Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Semagat Baru
“Hidup adalah perjalanan bukan tujuan, jadi nikmati setiap prosesnya”
\_ Ayu Purnama\_
Ayu masuk ke kelas yang sudah di beritahukan oleh pihak tata usaha kampasnya, saat memasuki kelasnya baru ada beberapa mahasiswa yang ada di sana. Ayu memilih duduk di belakang, karena sungkan duduk di depan. Ayu memperhatikan teman-teman sekelasnya, yang tampak dari keluarga kaya dan dengan bangga membebicarakan kesehariannya tentang orang tuanya yang berkerja di naungan pemerintah.
Ada yang ayahnya berkerja di dinas pendidikan, guru, dosen, pegawai bank, tantara, polisi dan ada juga pengusaha sukses di kota itu. Ayu diam saja, karena tidak perlu membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain. Dia bukan siapa-siapa dimata mereka, tapi di kampus itu semua orang memulai dari nol. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup Ayu, dia tidak dilihat dari nama keluarga atau siapa kakaknya.
Tak lama dosen masuk, para mahasiswa duduk di kursinya masing-masing. Dosen itu melihat Ayu, yang baru pertama kali melihatnya.
“Kamu baru di kelas ini ya ?” Tanya Dosen itu
“Iya pak, baru hari ini saya masuk kuliah” Jawab Ayu sambil tersenyum ramah
“Tolong perkenalkan diri kamu di depan” Ucap Dosen
“Baik pak” Jawab Ayu
Lalu Ayu ke depan dan memperkenalkan dirinya dengan sangat lugas, setelah itu dia duduk di tempat semula.
Dosen itu memulai perkuliahannya, dan menyuruh mahasiswa untuk mencari materi dari internet dengan kata kunci yang telah dosen berikan. Setelah lebih dari 10 menit, sesi tanya jawab pun di mulai.
“Saya mau bertanya kepada kalian dengan Bahasa kalian sendiri, mengapa ilmu menajemen itu penting di pelajari oleh setiap organisasi termasuk usaha keci ?” Tanya Dosen
“Karena ilmu manajemen penting untuk membantu organisasi atau usaha kecil agar mecapai tujuan, mengoptimalkan sumber daya, mengambil keputusan yang tepat, beradaptasi dengan perubahan, serta meningkatkan kinerja dan profitabilitas secara keseluruhan terlepas dari ukuran atau jenis organisasi” Jawab Ayu
Saat Ayu selesai menjelaskan jawabannya, semua mahasiswa disana terdiam sedangkan dosen menganggukkan kepalanya.
“Jawaban yang sangat efisien, Ayu kamu sangat pintar lanjutkan. Kamu akan berhasil ke depan, jika kamu terus meningkatkan belajar kamu” Puji Dosen
Pujian itu sangat sederhana menurut orang lain, tetapi untuk Ayu kata-kata itu adalah pengakuan pertama yang amat sangat berarti untuknya dan itu tidak datang dari sang mama.
Tetapi dari orang luar yang menilai dirinya apa adanya, semua mahasiswa di dalam kelas mengalihkan perhatiannya kepada Ayu dengan pandangan kagum tidak ada rasa iri dan dengki dalam hati mereka.
Setelah selesai mengikuti perkuliahan pertama, Ayu keluar kelas menunggu dosen selanjutnya.
“Boleh aku ikut duduk ?” Tanya Seorang Laki-Laki
“Silahkan, karena tempat ini adalah tempat umum” Jawab Ayu tanpa mengalihkan pandangannya
Karena merasa jenuh, Ayu menanyakan kepada laki-laki tersebut dimana ruang perputakaan.
“Mas boleh bertanya ?” Tanya Ayu
“Boleh” Jawabnya
“Kalau ruang perpustakaan itu di sebelah mana ya ?” Tanya Ayu
“Kamu belok kiri lalu lurus setelah itu belok kanan” Jawabnya
“Terima kasih ya mas” Ucap Ayu
“Sama-sama” Jawabnya
“Tunggu… nama kamu siapa ?” Tanyanya namun Ayu sudah pergi
“Yah… udah pergi” Ucapnya
*****
Ayu memasuki perpustakaan untuk mencari buku-buku mengenai manajemen, karena dia tidak mampu membeli buku jadi dia akan meminjamnya di perpustakaan kampusnya.
