NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Bagaimana Rasanya?

"Seperti dugaan kita sebelumnya, bayi Firda masih hidup, Bos," ungkap Pras.

Jantung Arman seketika berdebar lebih cepat. Punggung yang tadinya bersandar pada sandaran kursi kebesarannya kini menegak. "Benarkah?"

Pras mengangguk yakin.

"Lalu, di mana anak itu sekarang?" tanya Arman dengan nada tak sabar.

Pras menghela napas. "Sayangnya nyonya Risma terlalu pro untuk urusan beginian. Tidak ada yang tahu kemana orang suruhannya membawa pergi bayi itu beberapa jam setelah dilahirkan di klinik bersalin. Alvaro, intelijen swasta kepercayaan kita, sudah berusaha melacak dengan memeriksa semua rekaman CCTV yang ada di lingkungan sekitar di hari yang sama, tapi tidak ada satu pun yang bisa melacak jejaknya."

Arman kembali bersandar di kursinya. Desahan napas kasar dia hembuskan ke udara. "Sepertinya jalan satu-satunya untuk menemukan anak itu adalah dengan cara mempertemukan Firda dengan wanita tua licik itu. Aku sangat yakin, dua menyembunyikan anak itu untuk dijadikan senjata melemahkan Firda nantinya."

"Ya, saya pikir juga seperti itu, Bos."

Arman menghela napas berat. "Firda pasti sangat senang kalau tahu bahwa anaknya masih hidup. Tapi untuk saat ini, selama bu Rina belum menyatakan Firda sembuh dan masih harus terapi, aku tidak akan membiarkannya bertemu dengan ibu mertuanya. Takutnya, dia malah memberikan tekanan berat terhadap mental Firda."

"Itu keputusan yang bijak, Bos," ucap Pras. "Bos, sebenarnya saya masih punya satu fakta tentang Aris Kusnandar. Tapi ... saya tidak tahu ini penting untuk dikatakan atau tidak," ujar Pras membuat Arman penasaran.

"Fakta apa? Penting tidak penting itu urusan belakangan, Pras."

"Sebenarnya dia—" Ucapan pria itu tiba-tiba saja terpotong oleh dering ponsel Arman.

"Sebentar, Pras, aku angkat telepon dulu." Arman bangkit dari duduknya, mengambil tempat berdiri di dekat dinding kaca ruangannya. Tak lama kemudian, dia kembali dengan tugas penting untuk Pras hingga mereka sama-sama lupa dengan pembahasan sebelumnya karena sama-sama mulai disibukkan oleh pekerjaan.

**************

Akhir-akhir ini Arman sangat sibuk dan baru pulang dari luar kota setelah pergi selama seminggu. Alhasil, dia jadi rindu ingin bermain dengan putrinya. Sebelum naik ke kamarnya, Arman diam-diam masuk ke kamar Akira dengan langkah sangat pelan, tidak mau mengganggu tidur 2 perempuan beda generasi yang sedang telelap di atas tempat tidur.

Arman tersenyum kala melihat pemandangan menghangatkan hati—Akira terlelap dalam dekapan Firda, berbantalkan lengan ibu susunya tersebut.

Arman duduk perlahan di pinggir tempat tidur. Menatap wajah kedua perempuan itu secara bergantian. Namun Arman lebih terfokus menatap wajah cantik Firda, kapan lagi bisa menatapnya lama-lama jika bukan sekarang. Semakin lama ditatap, Firda terlihat semakin cantik, seperti tak ada celah sedikit pun. Kulitnya putih bersih, halus dan mulus tanpa noda sedikit pun. Bentuk wajahnya oval, alisnya tebal natural dan berserat, bulu matanya panjang dan lentik, hidungnya mancung, kecil, dengan tulang lurus, serta bibirnya yang ranum mirip seperti buah ceri yang segar dan merah menggoda. Tak heran jika Pras sampai berusaha keras ingin mengambil hatinya. Dia memang secantik itu, Arman pun mengakuinya sekarang.

Jakun Arman bergerak naik turun. Tanpa sadar wajahnya sudah berada tidak jauh di depan wajah wanita yang membuatnya kagum atas kecantikannya tersebut. Ketika Firda bergerak mengubah posisi, Arman langsung tersadar dan menarik diri. Buru-buru bangkit sebelum Firda terbangun. Saat kakinya kembali melangkah menuju pintu, suara serak khas bangun tidur tiba-tiba saja memanggil.

"Tuan Arman? Anda sudah pulang."

Arman menghentikan langkah. Ketika menoleh, Firda ternyata sudah duduk di atas tempat tidur. Terlihat sangat cantik dan se*si di mata Arman dengan rambut panjangnya yang tergerai dan sedikit berantakan.

"Ah, i–iya. Aku baru saja pulang. Akhir-akhir ini aku sangat sibuk, baru sampai di rumah beberapa menit lalu. Ke sini karena rindu ingin melihat Akira," ucap Arman, sebisa mungkin tidak terlihat gugup di hadapan Firda. Di waktu yang bersamaan, Akira ikut bersuara, dengan suara tangis yang lirih.

