NovelToon NovelToon
Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Juniar Yasir

Norma menolak keras ketika mertua memintanya menggadaikan rahimnya pada pria kaya, dengan dalih untuk pengobatan sang putri.
Namun saat kejadian nahas menimpa putrinya, dan tekanan dari Mariah mertua nya, membuat Norma terpaksa mengambil keputusan nekad.

Tak sampai disitu, keputusan Norma membuatnya di hina oleh keluarga Syamsul dan masyarakat sekitar.

Sementara suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI. Hilang kontak.

Akankah Norma mampu menjalani kehidupan yang dilema?


.
Mohon baca teratur disetiap bab nya🙏


Kemana kah suami Norma?

Bagaimana kisahnya?




Setting: Sebuah pulau di Riau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juniar Yasir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merebut Nuri

"Hoek..." Norma menutup mulutnya. Wajahnya mendadak pucat pasi.

Mak cik Syam yang melihat wajah Norma yang pucat mengikutinya ke kamar mandi.

"Norma? Kenapa?" Mak Cik Syam berdiri di luar kamar mandi.

"Tak tahu, Mak Cik. Bau masakannya... mendadak buat kepala saya pening sekali. Perut saya macam bergejolak," jawab Norma sambil memegang keningnya.

"Alamak, jangan-jangan..." Mak Cik Syam tak melanjutkan kata-katanya. Ia segera menghubungi Prakoso.

Prakoso tidak mau mengambil risiko. Sesuai instruksi ketat Tuan Syakir, kesehatan Norma adalah prioritas utama. Norma segera dibawa ke rumah sakit swasta tempat ia menjalani proses penanaman embrio beberapa minggu lalu.

Tak berapa lama mobil yang di kendarai Prakoso tiba di area Rumah Sakit kabupaten. Prakoso keluar, lalu membuka pintu untuk Norma, setelah Norma keluar, dirinya menutup kembali pintu mobil.

Prakoso berjalan di depan menuju lorong kecil. Tiba di depan ruangan yang bertuliskan poli kandungan dirinya berhenti.

"Duduk di sana dulu Buk Norma. sebentar lagi nama anda akan di panggil" ucap Prakoso menunjukkan bangku kosong.

Tidak perlu pendaftaran atau antri, karena kekuasaan yang di miliki Syakir, Dokter kandungan juga masih memiliki hubungan kerabatnya, mempermudah prosesnya.

.

Di dalam ruang periksa yang dingin, Dokter spesialis yang menangani program bayi tabung itu tersenyum lebar setelah melihat hasil USG dan tes darah.

"Selamat, Ibu Norma. Prosesnya berhasil sepenuhnya. Embrio itu menempel dengan sangat baik. Saat ini, Ibu resmi sedang mengandung. Usianya sudah memasuki minggu-minggu awal yang krusial," ujar sang Dokter sembari menunjukkan titik kecil di layar monitor.

"Baiklah dokter, terima kasih" angguk Norma memaksakan senyum.

Norma menatap layar itu dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ada rasa syukur karena ia telah menunaikan tugasnya demi kesembuhan Nuri. Di sisi lain, ia tersadar bahwa mulai detik ini, tubuhnya bukan lagi miliknya. Rahimnya telah resmi menjadi milik Tuan Syakir selama sembilan bulan ke depan.

Setelah mendapatkan saran, pendapat serta resep untuk kesehatannya dan janin

Norma keluar dari poli kandungan.

Prakoso menebus obat di apotik, sementara Norma menunggu di mobil.

"Tolong jaga kesehatan, Ibu. Jangan banyak pikiran. Karena ini bisa berdampak pada janin" ucap Prakoso sambil mengemudi menuju jalan pulang.

Norma tersenyum singkat. "Insyaallah saya akan menjaganya sepenuh hati. Terima kasih atas perhatian Bapak" balasnya.

****

.

Sekembalinya dari rumah sakit, Norma merasa sedikit tenang. Namun, ketenangan itu hanya bertahan sekejap. Saat mobil yang membawa Norma memasuki halaman rumah panggung, terlihat sebuah motor butut yang sangat ia kenali terparkir di sana.

Di depan teras, Syamsul berdiri dengan wajah sangar, didampingi oleh dua orang pria berbadan besar yang nampaknya adalah teman-teman premannya.

