NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Gadis Polos

Transmigrasi Si Gadis Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:30.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lyly little

Shabila Diaskara adalah gadis polos dan lugu yang bersikap hiperaktif serta pecicilan demi menarik perhatian ayahnya—seorang Daddy yang membencinya karena kematian sang ibu saat melahirkan dirinya. Dalam sebuah insiden, Shabila berharap bisa merasakan kasih sayang seorang ayah sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Saat terbangun, Shabila menyadari dirinya telah bertransmigrasi ke tubuh Aqila Weylin, gadis cantik namun pendiam dan cupu. Kini dipanggil “Aqila,” Shabila—yang akrab disapa Ila — mulai mengubah penampilan dan sikapnya sesuai kepribadiannya yang ceria dan manja.

Beruntung, kehidupan barunya justru memberinya keluarga yang penuh kasih. Sikap hiperaktif dan manja Ila membuat seluruh keluarga Aqila gemas, bukan marah. Setelah tak pernah merasakan cinta keluarga di kehidupan sebelumnya, Ila bertekad menikmati kesempatan kedua ini sepenuh hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyly little, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 **Pagi Riuh di DHS**

Deru mesin mobil sport yang memasuki area parkir DHS (Diaskara High School) seketika memecah ketenangan pagi. Suara knalpotnya yang khas seolah menjadi melodi pembuka bagi drama harian di sekolah tersebut. Para siswi yang sudah berada di sana mulai riuh, suasana mendadak gaduh karena mereka sudah sangat hafal siapa sosok di balik kemudi mobil mewah itu.

"Tampannya gue datang woy!" teriak salah satu siswi dengan histeris.

"Ah, sehari nggak lihat wajah tampannya, lemas gue bestie..." sahut yang lain sembari memegangi pipinya yang merona.

"Eh, lama banget sih keluarnya? Penasaran gue!"

"Gue heran, kenapa dia makin hari makin tampan, sih?"

Pekikan-pekikan tersebut terdengar begitu berlebihan di telinga si kembar (Alzian dan Elzion) serta teman-temannya. Bagi mereka, pemandangan kaum hawa yang histeris setiap kali mereka memasuki pekarangan sekolah adalah hal yang biasa, namun tetap saja terasa menggelikan. Belum juga sang pemilik mobil menampakkan batang hidungnya, suasana sudah seperti konser bintang pop.

Alzian, Elzion, Dian, Liam, dan Juna berjalan menghampiri mobil sport tersebut. Langkah mereka terlihat santai namun berwibawa.

"Tumben Lanka datang terlambat dari kita-kita," ucap Dian dengan nada heran. Biasanya, Lanka adalah orang yang paling disiplin dan tiba lebih awal, tapi hari ini dia justru menjadi yang terakhir.

Ya, pemilik mobil sport yang memberikan tumpangan kepada Ila itu adalah Lanka.

"Mungkin dia ada urusan sebentar," sahut Liam pendek. Mereka terus melangkah mendekat, membentuk barisan cowok-cowok populer yang membuat suasana parkiran makin panas.

Sementara itu, di dalam kabin mobil yang kedap suara, Ila menatap bingung ke luar jendela. Ia memperhatikan kerumunan siswi yang tampak seperti sedang mendemonstrasikan sesuatu di depan mobil Lanka.

"Abang look, kenapa mereka melihat ke arah sini? Dulu waktu Ila pertama kali sekolah di sini, banyak juga yang lihat, tapi bukan perempuan-perempuan yang melihat, melainkan para laki-laki," celoteh Ila polos sembari menunjuk ke arah kerumunan itu.

Lanka memutar bola matanya malas. Baginya, kebisingan di luar sana hanyalah angin lalu yang mengganggu ketenangan pagi. "Biarkan saja mereka melihat ke sini, nggak usah dipedulikan," ucapnya tenang pada Ila.

"Abang tahu, mereka bersuara sambil berteriak. Dulu waktu Ila tanya Ayah kenapa mereka seperti itu, kata Ayah mereka mengatakan kalau Ila cantik," lanjut Ila dengan ekspresi lucu yang sangat menggemaskan.

Lanka tidak bisa menahan senyumnya. Ia terkekeh pelan melihat kepolosan gadis kecil di sampingnya itu. "Kamu memang cantik, little girl," ucap Lanka sembari mengacak gemas rambut Ila.

Ila mengangguk mantap, menyetujui pujian itu tanpa ragu. "Ila memang cantik, hihi!" tawa kecilnya pecah, membuat Lanka semakin gemas dibuatnya.

"Ayo turun, sebentar lagi bel masuk bunyi," titah Lanka lembut.