"Cup, cup, Sayang, Bunda ada di sini." Firda menepuk-nepuk pelan dan lembut bo*ong bayi gemuk itu. "Mau main sama Daddy? Itu, Daddy sudah pulang. Kamu pasti rindu 'kan sama Daddy?" Firda menunjuk ke arah Arman, diikuti oleh gerakan kepala bayi 4 bulan lebih itu yang seperti bisa mengerti dengan perkataannya.

Melihat putrinya yang membuka mata dan melihat ke arahnya, Arman pun mendekat. Ketika Akira mengangkat kedua tangan ke arahnya, Arman pun menggendongnya sebentar, dan menghujani pipi gembulnya dengan ciuman. Dia sangat merindukan buah hatinya.

"Mainnya sebentar lagi ya, Sayang. Daddy mau naik membersihkan diri dulu." Arman menyerahkan kembali anaknya kepada Firda untuk disusui, agar supaya nanti ketika mereka bermain Akira tidak rewel.

Kurang dari 10 menit, Arman kembali lengkap dengan setelah piyama berwarna hitam. Wajahnya yang tadinya sedikit kusam dan berminyak kini sudah terlihat segar dan bersih. "Aku akan membawa Akira bermain di luar. Kalau kamu mengantuk, tidur saja. Tidak apa-apa. Lagi pula, sekarang sudah hampir tengah malam."

Firda pun menurut saja. Kelopak matanya memang sudah terasa sangat berat untuk dibuka. Ditambah gaya gravitasi di tempat tidurnya yang terasa sangat kuat menariknya untuk kembali berbaring.

Bagi Arman, Akira seperti pil ajaib yang langsung menghilangkan rasa lelahnya, seakan-akan kerja keras selama seminggu terakhir bukanlah apa-apa. Hanya dengan melihat wajah lucu dan senyuman manis putrinya, tubuhnya terasa kembali segar dan energinya kembali.

"Aaa ... aaa ...." Akira terus berceloteh, suaranya yang manis dan tidak jelas itu membuat Arman tidak bisa menahan senyum. Dia memperhatikan Akira yang mencoba meraih mainan berwarna-warni di depannya, tangan kecilnya terulur ke depan, tapi masih beberapa senti jauhnya. Arman tidak membantu, hanya memperhatikan kesungguhan Akira yang membuat wajahnya merah-merah karena berusaha. Tiba-tiba, Akira mengeluarkan suara "eh!" dan berhasil meraih mainan itu, lalu dia memasukkannya ke mulutnya sendiri. Arman tertawa. "Haha, kamu berhasil, Akira! Anak Daddy memang hebat."

Arman langsung mengangkat tubuh anak itu ke gendongannya dan kembali menghujani pipinya dengan ciuman. "Kamu tambah besar ya sekarang. Badanmu semakin berat. Pasti karena kuat menyusu sama bunda."

"Gguu ... gguu ...."

Arman mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Tidak ada siapa–siapa. Seluruh penghuni rumah kecuali mereka berdua semuanya sudah tidur.

"Ra, Daddy mau tanya sesuatu, tapi ini rahasia. Jangan kamu bocorkan ya," bisiknya di dekat telinga putrinya. Sementara Akira menatap lekat wajah sang ayah. "Ngomong-ngomong, Daddy mau tanya nih. Rasanya menyusu sama bundamu itu bagaimana sih, hm? Kasih tahu Daddy dong. Kamu kok bisa doyan."

"Ehheee ... heeee ... heheee ...." Akira tiba-tiba saja terkekeh, memperlihatkan gusinya yang belum ditumbuhi gigi. Apa mungkin bayi itu merasa geli mendengar pernyataan ayahnya sendiri.

1
Cindy
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
Indry Saleh
dek firza ohhhhhh di firza🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
💕Rose🌷Tine_N@💋
lanjut dong.. aku dah kasih vote ku yg satu satu nya nih😂
Ita Yulfiana: makasih banyak loh Kak sudah jadi orang pertama yang ngasih vote🫰😘🤭
total 1 replies
💕Rose🌷Tine_N@💋
apakah org tua Firda penghianat di perusahaan Arman ya?
tp kan Firda gk tau....jd gk bisa jg melampiaskan amarah ke dia nya dong..
💕Rose🌷Tine_N@💋
jd penasaran...ada informasi apa ttg Firda ya?
💕Rose🌷Tine_N@💋
aku mampir😍
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Rose🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
Indry Saleh
sippppp ceritanya, masih dipantau bab selanjutnya
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Indry🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
emng lu tau firda masuk jajaran penghianat?😏
Lisa
Padahal Arman suka sama Firda 😊🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Nah mulai terungkap tuh kejahatannya Ibu Risma..ayo Arman bereskan masalah itu..lindungi Firda..
Sastri Dalila
😂😂😂
Lisa
😊😊😊 ya tuh 2 pria mulai memperebutkan 1 wanita 🤭
Lisa
Wah Pras mulai berani menggoda Firda y 😊🤭
Sastri Dalila
😅😅😅😅😅kocak 2 org ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!