NovelToon NovelToon
Tentang Jiwa Dokter

Tentang Jiwa Dokter

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Persahabatan / Duniahiburan / Cinta Terlarang / Dokter / Tamat
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

persahabatan segitiga antara Tobia, seorang laki-laki tampan cekatan dan penyayang yang sudah bekerja sebagai perawat dengan Mada, seorang gadis periang yg masih kuliah semester 5, mereka tumbuh bersahabat sejak Mada pindah rumah saat usianya 9 tahun. Akankah persahabatan ini berubah menjadi rasa lain atau akankah persahabatan ini menjadi aneh karena kehadiran dokter Harun diantara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AWAL PERJODOHAN

Ketika otak dan tubuh tidak bisa kompak, terkadang kita akan melakukan banyak hal-hal bodoh yang memang sangat bodoh.

Tobia terlalu larut dalam teriakannya bersama deretan playlist lagu-lagu yang menemani perjalanannya.

Hatinya yang sedang kacau membuat fokusnya sedikit teralihkan. Tobia melaju dengan kecepatan sedang dijalanan yang tak begitu banyak kendaraan yang berlalu lalang.

"Hmmm? Kenapa sepi banget ini jalan?" gumam Tobia sambil memperhatikan sekitar dan mulai mengurangi kecepatan mobilnya.

Tobia memperlambat laju mobilnya, dan menepi. Ia melongok keluar menyelidik, dan mengingat, namun tampaknya ia merasa asing dengan jalanan itu.

"Aku nyasar kemana ini?" gumamnya lagi lalu keluar sejenak. Ia duduk di kap mobil depan, dan menyalakan rokok sebatang.

Tobia menikmati isapan demi isapan. Berharap bisa membantunya mengingat. Namun Tobia bukan perokok yang handal. Tak sampai habis satu batang, ia menyudahi isapannya.

Tobia membuang puntung rokok sisa hisapannya, setelah dimatikan bara api diujung rokok itu. Tobia kembali membawa mobilnya melaju. Bukan berbalik arah, namun semakin maju kedepan dengan kecepatan sedang.

Setelah beberapa kilometer melaju, Tobia menghentikan mobilnya karena lampu lalu lintas perempatan menyala merah. Tobia baru menyadari kemana ia mengarahkan mobilnya.

"Ah... Kenapa aku malah kesini." ucapnya sambil menepuk jidat, setelah mengenali jalan yang ia tuju.

Namun bukannya mengganti arah, Tobia malah semakin mantap melaju perlahan. Sampai akhirnya ia menghentikan mobilnya dihalaman parkir yang luas dan rata.

Senyum ramah sedikit terpaksa menghiasi wajah Tobia ,saat ia keluar dari mobil.

"Waaah... Mas Tobia,lama sekali tak main kesini." sapa ramah si tukang parkir.

"Iya pak, pekerjaan sedang tidak mau ditinggalkan. Tidak kuat LDR-an katanya." kelakar Tobia.

"Mas Tobia masih lucu seperti biasanya, tandanya pasti sehat jasmani dan rohaninya." sambut seorang warga lain yang juga berjalan mendekat kearah Tobia.

"Hahahaha..... Bapak bisa aja." kelakar Tobia disambut tawa renyah beberapa orang lainnya.

"Outfitnya sepertinya tidak sesuai dengan tujuan nih, cuma mampir apa nyasar,Mas?" tanya seorang warga.

"Iya pak, salah kostum ini sepertinya. Tadi ada sedikit acara tak jauh dari sini. Jadi sekalian mampir saja." jawab Tobia sekenanya.

"Oh, pantas." jawab si petugas parkir

"Ah, bapak apa kabar? tidak ada keluhan lanjutan kan?" tanya Tobia menepuk bahu seorang warga, samb memperhatikan kaki si warga.

"Baik Nak, semua sehat. Berkat pertolongan Nak Tobia, tidak ada hal serius yang terjadi. Saya sudah bisa beraktifitas normal kembali." jawab si bapak itu.

"Ah, syukurlah." kata Tobia dengan perasaaan lega.

"Tapi ngomong-ngomong, kenapa Nak Tobia sendirian? Teman perempuannya yang hobi mendaki itu tidak diajak?" seorang warga lain menyela.

"Iya, biasanya kalau datang sering sepaket." sela yang lainnya.

"Biasanya kalian jadi tim keren kalau sepaket." si tukang parkir pun menambahkan.

"Hehehe... Anu pak, dia baru sibuk dengan tugas kuliahnya." jawab Tobia ngasal.

"Oh, begitu. Ya mau bagaimana lagi. Yang penting semua sehat." jawab si bapak yang dahulu ditolong Tobia ketika kakinya terpatuk ular.

