Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.21
"Bagaimana kondisi tuan jendral?" tanya nyonya voil dengan tatapan begitu cemas dan khawatir nya.
"Saat ini kondisi nya cukup parah nyonya. Beliau terkena racun yang cukup mematikan. penawar yang saya miliki tak akan mempan untuk mengurangi racun tersebut." ucap tabib dengan menghela nafas berat nya.
"Apa!" pekik nya dengan nada tinggi seolah tak percaya dengan keadaan suami nya saat ini.
"Apa tak ada penawar yang bisa kau buat, untuk menyembuhkan suami ku?" tanya nya dengan memastikan.
"Sejauh ini belum ada yang mampu membuat nya nyonya. bahkan seorang tabib terkenal juga tak akan mampu membuat nya." ucap tabib dengan tatapan yang cukup meyakinkan.
Badan nyonya voil langsung cemas, dan wajah nya benar benar sendu. sekian lama tak bertemu dengan suaminya, dia malah mendapatkan kondisi yang seperti ini.
"Aku harus bagaimana. Suami ku tak akan mungkin." ucap nya dengan nada lemah seolah tak sanggup melanjutkan pembahasan nya.
setelah tabib keluar, nyonya voil langsung menghampiri suami nya itu dengan langkah berat nya.
"Suami ku, apa yang terjadi padamu?" ucap nya dengan nada lemah seolah tak sanggup melihat kondisi jendral besar seperti ini.
"Pelayan, panggil tangan kanan kepercayaan suami ku. Aku ingin memastikan apa yang terjadi sampai suami ku menjadi seperti ini."
"Baik nyonya."
"Tuan, di panggil nyonya ke dalam. Dan harus menjelaskan apa yang terjadi dengan kondisi tuan besar jendral Wiliam." ucap pelayan setia nyonya voil yang menyampaikan informasi.
"Baik." ucap paman Han dengan tatapan datar nya
"Jelaskan Han, apa yang terjadi dengan suami ku ini."
Flashback
"Jendral, gawat situasi benar benar tidak kondusif lagi." ucap paman Han yang langsung memberitahu kepada jendral Wiliam yang sedang santai itu.
"Apa yang kau katakan Han. Bukan kah perbatasan baik baik saja?" ucap nya dengan perasaan kaget. apalagi sebelum nya, para prajurit nya itu baik baik saja.
"seorang prajurit ada yang berkhianat tuan, jadi para kelompok kita banyak yang diserang. Mereka mengalami cedera dari pasukan kohana.
"Kurang ajar! Aku tak akan memberi Mereka ampun." ucap nya dengan penuh kemarahan saat ini.
Sedangkan salah satu prajurit yang berkhianat langsung bersembunyi dan langsung pergi dari markas perbatasan. Dia takut akan tertangkap oleh para penjaga yang lainnya.
"Aku sudah memastikan bahwa tak akan ada yang tau. wilayah itu akan menjadi milik tuan Sinjai." ucap nya dengan penuh tekad.
Akibat perebutan kekuasaan wilayah,jendral Sinjai dan juga jendral Wiliam menjadi musuh. Sebenarnya wilayah ini dulunya milik tuan Sinjai, tapi jendral Wiliam lah yang merebut nya begitu saja, dan hal tersebut membuat jendral Sinjai murka dan penuh tekad untuk merebut kembali wilayah tersebut.
akibat nya, jendral Sinjai menjadi semakin bringas untuk melawan jendral Wiliam. Bahkan pria itu benar benar membenci jendral Wiliam, hingga memiliki rencana yang matang, untuk melumpuhkan nya.
"Sinjai!" teriak jendral Wiliam dengan nada emosi nya.
"Hahaha, akhirnya kau datang juga Wiliam. Aku sudah menunggu mu cukup lama."
"Kurang ajar! berhenti merebut wilayah ini sinjai. Jangan mengusik wilayah dusch lagi." bentak nya dengan nada emosi yang cukup tinggi.
"Hahahah, merebut. Apakah kau terlalu bermimpi Wiliam. Wilayah ini, adalah milik keluarga Sinjai. Dan kau dengan lancang nya mengambil nya tanpa persetujuan dari ku!"
"Kau tak akan mampu mengambil nya Sinjai. Ini adalah wilayah ku, dan kau tak akan bisa memiliki nya."
