BERLANJUT
Namaku adalah Xitan , sejak kecil di buang oleh kluargaku, lalu aku di pungut dan dibesarkan oleh keluarga mafia kelas atas. Mencuri adalah keahlianku, Bahkan aku mencuri barang milik sahabatku sendiri.
Namun siapa sangka, peristiwa aneh dan misterius terjadi tiba-tiba . Saat aku mencuri barang yang menurut rumor adalah barang mistis yang cukup misteriterius itu akupun mati dalam tragedi mengerihkan dan rohku hinggap di tubuh putri kluarga kerajaan yang terbuang. Kami tertukar dan selanjutnya kenangan sang pemilik tubuh membuatku geram hingga aku berniat balas dendam pada kluarga ayahnya yang semena-mena saat berusaha membunuh sang pemilik tubuh.
Akupun mendapat musuh di setiap petualanganku...
Akankah aku kembali ke duniaku saat tubuhku lenyap oleh bom yang di bidikkan Luxcor padaku.
Ataukah aku takan pernah bertemu dengan Zerro sahabatku sedari kecil...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Geerqiasilatusiluchen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tepat Waktu
Dendam Sang Putri
Part # 32 -Tepat waktu-
" Uggh! Beratnya! " Kata pertama yang muncul saat Xitan mulai kembali sadar. Ia simak dengan jelas bahwa ternyata dia tidak mati.
" Aku masih hidup?!" Xitan membuka matanya, dan dilihatnya pangeran menghimpit tubuh mungilnya dan pangeranpun tampaknya tak sadarkan diri.
" Apa-apaan ini!! Hei, Menyingkir atau ku hajar!!" Pekik Xitan. Tapi pangeran tak menggubrisnya.
Hahahahaha... Tiba-tiba saja tawa itu yang terdengar.
" Nae Jime! Kau ! Kau kenapa mentertawakan aku!! Harusnya kau menangis karna aku tak jadi mati kan!! Bukankah kematianku yang kau inginkan!!" Xitan memulihkan tenaga dalamnya, Seketika ia mulai mendorong tubuh pangeran pelan.
Xitan kaget, Sebagian tubuhnya terbuka...
PLAK!! " Berengsek!" Xitan Refleks dan menampar pria tampan yang tak sadarkan diri, Pipi sang pangeran mulai merah padam, pas sekali hingga menimbulkan tato alami melekat telapak tangan Xitan di pipi tersebut.
" Hei' Ayo bangun mesum! Jangan pura-pura tidur!!" Xitan menggoyang-goyangkan tubuh pangeran, Namun sang pangeran malah tampak pucat seakan aliran darahnya tersendat.
"Apa yang terjadi? Bathin Xitan.
Hahaha Tawa nada olokan mulai terdengar kembali.
" Nae Jime! Berhenti tertawa! Kau minta ku hajar ya!" Teriak Xitan.
Hahhaha, Marahpun kau takan bisa menolong pangeran.
" Kenapa? Apa maksudmu! Jangan bertele-tele, Ayo katakan apa yang kau tahu!"
Hmmmm, Akan ku beritahu. kau terkena racun ular merah, Lalu pangeran memberikan pil obat sebagai pertolongan pertama. Namun ternyata pil obat dari bocah itu memperlambat laju racun yang masuk ke dalam aliran darah di tubuhmu, Dan tiba-tiba... Dia menghisap racun itu untuk keluar dari lenganmu perlahan . Sungguh pria herois... Bahkan dia tak pastikan dulu jika mulutnya tidak terluka, sungguh ceroboh!
" Jadi maksudmu, sekarang racun itu sudah berhasil berpindah ke tubuh pangeran? "
Kau memang cekatan dan pintar. Tapi selain angkuh dan sombong, kau juga terlalu ceroboh.
" ICE! Keluarlah!" Kooooaaak! ICE keluar dan mulai mendarat di hadapan sang master.
Ada apa master?
" ICE! Tolong cari pintu keluar dari gua ini! Kita dalam masalah besar!"
Baik!! Xitan naik ke punggung ICE, dan seketika itu WHOSH! Kepakan sayap ICE Membentang di gua gelap tak berujung.
" ICE, kau adalah binatang Shamonshom, kau mungkin tahu kenapa kita bisa ada di bawah gua ini! Kita tak punya banyak waktu, pangeran harus segera mendapatkan perawatan.
