NovelToon NovelToon
Secretly Loving You

Secretly Loving You

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 5
Nama Author: ErKa

"Dear hati ...

Mengapa kau begitu buta? Padahal kau tahu dia sudah berkeluarga. Mengapa masih menaruh harapan besar kepadanya?"

Hati tak bisa memilih, pada siapa ia akan berlabuh.

Harapan untuk mencintai pria yang juga bisa membalas cintanya harus pupus begitu ia mengetahui pria itu telah berkeluarga.

Hatinya tak lagi bisa berpaling, tak bisa dialihkan. Cintanya telah bercokol terlalu dalam.

Haruskah ia merelakan cinta terlarang itu atau justru memperjuangkan, namun sebagai orang ketiga?


~Secretly Loving You~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ErKa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 19 - Alasan Mengirim Chat

"Pak? Apa Bapak sudah tidur? Bisakah Bapak menemani saya?"

Hanya perlu sedetik untuk membuat pesan itu terkirim. Aku membaca pesan itu lagi. Membaca kalimatnya satu-persatu. Selintas kesadaran datang.

Astaga!! Bodoh sekali diriku!! Mengapa aku mengirim pesan seperti ini? Terkesan seperti wanita penggoda!! Sangat tidak etis!!

Aku menggelengkan kepala dan mencoba menghapus pesan itu dengan cepat. Terlambat! Pesan itu telah centang biru, yang menandakan si penerima telah membacanya!!

"Gawat!! Gawat!! Pak Armand udah baca!! Gimana ini?!!" Secara spontan aku turun dari tempat tidur dan mulai berjalan hilir mudik di ruang dengan luas 28 meter persegi itu.

Aku menggigit-gigit bibir. Sejenak rasa takut hilang, digantikan rasa panik membayangkan reaksi Pak Armand.

Sedetik, dua detik. Sudah semenit, namun balasan yang kubayangkan akan segera kuterima tak kunjung datang. Nyatanya, pesan itu hanya dibaca. Tak ada balasan. Apa yang dipikirkan beliau ketika membaca pesanku?! Akankah beliau menganggapku sedang berusaha menggoda?

Aku mulai menggigiti kuku sembari menatap benda berbentuk persegi panjang itu. Sesekali terdengar bunyi gemeretak gigi yang beradu. Kebiasaan yang sulit dihilangkan ketika rasa gugup datang.

Beberapa kali aplikasi chat itu kubuka tutup untuk memastikan ada tidaknya pesan masuk. Namun tetap nihil.

Ah, mungkin beliau tidak membacanya. Mungkin beliau sudah tidur dan terbangun sekilas mendengar bunyi ponsel. Mungkin setelahnya beliau tidur lagi dan melupakan pesan yang telah terbaca. Ya, mungkin seperti itu.

Aku menghapus pesan itu. Hembusan napas lega meluncur begitu saja. Rasa panik mengalihkanku dari rasa takut, sehingga tanpa sadar tubuhku kembali ke tempat tidur.

Belum semenit punggungku menyentuh hamparan empuk kasur ketika kudengar suara familiar tengah memanggil.

"Ar? Arsha?"

Aku tahu pemilik suara itu. Suara bariton dengan nada rendah yang seksi. Suara yang mampu membuat bulu kudukku merinding. Bukan karena takut, tapi karena getaran yang tak mampu kubendung.

"Arsha? Ar?!"

"Ah, iya Pak!" Penekanan dalam nada suaranya membuatku terkesiap sehingga tanpa sadar bibir ini menjawab.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya suara itu lagi. Menurutku sangat tidak sopan bila menjawab pertanyaan itu sembari berbaring sehingga aku memutuskan untuk turun dari ranjang dan menemui Pak Armand.

Setiap langkah kaki yang mendekatkanku padanya, membuatku memeras otak. Berpikir, alasan bagus apa yang akan kugunakan nantinya?

Sampai di depan pintu penghubung, alasan itu tak kunjung kudapatkan. Kutarik napas dalam-dalam. Mengeratkan genggaman tangan. Tersenyum lebar. Memasang tampang sepolos mungkin. Dan, kubuka pintu itu lebar-lebar.

"Ya, Pak?"

Ah, seperti biasa. Mata ini langsung terpana. Mengapa pria ini terlihat selalu bersinar? Padahal dia hanya memakai baju setelan training berwarna hitam. Bersandal jepit. Rambut acak-acakan dengan mata merah. Ciri khas orang yang baru saja terbangun dari tidur. Namun, Pak Armand tetap terlihat luar biasa tampan.

"Kamu tidak apa-apa?"

"Y-ya?"

"Kamu mengirim chat ini." Pak Armand mengangkat ponsel dan menunjukkan chat yang telah kuhapus. "Tadi ada chatmu. Sebelum ditarik."

"C-chat? Ah, chat yang itu? Ah, i-itu ...."

"Kamu memintaku untuk menemanimu. Apa ada masalah?" Beliau bertanya sembari melayangkan pandang ke area kamar. Dalam waktu dua detik, penglihatannya telah memindai semua penampakan yang terlihat.

"Mana teman sekamarmu?" lanjutnya. Kali ini tatapannya menghujam. Membuatku tak kuasa untuk membalas.

"Ah. Dia belum datang, Pak ...."

Hening dua detik. Sepertinya beliau tengah menarik kesimpulan dari apa yang dilihat. Aku memeras otak untuk mencari-cari alasan. Harga diriku akan terluka bila beliau tahu alasan sebenarnya.

"Jadi, ini alasanmu mengirim chat seperti itu?"

***

Happy Reading 🙏🙇‍♀️

1
☠𝓡⃟⎼ᴠɪᴘˢ⍣⃟ₛ ᴿᵃᵗᵘ
walaupun pernah baca dan tau endingnya tetap aja gak bosen baca ulang
Azalea Qziela
ini seriusan udah nunggu bertahun2 blm up juga/Sob//Sob//Sob/
Wiwin niasari
🤣🤣🤣🤣ceritanya buat ketawa² sendiri😍
Wiwin niasari
jadi ceritanya ini....
pengalaman pribadi ya thor🤭🤭🤭
jgn bilang masalah pribadi dgn atasannya jg jd crita pribadinya thor nii🤭🤭🤣
Khoirun Nisa
Dipikir pikir arsha mirip aku bgt, kalau cemas dan gugup ada rasa mual yg datang tiba2.
Khoirun Nisa
Penulisnya darimana sih jadi penasaran, karena di cerita yang disebutkan daerahnya Jawa Timur.
dalla.dalla
😍
Catur Saraswati
kak Erka kog tau daerah ambulu🤭aku dari ambulu juga loh😄
MARWAH HASAN
Kak erka🥹
lama gak berkarya🥹
apa ada di tempat lain.
infonya dongg
ros 🍂
tim baca novelmu berulang ulang 😍😍😍😍
Elle
Luar biasa
emak berdaster
astagaa...puas banget lihat Arkan bonyok& penyokk mukanya,biar kapok😭🤣🤣
NFC
baguuuuuuuussss..... tinggal part akhirnya. masak reader suruh mikir dewe thor?
NFC
ini suruh mikir sendiri lanjutannya thor?
NFC
melu isin aku.. 💀💀💀
Arro Ganteng
.
Yanti Yulianti
Si saka ambil kesempatan dalam kesempitan 😄
Didah Kurnia
sama aja dengan di alex
Muhammad Arifin
kan udah janji bakal d selesaikan d sini....kok gantung kayak jemuran....😁😁
Muhammad Arifin
belum pernah ada pengalaman,JD baperan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!