NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 : Hadiah terbaik dari Serah

Serah sudah kembali ke kerajaan Mathilda dan saat ini sedang berada di dalam ruangan kamarnya dengan Cristine.

"Apa kau pernah mengikuti acara ini sebelumnya, Lady Cristine?" Tanyanya sambil duduk di atas ranjang sedang menata sebuah bingkisan ke dalam kotak hadiah berwarna putih.

"Belum, Yang mulia. Ini adalah yang pertama kali," jawab wanita itu dengan jujur.

"Bagaimana menurutmu? Terlihat sempurna, bukan?" Senyumnya merekah sambil memperlihatkan kotak hadiah yang sudah dia hias sedemikian indah dengan permata yang bertaburan di sepanjang bagian pita yang sedikit keemasan.

"I-itu sangat mewah sekali, Yang mulia...," ucap Cristine saat melihat begitu banyak permata bertaburan di atas kotak hadiah tersebut, hingga timbul pertanyaan, untuk siapa hadiah luar biasa itu? Kotaknya saja sudah ditaburi Swarovski kecil. Apalagi nanti isinya?

"Helena pasti akan sangat menyukainya," ujar Serah masih memandangi kotak hadiah tersebut dengan senyum.

"Maaf, Yang mulia?" Cristine tercengang. Ia tak bisa lagi menutupi keterkejutannya. "Maksud anda, Lady Helena Esmerus?" Ujarnya sekali lagi untuk memastikan.

"Tentu, siapa lagi?" Serah menoleh sesaat ke arah Cristine yang sedang memandanginya dengan rasa tak percaya.

"Saya tak mengerti, kenapa anda ingin memberikan hadiah istimewa kepada Lady Helena? Bukankah dia dan Raja Louis telah...." Ucapan Cristine terhenti sampai di sana. Ia tak sanggup meneruskan, khawatir itu bisa membuat Serah merasa sedih. Sebagai sesama perempuan, tentu ia bisa merasakan bagaimana sakitnya dikhianati.

"Hmph...." Serah tertawa kecil. Kemudian ia bangkit dari atas ranjang besarnya, berjalan ke arah meja, di mana barang yang ia beli diletakkan di sana.

Ia mengambil sebuah gaun cantik terusan langsung sampai di atas lutut dengan renda pada bagian dadanya yang berbentuk hati. Wajah Cristine memerah saat Serah mengeluarkan gaun itu.

"Apa Yang mulia akan memakainya...?" Tanyanya hati-hati dengan wajah menunduk, takut membuat Serah merasa malu atau marah.

"Bukan aku yang akan memakainya?" Balas Serah yang membawa gaun itu di tangan dan berjalan kembali menuju tempat tidur, di mana kotak hadiah yang ia persiapkan ada di sana.

Cristine memandanginya sambil mengerutkan kening, semakin bingung sekaligus penasaran. Apa sebenarnya yang ingin dilakukan oleh calon Ratu Mathilda ini?

"Tapi Helena...," ucapnya sembari melipat gaun tidur tersebut dan dimasukkan ke dalam kotak yang ia persiapkan.

"Helena...?" Baiklah, Cristine sudah benar-benar habis kata-kata. Dia lost total.

"Sekarang aku membutuhkan bantuan mu lagi, Lady Cristine...." Serah mengambil sebuah surat yang sama seperti kemarin, lalu menyerahkannya kepada Cristine.

Wanita berusia 27 tahun itu menatap dalam diam dan melirik sesaat ke arah Serah yang berada di hadapannya sambil menyunggingkan senyum kecil.

"Anda ingin saya meletakkan kotak hadiah berisi gaun itu dan surat ini di ruangan Lady Helena?" Tanyanya setelah berusaha menghubungkan semua hal.

Serah tersenyum puas melihat kecerdasan sang head lady waiting-nya. "Anda menebaknya dengan sangat tepat," ujarnya dengan rasa kagum.

"Tapi, bukankah itu sama saja anda membiarkan Lady Helena dan Raja Louis menjalin hubungan mereka dengan lancar?" Emosi Cristine tampaknya tak terbendung. Ada sedikit perasaan tak terima di hatinya meski bukan dirinya yang disakiti. Tapi dia tak bisa melihat Helena bersenang-senang di atas penderitaan sang Putri.

