NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Malam

Pesona Gadis Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: novia_dwi

Alitza Zeefanya Bella, atau sering disapa Zee adalah seorang gadis cantik yang ceria. Seperti nama yang diberikan oleh orang tuanya yang berarti gadis cantik yang ceria yang selalu ada dalam lindungan Tuhan.


Hidupnya baik-baik saja, terlahir cantik serta besar di lingkungan keluarga kaya yang harmonis membuat dirinya tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh kepedulian.


Semua baik-baik saja sampai dirinya harus kehilangan seluruh alasan kebahagiaan nya. Membuat dirinya harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang wanita tua yang menjadi pengasuhnya sejak bayi.

Bekerja didunia malam membuat dirinya dipandang miring oleh semua orang. Namun dirinya tak peduli, hanya dirinya yang tahu seperti apa sesungguhnya yang ia jalani.

Akankah nasib baik kembali berpihak padanya? atau justru kehidupannya semakin sulit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

72 juta

Saat ini Zee tengah berdiri berhadapan dengan sosok lelaki kekar. Tubuhnya tak terlalu tinggi, namun otot-otot tubuhnya mampu membuat Zee sedikit merinding.

Akankah dia mampu mengalahkan lawan di depannya ini? Isi kepala Zee berkecamuk. Namun ia kembali memantapkan dirinya. Mengingat wajah emak yang terbaring diranjang rumah sakit membuat semangat kembali berkobar.

Zee memasang kuda-kuda, mengepalkan tangannya kuat-kuat siap untuk bertarung yang terakhir kali.

Sementara si bos meminta anak buahnya untuk menyiapkan uang tunai yang akan ia berikan pada Zee setelah selesai bertarung.

"Kau boleh menyerah jika sudah tidak sanggup melawan". Ucapan dari bos terngiang di kepala Zee.

" Aku tidak akan kalah!! ". Gumam Zee kemudian melompat maju menyerang lawannya yang juga membalas serangannya.

Suasana benar-benar ramai, semua mata terbuka lebar melihat lincah nya Zee memukul menendang dan menghindari serangan lawan.

Tubuh Zee mundur beberapa langkah saat pukulan kuat mengenai wajah dan tendangan kuat mengenai dadanya. Zee mengusap kasar sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar.

Matanya menatap lurus lawannya yang kini sudah merangsek maju kembali menyerangnya. Pertarungan yang sangat epic dan mendebarkan.

Sementara diluar sasana, Ben dan Zacky sampai lebih dulu. Tak berselang lama mobil Bara datang membuat keduanya menatap bingung keberadaan Bara

" Sedang apa kalian disini? ". Tanya Bara bingung.

"Aku juga mau menanyakan hal sama padamu". Sahut Ben.

" Aku.. " Belum sempat Bara menjawab, mobil Leon yang datang dan berhenti tepat di depan mereka membuat mereka kaget. Hampir saja mereka tertabrak.

"Ayo masuk! ". Ajak Leon pada temannya yang lain.

Bara menghela nafas, seperti nya Leon sudah tahu jika Zee ada didalam.

" Buat apa masuk? ". Tanya Ben bingung. Kesini saja dirinya sudah bingung, sekarang malah diajak masuk.

" Untuk membawa Zee pulang! ". Tegas Leon dengan rahang mengeras dan urat leher yang menyembul.

Aurel menghela nafas panjang. Malam ini akan jadi malam yang sulit untuk Zee karena kakak lelaki nya tengah marah. Bahkan sangat marah pada gadis itu.

" Zee? Dimana memangnya? ". Tanya Ben bingung menatap sekeliling namun tak ada siapapun.

" Kita akan liat dia didalam! ". Leon yang hendak melangkah masuk kedalam sasana dicegah oleh Bara.

" Kita nggak akan nemuin apa-apa didalem situ. Ikut aku! ". Bara membawa teman-teman nya masuk ke sebuah jalan kecil di sebelah bangunan sasana.

" Selamat malam bos. Bawa temen banyak nih malam". Sapa seorang lelaki berperawakan tinggi besar menjaga sebuah pintu.

"Hmm.. bukakan. Aku mau melihat".

" Bos tidak akan kecewa, malam ini pertarungan benar-benar mantap". Seru si penjaga pintu penuh semangat.

