NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MATA BATIN YANG TERBUKA

"Terus Pak, yang aku alami tadi sore itu beneran nyata?" Tanyaku lagi kemudian.

"Ya menurutmu gimana? Kan kamu yang lihat, kamu juga yang rasakan." Sahut Bapak.

"Ya rasanya kayak bukan mimpi Pak, aku juga kan lagi sadar, lagi bimbing anak-anak sholat Ashar malah. Dan yang aku lihat itu beneran hadir di mataku Pak." Jawabku.

"Berarti memang bener, sekarang waktunya kamu terbuka mata batinnya. Karena kamu ada darah keturunan dari almarhumah Ibumu yang dulunya memang punya kemampuan yang sama. Kalau kamu udah siap, Bapak bimbing dan temani kamu selama tirakat puasa mutih itu. Kamu gak akan lepas dari pengawasan Bapak." Jelas Bapak lagi.

Aku sedikit terdiam, berpikir, cerita dan penjelasan Bapak sedari tadi itu seperti sebuah pesan yang sengaja di amanahkan untuk diriku. Dan aku merasa seperti Ibu yang bicara namun dalam sosok Bapakku.

"Tapi Nis..." Sela Bapakku diiringi perhatianku lagi.

"Kamu gak perlu cerita atau ngomong sama siapapun. Cukup kamu sama Bapak aja yang tahu ya." Pinta Bapak padaku. Dan aku tanpa banyak bicara, mengangguk tanda aku paham pesan Bapak itu.

Singkat cerita, aku menemani Bapak sampai jam 10 malam. Aku mendengarkan ceritanya sejak masih muda dahulu, diselingi obrolan ringan. Dan akhirnya kami berdua pun masuk ke dalam rumah untuk segera istirahat. Karena Bapak besok harus ke kebun untuk mengurus lahan pertanian milik bos nya.

--------------------

Selama kurang lebih satu minggu kemudian setelah malam itu Bapak bercerita padaku, aku menjalani kegiatan sehari-hari seperti biasa. Mengajar ngaji anak-anak desa, mengurus rumah, merawat Bapak, bahkan beberapa membantu Bapak di kebun milik bosnya.

Tapi... Selama satu minggu itu, semua aktifitasku tak lagi normal seperti sebelumnya. Ternyata memang benar ucapan Bapak, bahwa sudah waktunya mata batinku terbuka. Aku menjalani hari-hari dengan lebih sensitif.

Sering muncul aroma bunga kantil di hidungku, diberbagai tempat tercium lembut dan halus. Beberapa kali juga aku melihat sosok perewangan almarhumah Ibu itu yang wajahnya sama persis dengan wajahku.

Ditambah juga aku mulai banyak bertanya kepada Ustadz Furqon, Bu Fatimah, bahkan ke beberapa teman-temanku. Tentang tirakat puasa mutih, tentang perewangan, tentang apa bedanya meminta perlindungan kepada Alloh dan kepada makhluknya. Aku ingin menyiapkan diriku, dan juga batinku untuk melaksanakan pesan almarhumah Ibu supaya aku melaksanakan tirakat puasa mutih. Sekaligus menyiapkan diri dan batinku untuk menjadi tuan dari perewangan almarhumah Ibu itu.

Tapi tetap aku tidak membuka cerita bahwa aku yang akan melaksanakan semua itu kepada orang lain. Aku menjaga pesan Bapak, cukup aku saja dan Bapak yang tahu.

Singkat cerita, setelah satu minggu itu berlalu, di satu malam aku yang sedang tidur lelap, bermimpi... Mimpi yang terasa sangat nyata... Mimpi yang terasa kesadaranku hadir sepenuhnya.

Dalam mimpi itu, aku seperti berjalan di tengah hutan yang lebat, dan area hutan itu seperti tidak asing bagiku. Aku seperti sudah sangat kenal daerah itu.

Aku berjalan di tengah hutan itu sambil ditemani sinar bulan purnama. Sehingga jalan setapak terlihat jelas. Aku berjalan seolah tanpa tujuan, tanpa rasa ingin mencapai tempat tertentu. Rasanya seperti berjalan sepenuhnya "diminta" untuk berjalan. Disekelilingku terdapat pohon pinus, ada juga beberapa tebing batu, dan terasa juga semilir angin malam yang lembut. Tapi tak ada siapapun yang menemaniku. Aku benar-benar sendirian di tengah hutan itu.

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!