NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: LaLibra

Di dalam hening dan gelapnya malam, akhirnya Shima mengetahui sebuah rahasia yang akan mengubah seluruh hidupnya bersama Kim

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaLibra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergok

Kim bersandar santai dan mengotak atik ponselnya di ruang TV. Sang Ibu menatap putranya dengan seksama. Wajah tampan milik almarhum suaminya dulu, kini sepenuhnya menjadi milik Kim. Bu Sofie mengusap air yang menggenang di pelupuk matanya. Bu Sofie jadi merindukan masa mudanya dulu dimana pertama kali bertemu ayah Kim.

Sebelum bertemu ayah Kim Bu Sofie pernah berpacaran dengan Jatmiko yang merupakan cowok paling tampan di kampusnya. Namun pada saat KKN di suatu desa, Jatmiko malah meninggalkannya karena mencintai kembang desa di sana. Hubungan Jatmiko dengan si kembang desa ditentang keras oleh kedua orang tua bahkan Jatmiko sampai di usir dari rumah. Yang Bu Sofie tahu hanya sebatas itu saja karena saat beliau memutuskan hubungan dengan Jatmiko, Bu Sofie memilih pergi jauh dari kota tersebut.

Bu Sofie memutuskan pindah kota Y dan mulai kuliah di tempat tinggalnya yang baru. Nasib Bu Sofie hampir sama dengan Shima, tak mempunyai siapapun karena saat memasuki bangku SMP kedua orang tuanya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Sampai akhirnya beliau bertemu dengan Seno, ayah Kim dan mereka berdua menikah. Namun kebahagiaan tak berlangsung lama. Saat Kim berumur 6 tahun, Tuhan lebih dulu memanggilnya. Oleh sebab itu, saat melihat Shima, ia seperti melihat dirinya sendiri belasan tahun yang lalu.

Bu Sofie duduk perlahan di samping Kim. Beliau memperhatikan Kim yang senyum - senyum sendiri saat menatap layar ponsel.

Kim yang sibuk menggulir foto perempuan cantik di ponselnya, melirik sekilas dan memasukkan ponselnya ke saku.

"Cie yang mikirin janda" Olok bu Sofie.

Kim menoleh ke samping menatap wajah tua ibunya yang mulai nampak garis halus. Kim bukannya tak tahu jika setiap malam, wanita yang melahirkannya itu, hampir selalu menangis karena ingin melihat Kim menikah dan hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.

Kim tersenyum tipis. Ibunya ini memang bisa berubah sesuai musim. Jika sedang bersama para karyawannya, beliau akan terlihat gahar. Tapi jika sedang bersama orang yang disayang, Ibunya akan berubah seratus delapan puluh derajat.

*

*

Malam harinya, Kim bertandang ke tempat tinggal Shima. Ia akan menunjukkan keseriusannya pada janda beranak satu itu.

Saat mengetuk pintu, nampak perempuan paruh baya yang membukakannya untuk Kim.

"Loh, Bibi siapa? " tanya Kim heran.

"Maaf Pak. Saya pengasuh Den Zayn yang baru. Nama saya Juminten. Bapak pasti Pak Kim ya? " Tanya Bi Jum ramah.

"Kok Bibi tahu? Dan mana Shima? "

" Non Shima sudah kasih foto pak Kim ke saya takut jika sewaktu - waktu pak Kim kemari dan saya tidak mengenali. Non Shima sedang menidurkan Den Zayn, karena saya agak kurang enak badan pak. " Terang Bi Jum.

Kim masuk ke rumah dan langsung menuju kamar Zayn. Dengan hati - hati, Kim perlahan membuka pintu kamar Zayn agar tak menimbulkan suara. Kim terjengit kaget karena rupanya Shima tertidur di samping Zayn. Terdapat botol dot yang sudah kosong tergeletak di samping Baby Zayn yang juga sudah tertidur pulas. Kim tersenyum lembut.

Pandangan Kim sejenak berpindah pada wanita yang ia cintai. Tatapan mata Kim terpaku pada baju tidur setelan milik Shima yang terangkat sebagian hingga menampilkan perut rata yang bersih. Celana pendek yang di gunakan Shima malam itu, juga tak luput dari tatapan tajam Kim. Kim perlahan masuk ke kamar dan membenarkan letak baju Shima dan menutupnya dengan selimut.

Jam baru menunjukkan pukul 8 malam tapi dua orang yang disayanginya sudah memasuki alam mimpi. Kim tak lantas pergi, malah ia ikut masuk bergelung selimut yang sama dengan Shima.

Ini gi_la menurutnya. Jika Shima tahu, sudah pasti Shima akan berteriak dan lari. Jadi, biarlah ia sedikit mencuri start, toh hanya memeluk saja tidak lebih, pikirnya.