Bara hanya tersenyum miring menanggapinya. Ia sudah tahu siapa petarung nya. Karena itulah ia disini. Jika bukan Zee yang tengah bertarung, ia pasti tidak akan disini saat ini.

Begitu pintu dibuka, bau rokok dan alkohol langsung menyerang indera penciuman. Suara gemuruh juga kian terdengar jelas.

Aurel memegang lengan Leon dengan erat. Takut dan tidak nyaman ditempat itu.

Meskipun bingung, Ben dan Zacky tetap mengikuti langkah kaki Bara yang berjalan paling depan. Mata Ben menyisir setiap tempat itu. Dan berhenti di sebuah ring tinju.

Diatas ring ia melihat pemandangan yang tak bisa ia percaya. Bahkan saat matanya sendiri yang melihatnya.

Gadis yang semalam menangis pilu di pelukannya, saat ini tengah bertarung disana. Bahkan terlihat sangat beringas.

Bertepatan dengan Leon dan yang lain masuk. Zee tengah berusaha mati-matian memukul lawannya. Ia hampir kehabisan nafas saat lawannya mencengkeram lehernya dengan kuat. Ia memberikan serangan terakhirnya dengan memukul lawan tepat pada tulang hidung dan menendang dada lawan dengan sisa tenaga yang ia miliki.

Zee jatuh, menahan tubuhnya yang sudah kehabisan tenaga dengan kedua tangannya yang bergetar. Nafasnya memburu dan berkejaran.

Ia menatap lawan di depannya yang tengah berusaha bangkit. Serangan itu adalah kekuatan terakhir nya, jika lawannya masih sanggup bangkit dan berbalik menyerang dirinya, maka tamatlah Zee.

Zee menjatuhkan dirinya, terduduk diatas ring dengan dada naik turun dan nafasnya yang masih tersengal. Lawannya ambruk, tak sanggup bangkit lagi setelah menerima serangan terakhir Zee.

Sorakan terdengar bergemuruh, nama Zee kembali menggema di ruangan itu. Sementara Zee masih mencoba mengatur nafasnya.

Saat ini semua luka diwajah dan tubuhnya masih belum terasa. Namun Zee yakin sebentar lagi seluruh tubuhnya akan terasa sakit.

Lima pasang mata itu kini terlihat tak berkedip. Tak ada yang menyangka Zee memiliki kemampuan bertarung semengerikan itu. Bertahun-tahun mengenal Zee, mereka mengenal gadis itu sebagai sosok ceria yang lemah. Tapi malam ini, semua penilaian mereka itu berbalik 180°.

"Tunggu! ". Bara yang melihat pergerakan Leon menahan lengan lelaki itu.

" Biarkan dia istirahat sebentar, bro. Setidaknya sampai nafasnya normal". Jelas Bara pada Leon yang tampak mengepal kan tangannya kuat.

Melihat Zee yang sempat dicekik membuat jantungnya seperti dicabut paksa dari tempat nya. Ia benar-benar takut dan khawatir dengan keadaan Zee. Namun disisi lain ia juga sangat marah dengan apa yang Zee lakukan.

Zee berusaha berdiri meskipun sempoyongan. Ia ingin segera mengambil uangnya dan pergi dari tempat ini.

Saat Zee turun dari ring, bos tempat itu sudah menyambutnya disisi ring. Lelaki itu bertepuk tangan sambil memuji ketangkasan bertarung Zee.

"Ini uang yang aku janjikan tadi! ". Sebuah amplop coklat tebal diserahkan pada Zee langsung dari si bos.

Zee menerimanya dengan tangan yang masih gemetar. Ia masih tak percaya bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam semalam.

" Emak.... besok emak bakal bisa dioperasi". Batin Zee senang, bibirnya melengkung menampakkan sebuah senyuman meskipun tipis.

"Terimakasih bos. Ini sangat membantu saya". Jawab Zee jujur. Karena uang yang ia terima itu memang benar-benar berharga bagi Zee.

" Kemampuan bertarung mu benar-benar luar biasa Zee. Sangat menakjubkan! ". Puji si Bos jujur.

" Kapanpun kau mau bertarung, tempat ini terbuka lebar untukmu! ". Namun belum sempat Zee menjawab, sebuah suara membuatnya tak mampu bergerak. Bahkan sekedar bernafas pun rasanya sulit. Oksigen disekitar nya seperti menghilang.