"Kita lihat nanti, siapa yang akan bertahan Wiliam. aku akan memastikan bahwa wilayah ini, akan menjadi milik ku lagi."
"Bajingan!" dengan penuh emosi tinggi, jendral Wili langsung menyerang Sinjai dengan penuh kekuatan nya. bahkan tatapan nya benar benar sangat menyeramkan.
"Bugh....bugh...bugh..."
"Serang!" pekik para prajurit yang ikut bertempur.
"Bugh...bugh...bugh... Pertarungan sengit itu benar benar membuat kedua kubu sama sama kuat nya. mereka terus menyerang dan tak akan berhenti sampai titik darah penghabisan.
"Kau tak akan bisa melawan ku Sinjai, karena kekuatan mu itu, sama sekali bukan tandingan ku."
"Kurang ajar!" bugh...bugh...bugh... '
"Hahahah, aku akan merebut semua ini kembali Wiliam."
dengan mengeluarkan serbuk di dalam kantong kecil nya itu, jendral Sinjai langsung mengarahkan nya kepada jendral Wiliam. bahkan pria itu kaget, melihat kecurangan yang dilakukan oleh Sinjai.
"Kau curang!"
"Hahaha, bukan kah aku mencontoh nya dari mu Wiliam. Kau sendiri yang berbuat jahat kepada ku, jadi aku hanya membalas nya saja."
Perasaan jendral Wiliam benar benar tak karuan. Bahkan tatapan nya begitu membenci jendral Sinjai saat ini.
"Kau tak akan pernah bahagia Sinjai, bahkan sampai saat ini, kau tak memiliki anak." ucap Wiliam yang memancing kemarahan dari jendral Sinjai.
Tangan jendral Sinjai mengepal kuat, melihat pria itu lagi-lagi menyinggung tentang anak.
"Jangan berlagak menjadi pria yang hebat Wiliam. Apakah kau lupa, kalau kau tak memperlakukan salah satu anak mu dengan baik. Ah, aku lupa nama gadis itu. Pasti hidup nya sangat malang, karena hidup dengan mu." ucap Sinjai dengan penuh mengejek.
"Kau! bagaimana kau tau." ucap nya dengan emosi yang tak tertahankan.
"tentu saja aku tau semua nya Wiliam. kau benar benar sangat buruk. Kau gagal menjadi seorang ayah. dan yang lebih pastinya, aku tak samaa dengan mu." ucap Sinjai menatap sinis ke arah nya.
"Kau rasakan ini".
Bugh...bugh...bugh
Pertarungan sengit itu kembali terjadi, bahkan kali ini kedua nya benar benar meluapkan emosi masing masing.
Tapi tiba tiba, jendral Wiliam terjatuh tak sadarkan diri. Dan membuat jendral Sinjai penuh kemenangan melihat nya. Dia pun langsung menghentikan pertarungan tersebut, dan langsung pergi dari sana.
"Jendral!" pekik paman Han yang kaget melihat tuan nya sudah terkapar tak berdaya. Dengan terburu buru, dia langsung membawa pulang jendral Wiliam di kediaman nya.
Para prajurit yang gugur pun, langsung dipulangkan ke rumah masing masing. Dan diberikan kompensasi dari pihak kerajaan.
Setelah mengetahui hal tersebut, tatapan nyonya voil langsung begitu sendu nya. Entah apa yang akan terjadi dengan suami nya itu.
"Suamiku bangun lah. Putri kita Ella merindukan mu." ucap nya dengan penuh rasa kesedihan di hati nya.
Back to topik....
Elly yang melihat ibunya itu melakukan sebuah sayembara untuk para tabib, langsung tersenyum lebar. Seperti nya, ini kesempatan nya untuk kabur dari tempat ini, dengan membawa uang yang banyak. Dia akan memanfaatkan kesempatan ini. Dan tak akan menyia-nyiakan nya.
"Sampai kan kepada seluruh tabib, siapapun yang dapat menyembuhkan suami ku, maka akan diberikan imbalan yang setimpal."
"Apakah nyonya yakin?" tanya paman Han yang cukup kaget dengan sebuah sayembara untuk para tabib hebat itu.
"Sangat yakin!" ucap nya dengan mantab
lanjut up yg banyak thor