Dadanya berdegup kencang karena baru pertama kali seintim ini dengan seorang wanita. Ia menduselkan kepalanya ke ceruk leher Shima. Harum tubuh Shima membuat Kim hampir memper_kaosnya. Sekuat tenaga ia menahan dirinya, hingga akhirnya ia pun ikut tertidur pulas.

*

*

Bu Sofie sangat penasaran pada Kim yang sangat sering melamun dan bahkan tersenyum sendiri. Kim juga sangat tegas menolak saat akan dijodohkan dengan Shima, karyawan kepercayaannya.

Ia mencoba mengikuti Kim yang keluar berpamitan bertemu dengan calon menantunya. Bu Sofie akan memantau Kim. Bukannya tak percaya, tapi Bu Sofie ingin memastikan bahwa calon Kim adalah wanita baik - baik. Bu Sofie akan lebih selektif karena dulu pernah terburu - buru menjodohkan dengan anak temannya tanpa mencari tahu bagaimana perangai sesungguhnya calon menantunya.

Bu Sofie tiba di sebuah rumah yang bercat putih. Beliau nampak Kim masuk ke dalam rumah tersebut setelah seorang wanita baya membuka pintu dan tersenyum pada Kim. Bu Sofie mulai overthinking.

Apa Kim jatuh cinta dengan wanita paruh baya yang tadi membuka pintu untuk Kim? Calon istri Kim? Bahkan lebih tua darinya? Bu Sofie hampir menangis.

Setelah menunggu hampir satu jam, Bu Sofie tak melihat tanda Kim keluar dari rumah tersebut. Pikiran Bu Sofie jadi kotor. Takut Kim akan melampaui batas dengan seorang janda.

Bu Sofie turun dari mobilnya yang diparkirkan cukup jauh dari rumah yang dituju Kim tadi. Bu Sofie mencoba mengetuk pintu namun tidak ada yang membuka. Bu Sofie yakin jika Kim masih ada di dalam karena mobil Kim masih terparkir cantik di halaman depan.

Kondisi rumah sudah sepi dan dan remang karena sudah diganti dengan lampu tidur.

Bu Sofie mencoba mendorong pintu dan taaraaaa..... Pintu tidak dikunci. Rupanya Bi Jum langsung kembali ke belakang dan ketiduran. Bi Jum berpikir pasti nanti jika Kim pergi, ia akan di bangunkan.

"Isss.. Rumah kok tidak dikunci. Teledor sekali. Bagaimana jika ada maling yang masuk" Bu Sofie menggerutu pelan. Tapi sejenak Bu Sofie tertawa tertahan.

Bu Sofie kagum juga dengan rumah janda yang dicintai anaknya. Bukankah menurut Kim, ia janda dari kampung? Atau jangan - jangan? Ahhh.. Bu Sofie tak mau berprasangka buruk dulu.

Bu Sofie mencoba membuka salah satu pintu kamar. Bu Sofie gemetar bukan main dan sedikit melongokkan kepalanya kedalam. Tak ada siapapun disana.

Bu Sofie pindah di satu kamar lainnya. Dicobanya perlahan membuka pintu agar tak menimbulkan suara. Dan alangkah terkejutnya beliau.

Seorang bayi kecil tidur dengan lucunya. Disamping bayi itu ada Ibunya yang tidur telentang. Beliau coba menajamkan pandangannya. Bukankah itu Shima? Shima karyawannya? Bu Sofie beralih menatap sosok di sebelah Shima yang tertidur pulas. Kim??? Tidur dengan memeluk aset besar Shima. Tangan Kim menelusup masuk ke dalam baju Shima dan berdiam disana.

Bu Sofie menutup mulutnya tak percaya. Tapi ada kelegaan tersendiri, ternyata Kim mencintai orang yang beliau inginkan jadi menantu.

Bu Sofie segera merogoh ponselnya dan memotret banyak foto mereka berdua. Tiba - tiba ide usil muncul di otak tuanya. Bu Sofie tersenyum devil.

1
LaLibra
Kalau rame, aku triple up 😘
LaLibra
Jangan lupa tinggalkan jejak ya sayang 😘😘
shabiraalea
🌹untukmu kak
LaLibra: terima kasih kakak sayang 🥰
total 1 replies
LaLibra
Bagus, seperti kisah nyata
LaLibra
Hayuk komen yang banyak dong guys!
Blush✨☃️
Jleb!
LaLibra: /Heart/
total 1 replies
Celty Sturluson
Aku jadi pengen jadi tokoh di cerita ini!
LaLibra: 🥰
terima kasih sudah mampir kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!