" Tidak akan pernah ada pertarungan lagi! ". Tubuh Zee membeku mendengar suara itu. Ia menelan saliva nya dengan susah payah sebelum menggerakkan kepalanya untuk menoleh.

" B-bang Leon.. " Lirih Zee, matanya melebar melihat siapa saja sosok yang berdiri di belakang Leon.

"Kita pulang sekarang! ". Leon mencengkeram pergelangan tangan Zee dengan cukup kuat dan menarik gadis itu menjauh dari kerumunan.

Leon berjalan cepat hingga Zee harus sedikit berlari mengikuti langkah kaki lelaki itu.

" Bang.. " Panggil Zee pada Leon yang tak menoleh ataupun menjawab.

"Bang.. maaf.. " Lirih Zee masih terus mengikuti langkah kaki Leon.

"Diam Zee.. " Geram Leon dengan suara rendah namun berat. Zee tahu pasti bos nya itu tengah marah. Sangat sangat sangat marah.

Yang lain mengikuti langkah Leon dari belakang tanpa berniat mencegah Leon. Zee begitu berharga untuk Leon, dan teman-temannya tahu betul soal itu.

Leon membuka pintu ruangan dengan kasar membuat penjaga pintu yang berdiri diluar gedung terlonjak kaget. Lebih kaget lagi melihat sosok Leon menggandeng petarung yang baru saja membuat heboh seisi bangunan tempat nya bekerja itu.

Zee merasakan sakit pada pergelangan tangannya. Namun bibirnya bahkan tak terbuka sedikit pun. Ia tak berani mengeluh pada Leon.

Aurel berlari menyusul Leon dan Zee. Ia khawatir melihat Leon yang begitu kuat mencengkeram tangan Zee. Aurel tahu Zee pasti kesakitan dan juga ketakutan.

"Sayang berhenti!! ". Aurel mencegat Leon dan menahan dada kekasihnya itu.

Ia beralih mencoba melepaskan tangan Leon yang masih mencengkeram tangan Zee dengan kuat.

" Aku tahu kamu khawatir, ay. Tapi kalo gini Zee kesakitan! ". Tegur Aurel sambil melepaskan tangan Leon dengan perlahan.

Leon tersadar dengan perbuatan nya dan melonggarkan tangannya. Ia melihat pergelangan tangan Zee memerah karena ulahnya.

" Apa yang ada di pikiranmu Zee!!! ". Bentak Leon dengan suara menggelegar.

Zee menutup mata nya rapat. Luka di tubuhnya sama sekali tak terasa sakit. Yang kini ia rasakan hanya takut karena kemarahan Leon.

" Kita selesaikan masalah ini. Tapi tidak disini". Ben menyela, tak akan benar pula dibiarkan Leon menumpahkan amarahnya saat ini.

"Aku belum selesai! ". Geram Leon menatap tajam Zee yang terus menunduk.

" Sayang.. " Aurel mengelus lengan Leon.

"Zack, bawa mobil Leon.. " Perintah Ben yang langsung dipatuhi oleh Zacky. Lelaki itu segera masuk kedalam mobil Leon.

Ben memberi kode pada Aurel agar membawa Leon masuk kedalam mobilnya.

"Zee akan bersama denganku dulu. Tenangkan diri mu dulu sebelum meminta penjelasan pada Zee". Leon mendengus kasar dan berbalik, masuk kedalam mobilnya dan duduk. Ia sempat melirik galak Zee yang kembali menunduk saat mata mereka bertemu.

...¥¥¥°°°¥¥¥...

...Atuh meuni udah babak belur masih diomelin juga. Meuni kasian atuh dede Zee🥺...

...Sabar ya cantik😘 babang Leon nya khawatir itu liat kamu babak belur 🤭...

...Kuy ah jangan lupa like komennya yaaa🫰🙏...

...Segini dulu ath ah ya.. selamat membaca semuanyaaa 🤗🤗 semoga syuka yaaa🥰😍 saranghae readers kuuu❤❤❤🌹🌹🌹 😘😘🥰😍😍🤩🥳🥳...

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Astrid Fera
seru kok kak cuma Zee dbuat yg lbih tangguh lgi kak,,kyg pinter bela diri gtu kn tmbh seru nnti,,itu saran aku j SC kak😄😄tetap smngt kak💪💪
amma_iKiss: hihi.. tenang kak, pemeran perempuan di novel aku semua strong kok🤭 Btw makasih dukungannya ka😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!