DERYNE MIKAELSON si duyung cantik yang sudah lama tinggal di lautan, harus kembali ke daratan karena telah menolong seorang anak kecil. Sosok Ryn yang menyenangkan membuat gadis kecil itu memohon pada Ayahnya, untuk menjadikan Ryn sebagai pengasuhnya.
LUCAS, Ayah dari Suri yang dengan terpaksa mengijinkan gadis asing untuk tinggal di rumahnya. Banyak sekali perbedaan dari suasana rumah itu ketika Ryn mulai tinggal disana. Satu persatu rahasia terbongkar! Apakah sebenarnya hubungan Lucas dan Suri, benarkah mereka hanya Ayah dan anak biasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nessa Cimolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
YES!! I'am Mermaid - Ep. 33
Suara riuh para pekerja di bibir pantai terdengar di kedua telinga Ryn, gadis cantik itu mengikuti Lucas yang sedang mengecek petugas lapangan. Ya... Acara donasi yang digelar oleh perusahaan Lucas akan digelar di pantai ini.
Ryn mendorong kursi roda Suri dengan hati-hati, ia memperhatikan semua hiasan dan papan-papan kayu yang akan digunakan di acara itu nantinya. Lucas terlihat sangat sibuk dengan beberapa lembar kertas yang dibawanya, pria itu menatap Ryn dari kejauhan, ia melihat Ryn yang termenung menatap luasnya lautan di depannya.
"Hei Ryn, apa kau akan ikut di acara itu?" Suri menengadahkan kepalanya menatap Ryn dari bawah.
"Aku tidak tahu, aku tidak pernah pergi ke acara seperti ini sebelumnya"
Suri terkekeh. "Ini hanya acara membosankan, kau harus pergi, karena aku juga akan pergi"
"Eh?" Ryn terkejut. "Kenapa kau harus pergi?"
"Sebagai putri ayah yang memiliki jabatan tinggi di kantor, aku harus ikut serta mendampingi Ayah"
"Hmm, begitu ya?! Baiklah... Kalau begitu, aku juga ikut, karena sebagai pengasuhmu aku harus siap siaga melayanimu tuan putri" ucap Ryn lalu tertawa, kedua orang itu lantas saling mencubit satu sama lain. Ryn membawa Suri ke sebuah jalanan papan kayu dan duduk di ujung sana. Gadis itu menghirup aroma segar angin laut, Ryn tidak sadar bahwa sesekali ada seorang pria yang memperhatikan dirinya.
Suri melirik ke arah pria itu lalu melirik ke arah Ryn, gadis kecil itu merengut, ia dengan polosnya menatap pria itu yang merupakan pegawai di kantor Lucas, Suri menatap tajam ke arah si pria sambil mengacungkan jari telunjuk nya.
"Dia milikku...." Ujar Suri tanpa suara, ia hanya menggerakkan bibirnya saja saat bicara begitu pada pria tersebut. "Kau tidak boleh mengambilnya"
Pegawai pria itu malah tersenyum melihat aksi Suri, siapapun pria yang melihat Ryn pasti akan langsung terkesima dan takjub pada wajahnya, wajah Ryn yang cantik dan imut lalu tubuhnya yang mungil membuat gadis itu terlihat sangat menggemaskan.
"Hei, kau lihat gadis itu?" Tanya pegawai pria itu, namanya Roni.
"Kenapa?" Tanya salah satu pekerja. "Bukankah dia datang bersama tuan Lucas dan putrinya, Suri?"
"Apa kau tahu, siapa nama gadis cantik itu?"
"Aku tidak tahu" jawabnya menggelengkan kepala. "Kenapa anda tidak coba untuk bertanya langsung?"
"Yah.... Sepertinya Suri tidak akan mengijinkan aku mendekati pengasuhnya"
"Kenapa?" Tanya pekerja itu. "Masa sih anda bakal kalah sama anak cacat seperti itu"
Buru-buru Roni membungkam bibir pekerja sementara itu dengan kedua tangannya. Ia mendekatkan jari telunjuk di depan bibirnya sambil menggelengkan kepala pelan.
"Jaga cara bicaramu! Jika tuan Lucas mendengarnya, kau bisa saja kehilangan pekerjaan mu"
"Eh!!"
