PLIS ... JANGAN NURUNIN RATE, CUKUP KASIH 5 RATE NO DI BAWAH ITU!
Syfa Aurora welston adalah anak dari pengusaha ternama se ASIA, kehidupannya sangatlah istimewa dan mewah, akan tetapi setelah banyak orang mengetahui jati dirinya disitulah Aurora berubah menjadi seorang Mafia sadis ternama akibat dendam kepada sang Ayah.
Awal bermula ketika Aurora tau Ibunya meninggal bukan karna melahirkanya tetapi, karna sang Ayah yang mendua sampai memiliki seorang anak perempuan dari selingkuhanya yang Tak lain pembantu Mereka sendiri.
Setelah mengatahui itu Aurora pergi dengan Mobil mewahnya dengan kecepatan tinggi Dan menabrak pembatas jalan disitulah The Queen Mafia terlahir.
Bagaimana kehidupan Aurora setelahh perubahan itu?
Bahkan harus menjalin cinta segitiga. Ikutin terus karya ini.
ikutin terus epesodenya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri salsabila syfa b.s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32. Wanita ganjen!
Aurora Sudah tertidur di dalam mobil. Tiba-tiba Mobil mendadak berhenti dengan rem yang tiba-tiba.
Shit!
Aurora langsung kaget menyiagakan senjata lalu menjerit.
"Akh ... The Blue!! jika bawa Mobil Yang benar!" Jerit kesal Aurora sambil mengacak-ngacak rambutnya.
"Hehe ... maaf, Mam tapi, ini bukan salahku sepenuhnya. Di depan ada seorang wanita dikerumuni banyak lelaki." Jelas The Blue panjang lebar.
Aurora menaikan sebelah alisnya dan membuka pintu Mobil. Tapi, yang turun bukan dia tapi, dia menyuruh The Blue.
"Turun Sana! pintu sudah kubuka selamatkan wanita itu, bawa ke sini " Ucap Aurora sambil memejamkan matanya.
The Blue mengerutu dirinya, Queenya yang membuka pintu tapi, malahan dia yang di suruh penghampiri orang- orang yang di depan Mobil Mereka.
Sedangkan para The Blue yang Naik motor, bersama Kevin, Takasi dan Jefri ikut berhenti di belakang Mobil Aurora.
"Loh-loh ko berenti kenapa to?" Tanya Jefri bingung sambil mengupil.
"Heh ... jorok sekali!" Ucap Takasi melotot.
"Suka-suka dong mas!" Jawab Jefri melewek.
The Blue menghampiri wanita tersebut yang dikerumin Lima lelaki.
"Eh sampura ... Ada akang ganteng pisan ey ... mau ngajak Juminten main juga ya?" Ucap wanita yang bernama Juminten dengan mengedipkan sebelah Mata ke The Blue.
"ㄩㄇㄧ ㄇㄣㄇ,ㄨㄇㄙㄕㄇㄙ ㄛㄜㄧㄔ ㄏㄇㄩㄣㄧㄐㄡ." Ucap salah satu lelaki kepada The Blue mengunakan bahasa China tradisional.
{Mau apa kamu! jangan ikut campur!}
The Blue menaikan alisnya sambil menatap tajam lelaki di depanya.
"Kamu sedang apa di sini?" Tanya The Blue kepada wanita yang bernama Juminten.
" Ihh ... Akang ganteng bisa bahasa Indonesia alhamdulialah." Ucap wanita bernama Juminten sambil mendekati The Blue.
"Jadi gini teh, Juminten mau kerja jadi Art tapi, malahan di bawak ke sini, yaudah Juminten yes ... yes .. sin aja lumayan akang-akanya ganteng hihihi ..." Ucap wanita bernama Juminten itu dengan genit.
"Bodoh! mereka itu mau melecehkan kamu! jika mereka ingin menjadikanmu Art tidak mungkin mereka membawamu di jalan sepi penuh semak ini!" Ucap The Blue kepada Juminten.
Juminten menaikan alisnya marah lalu kembali menghadap para lelaki yang mengajaknya ke sini, dia langsung menampar satu, persatu lelaki di depanya.
Plak! Plak! Plak! Plak! Plak!
"Dasar orang mesum! percuma teh akang-akang ganteng kalau mesum!!" Ucap Juminten kesal.
Salah satu lelaki yang ditampar oleh Juminten marah dan berhasil menelintir tangan Juminten sedangkan The Blue melihatnya hanya diam saja.
Tiba-tiba Juminten berbalik Dan mendang lelaki yang memelintir tanganya sampai terjungkal ke bawah
" Jangan sentuh Juminten! Juminten jijik ... wah kalian semua mau jahatin Juminten siap-siap kalian harus mati!" Ucap Juminten kesal sambil menghajar lelaki di depanya.
Bugh! Bugh!
Akh!
Plak! Bugh! bogem!
"Huh ... Ayo akang baik kita pergi." Ucap Juminten menarik the Blue setelah lelaki yang habis dihajarnya kao.
Aurora yang melihat itu tersenyum, karna menemukan karakter baru yang mungkin akan menjadi salah-satu Boydguardnya.
