NovelToon NovelToon
Gairah Terlarang Istri Ayahku

Gairah Terlarang Istri Ayahku

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Ibu Tiri / One Night Stand / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:262.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: R.angela

Akibat dijebak oleh musuh yang berkedok sebagai teman baiknya, Yura akhirnya menghabiskan satu malamnya dengan seseorang yang tidak dia kenal.

Tiga Minggu kemudian, Tante dan Om yang selama ini membesarkannya memaksa Yura menikah dengan pria tua yang pantas jadi ayahnya.

Yura tidak punya pilihan lain, dan menerima pernikahan itu. Setelah acara pernikahan itulah Yura bertemu dengan pria yang sudah tidur dengannya tiga Minggu lalu, sekaligus ayah dari anak yang ada dalam kandungannya. Seolah belum cukup membuatnya terkejut, pria yang sudah menanam benih dalam perutnya ternyata anak dari suaminya.

Bagaimana kisah Yura? Mampukah dia menemukan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelang Tanda Cinta

"Terima kasih untuk makan malamnya," ucap Yura sebelum berpisah di anak tangga teratas. Yura akan masuk ke kamarnya, begitupun dengan Erlang.

Pria itu tidak menjawab, tangannya menelusup ke dalam saku celana, teringat sesuatu. Sudah dua hari dia menyimpan gelang itu di saku celananya.

Tanpa kata Erlang menarik tangan Yura. Gadis itu sempat panik, takut pikiran gila Erlang akan muncul kembali seperti dulu, menariknya hingga kembali berbuat dosa. Namun, tatapan wajah Erlang yang sendu, membuat Yura membatalkan niatnya untuk berontak.

Pria itu bahkan tampak tidak bersemangat. "Ini untukmu. Hadiah perpisahan dariku!" ucap nya, meletakkan gelang di telapak tangan Yura. Tanpa menunggu protes atau argumen apapun dari gadis itu, Erlang pergi masuk ke dalam kamarnya.

Di tempatnya, Yura mengamati punggung pria yang tampak tersakiti itu. Bukan hanya Erlang yang merasa sakit, tapi juga Yura.

Keadaan membuat keduanya harus berpisah. Erlang memang pernah menawarkan untuk mereka bersama, tapi bukan pernikahan. Mau jadi apa mereka kalau hidup dalam kejaran Roy?

Pintu kamar Erlang sudah tertutup, tapi kaki Yura seolah menyatu dengan lantai, hingga dia tidak bisa bergerak.

"Kau sedang apa?" Jessica keluar dari kamarnya dan mendapati Yura ada di sana.

"Gak ada. Aku hanya... Selamat malam Jes," ucapnya berbalik dan masuk ke dalam kamar.

Jessica mendengar langkah kaki dan samar nada orang bicara, hingga membuatnya tertarik untuk keluar. Tapi saat tangan sudah ada di handle pintu, Jessica mendengar pembicaraan Erlang dan Yura. Ingin tahu apa yang keduanya bicarakan, Jessica menempelkan telinganya di daun pintu.

Jessica mendengar Erlang memberikan sesuatu kepada Yura tapi dia tidak tahu, apa itu. Hanya saja dia mendengar bahwa hadiah itu sebagai hadiah perpisahan di antara mereka.

Jessica muak! ingin rasanya mengungkap hubungan terlarang antara ibu dan anak itu. Namun apa yang akan dia dapat? Mungkin Roy akan menceraikan Yura, dan dirinya dibenci Erlang, lalu apa?

Namun kalau dipikir lagi hal itu justru memberi jalan kepada keduanya untuk bersama. Kalau Roy menceraikan Yura artinya Erlang bisa menikahi Yura.

Dan apa yang akan didapatkan Jessica? Tidak ada! Jadi gadis itu memilih untuk diam, menikmati setiap prosesnya walaupun ingin sekali rasanya mencakar wajah Yura karena sudah mengganggu calon suaminya.

