ini menceritakan tentang seorang anak SMA yang pindah sekolah karena dengan maksud tertentu. Di sekolah baru Keenan Ternyata ia menyukai Gadis Cantik Keenan pun tertarik dengan Naura Keenan Pun berjuang mengejar Cintanya, Naura tersebut orangnya sangat dingin, apalagi yang sedang medekati ia Keenan yang terkenal playboy nya.
Keenan pun berusaha untuk membuat melelehkan hatinya yang sangat beku itu. Akhirnya Keenan pun hampir membuat hati Cewek tersebut meleleh. Ternyata keenan mengetahui temennya juga menyukai Naura sejak lama. Kemudian keenan pun berusaha untuk mundur mengejar Cinta Naura demi sahabatnya yang bernama Ethan itu
Bagaimana kisah mereka ya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33 LEMBARAN YANG HILANG
" Sat, Lo tahu Ethan ada di mana ? Gue teleponin dari tadi nggak diangkat-angkat sama dia, " Johan bertanya dengan nada Panik pada Satya di seberang sana
" ini gue baru aja buka chat dari Ethan sejam yang lalu. Dia tanya ada Perlu apa Keenan nyuruh ngumpul di lapangan dekat sekolah," Kata Satya masih setengah sadar. Dia baru saja bangun dari tidur siangnya hari ini, " Emangnya Keenan ngajakin ngumpul, ya ? Kok, dia nggak chat gue, " tanyanya heran
" Gawat, Sat. Ethan dalam bahaya, Buruan kita susulin ke sana,"
Suara Panik Johan berhasil mengumpulkan kesadaran Satya sepenuhnya Dia langsung menegakkan Punggungnya, " Bahaya Gimana maksud Lo "
" Nanti aja gue Ceritanya, sekarang Lo ajak Miko juga buat langsung ke lapangan. Kita harus Cepat, Sat, ini bahaya," Johan menutup sambungan teleponnya lalu bergegas pergi dengan mobilnya. Dia yakin Keenan sengaja hanya meminta Ethan untuk bertemu dengannya hari ini. Dia sudah Punya feeling, Pasti Keenan mencurigai Ethan Penyebab meninggalnya Moza karena Ethan adalah cowok yang disukai Moza
...•••...
" Apa yang udah lakuin sama Moza Ethan ?" tanya keenan emosi yang terpencar jelas di kedua matanya
Pertanyaan mengejutkan itu berhasil membuat Ethan menoleh cepat pada Keenan, " Moza ? Moza siapa yang Lo maksud, " tanyanya memastikan
" Jangan Pura-pura bego, Lo," Keenan menarik kerah kemeja Ethan dengan kedua tangannya, " Moza Larasati Moza anak klub renang ! Moza itu adik gue !" jelas Keenan dengan berteriak
Ethan menatap Keenan langsung tak Percaya." Moza, " Dia mengulang nama itu " Lo Kakaknya Moza,"
" Dasar Pecundang,!" Emosi Keenan Semakin meluap. Dia menjawab pertanyaan Ethan dengan sebuah Pukulan tepat di wajah hingga membuat Ethan langsung tersungkur di atas rumput
Ethan meringis kesakitan sambil menyentuh ujung bibirnya yang berdarah. Dia belum paham apa maksud Perkataan Keenan yang tiba-tiba, " Maksud Lo apa sih "
" Lo itu Pecundang ! Maki Keenan Penuh amarah, " Lo masih bisa senyum setelah kebusukan yang Lo lakuin ke Moza Dasar bermuka dua berengsek " Keenan tidak membiarkan Ethan bangkit. seperti orang kesetanan dia menghajar Ethan dengan membabi buta
" Keenan, gue masih nggak ngerti lo ngomong apa. Ada apa sama Moz ... "
BUKKK
Satu lagi Pukulan keras dari keenan tepat di wajah Ethan, membuat Ethan tidak berhasil menuntaskan Kalimatnya. Keenan benar-benar tidak memberinya kesempatan untuk bicara
" Lo harus bayar mahal atas semua Perbuatan Lo, " Ucap Keenan dengan Penekanan setiap kata. Matanya memerah, dia sungguh diliputi emosi yang selama ini di Pendam sendirian. Apalagi ketika membayangkan Ethan yang telah membuat Moza Pergi tanpa keadilan. Dia tidak akan Pernah memafaatkan pembunuh adik kesayangannya
Suara cepat langkah kaki yang saling menyusul terdengar dari balik Punggung Keenan. Belum sempat keenan menoleh, seseorang menarik bahunya kemudian langsung meninju Wajahnya tanpa kata-kata. Keenan Langsung tersungkur tak Jauh dari Ethan yang kini sudah tak berdaya