Yang tahu hanyalah ular merah saja, mereka adalah Spirt Black jade yang sudah tahap binatang dewa. Aku masih jauh di atas mereka. Jadi soal kenapa ada gua di bawah menara tujuh pagoda, aku tak tahu menahu.
" Tidak berguna!" Pekik Xitan , ICE merengut karna kecewa.
* * *
Di luar menara tujuh pagoda suci...
" Sudah dua hari kakak ku tidak pulang, Aku khawatir padanya" Ucap Qiang Qia pada sang Kaishar.
" Apa jangan-jangan karna kemunculan Spirt Black Jade yang tiba-tiba itu menarik perhatian Pangeran dan Sarsuki, Hingga mereka naik tanpa sepengetahuan kita...?" Pikir Kaishar.
" Entah lah..." Guru besar Young.
" Guru, Bagai mana jika mereka sungguh masuk kesana?" Qiang Qia makin panik.
" Sudah ratusan orang lebih masuk kesana demi meluruskan ambisi mereka untuk menjadi yang tak terkalahkan , Namun rupanya, mereka tak pernah kembali pulang dengan selamat, Dalam pagoda itu di selubungi aura gelap yang pekat, bahkan akupun belum tentu bisa keluar dengan selamat "
" Kakak, bagimana jika dia ada di dalam sana. tanpa makan dan minum... kakak semoga jika benar kau ada di dalam sana, kau tetap dalam keadaan sehat, cepatlah pulang... hiks hiks uuuuugh huhu" Qiang Qia merengek pada sang kaishar.
Satsuki, kenapa kau memilih pergi kesana dan melanggar aturan yang ku berikan, bagai mana bisa kau punya tingkah seliar ini di usia mu yang cukup rentan itu. Bathin Guru Young.
* * *
" ICE kau masih sanggup?" Tanya Xitan dia mulai lelah, matanya terus khawatir pada Pangeran yang terkena racun ular merah. Bahkan karna Xitan tak punya pil obat. Ia tak bisa melakukan apapun, Suasana sangat genting, Antara hidup dan mati seseorang...
Master, kita sudah berkeliling , Ternyata gua ini tak berujung.
" Jangan-jangan Kita di permainkan!"
Apa maksud Master?
" Kita dalam pengaruh ilusi! Pasti ini sejenis jurus tersebut... Sejauh apapun kau terbang, Ternyata hanya berputar-putar di area itu saja"
Benarkah!
" Nae Jime! Kau dengar aku! Apakah dugaanku tepat? Tentang ilusi ini?"
Hahahaaha Cerdik! Kalian memang sedang di permainkan , Ini adalah ilusi yang di buat oleh sang ular merah. Kau sadar sebelum terlambat.
" Nae Jme! Apa yang harus kulakukan, waktuku tidak banyak!"
Karna kau sudah menyadari nya. mungkin saat ini ular licik itu tengah jeli melihat situasi . Kau hanya perlu berhati-hati.
" Sial! Aku bahkan tak bisa merasakan. kehadirannya, jika dia mati, mungkin kita bisa keluar dengan mudah dari tempat ini?!"
Polos sekali pemikiranmu...Tapi tentang masalah itu , aku tak bisa menjawab ya atau tidak...
" Aku... Apa maksudmu... ICE, kepakan sayapmu lebih tinggi, aku akan pantau dari atas,,,"
Xitan mulai waspada, matanya jeli memutar area kolam gua tersebut. Teihat beberapa volume air meliuk-liuk.
Itu dia bathin Xitan.
Hub! Xitan melompat dan menceburkan diri " Master, jangan cari masalah!" Pekik ICE...
BYUR!!'
Teriakan ICE tak bisa hentikan langkah Xitan yang penuh amarah, bermodalkan pedang berupa dari bulu ICE, Xitan menembus dingunnya air kolam tersebut.
Blup! Blup!
Sial, dimana monster itu? Pikirnya seraya terus menyelam mengikuti kata hatinya.
Blup! Blup!
Deg! Sesaat ia lihat ekor yang panjang menjuntai, Iapun mengikutinya tanpa berpikir panjang.
Disini kau rupanya! Pekik Xitan mengayunkan pedang Ice dan menghempasnya ke arah ekor tersebut.