***

Yura tidak bisa menahan rasa gembiranya ketika melihat kedatangan Roy keesokan harinya. Dia ingin memeluk pria itu karena rindu namun, rasa sungkan membuatnya menahan diri.

Wajah pria itu juga terlihat itu lelah, mungkin pekerjaan membuatnya tidak punya banyak waktu untuk beristirahat. Kadang Yura berpikir untuk apa pria itu mati-matian bekerja di usianya yang sudah tidak muda lagi? Bukankah ada Erlang yang mengurus semuanya?

"Aku senang Om kembali," ucap Yura menyambut kedatangan suaminya. Roy hanya membalas dengan senyuman dan menepuk punggung tangannya.

Sudah kebiasaan bagi Yura setia suaminya pulang entah dari mana pun, dia akan menyuguhkan teh hangat.

"Wajah Om begitu pucat. Apa Om baik-baik aja?" tanya Yura mengamati wajah Om Roy. Penampilan pria itu terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Cuaca di luar sana terasa terik tapi Roy justru menggunakan sweater yang lumayan tebal.

"Aku baik-baik saja Yura. Bagaimana dengan kandunganmu, apa baik-baik saja? Jangan lupa pesan Om, kamu harus makan dengan teratur, juga mengkonsumsi makanan yang bergizi agar bayimu tumbuh dengan sehat," ucapnya membelai puncak kepala Yura.

Kejadian itu dilihat oleh Erlang yang baru saja pulang dari kantor. Asyik bicara, keduanya tidak mendengar suara langkah kaki Erlang Saat memasuki ruang keluarga.

"Papa sudah pulan" sapa Erlang ingin melanjutkan langkahnya menuju kamar.

"Duduklah dulu, Er! Apa kau tidak merindukan Papa?" tanya Roy kok minta perhatian anaknya. Kalau mereka sudah bertiga begini, Yura sangat merasa tidak nyaman, gugup dan seolah diburu rasa bersalah. Hatinya tidak tenang, seakan Roy bisa mengintimidasi lewat matanya dan mengetahui adanya hubungan terlarang diantara mereka.

Erlang memilih bangku yang ada di depan ayahnya, berusaha untuk tidak melirik ke arah Yura.

"Tampaknya, Papa tidak bisa lagi mengurus perusahaan yang selama ini Papa pimpin. Bisakah kamu menanggung jawabi semuanya?"

Erlang semakin intens menatap wajah ayahnya. Semakin terlihat perbedaan wajah Roy yang sangat tidak seperti biasanya. Pria itu terlihat lebih kurus dengan wajah yang begitu pucat. Siapapun yang melihatnya pasti sadar bahwa Roy dalam keadaan yang tidak sehat.

"Papa kenapa? Apa Papa sakit?" tanya Erlang semakin cemas. Walaupun dia tidak terlalu dekat dengan ayahnya namun, tidak bisa disangkal bahwa dia sangat menyayangi pria itu.

Mungkin cara Erlang untuk menunjukkan rasa sayangnya kepada sang ayah berbeda dengan cara anak lainnya, tapi dia tetap sangat mencintai dan menyayangi satu-satunya orang tua yang dia punya di dunia ini.

Sifat cuek, dan sikap dingin serta tidak banyak bicaranya, membuat Erlang kesulitan untuk menunjukkan rasa sayangnya kepada seseorang. Tidak hanya padanya Roy, Erlang juga tidak mampu menunjukkan betapa dia sangat menyayangi Yura.

Lidahnya terasa keluh setiap ingin mengungkapkan bahwa pria itu sudah jatuh cinta kepada Yura sehingga dalam pikiran Yura, Erlang menginginkan dirinya hanya untuk melampiaskan keinginan biologisnya.

"Papa tidak apa-apa, hanya saja mungkin sudah waktunya pakai pensiun. Maafkan Papa yang harus membebani mu untuk mengurus begitu banyak anak perusahaan seorang diri," ucap Roy sembari menarik napas lalu mengembuskannya dengan kasar.