"Hu'um!" Ila segera meraih tasnya dan bersiap membuka pintu.

Kejutan di Parkiran

Ila membuka pintu mobil perlahan, lalu menyembulkan sedikit kepalanya untuk mencari keberadaan kakak-kakaknya.

Si kembar dan teman-temannya sontak terkejut. Mata mereka membulat saat melihat kepala bocah yang selalu menjadi pusat perhatian dan kesayangan mereka menyembul dari mobil Lanka. Tanpa komando, mereka bergegas menghampiri mobil tersebut. Alzian bahkan sampai setengah berlari karena tak sabar.

"Dek!" panggil Alzian saat ia sudah berdiri tepat di samping pintu mobil Lanka.

Ila mendongak, matanya berbinar saat melihat sosok yang sangat ia kenali. "Abanggg!" serunya ceria. Ia langsung membuka pintu mobil lebar-lebar dan melompat keluar.

Dengan sigap, Alzian menaruh telapak tangannya di atas bingkai pintu mobil agar kepala adiknya tidak terbentur saat keluar. Sebuah tindakan protektif yang sudah menjadi instingnya.

"Kenapa bisa bareng Lanka, hm?" tanya Alzian dengan suara yang sangat lembut, kontras dengan wajah dinginnya saat menghadapi orang lain.

Lanka keluar dari sisi pengemudi dan berjalan memutari mobil untuk bergabung dengan mereka. Di belakangnya, Elzion, Dian, Liam, dan Juna juga sudah berkumpul mengelilingi Ila.

"Mobil Ayah mati, terus Ayah mau antar Ila pakai taksi. Tapi Bang Lanka datang dan ajak Ila berangkat bareng," jelas Ila jujur.

Ia menatap satu per satu wajah abang-abangnya yang kini berdiri menjulang di sekelilingnya. Ila merasa ada yang aneh; kenapa tatapan mereka semua—kecuali Lanka—terlihat seperti sedang mengintimidasi? Suasana mendadak menjadi sangat serius di tengah riuhnya parkiran sekolah.

"Thanks tumpangannya, bro," ucap Elzion kepada Lanka, memecah ketegangan sesaat di antara mereka.

Lanka menyugar rambutnya ke belakang, menatap Elzion dengan ekspresi yang sulit ditebak. "She's mine, jadi wajar gue memberikannya tumpangan," sahut Lanka dengan nada datar dan dingin, seolah sedang mengklaim hak milik yang mutlak.

Elzion mendengus geli, hampir tertawa mengejek. "Dih, belum direstuin juga," cibirnya pedas.

"Gue nggak butuh restu dari lo," balas Lanka sinis, membuat atmosfer di sekitar mobil sport itu semakin terasa panas.

Sementara itu, para kaum hawa yang sedari tadi menyaksikan interaksi para most wanted DHS dengan gadis mungil itu hanya bisa terpekik histeris. Rasa kagum dan iri bercampur aduk menjadi satu di udara.

"Pengen seperti bocil itu woy!" teriak seorang siswi di barisan belakang.

"Dikelilingi para cogan, astaga... mimpi apa gue semalam bisa lihat pemandangan ini."

"Gue bakal deketin itu bocil untuk menarik perhatian Alzian," bisik salah satu siswi yang tampak ambisius.

"Gue sendiri mau deketin bocil itu untuk jadian sama Elzion!"

"Bocil kesayangannya para most wanted DHS dia mah, susah ditembus!"

Liam dan Dian tampak menikmati perhatian tersebut. Mereka mulai tebar pesona, sesekali melempar senyum tipis yang membuat para siswi semakin menggila. Berbeda dengan mereka, si kembar (Alzian & Elzion), Lanka, dan Juna hanya bersikap acuh, menganggap pekikan itu tak lebih dari sekadar polusi suara.

Ila sendiri hanya mengerjap polos. Ia merasa risih dengan tatapan tajam dan penuh damba dari orang-orang di sekitarnya.

"Ila nggak suka dilihat gitu," gumamnya sembari mencebikkan bibir lucu, menunjukkan rasa tidak nyamannya.

"Mereka iri lihat lo, Cil," celetuk Liam santai.

Ila memiringkan kepalanya, rambut kuncirnya ikut bergoyang. "Iri? Why?" tanyanya dengan nada suara yang sangat jernih.

"Karena adek Abang cantik..." sahut Elzion lembut, mencoba menenangkan adiknya.

Ila tersenyum bangga mendengar pujian itu. "I know..." ucapnya dengan rasa percaya diri yang menggemaskan.

"Pengen gue terkam astaga, gemesin banget sih lo, Cil!" seru Liam gemas, tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang memicu bahaya.