"Iya,Pak." jawab Tobia singkat sambil meringis, entah bagaimana hatinya, mungkin menangis masih menahan perih.

"Wah, ada Nak Tobia!" seru istri dari si korban patok ular sambil berjalan mendekat membawa keranjang kecil di tangan kirinya.

"Iya,Bu... Apa kabar?" balik Tobia sambil meringis ramah dan menyambut si ibu dengan bersalaman.

"Kabar baik,Nak Tobia. Aduh,, makin ganteng saja. Kapan menikah? kamu juga mau loh diundang." kata si ibu dengan kalimat ringan,namun terasa berat ditelinga Tobia.

"Hahahaha... Calonnya belum punya Bu." jawab Tobia dengan tawa sedikit terpaksa.

"Loh! Yang biasanya dibawa mendaki kesini itu siapa ,mas?" si tukang parkir bertanya dengan lantang.

"Saya malah mengira kalian ini penganten baru. Mesranya kalau mas Tobia kalau nggendong mbak Mada itu loh, bikin ngiri." kata warga yang lainnya.

"Saya kira juga gitu loh!" seru warga lainnya lagi.

"Kalian ini nggak peka! Kalau mereka sudah menikah, tidak akan pesan kamar inap terpisah!" seru si ibu.

"Hahahaha..... Benar juga." tawa renyah semua yang berkumpul disana, sedikit membuat Tobia lupa dengan keresahan hatinya.

Obrolan panjang tak tentu arah berlanjut. Sambil menikmati kopi hangat produksi warga setempat, mereka melanjutkan obrolan renyah, dengan diselingi tawa riuh yang terkekeh.

Tobia benar-benar merasa terhibur dengan obrolan receh para warga.

..............

Kita ke rumah orang tua Tobia....

"Bu, coba cari tau, apa Tobia itu punya pacar apa belum?" tanya pak Brady pada istrinya sore itu.

"Memangnya kenapa toh pak? Kebelet mau nimang cucu?" balas Bu Vriana.

"Itu salah satu alasannya. Tapi ada hal yang lebih penting." kata pak Brady dengan wajah seriusnya.

"Apa? Karena kita sudah hampir tua?"

"Bukan hampir lagi Bu, kita kan memang sudah tua." mimik muka pak Brady semakin serius.

"Iya juga ya pak, tak terasa kita sudah sama-sama tua." kelakar polos Bu Vriana.

"Loh, kok malah bahas tua." pak Brady menepuk jidat sambil terkekeh.

"Kata bapak kita memang sudah tua." Bu Vriana makin menjadi.

"Gimana toh ibu ini, diajak ngomong serius kok malah bercanda." pak Brady semakin serius.

"Bersyandaaaa...bersyandaaaaa.... Hahahaha..." gelak Bu Vriana.

"Ibu ini kenapa toh? Kesambet apa di arisan tadi?" pak Brady tak mampu menahan tawa.

"Aku cuma ikut-ikutan yang di tivi kok pak. Habisnya bapak ini serius banget. Pengen tak ajak bersyandaaaaa...." Bu Vriana kembali menggoda suaminya.

"Bersyandaaaa..... nya nanti tengah malam saja. Biar bisa romantis. Sekarang bicara serius dulu soal anak kita." pak Brady balas menggoda istrinya.

"Seserius apa sih, Pak?" bu Vriana mulai tampak serius.

"Seserius bersyandaaaa nya ibu." kata pak brady dengan wajah serius.

"Tuh, kan! Bapak juga malah ngajak bersyandaaaaa... Jadi serius apa enggak ini?" Bu Vriana membalas suaminya.

"Jadi, ibu tahu tidak, Tobia itu punya pacar apa belom?" tanya pak Brady mulai serius.

Bu Vriana menghela nafas panjang dengan mimik wajah antara pasrah dan bingung.

"Ditanya kok malah buang nafas. Ibu ini tahu apa tidak? Kan Tobia suka curhat-curhatnya sama ibu." kata pak Brady lagi.

"Aku sendiri bingung Pak, mau jawab apa. Mada bilang Tobia sudah tunangan. Lais bilang Tobia suka sama Mada. Tapi entah mana yang benar." jawab Bu Vriana dengan nada pasrah.

"Loh kok bisa gitu? Kalau memang tunangan, kenapa tak ada kabar atau ijin ke kita dulu? Anakmu itu maunya bagaimana toh?" pak Brady semakin tidak mengerti.

"Itu juga yang ibu pikirkan ,Pak. Tapi ibu bisa apa, anak kita sudah besar. Dia pasti tahu mana yang terbaik buat pilihan hidupnya." kata Bu Vriana lebih pasrah.