"Kau benar sekali...." Serah tertawa puas, kemudian membalikkan tubuhnya dari Cristine. Ia berjalan ke arah jendela besar di dalam ruangan kamarnya. "Aku memang sedang membantu membuka hubungan mereka agar lebih mudah," lanjutnya sambil menatap ke arah langit yang luas di luar sana.

"Kau pikir setelah aku menikah dengan Raja Louis, apa dia bisa mencintai ku?" Serah berbalik, menatap Cristine kembali. "Dia bisa berselingkuh disaat kami saja belum menikah, apalagi nanti? Tidak ada yang bisa menjamin itu tidak terjadi dan pernikahan ku pasti tidak akan bahagia," ucapnya meski dengan getir, namun itulah kenyataannya, apalagi setelah dia tau rencana yang sudah disiapkan Louis kalau mereka menikah nanti.

Cristine tidak bisa menjawab dan menunduk. Sepertinya ia benar-benar memikirkan ucapan dari Serah dengan serius.

"Kalau begitu..., rencana anda adalah...?" Cristine tak berani melanjutkan. Ia takut salah menebak.

"Apa menurutmu yang akan terjadi kalau hubungan mereka bocor ke publik?" Tanya Serah dengan suara yang mengintimidasi.

Wajah Cristine pucat seketika membayangkan kemarahan pemimpin cathedral kalau sampai mengetahui hal ini, karena setau dirinya, Serah adalah pilihan mutlak dari sang Pope.

Pastinya skandal besar akan terjadi di Mathilda dan itu bisa merusak reputasi Louis yang dianggap kurang berkompeten.

"Pasti akan terjadi masalah yang sangat besar," balas Cristine tanpa sadar berbisik. "Lalu, anda berniat untuk memanfaatkan itu?" Cristine menatap Serah dengan serius.

"Ya, itu akan membuatku memiliki alasan mengakhiri pertunangan diplomatik di antara aku dan Raja Louis," ucapnya mengutarakan niatnya secara terbuka.

"Tapi kenapa anda tidak untuk mencoba?" Cristine sepertinya memiliki pandangan lain dalam hal ini.

"Hubungan yang diawali kebohongan tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik," ujar Serah yang jelas sekali ia masih menyimpan sedikit kekecewaan pada Louis yang sempat ia percayai untuk bisa menjadi pelindung bagi dirinya dan Regina.

Ia menghela napas panjang lalu menatap Cristine dengan mata yang teduh. Kemudian, ia berkata, "meski aku menjadi Ratu, tapi hal itu tidak membuat posisiku aman. Louis bisa saja mencabut gelarku lalu mengganti posisiku dengan Helena, iya 'kan?" Ucapnya menampar fakta keadaan wanita yang begitu rapuh sekalipun perempuan itu adalah seorang Ratu, dan Cristine tentu memahami hal ini. Kalau Serah menikah ia tak lagi memiliki kebebasan sebagai individu mandiri karena dia akan menjadi Ratu Mathilda yang tetap berada dalam kekuasaan Louis.

"Kalau ia menceraikan ku dan membiarkan aku kembali ke Regina, aku tak akan mengeluhkan hal itu. Tapi bagaimana kalau dia merebut wilayah kekuasaan ku lewat pernikahan nanti dan menjatuhkan hukuman mati padaku, hanya agar bisa menikahi Helena, hm?"

Pernyataan itu memang terdengar kejam tapi memang sudah sering terjadi dalam pernikahan antara Raja dan Ratu yang saling memiliki wilayah kekuasaan. Hanya ada dua pilihan, menikah atau berperang.

"Aku hanya ingin kembali ke Regina dalam keadaan hidup, karena ada banyak rakyat yang tak bisa aku tinggalkan...." Itu adalah kata-kata terakhir dari Serah.

"Anda jangan khawatir. Saya pasti akan membantu anda, Yang mulia." Cristine tampaknya mulai menaruh rasa simpatik yang begitu besar pada sang Ratu. "Sekarang aku akan langsung melaksanakan tugasku," ujarnya sambil mengambil kotak hadiah di atas tempat tidur itu sendiri bersama dengan sepucuk surat yang digenggamnya erat.

.

.

Di tempat yang berbeda Grenseal masih berada di dalam perjalanan. Kali ini ia sudah memasuki kawasan antar Regina dan Mathilda. Dengan kecepatan penuh dia bisa tiba besok pagi di gerbang kota Mathilda.

"Lihat, kita akan segera sampai," ujarnya sambil memacu lari sang kuda. Ia menunduk sedikit ke bawah lalu tersenyum.