Ketika The blue ditarik Juminten. dari belakang lelaki yang ingin melecehkan Juminten memukul pungung The Blue tapi, kayu yang dia gunakan untuk memukul The Blue malahan patah menjadi dua bagian.
The Blue membalikan badanya Dan menatap tajam lelaki di belakangnya yang sudah memukulnya.
Sedangkan Juminten yang melihat The Blue dipukul langsung berlari menerjang perut lelaki yang memukul The blue tadi.
"Jangan macam-macam! sayang kalian jahat, padahal teh niat Juminten mau jafiin kalian suami." Ucap Juminten langsung pergi menarik The Blue kearah mobil yang dia lihat.
Juminten langsung membuka pintu Mobil dan duduk disamping Aurora yang sudah memejamkan Mata, dan terbangun kaget karna kaca mobil di depan dilempari dengan batu.
Jefri yang melihat itu langsung lari menaruh motornya yang dia kendarai dan memukul lelaki di depan Mobil Aurora.
Bugh!
Plak!
Ser!
"Kurang ajar! berani-beraninya mau ngerusak Mobil bagus, Jefri aja kepengenloh malahan mau kaliann rusak Wong edan!!!" Ucap Jefri kesal.
"Jefri! patahkan tangan Mereka yang sebelah Kanan saja ya ... ingat hanya sebelah Kanan!" Ucap Aurora santai yang Membuat Jefri tersenyum.
Takasi dan Jefri langsung masuk ke dalam mobil Aurora dan meninggalkan motor Mereka untuk di bawa oleh The Blue.
"Kalian bawa ya! aku dan Takasi akan Naik ke monil saja." Ucap Kevin dan Takasi langsung masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Jefri sedang bergulat dengan para lelaki itu, dia mematahkan tangan Mereka satu persatu di sebelah Kanan.
Krk! krak! krak! krak! krak!
Tulang tangan sebelah kanan lelaki tersebut sudah patah oleh jefri.
"Akhh ..!! Tungguw pembalasyanku!" Ucap salah satu dari mereka yang kurang lancar berbicara bahasa indonesia.
Semua langsung pergi kembali ke Kastil. Sedangkan Aurora bingung dengan sikap Juminten yang menurutnya aneh.
"Wah ini teh bagus pisan, ke punya bapak dirumah! tapi, Juminten kalau mau naik mobil bapakgeh harus diem-diem gak kegini!" Ucap Juminten lesu.
"Ah bodo yang penting Juminten seneng sekarang, mana akang-akang teh ganteng pisan." Sambil mencolek pipi Takasi.
"Hhhh aku saja belum pernah mencolek mu." Ucap Aurora sambil tertawa.
"Kau dari Mana, kenapa bisa ada di sini?" Tanya Aurora bingung.
"Owalah Kalau Juminten teh, dari Indonesia daerah lampung utara." Jelas Juminten sopan tapi, menatap Takasi dengan tatapan mengoda.
"Lalu kenapa bisa ada di sini?" Tanya Aurora lagi.
"Juminten ditawarin jadi Art teh, nah jadi pas sampe sini malahan ketemu akang-akang ganteng pisan yaudah Juminten ikutin Aja lumayan dapet makan gratis trus cuci muka liat akang- akang hihihi ... " Juminten tertawa sambil mengedipkan Mata ke Takasi.
"Ow tuhan kenapa, wanita ini melihatku seperti itu!" Umpat Takasi kesal.
Kevin dan The Blue hanya senyam-senyum di dalam mobil.
"Kau tidak punya tempat tinggalkan di sini, jadi kau ikut aku saja bagiamana? em ... kau jika pintar dalam bertarung." Ucap Aurora yang Membuat Juminten senang.
"Tentu teh, Juminten bakalan ikut sama teteh aja lagian di deket teteh banyak yang ganteng, " Ucap Juminten.
"Hhhh tentu ini baru di sini di kastilku lebih Ada yang ganteng di bandingkan yang di dalam mobil ini." Aurora melirik mereka semua sambil tersenyum.
"Wah gasabar Juminten, Sapa Tau itu jodoh Juminten." Ucap Juminten cekikika.
"Kamu orang Sunda?" Tanya Kevin tiba-tiba.
"Iya Akang ko Tau wah Kita jodohnih besok Kita ke KUA ya kang." Ucap Juminten menatap Kevin sambil tersenyum.
"Bu_bukan maksdku jika kamu orang Sunda lalu kenapa namamu Juminten?" Tanya Kevin gugup sambil kesal.
"Yakarna teh Juminten orang jawa." Ucap Juminten yang Membuat kepala Aurora sakit jika memikirkanya.
Tadi dia bilang dari lampung, lalu bilang orang sunda, namanya Juminten nama orang jawa tapi, giliran ditanya kembali dia orang jawa. Yang Membuat Aurora menutup Mata Dan kupingnya.
Karna malas melihat dan mendengar Juminten berceloteh.
**Hai like, rate Lima , serta komen ya tinggalkan jejak.
Salam SBS. maaf baru up walau ga seru kasih kritik sangat membantu**
semangat yah
jd jdikan lah itu si syfa anggun thor beraura
jd jdikan lah itu si syfa anggun thor beraura