dengan kata-kata Jabez Ezaz. Dia tidak ingin anak-anak mereka tumbuh menjadi orang yang kejam dan tidak peduli dengan orang lain. "Aku ingin mereka menjadi baik dan memiliki hati yang lembut," kata Sofia dengan lembut.

Jabez Ezaz tersenyum dan memandang Sofia dengan sinis. "Kamu terlalu lembut, Sofia. Anak-anak kita harus memiliki jiwa yang kuat dan tidak boleh dipermainkan oleh orang lain."

Sofia merasa bahwa Jabez Ezaz tidak memahami apa yang dia maksudkan. Dia ingin anak-anak mereka memiliki hati yang baik dan peduli dengan orang lain, bukan menjadi orang yang kejam dan tidak peduli.

Sementara itu, Layla masih mencari tahu tentang rencana Jabez Ezaz dan Sofia. Dia tidak percaya bahwa Sofia bisa dipercaya lagi dan bersiap untuk menghadapi Jabez Ezaz dan Sofia jika perlu.

1
kalea rizuky
kn bisa panggil dokter kok goblok ai jabees
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!