"Bagaimana? Kalian sudah siap untuk bertemu Ratu Serah 'kan?" Tangannya merogoh ke dalam tas hijau yang ia selempang kan ke bagian depan tubuhnya.

Dua kepala menyembul keluar dari dalam tasnya. Bulu-bulu halus pada bagian kepala hewan itu tertiup angin karena pergerakan kuda yang begitu cepat. Namun, meski begitu Grenseal tetap handal dan tangkas mengendarai kuda tersebut tanpa tergelincir meski satu tangannya sedang sibuk mengusap lembut kepala dua kelinci itu.

1
Hunk
fitnah nya kejam banget. ga main main semua pelayan iya fitnah🤣
Panda: blunder
total 1 replies
Hunk
wajib di hujat helena👍
Serena Khanza
akhirnya bisa baca cerita ini lagi thor..
disini si louis sbg raja dia kek terlalu anak emasin helena ya , aku baca sejak bab awal jadinya si helena ini besar kepala merasa diatas angin.. merasa menang dr serah..
tapi bagusnya juga si serah langsung sadar dan bagus aku suka , lebih bagus lg buat si louis menyesal sampe ke dasar jurang karena melepas berlian demi batu kerikil di sungai keruh😏
gak pantes dia jd raja, otak nya cuma wanita, wanita dan wanita dan slengki aja 😏😏😏
jijay..
ayo serah lawan helena biar dia sadar diri posisi dan statusnya dia gak sebanding sama kamu
Serena Khanza: kalo lompat jadi gak tau tiap bab nya kak 🤭
biar makin gregetan juga sama louis ini sama helena mak lampir 🤭
total 2 replies
Nyonya Gunawan
Detik" pembebasan grenseal..
Kaka's
mungkin sebaiknya kata ruangan di hapus saja yah..... jadi " Pagi itu–Serah berjalan seorang diri menelusuri koridor menuju taman depan istana"/Pray//Pray/
Kaka's: 🤭🤭🤭 yang di komen ku sendiri
total 6 replies
Nyonya Gunawan
Bacanya dag dig dug gmn gtu..😄😄
Panda: peyuk Glenn kakaaaaaa
total 3 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
Ratu Serah cukup cerdas, setidaknya dia tidak perlu turun tangan langsung buat ngurus Helena 👏
Wida_Ast Jcy
kenapa gak berontak aja sich thor
Wida_Ast Jcy
lho kok apa apa harus minta persetujuan louis dulu ya
Jing_Jing22
berontak yok🤧
Jing_Jing22
apa-apa harus minta persetujuan Louis dulu
putri bungsu
semangat Ser tunjukan kalo kamu wanita yang tak mudah di bohongi, dan kamu adalah wanita pintar yang bisa mengatasi segala masalah yang loouis perbuat untuk menjatuh kan mu
PrettyDuck
ini cowok yang di bab lalu ngeliatin rombongan serah ya tor?
Panda: iyak kakk
total 1 replies
PrettyDuck
kirain sengaja pamer, ternyata efek otak bloon /Facepalm/
PrettyDuck
terang2an banget ngegundiknya 😭
Mingyu gf😘
dihh sombong banget
Panda: villain tercinta akuh kak tapi wwkwkwk
total 1 replies
Mingyu gf😘
cihh mau banget hormat sama raja tamak
Panda: dia Uda jinakk kak di novel sebelah buakakaka 🤣

prosesnya panjang hah..😏
total 1 replies
MARDONI
Seru banget nih! Serah tahu Louis lagi bersandiwara tapi tetap setuju buat jadi calon Ratu, malah minta belajar berpedang sampe Louis meremehkan dia! Terus pas malamnya jalan-jalan ke taman ketemu lagi sama Grenseal yang lagi latihan pedang, ternyata kerajaan Duncan lagi dalam krisis pangan karena blokade Louis, dan mereka mau cari bantuan ke Ratu Regina! Bikin penasaran banget gimana Serah bakal membantu Grenseal dan bagaimana rencana balas dendamnya ke Louis nih! Semangat terus ya Kak Author! 💪✨
Chimpanzini Banananini
masih belum ada yang bisa dikomentari sih. soalnya isinya masih rapat.

namun, yang aku pengen tahu adalah latar belakang putri serah. mengapa dia akan menikah dengan raja Louis. dipaksa? atau memang sukarela?
Jing_Jing22
wanita juga harus tangguh wahai kesatria jadi tolong bantu ratu serah untuk belajar ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!