Seketika, Lanka, Alzian, dan Elzion menoleh serentak. Mereka menatap tajam ke arah Liam dengan tatapan yang seolah siap mengirim cowok itu ke ruang kepala sekolah—atau lebih buruk lagi. Liam meneguk ludah kasar, baru menyadari bahwa ucapannya barusan adalah tiket gratis menuju maut. Dian dan Juna hanya bisa menahan tawa, sudah terbiasa melihat kecerobohan Liam dalam berbicara.

Ila mengernyit bingung. "Abang singa ya? Kalau Bang Liam singa, terkam hewan aja. Ila kan manusia, nggak mau diterkam Bang Liam," ucapnya polos dengan tubuh yang sedikit bergidik ngeri.

"Nggak, Abang bukan singa kok! Abang cuma salah bicara aja, hihi," Liam tertawa kaku, mencoba memberikan penjelasan logis agar tidak dikecam oleh 'para penjaga' Ila.

"Kita ke kelas ya," ajak Alzian pada adiknya.

Ila mengangguk antusias. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Luna di kelas. "Hu'um!"

Alzian menggenggam tangan mungil Ila, menuntunnya berjalan melewati kerumunan siswi, diikuti oleh yang lainnya di belakang layaknya pengawal pribadi. Di sepanjang koridor sekolah, Ila tak henti-hentinya berceloteh tentang apa saja yang ia lihat.

"Gak bisa diam lo, Dek?" tanya Elzion yang mulai merasa telinganya panas mendengarkan celotehan tak henti adiknya.

"Ila nggak ngomong sama Abang El, tapi Abang Al... iyakan Bang?" tanya Ila lucu sambil melirik Alzian.

Alzian tersenyum tipis, mengusap puncak kepala adiknya. "Iya, princess," ucap Alzian gemas.

"Tuu, wleee!" Ila menjulurkan lidahnya ke arah Elzion, membuat suasana menjadi cair seketika.

Lanka yang melihat kegemasan gadisnya merasa tidak rela jika orang lain juga bisa menikmati pemandangan itu. Sifat posesifnya mulai muncul. "Jangan menjulurkan lidah seperti itu, little girl," tegur Lanka dengan nada rendah.

"Ck, belum apa-apa udah ngatur," ujar Alzian datar, yang dibalas dengan tatapan tak kalah datar oleh Lanka.

Ila kembali memiringkan kepalanya. "Why?"

"Udah nggak apa-apa. Kamu masuk gih, udah sampai depan kelas nih," sela Elzion cepat, memotong perdebatan yang mungkin akan memanjang antara Lanka dan Alzian.

"Hu'um, papayyy Abang-abang!" Ila melambaikan tangannya dengan semangat sebelum berlari masuk ke dalam kelas.

"Belajar yang rajin, Dek!" teriak Elzion memastikan suaranya terdengar sampai ke dalam ruangan.

1
Yuni Anto
next 🥰🥰 Thor lanjut lagi 😍😍💪💪🤔
Yuni Anto
/Sob/baru bad awal dah/Sob/bikin nyesek/Sob//Whimper//Whimper//Whimper/
Nazia wafa abqura
kak ap udah gk up lgi ya
Nazia wafa abqura
kak kok gk up2 lho
Nazia wafa abqura
kak kpn up ny
Nazia wafa abqura
kak aq tunggu up ny
Ida Kurniasari: liat aja cerita aslinya judulnya transmigrasi Ara kak
total 1 replies
Ida Kurniasari
sampai sini ceritanya sama Persis kayak cerita transmigrasi Ara cuma beda nama tokoh aja,mohon maaf thorr🙏
Ida Kurniasari
mohon maaf thor kok ceritanya sama kayak cerita transmigrasi Ara ya?🙏
Ida Kurniasari
mohon maaf nih thor kok ceritanya mirip banget sama cerita transmigrasi Ara ya??🙏
aria
lanjut
Nazia wafa abqura
kak mn up ny
aria
lanjut
Nazia wafa abqura
kak aq tunggu up selanjutnya..
Nazia wafa abqura
kak mn up ny. tak tunggu lho
aria
lanjut
Nazia wafa abqura
kak aq tunggu up ny.. 😍
Nazia wafa abqura
kak aq tunggu up selanjutny
aria
lanjut
Mima D. S
lucu dan menarik
Mima D. S
thor buat cerita tentang anak sekolahan lagi dongg tp karakter wanita nya seperti yg ada di cerita ini, yg memiliki sifat manja dan poloss trus dia anak perempuan satu-satunya juga. Karena cerita yg ini lucu aku suka🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!