"Mana Nuri?! Mana anakku?!" teriak Syamsul begitu melihat Norma turun dari mobil.

Norma gemetar, ia langsung berlari ke arah Nuri yang sedang ketakutan di pelukan Mak Cik Syam. "Bang Syamsul, mau apa lagi Abang ke sini? Bukankah Abang sudah buang kami? Abang sudah jatuhkan talak!"

"Aku memang buang kau, perempuan jalang! Tapi Nuri itu darah dagingku! Aku tak sudi anakku dibesarkan oleh perempuan yang rahimnya disewakan pada laki-laki lain!" Syamsul maju dengan langkah lebar, hendak merebut Nuri secara paksa.

"Jangan, Bang! Nuri baru pulih, dia butuh ketenangan!" Norma menjerit, mencoba menghalangi Syamsul.

"Persetan dengan sakitnya! Kau hanya memanfaatkan anak ini supaya bisa tinggal di rumah mewah ini, kan? Kau mau jadi simpanan kaya sambil membawa anakku?" Syamsul mendorong Norma hingga terjatuh ke lantai kayu teras.

"Ibu! Ibu!" Nuri menangis histeris.

Syamsul menyambar lengan kecil Nuri dengan kasar. "Ayo ikut Ayah! Kita balik ke kampung! Di sini tempat orang tak benar!"

Prakoso mencoba menghalangi. "Tuan, tolong tenang. Anda tidak punya hak membawa anak ini tanpa izin Tuan Syakir..."

"Tuan Syakir? Siapa dia? Majikan yang meniduri istriku? Jangan kau ikut campur, atau kupatahkan lehermu!" ancam Syamsul sembari mengeluarkan sebilah pisau kecil dari pinggangnya. Teman-temannya ikut merangsek maju, membuat Prakoso terdesak karena ia tidak bersenjata.

Langit mendadak mendung, seolah ikut merasakan kepedihan Norma. Syamsul menyeret Nuri yang terus meronta dan menangis.

"Bang, tolong... jangan bawa Nuri. Aku mohon, Bang!" Norma merangkak, memegang kaki Syamsul. "Ambil saja semua uangku, ambil saja pakaian mahal ini, tapi jangan bawa Nuri!"

Syamsul menendang tangan Norma dengan kasar. "Uang harammu itu tak butuh aku! Aku akan bawa Nuri, dan aku akan pastikan dia benci padamu selamanya!"

Syamsul naik ke atas motor, mendudukkan Nuri di depan dengan paksa. Motor itu menderu, meninggalkan kepulan asap hitam dan suara tangisan Nuri yang makin menjauh, memanggil-manggil ibunya.

"Nuri! Nuri!" Norma mencoba mengejar hingga ke gerbang, namun tubuhnya yang sedang lemah karena awal kehamilan membuatnya tumbang. Ia jatuh tersungkur di atas aspal yang mulai basah oleh tetesan hujan.

Mak Cik Syam berlari memeluk Norma yang histeris. "Sabar, Mbak... Sabar..."

"Nuri Mak Cik, putri ku di bawa pergi! bagaimana aku menjalani hari-hari tanpa putri kesayanganku?!" lirihnya.

Prakoso mengepalkan erat jemarinya. Pria itu berjalan ke arah belakang hunian, merogoh ponsel, menghubungi seseorang.

.

Di tengah rintik hujan, Norma berteriak pilu. Ia telah kehilangan suaminya karena fitnah, kehilangan kehormatannya karena keadaan, dan kini ia kehilangan separuh jiwanya—Nuri. Di dalam rahimnya, janin Tuan Syakir seolah ikut berdenyut kencang, menjadi saksi bisu kehancuran seorang ibu yang sedang menggadaikan segalanya demi cinta yang salah alamat.

.

Bagiamana kelanjutannya??

..

Jangan lupa like dan komentarnya 🙏

1
Yulia Dhanty
menarik
Anita Rahayu
Buat karna pedih untuk samsul dan familtnya sekaligus selingkuhannya😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Juniar Yasir: asiap sisssa
total 1 replies
Sunaryati
Semoga setelah di talak hidupmu semakin baik dan keluarga Syamsul dapat balasan
Yulia Dhanty
Syamsul. brengsekkkk😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!