Sebuah pertemuan yang tak terduga, membuat hubungan mereka semakin dekat. Dan menimbulkan sebuah perasaan dihati mereka masing masing. Namun, apakah jalan takdir mereka sama seperti yang mereka harapkan?
Nayra Agustia Mulyadi sosok perempuan yang tidak pernah mendapatkan kebahagiaan semasa kecilnya yang setiap harinya selalu mendapatkan siksaan. Dia sempat berpikir, apa itu kasih sayang? Kapan Dia bahagia? Kenapa kehidupan nya tidak sama seperti orang lain?
Tapi ketika pertemuan yang tak terduga antara Dia dan Erlan Dallin Harrison seorang anak pengusaha kaya raya yang tertarik dengan dagangannya. Dan sebuah tragedi kecil yang membuat hubungan mereka semakin dekat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuk_Ita🌹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku tidak murahan
Didalam kamar Alfred tidak sendirian ada tiga wanita yang tidur bersamanya satu model yang dia sewa dan dua orang wanita yang bekerja di Club ini
Nayra melihat Alfred dipeluk tiga wanita itu dilihatnya wanita itu tidak memakai pakaian sama sekali
Di hati Nayra ada rasa takut untuk membangunkan Tuannya dan juga jijik sama mereka berempat
Tubuh Al di tindih oleh satu wanita dan disampingnya ada dua orang wanita yang memeluknya, mereka berempat memakai satu selimut yang sama namun tubuh wanita masih terlihat sehingga bisa ditebak jika wanita itu tidak memakai busana sama sekali
Nayra memberanikan diri untuk membangunkan Tuannya dia mendekat lalu menggerakan tubuh Alfred dengan pelan
"Tuan" gumam Nayra yang masih menggerakan tubuh Al pelan
Wanita yang menindih Al merasa terganggu dia bangun dari tidurnya dan menatap Nayra angkuh
"Hei, siapa kau yang berani menganggu kami" lantang perempuan itu
"Saya pembantunya Nona" jawab Nayra pelan
"Halah, pembantu berkedok Jal*ng" hinanya ke Nayra membuat dia emosi
Plak!!!!
Nayra menampar wanita itu dengan kuat dan berkata "Cermin disini banyak Nona, jika mau nanti saya ambilkan"
"Sialan, berani sekali kau menamparku" marah perempuan itu yang hendak menampar Nayra namun sialnya Nayra sudah menangkap tangan wanita itu terlebih dahulu lalu menghempaskannya dengan kasar
Karna berisik, Al dan dua orang wanita yang masih tidur itu terbangun
"Ada apa ini" suara tegas Al membuat semua orang terkejut
Wanita yang menghina Nayra mendekati Al dia tidak peduli dengan wanita yang masih di atas ranjang, wanita itu bergelayut manja di lengan Al lalu berkata "Lihat wanita itu Honey, dia menamparku lalu menghina ku" ucapnya dengan suara manja
Alfred menatap Nayra tajam dan berkata "Kenapa kau mengusik wanita ku?"
"Sejak kapan saya mengusik wanita ini? Dia terlebih dahulu menghina saya, kenapa anda yang menyalahkan saya?" Jawab Nayra singkat padat dan jelas
"Jangan percaya Honey, dia itu pembohong besar" celahnya cepat
Al menatap wanita itu dan Nayra secara bergantian, lalu dia turun dari ranjang sambil memakai selimut dia tidak peduli dengan wanita itu tanpa busana sama sekali, lalu berkata "Kalian semua pergilah"
Wanita itu turun dari ranjang dan berlari kecil mendekati Al, tangannya dia kalungkan di leher Al dan berkata "Tapi kenapa sayang?"
Al menghempaskan tangan wanita itu lalu berkata "Aku bilang pergi ya pergi" suara menggelegar didalam kamar membuat wanita itu ketakutan
Ketiga wanita itu memakai pakaian tanpa pakaian dalam lalu pergi keluar, Alfred hanya menyayangi Cristy si partner ranjang, selain cantik Cristy juga sangat brutal kalau urusan ranjang
Nayra pun begitu dia juga ingin keluar namun sayangnya terhenti mendengar suara Al
"Mau kemana kau?"
"Tentu saja mau keluar" jawab Nayra
"Tunggu disini" ucap Al sambil mengambil pakain
"Hah, ngapain?"
"Aku bilang tunggu ya tunggu" Bentak Al membuat Nayra mengangguk
Alfred pergi kekamar mandi sedangkan Nayra dia duduk disofa sembari menunggu
Setelah beberapa menit Akhirnya Alfred keluar dari kamar mandi, dia sudah memakai pakaian santai untuk pulang kerumah
Nayra beranjak dari duduknya lalu menuju kepintu namun Al dengan cepat merangkul Nayra
"Lepas Tuan, aku lumayan risih" tutur Nayra mendapatkan tatapan tajam dari Al
"Diam, ikuti saja alurku" tegas Al lalu Nayra terdiam
Mereka melewati tangga secara bersama, jika dilihat sangat romantis seperti kekasih padahal nyatanya tidak
Setelah turun dari tangga semua orang memperhatikan Al dan Nayra yang begitu dekat bak perangko
"Wih pacar baru, atau kekasih gelap nih" Lantang Alora kepada mereka berdua
Wajah Er memerah menahan marah, dia menatap dua orang itu ber api api namun sialnya dia tidak bisa marah karna Nayra itu bukan siapa siapanya
Al yang melihatnya tentu saja senang dia akan memanfaatkan Nayra untuk membuat adiknya marah, cemburu, dan emosi
Coba kalian bayangkan, bagaimana perasaan anak jika orang tuanya pilih kasih soal kasih sayang? Sakit, sedih tentu saja itulah yang membuat dia dari dulu membenci Er
Yang salah orang tuanya atau Al ?