Kisah seorang gadis cantik berumur 22 tahun,anak tunggal dari keluarga Atmajaya yang baru pulang dari Luar Negri.
Dalam perjalanan pulang mobil yang mereka tumpangi mengalami rem blong dan terbakar,untung dia bisa menyelematkan diri.
Tapi naas kedua orang tuanya terjebak dalam mobil tersebut.
Andi adalah dokter muda di Kotanya,selain berwajah ganteng andi juga seorang dokter ahli bedah yang terkenal.Dia juga di idolakan para suster dan perawat tp sikapnya dingin tp jg ramah terhadap pasiennya.
Akankan andi dan anissa berjodoh,lanjut ke cerita saja ya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diandra Putra Sandi
Setelah dua hari di rumah sakit akhirnya nisa tersadar dari kritisnya,dia mencoba membuka ke dua matanya. Samar samar dia melihat mama mertuanya sedang menggendong anak bayi.
" Mama " ucap nisa lirih.
" Sayang kamu udah bangun,sebentar ya mama akan panggil andi dulu " heni memberi tahu andi yang kebetulan akan menuju ke ruang inap nisa.
Nisa hanya mengangguk lemah,sambil terus menatap box bayi di sebelahnya.
" Sayang,kamu udah siuman ? " tanya andi sambil terus menciumi wajah istrinya.
" Aku kenapa andi,bagaimana dengan keadaan bayi kita " tanya nisa sambil berusaha bangun.
" Jangan terlalu banyak bergerak,aku akan memeriksamu terlebih dahulu " andi mengarahkan stetoskop ke dada nisa,mengecek nadi nisa sambil sesekali melihat jam tangannya.
" Sayang kamu sudah nampak sehat dari sebelumnya,aku akan hubungi dokter gladis untuk memeriksa rahim kamu " ucap andi sambil mengirim pesan kepada dokter gladis.
" Memangnya kenapa ndi ? " tanya nisa dengan cemas.
" Gak papa cuman pemeriksaan pasca oprasi cecar saja sayang " jawab andi sambil membelai rambut panjang nisa.
" Sayang ini bayi kamu,coba kamu susuin dia ya " ucap mama heni sambil memberikan bayinya.
" Ini anak kita sayang,trs bayi yang satunya mana bukannya bayi kita kembar ? " tanya nisa kebingungan.
" Sabar sayang,bayi kita yang perempuan tidak bisa di selamatkan " ucap andi sambil menundukan kepalanya,dia sedih harus memberitahu nisa mengenai kematian satu bayi kembarnya.
" Sayangnya mami maaf ya kembaran kamu tiada,mami janji akan terus menjaga kamu nak " ucap nisa sambil menangis dan memeluk erat anaknya.
Tak lama dokter gladis datang ke ruang inap nisa.
" Selamat siang bu nisa,rupanya anda sudah sehat yaa " sapa dokter gladis sambil tersenyum ramah.
" Siang dokter bagaimana dengan keadaan istri saya tanya andi " sambil menggendong bayinya.
" Menurut pemeriksaan rahim ibu tidak papa dokter andi,jahitan oprasinya juga tidak ada masalah besok pagi ibu nisa sudah boleh pulang. Tapi tidak untuk bayinya ya,soalnya bayi ibu dan bapak terlahir prematur butuh pemantauan dokter " jawab dokter gladis.
" Trimakasih dokter " jawab nisa dan andi bersamaan.
" Ibu susui bayinya,nanti suster akan mengambilnya dan akan di bawa ke ruangan bayi " jawab dokter gladis ramah sambil mengundurkan diri dan pergi dari kamar nisa.
" Sayang akan di beri nama siapa jagoan papi ini " tanya andi sambil melihat putranya sedang menyusu.
" Aku namai dia Diandra Putra Sandi " ucap nisa
" Sandi,Nisa dan Andi ? " tanya andi.
" Iya sayang,aku juga akan menamai putri kita Diandini Putri Sandi. Berhubung putri kita sudah meninggal jadi nama itu akan aku simpan untuk bayi kita lagi nantinya " jawab nisa sambil tersenyum kepada andi dan mama mertuanya.
Andi sedih melihat nisa karna kematian salah satu bayi kembarnya,tapi yang membuat dia lebih sedih dia maupun orang tuanya belum tau siapa yang mencelakai istrinya.
Andi sengaja tidak menanyakan masalah tersebut,berhubung keadaan nisa yang belum stabil. Rencananya sepulang nisa besok pagi dia kan menanyakan kepada nisa apa yang sebenarnya terjadi kepadanya siang itu.
Nisa masih dalam suasana berkabung,sesekali dia meminta di temani hanya melihat bayinya di ruangan bayi.
👍👍👍