Buk! Saat pedang di lemparkan ke tubuh sang ular, Seketika pedang terhempas.
Degh!
Blup! Blup! Xitan Terbelalak, Iapun mundur dan mulai muncul ke permukaan .
BWAAAH! air terciprat dari rambutnya yang basah.
" Master! Hati-hati!" Pekik ICE, Xitan menyimak dan seketika itu terbelalak'
Deh! Kepala ular sangat besar berdiri tegak di hadapan sang master, Ukuran sang monster lebih besar dari ICE.
" Sial! Inikah ular merah itu! Padahal aku pikir yang tadi mematukku itu adalah ukuaran aslinya!"
Hei , Manusia kotor! Beraninya kau memasuk ke pagoda ini begitu saja! Ucap sang Monster.
" Heh, Rupanya kau bisa bicara juga ya!" Ucap Xitan cuek"
*Beraninya kau memperolokku!!" Sang Ular marah dan mengaarahkan moncongnya ke arah Xitan Yang masih terdiam.
Syuuuuut ! Blup Blup!
Kecepatan Sang monster sungguh mengerihkan. Hingga Xitan pun mengelak beberapa saat dan mulai menyerangnya*.
" Cih, Cari mati kau !" Xitan mengarahkan pedang kecil miliknya yang tak berguna di tubuh sang monster.
Sial! Pedangku malah seperti tusuk gigi saja baginya! Bathin Xitan.
Sang monter terus menyerang Xitan Hingga Xitan Harus mengelak bebrapa kali.
Beraninya kau membunuh anakku! Takan ku maafkan! Sang Ular kembali mengancam.
Syuuuutt! Moncong agersifnya seakan hendak melahap tubuh Xitan Berulang.
" Heh, Sungguh sombong!" Pekik Xitan.
Master , Kembali kedaratan, Dia akan lebih lamban di daratan.Nae Jime.
" Heh, Akhirnya kau bicara juga, Apakah kau takut aku mati di sini !" Xitan Mulai mengayun tangan dan kakinya cepat ke arah darat.
Heh, Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja! Pekik Sang Ular. Ular meliuk ke ukuran Tubuh Xitan yang kecil itu dan berusaha melilitnya.
Blup!
Blup!
Blup!
Xitan tak bisa mengelak...
Sial! Berani sekali dia menghalangi jalanku!
" Heh, Kau ingin melilitku?" Xitan mulai geram ia mempokuskan seluruh kekuatannya di lengannya.
Hahaahaha, apa yang akan kau lakukan! Meski kau hanya diam, aku takan iba padamu!! Sang Ular kembali menukikkan kepalanya ke arah Xitan.
Whooooosssh!
Tak di sadari oleh sang ular, Tangan Mungil Xitan mulai mengumpulkan kekuatan gelapnya.
BRZZZHHH! BRRRZZZHHH! Tangannya membentuk aliran petir hitam dalam air. Petir tersebut sempat membuat sang monster level empat tunduk padanya.
* * *
Syuuuut!! Ular merah itu mulai mengelilingi tubuh Xitan untuk melilitnya Dan BRZZZZHHHH!!!
Seakan mendapatkan Cambukan kecil , Namun Sang ular besar itu mulai terpental ke daratan.
Buak!!
Apa? Bagai mana dia melakukannya! Sementara ukuran kami kalah jauh! Tapi dia mampu membantingku hingga ke daratan?
Xitan Segera melompat bah ikan terbang ke permukaan. Sesuatu bersinar dari tubuhnya dan menyilaukan mata sang ular.
Apa ! Apa itu! Selama beratus-ratus tahun sang ular tak pernah melihat cahaya seterang mentari, hingga penglihatan sang ular seprti langsung buta. Xitan mendekat dan BUAKKKK!!!
Tinju dari atas ke bawah membuat sang monster bertekuk lutut! Bagaikan di himpit bumi, ia langsung tak berkutik. Mata sang monster yang merah mulai menghitam, Bah tengah buta.
" Katakan! Mana penawar racun mu! Serahkan!"
Apa! Beraninya kau memerintahkan bintang dewa sepertiku! Aku hanya tunduk pada tuanku! Ekornya bergeliat-geliat hingga membuat Xitan jijik. Xitanpun kembali melemparkan pukulan bertubi-tubi kebarah tibuh sang ular.