"Telpon Tobia! Suruh pulang sebentar! Atau kita yang ke sana!" perintah pak Brady.

"Memangnya ada apa toh,Pak? Serius banget?" tanya Bu Vriana dengan serius

"Ada kawan bapak yang mau jodohkan anak gadisnya sama tobia." jawab lugas pak Brady yang tentunya membuat Bu Vriana sedikit syok.

"Apa??!!!" teriak Bu Vriana sambil melotot dan menggebrak meja dengan ekspresi kaget seperti dalam film-film.

"Ibu ini bikin kaget saja. Biasa ajalah. Jangan terlalu dibuat dramatis seperti adegan sinetron." kata pak Brady sambil ngelus dada.

"Bapak itu yang nggak biasa saja! jangan ikut campur urusan anak kita! Biarkan mereka memilih sendiri pilihannya!" bentak Bu Vriana.

"Loh, kita juga nggak akan maksa. Kalau Tobia mau saja. Tapi kan nggak salah kenalan dulu." pak Brady tak mau mengalah.

"Sama saja! Bapak ini tak hapal sama watak anak sendiri! Tobia itu tidak enakan anaknya, dia sungkan menolak! Bagaimana kalau dia mau terima perjodohan karena sungkan! Bapak mau tanggung jawab kalau anak kita tidak bahagia!!?" omel Bu Vriana dengan tegas

"Yang penting suruh Tobia pulang dulu! Titik!" perintah pak Brady semakin tegas.

"Tapi pak...."

"Stop Bu! No debat lagi! Suruh Tobia pulang! Atau bapak yang akan kesana!" kata pak Brady super debat, membuat Bu Vriana hanya mampu terduduk kembali dengan mulut tertutup telapak tangan kanan.

Pak Brady kembali ke ruangan kerjanya yang terletak bersebelahan dengan ruang tamu.

Sedangkan Bu Vriana masih terjebak dengan perasaan kesal pada suaminya.

"Apa sih yang dimau Bapak? Tega sekali menghancurkan kehidupan anaknya." gumam Bu Vriana sendiri dengan lesu.

"Ibu harus ngomong apa sama Tobia, kalau sudah begini?" Bu Vriana tampak stress , beberapa kali ia menghela nafas sambil menatap layar ponselnya.

Ditekannya nama kontak "BUJANG SULUNG IBU", namun diurungkannya lagi. Bu Vriana masih belum menemukan kalimat yang tepat untuk berbicara dengan putra sulung kebanggaannya itu.

Bukan berarti Bu Vriana tak bangga dengan Lais, hanya saja Lais itu anak "BUJANG MANJA IBU".

Jelas berbeda nama kontak yang tertera di ponsel Bu Vriana.

...****************...

to be continue...,.

1
𝑆𝐸𝑁𝐺ᵟᴷᵁᴺᴵ
tes
𝐫𝐚.
Saya bacanya Amesia/Facepalm/
ah tapi lucu
Chio
wah aku juga punya banyak diecast mobil jeep. Tobia hobi kita sama! 😭
Chio
Kenren alurnya! ternyata anak tetangga.
Adelia Rahma
penisiin kenapa ya istrinya mas tob tob 🤔🤔
𝕐𝕆𝕊ℍuaˢ: sip lah Joss kk😁
total 3 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Udah jadi pasutri jg masih pada ngeyel 🤣🤣🤣
lanjut baca novel ini lah dah lama gak baca 🥱🥱🥱 ..
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Mada kah 🤔
_
pasutri terbaik sepanjang abad novel ada/Sweat//Applaud//Applaud//Applaud//Facepalm//Facepalm/
_
bellia bellio/Sweat/ besok nya lagi nama anaknya tambah belia beliau
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
akhirnya Tobia danMada bersatu, aku suka aku suka
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
plisss..jangan sampe kecelakaan lagi lahhh
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
huuaa walaupun cuma dua part,tapi masih untung dibuatin bonchap🤭🤭
Makasih bang yosh,kereen novelnya
habis ini otw baca yang lainnya... apalagi yang burn out tuh,bikin penasaran 😄😄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
astaga /Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
heeh aku jomblo juga ini/Grimace//Grimace//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bagusan oyeeen.... kotak kan oyeen juga🏃🏃🏃🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
/Smug//Smug//Smug//Smug//Smug/ kebiasaan
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aaaa makasih bang yosh bonus chapter nya 😍😍😍😍😍
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
huuaa tak demo ke Hosea kalo sampai gitu beneran.... baru juga bahagia Tobia dan twins/Grimace//Grimace/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
naah suami idaman 😌😌😍😍
maauu dong Tobia buat aku aja😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!