" Sialan, " Keenan bangkit berdiri ketika menyadari ujung bibirnya sobek akibat Pukulan keras Johan. Dia langsung melesat menghampiri johan tetapi ditahan oleh miko yang mengurung Pergerakannya dari belakang
" Tahan emosi Lo Keenan Semua bisa kita bicarain baik-baik, " ujar Miko sambil sekuat tenaga menahan Pergerakan Keenan yang tidak bisa diam
Hal serupa juga dilakukan Satya dan Miko Dia menahan johan yang baru saja hendak mendaratkan sebuah Pukulan ke wajah Keenan sekali lagi
" Lo juga Johan, Tahan emosi Lo Masalah nggak akan beres kalau Pakai emosi," Kata Satya mengingatkan
" Lepasin gue, Ko, " teriak Keenan Pada Miko, " Gue yakin dia juga ikut rencanain Pembunuhan Moza adik kesayangannya gue " tudingnya pada Johan
Miko makin kesulitan menahan Keenan dalam kondisi Keenan yang tidak bisa diam seperti orang kesetanan. Namun sekuat yang dia bisa,Miko tetap berupaya mencegah baku hantam yang lebih Parah
" Pikiran Lo terlalu sempit, Keenan Ngerti !' Ucap Johan dengan nada tak kalah tinggi. Emosinya semakin menjadi-jadi ketika menyadari kondisi Ethan yang Penuh luka lebam dan berdarah-darah akibat ulah Keenan itu, " Lo Pikir, kalau Ethan adalah Cowok yang disukai Moza Keenan Udah Pasti Ethan yang bikin adik Lo Celaka, " Teriak Johan Penuh amarah, Dia gagal mendekat Pada Keenan karena Satya menahan Pergerakannya," Dari dulu gue Paling nggak suka sama sifat Lo yang emosian kayak gini dan suka nuduh orang tanpa bukti yang jelas"
" Lo semua nutupin sesuatu dari gue Lo Pasti berusaha ngelindungin Ethan, kan ? Yang secara nggak langsung Lo ngelindungin diri Lo sendiri Karena Lo juga terlibat dalam kasus ini," tuduh Keenan terang-terangan
" SETAN " Johan marah luar biasa. Dia meronta sekuat tenaga hingga berhasil lepas dari kurungan Satya.
Dengan langkah cepat, Johan menghampiri hingga berhenti tepat satu langkah dari keenan. Dia kemudian meraih sesuatu dari belakang celana jinsnya. Sebuah sobekan Kertas
Miko awalnya harus mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menahan Pergerakan Keenan kini jutsru beristirahat karena Keenan tidak lagi meronta seperti orang kesetanan
Keenan mengenali sobekan kertas di tangan Johan, Saat ini Dia yakin kertas sobekan itu lembaran buku diary Moza yang hilang, yang dia yakini adalah Petunjuk terakhir untuknya mengetahui Penyebab kematian Moza
" Setelah Lo baca tulisan Moza di kertas ini, Lo kan menyesal karena udah melampiaskan emosi Lo pada orang yang salah, " Ucap johan Penuh Penekanan sambil menempelkan kertas ditangannya tepat di dada Keenan
Johan berbalik menghampiri Ethan yang masih belum bergerak sama sekali. Dia membiarkan kertas tadi terjatuh di atas rumput
" Sat, Ko bantu gue bawa Ethan di rumah sakit sekarang Dia nggak sadarkan diri, " seru Johan Panik
Miko lansung melepaskan kurungan Pada Keenan. lalu bergegas menyusul Satya dan Johan untuk membantu menggotong tubuh Ethan menuju mobil Johan
Sementara itu, Keenan jatuh terduduk. di atas rumput sambil meraih sobekan kertas yang dia Pikir tidak akan Pernah bisa dia temukan
Keenan membaca dalam diam tulisan tangan Moza Pada selembar kertas itu. Emosinya semakin tidak stabil. Matanya memerah dan dia mulai terisak ketika mengetahui hal yang sebenarnya terjadi. Hal yang membuatnya menyesal karena telah mencurigai Teman-temannya selama ini, Namun, Pelakunya justru sahabatnya sendiri
" SIALAN, " Keenan berteriak meluapkan emosinya. Tanpa pikir Panjang, dia berlari untuk menemukan orang itu. Seseorang yang selama ini dia andalkan, seseorang yang selama ini menjadi tempatnya berbagai keluh kesah dihadapan yang Pilihan sulit, Namun tidak ia sangka dia justru orang yang membuat Moza Pergi untuk selama-lamanya
...•••...