Buak! Buak! Dak ! Dak!
pukulan sang master berhasil mengahajar Vital sang ular, aipun tak bisa berkutik.
Bagai mana manusia biasa bisa menumbangkan.ku semudah ini! Hati sang ular.
" Katakan! Obat apa yang bisa menyembuhkan racunmu!" Teriak Xitan, Sang ular masih diam! " Oh, kau ingin mendapatkan Siksaan yang lebih berat dari ini?!" Xitan Kembali memakai kekuatan dari Batu Giok suci itu kembali.
PRRrrrzzzH! Lesatan petir!
DUAR!!! Akhirnya energi listrik yang besar mengahantam sang monster hingga ia nampak gosong.
Aaagghhh! Berani nya kau membuatku kepanasan! Uuuggh! ( sang ular menderita)
" Aku akan membunuhmu jika kau tak memberitahuku penawar racunmu dan bagai mana caraku keluar dari sini!"
Sang ular yang terus memerus dihantami petir dan dentumannya akhirnya menyerah. Sebagian tubuhnya telah matang dan siap di santap.
Agggh! Sial, bahkan kekuatanmu sudah tingkat petapa murni... bagai mana kau bisa mengalahkan aku!!
" Jangan bertele-tele! Aku akan merebusmu hingga metang jika kau terus bungkam!"
Ma... Makan daging anak ku yang kau bunuh! jika kau ingin membuang racun di tubuhmu! Ucap Sang Ular.
" Apa, Yang benar saja?"
Tak ada cara lain yang lebih ampuh selain memakan daging.sejenisku. Aku hanya memberitahumu saja, Selebihnya tak ada yang tahu.
" Cih, Apa kata-katamu bisa di percaya?!" Sang ular meringis kesakitan saat mendapatkan tekanan dari sang master.
Agggh! Sakit! Bukankah aku sudah memberitahumu! Kau sungguh ingkar janji! Pekik sang Ular merah, ia menggeliat saat tubunya matang sebagain.
" Aku akan pastikan oleh dagingmu saja!" Xitan mengambil pedang bulu Ice dan SREEEENG! daging empuk mulai terkelupas dari tubuh sang ular.
Agghh! Kau sungguh ingkar janji. Teriak Sang monster mederita. ICE melihat dari kejauhan , ia pun cenderung menutup mata, Keadaan itu sama saat dirinya hendak di ikat kontrak oleh sang master. Namun siksaan kali ini sungguh berlebihan.
Xitan melompat dan memakankan daging sang ular ke mulut pangeran, Wajah pucat dan bibir kering, Keringat dingin berhamburan dan mengigil . Pangeran Qiang Gu sangat menderita.
Hub! Xitan kembali melompat dan mendarat tepat di hadapan wajah sang ular besar.
" Ular jelek! Ikat kontrak dengan ku sekarang!" Sang ular kaget dan hendak mengangkat kepalanya!
Lancang sekali kau!
" Inilah Konsekuensinya! Bila aku bukan tuanmu. Kau pasti akan berbohong semaumu. Berbeda jika aku adalah tuanmu... Aku mati, belarti kau juga mati!"
Apa! Kau sungguh Licik!
XItan mengigit jarinya dan mulai muncul darah segar, darah tersebut di tempelkan di tubuh sang ular yang terhimpit, Ularpun tak bisa melawan dan CLIIIIING ! cahaya terang kembali muncul dan mengikat tubuh sang monster.
Master! Kau sungguh hebat! Ice menyerah pada kelakuan tuannya yang brural itu.
* * *
Selesai mengikat kontrak, Sang ular membawa master dan pangeran keluar dari pagoda tersebut, Lewat jalan pintas bawah tanah. Dan mereka pun sampai di halaman pagoda tersebut.
"Ular besar! Aku akan menyebutmu Red Velvet, Jika aku memanggilmu kau harus keluar sesegera mungkin!"
Baik master. Sang ular yang setengah matang itu masuk ke dalam batu moster yang hampir retak itu.
" ICE! kapakan sayapmu! Kita harus segera membawa sang pangeran kembali ke istana!"
Baik master
- Tepat Waktu The End-
BUKAN VIV 🤪🤪🤪🤪🤪