Selama anak dan ayah itu bicara, Yura hanya bisa menunduk sembari mendengarkan dalam diam. Sekitar 15 menit berbincang, Roy menarik diri untuk naik ke kamar. Yura dengan sikap memapah dan membantu pria itu berjalan.

Selama membantu Roy berjalan menuju kamarnya, entah mengapa Yura merasakan firasat buruk tapi dia enggan untuk mengutarakannya kepada Roy.

"Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit? Om terlihat begitu lelah dan juga lemah," ucap Yura menyelimuti tubuh Roy hingga batas ketiak pria itu.

Roy tersenyum lalu menggeleng dengan lemah. "Maukah kau setiap saat berada di sampingku? Aku ingin setiap membuka mata orang yang pertama aku lihat adalah dirimu," ucap Roy lemah. Yura merasa sedikit aneh mendengar perkataan pria itu tapi dia hanya bisa mengangguk dengan cepat.

Firasatnya berkata bahwa Roy sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka. Pria itu tidak ingin membebani dirinya ataupun Erlang.

Atau mungkin pria itu sedang sakit parah, namun tidak mau memberitahukan anak dan istrinya? Semua pemikiran itu hanya bisa disimpan Yura di dalam benaknya.

Walau tidak bisa mencintai Roy seperti dia mencintai Erlang, tapi Yura tidak ingin terjadi hal buruk kepada pria itu. Baginya, Roy adalah malaikat pelindung yang sudah menyelamatkannya berkali-kali, mengangkat martabat serta derajatnya.

Tiba-tiba saja air mata Yura menetes di pipinya. Roy melihat hal itu dan segera mengulurkan tangan untuk menghapus jejak air mata itu dari pipi Yura.

"Om mohon kamu jangan menangis agar Om bisa bertahan lebih lama," ucap pria itu yang Yura tidak dimengerti apa artinya.

1
Santi Maria Havernandes
kenapa cerita kok jadi lain ini ceritanya siapa sih?🤦
Cici Risna Yulianti
Luar biasa
Elminar Varida
lah...ini cerita apaan ya??bingung saya. alurnya rada aneh. ini Authornya sehat atau bukan ya🤔🤔🤦‍♀️
Juan Sastra
kurang detail thorr,, jadi kurang haredangnya
Juan Sastra
gitu toh ceritanya, niat menolong lalu gimana jika yura jujur akankah om mentalak yura dan menikahkannya sama erlang. coba jujurlah yura agar tidak ada salah faham
Tua Jemima
berterusterang lebih bsik yura serapat kmu menyebuyikn aib pasti terbokar juga
Andra Adinda
Kok q jd 😭😭😭😭😭😭
sedih bahet
Evi Winarti
gx asyek berkhrnya..gx tau alurnya malah langsung bab trkhr
Rini Eni
jgn lemah yura,,jgn kalah sama si kereta jes jes
Rini Eni
sad
Rini Eni
kasih tau yura ,,biar tau kalo dya mau punya cucu
Rini Eni
jangan cepet pergi om ryo,, nyatanya orang baik jarang berumur panjang
Rini Eni
cemburu buta dita,,ampe kejam bgtu
Rini Eni
aki2 lembut bgt hatinya
Rini Eni
yura oh yura
Rini Eni
gmn klo si Roy ternyata inpoten
Arie Chrisdiana
critanya sdh bagus cuma kata2nya tolong dibenahi ya thor kadang pusing bacanya krn kata2nya ndak jelas 🤗🤗🤗🤗
Rere Niae Cie'kecee
😭😭😭😭😭😢😢pnuh bombay😭😭😭
Rere Niae Cie'kecee
hot mnatap thor tapi tanggung🤣🤣🤣😀
Rere Niae Cie'kecee
ya greget dan penasaran banget thor 🤗🤗😘😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!