Roni menghela nafas panjang. "Bagaimanapun juga, Suri adalah anak kesayangan tuan Lucas. Kau tak sepatutnya menghina anak kecil itu, lagi pula aku akan mendekati pengasuhnya dengan caraku sendiri"
"Ya, ya.... Terserah anda saja!" Ujar si pekerja dengan sewot.
•••
"Ryn...." Panggil Lucas lembut, pria itu tak tahu bahwa panggilan darinya mampu membuat Ryn terkejut dan secara mendadak dadanya berdebar amat kencang.
"I-iya... Ada apa?" Tanya Ryn tanpa menoleh memandang Lucas.
Lucas tersenyum menyeringai ketika melihat gadis di depannya dengan sengaja tak melihat ke arahnya. Pria tampan itu tengah memikirkan sesuatu untuk mengerjai Ryn yang sedang salah tingkah karenanya.
"ADUH!!!" Lucas jatuh terduduk di atas jembatan papan itu, kedua tangannya terkepal dan menyentuh dada bagian jantung berada. "Sa-sakit sekali...."
Ryn terlonjak kaget dari duduknya, duyung cantik itu lantas berdiri dan menghampiri Lucas yang menunduk kesakitan di belakangnya. Wajah Ryn nampak sungguh-sungguh khawatir, dia menyentuh kedua pundak Lucas dan menatapnya lekat.
"Lu-lucas! Kau baik-baik saja?! Apa yang terjadi, mana yang sakit?"
"Ya Tuhan! Sakit sekali...." Ucap Lucas lagi, ia tak tahu bahwa ucapannya membuat Ryn sangat panik. Gadis itu lantas mengambil liontin yang selama ini ia kenakan, Ryn membuka telapak tangannya dan hendak membuat luka disana untuk mengeluarkan darahnya sendiri.
Belum sempat Ryn merobek kulitnya, Lucas menghentikan aksi si duyung cantik itu. "Hei, apa yang akan kau lakukan?"
"A-aku akan mengobatimu" ucap Ryn lugu.
"Dengan cara melukai dirimu sendiri?" Tanya Lucas marah. "Kau ini bodoh atau apa?! Aku hanya bercanda"
"Ber-can-da?" Tanya Ryn terpotong. Kedua mata Ryn terlihat kesal, gadis cantik itu mendorong kasar tubuh Lucas. "Aku sungguhan khawatir padamu tahu!!!"
"Aduh sakit!" Ucap Lucas ketika ia jatuh ke belakang. "Ha-habisnya, kau sih terlihat murung! Jadi aku ingin mengerjai mu"
"Tidak lucu" Ryn marah, ia melangkah pergi meninggalkan Lucas, gadis cantik itu menghampiri Suri yang tak jauh dari tempatnya. Ryn membawa Suri kembali ke dalam mobil.
Melihat wajah Ryn yang merengut, Suri mengalihkan pandangannya menatap sang Ayah. Lucas hanya diam saja memperhatikan Ryn yang membawa Suri pergi.
"Ada apa Ryn?"
"Apa?! Kau tidak lihat, wajahku sedang kesal" jawab Ryn ketus.
"Aku melihatnya dengan jelas" jawab Suri lalu tersenyum. "Memangnya apa yang membuat wajah itu tertekuk begitu?"
"Ini gara-gara Ayahmu, aku pikir dia terkena serangan jantung! Ternyata dia hanya berbohong untuk mengerjai aku"
"Lalu?? Kenapa kau marah?" Suri tertawa cekikikan melihat ekspresi wajah Ryn.
"Kau tidak tahu betapa paniknya aku saat itu" ungkap Ryn sedih. "Aku pikir, aku akan kehilangan Ayahmu"
"Wow-wow!! Tunggu dulu, apa ini?" Tanya Suri dengan senyum manisnya. "Apa aku tidak salah dengar? Ryn takut kehilangan Ayah??"
"Oh, tunggu! Apa mungkin Ryn dan Ayah...." Timpal Suri lagi.
"Tidak! Tolong hentikan pikiran anehmu itu" wajah Ryn memerah, bisa-bisanya dia bicara begitu luwesnya pada Suri yang memang dari dulu terlihat ingin menjodohkan dirinya dengan Lucas. "Aku tidak bermaksud serius dengan kata-kata ku tadi"
"Wah, sayang sekali" ujar Suri terkekeh. Gadis kecil itu berseri-seri mengetahui bahwa Ayahnya dan Ryn semakin dekat.