“Permisi bu, saya mau meminjam buku” Ucap Ayu
“Silahkan cari buku di rak-rak yang sudah ada namanya, maksimal meminjam buku hanya 3 jangan lebih dan di kembalikannya 1 minggu” Ujar Penjaga Perpustakaan
“Baik bu, terima kasih” Jawab Ayu lalu meninggalkan penjaga perpustakaan itu
Ayu memilih-milih buku yang akan dia pinjam, karena terlalu fokus dia tidak sengaja menyenggol orang yang ada di sebelahnya.
“Eh… maaf, aku tidak sengaja” Ucap Ayu terkejut lalu membantunya
“Iya, aku gak papa kok” Jawabnya sambil membereskan bukunya
Orang tersebut mengangkat kepalanya …
“Kamu Ayu kan ? Mahasiswi baru prodi manajemen ?” Tanyanya
“Iya, kok kamu tahu ?” Ujar Ayu
“Kita satu kelas, aku Arisma” Jawab Arisma
“Salah kenal ya, aku belum mengenal semua teman-teman di kelas” Ucap Ayu canggung
“Iya gak papa, tenang aja. Kamu kok tidak ke kantin ?” Ujar Arisma
“Aku belum lapar, kamu juga kok disini ?” Ucap Ayu
“Sama aku juga, lagi malas ke kantin” Jawab Arisma
Tak lama ponsel Arisma berdering …
“Sebentar ya, aku angkat telpon dulu” Ucap Arisma
“Iya” Jawab Ayu
Arisma mengakat telponnya dengan suara kecil, karena masih di ruang perpustakaan.
Arisma [Hallo]
… [Apa kamu sudah menemukan penggantinya ?]
Arisma [Belum ada yang mau bekerja seperti itu, itu sangat sulit mencari orang yang mau bekerja di malam hari kak]
… [Bagaimana kalau kamu saja ? Kan lumayan dapat gaji dari kakak]
Arisma [Kan aku lagi sibuk kuliah kak, aku gak bisa membagi waktu aku sambil bekerja]
… [Ya sudah terserah kamu, asalkan ada orang yang mau]
Arisma [Secepatnya aku akan menemukan orang itu] lalu sambungan itu pun terputus
Ayu yang melihat Arisma yang sedang ada masalah, tidak berani bertanya karena sungkan.
“Kita duduk di sana yuk” Ajak Arisma
“Boleh, ayo” Jawab Ayu
Arisma membuka pembicaraan dengan Ayu yang sedang khusus membaca buku
“Yu, apa kamu punya teman yang bisa bekerja di malam hari ?” Tanya Arisma
“Bekerja sebagai apa ?” Tanya Ayu
“Jaga toko sembako dari jam 5 sampai jam 10 malam, kadang tutup toko setengah 11 malam gimana kondisi rame apa tidaknya” Jawab Arisma
“Kalau boleh tahu gajinya berapa satu bulannya ?” Tanya Ayu
“Gajinya lumayan, satu bulannya di gaji 1,5 juga tapi kalau malam minggu bekerjanya dari pagi hari karena kadang toko banyak pembeli di hari itu jadi kakak aku kewalahan untuk menjaganya sedangkan istrinya tidak mau membantunya karena gengsi” Jawab Arisma
“Aku bisa bekerja disana, kalau kamu menginzinkannya” Ucap Ayu
“kamu serius Yu ?, apa kamu gak akan kecapean dengan tugas perkuliahan yang kadang sangat menumpuk ?” Tanya Arisma
“Gak papa, buat tambah-tambah uang jajan” Jawab Ayu bohong
Ayu sedang memikirkan kehidupannya di sana tanpa ada keluarga, karena Ayu malu kalau meminta bantuan lagi kepada Evi.
“Okelah kalau kamu mau, nanti aku kasih tahu sama kakakku dulu yah” Ujar Arisma
“Oke, makasih ya Risma mau membantu aku” Kata Ayu
“Seharusnya aku yang bilang seperti itu, kamu mau menolong aku” Timpal Arisma
“Aku harus semangat untuk menjadi sukses, dan akan pulang kalau aku sudah sukses nanti. Semoga mama dan bapa masih sehat saat aku pulang nanti, aku sangat merindukan kalian” Gumam Ayu dalam hati
Setelah membaca buku di perputakaan kampus, Ayu dan Arisma keluar dari ruangan itu langsung pulang karena dosen selanjutnya tidak akan datang.