Yuda membongkar semua laci dimeja belajarnya untuk menemukan selembar kertas yang tidak ia sengaja dia hilangkan. ia Panik luar biasa ketika menghubungi Keenan sudah menyelidiki sendiri dan menemukan bukti kuat siapa Pembunuh Moza
" Nggak mungkin, " Yuda menyakinkan dirinya sendiri, " Nggak mungkin Keenan berhasil nemuin sobekan kertas itu"
Yuda mendadak menyesal karena tidak langsung membuang atau membakar kertas yang sengaja dia sobek dari buku diary Moza
Kini Yuda beralih Pada deretan Komik Naruto di atas meja belajarnya. Dia memeriksa satu Persatu komik itu dengan menggoyang-goyangkan di udara seperti mencari sesuatu yang sebelumnya terselip di sana. Seingetnya dia menyimpan sobekan kertas itu di salah satu komik yang dia Pinjam pada Keenan. Dia bingung karena begitu banyak komik yang belum ia kembalikan Pada Keenan
Keenan mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan. Baru kali ini Yuda mengabaikan Panggilannya berturut-turut. Sudah percobaan yang ketujuh, Tetapi Yuda masih tidak menjawab Panggilannya. Hal ini tentu saja membuat Keenan khawatir kalau Yuda melarikan diri
Keenan harus berhasil menemukan Yuda secepatnya. Dia harus membuat Perhitungan dengan Cowok itu atas apa yang telah di Perbuatnya Pada Moza Keenan tidak bisa memafaatkan dirinya sendiri bila membiarkan Yuda lolos begitu saja
Hatinya sungguh hancur saat ini, Terlebih setelah membaca tulisan terakhir Moza di sobekan kertas itu
23 Desember 2019
...Ada seseorang yang selalu deketin gue Sejak lama, Cowok itu selalu berusaha narik Perhatian gue, tapi nggak pernah gue sambut karena gue cuma anggap seperti kakak karena dia adalah sahabat dari kakak gue...
...Bahkan, tiap kali dia main ke rumah, gue selalu berusaha nggak buat dia terlalu berharap sama gue. Tapi, tiap kali lihat perjuangannya yang nggak pernah nyerah buat ngejar gue, suatu hari gue coba gue coba buka hati buat gue, Pada saat gue lagi terpuruk dan patah hati karena menyadari cowok yang gue suka lebih suka sama orang lain, dia datang menawarkan kenyamanan....
...Nggak ada salahnya kalau gue coba. Gue butuh move on secepatnya Cowok yang gue kagumi diam-diam udah suka sama Kak Naura sejak kelas VII SMP, jadi, rasanya mustahil untuk memaksakan perasaan ini. Yang ada gue tambah sakit hati...
...Dia sering antar jemput gue tanpa sepengetahuan Kak Keenan. ini lumayan sering, bahkan waktu gue belum coba buka hati buat dia. Dia sering banget main ke gedung SMP ANGKASA buat ketemu gue. sering nungguin gue selesai latihan renang di depan gerbang Pokoknya dia nggak pernah nyerah buat ngambil hati gue...
...Gue jadi sering Pulang bareng dia, dari awalnya pulang sore. sampai larut malam. ini dia yang bikin gue bertengkar hebat sama Kak Keenan Gue lagi bad mood, malah diomel-omelin Pas Pulang ke rumah...
...Gue jadi makin keterusan Pulang malam...
...Gue nyesel Kenapa nggak nurut sama Kak Keenan waktu itu. Karena makin lama, gue makin terjerumus ke dunia yang baru gue kenal. Gue merasa melewati batas terlalu jauh dari yang harusnya, Dan gue takut kalau sampai kak Keenan tahu tentang hal ini, apalagi orang tua gue, Gue belum siap diusir dari rumah Gue takut banget...
...Apalagi ketika gue coba rudingan masalah ini sama dia, berharap bisa nemuin solusi tindakan kami yang kelewat batas. Tapi, dia malah ngusulin sesuatu yang paling gue benci. Gue nggak nyangka bahwa dia ternyata seorang Pengecut, Gue nggak mau lari dalam masalah Gue benci cowok yang nggak bertanggung jawab Gue benci banget YUDA...
...Pada saat gue terpuruk seperti ini, yang gue inget cuma Kak. Naura gue berencana akan ceritain permalasahan ini sama dia, Berharap dia bisa ngasih motivasi dan jalan keluar buat gue...
cuma banyak typo, tanda baca ga jelas jadi rada" bingung