_________________________________________
Beberapa hari kemudian...
Kantor tempat Lucas bekerja hari ini sangat sibuk, bagaimana tidak? Dua hari lagi adalah hari dimana perayaan pesta perusahaan dan donasi di adakan. Lucas membolak-balik sebuah map, membaca nama-nama donatur yang akan datang ke acara esok lusa itu.
Hari ini entah mengapa? Wendy tidak hadir ke kantor, dia bilang bahwa dirinya tak enak badan. Ini sangat aneh, akhir-akhir ini Wendy sering kali absen dan mengatakan bahwa dirinya sedang tidak enak badan. Ingin sekali Lucas melihat langsung keadaan wanita itu, tapi ia sangat enggan ketika mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh Wendy.
"Sebaiknya bagaimana ya?" Gumam Lucas lirih. "Kenyataan nya aku dan Wendy belum putus secara resmi"
Tok!
Tok!
Tok!
Lucas menutup map yang ia baca, ia berteriak mempersilahkan seseorang yang mengetuk pintunya untuk masuk. Lucas melirik ke arah pintu, seorang pria melangkah masuk dengan senyum yang terkembang sempurna di bibirnya.
"Maaf pak, apa saya mengganggu?"
"Kau tidak perlu sesopan itu jika hanya ada kita berdua disini" ucap Lucas ramah, ketika ia melihat Roni, asistennya. Lucas dan Roni memang sudah saling kenal sejak lama, apalagi Roni sudah menemani Lucas dari sebelum Lucas bekerja di perusahaan ini. Roni adalah orang suruhan keluarga Lucas untuk mengawasi perusahaan yang dipegang oleh Lucas saat ini, mereka berdua sudah saling kenal sejak kecil. Namun, nampaknya Lucas membatasi pergaulannya dengan Roni dan lebih memilih Nicholas untuk dijadikan sahabat.
"Hei, apa kau akan datang ke acara kantor esok lusa?"
"Jabatanku disini sangat penting, jika aku tidak datang bisa-bisa banyak donatur yang kecewa, apalagi bukan tidak mungkin kau akan melaporkan ku pada ayah" sahut Lucas ketus.
"Wah, kau masih tidak percaya padaku ya?! Memangnya kapan aku pernah mempersulit hidupmu?"
"Roni, aku masih ingat dengan jelas bahwa kau adalah orang suruhan Ayah, jadi aku tidak bisa begitu saja mempercayai mu sepenuhnya"
Roni tertawa kecil. "Hahaha baiklah.... Ngomong-ngomong, dimana kau menemukan pengasuh untuk Suri?"
Lucas melirik tajam pada Roni, raut wajah Lucas mendadak kurang menyenangkan dengan pembicaraan ini. "Kenapa itu penting untukmu?"
"Apa kau menyukai pengasuh itu?" Selidik Roni lebih dalam. Pria itu melipat kedua tangannya di depan dada. "Apa aku benar?"
"Roni, kau tidak berhak mencampuri urusan pribadiku, mau aku menyukainya atau tidak! Kau tidak ada hubungannya"
"Sebenarnya ada sih hubungan nya...." Roni mendekatkan dirinya pada Lucas, pria itu tersenyum menyeringai. "Jujur saja! Aku tertarik pada pengasuh Suri, jika kau memang tidak menyukainya maka ijinkan aku untuk memilikinya"
Dahi Lucas berkerut, ia menatap kedua mata Roni dengan pandangan amat sinis. Lucas mengangkat salah satu ujung bibirnya seolah mencibir aksi Roni. "Aku memang memintamu untuk tak perlu sungkan dan berlaku sopan jika di depanku, tapi ini kelewatan"
"Ah! Benarkah? Maafkan aku" Roni tersenyum dengan amat terpaksa. "Aku tidak tahu bahwa kau akan semarah ini..."
"Pergilah, sebelum aku semakin marah" Lucas mengepalkan kedua tangannya di atas meja.
BERSAMBUNG!!!
Halo, terima kasih sudah membaca! jangan lupa dukung terus Author ya!!
semangat, kuat sehat ya kak nesaaaa😍😍♥️♥️
semangat kak neess aku pasti selalu nunggu update mu,, 🌷🌷🌷🌷🌷😊😊😊🤗🤗🤗💝💝💝