NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:47.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penumpang Ghoib

Untuk sejenak Nino terpaku di tempatnya. Ponsel masih berada di telinganya, sementara matanya menatap Asep yang sedang duduk di sisi ranjang. Sahabatnya itu memandangi Nino dengan tatapan kosong.

Bergegas Nino mengambil kunci, menutup pintu kamar kemudian menguncinya dari luar. Pemuda itu segera berlari keluar dari rumah.

“Sep, Lo pulang langsung ke kost-an.”

“Moal meuli makan?”

“Ngga usah. Langsung balik sekarang!”

Nino langsung mengakhiri panggilan. Pemuda itu masih belum berani masuk ke dalam rumah. Dia menunggu Asep di parkiran. Nino berjalan mondar-mandir sambil terus memikirkan apa yang barusan terjadi.

Sepuluh menit berlalu, tapi Asep belum juga datang. Pemuda itu mulai ragu, apakah orang yang menelponnya tadi bukan Asep yang sebenarnya? Apa mungkin Asep yang di dalam kamar, sahabat yang sebenarnya?

Di tengah kebingungan, sebuah sepeda motor memasuki pekarangan rumah. Nino dapat bernafas lega ketika melihat Asep yang datang. Setelah memarkirkan motornya, Asep segera menghampiri Nino.

“Ada apa sih? Heboh pisan,” sembur Asep begitu di dekat Nino.

“Sep.. di kamar gue barusan ada Asep lain.”

“Hah? Kumaha maksudna? (gimana maksudnya?)” tanya Asep sambil menggaruk kepalanya.

“Tadi pas gue lagi tiduran, ada yang ngetuk pintu kamar gue. Pas gue buka, Elo yang nongol. Terus Elo masuk ke kamar, duduk di kasur gue. Terus Elo telepon gue.”

“Ah aing asa lieur kieu (gue jadi bingung gini).”

“Intinya Elo ada dua. yang satu di sini, satu lagi ada di kamar gue.”

“Serius?”

“Ikut gue.”

Nino menarik tangan Asep lalu masuk ke dalam rumah. Pemuda itu menarik nafas sejenak sebelum membuka kunci kamarnya. Pelan-pelan Nino membuka pintu. Begitu terbuka, ternyata di dalam kamarnya tidak ada siapa-siapa.

“Mana?” tanya Asep sambil masuk ke kamar.

“Sumpah, tadi ada. Mirip banget sama elo.”

“Ngigo. Ngimpi meureun.”

“Ngga mungkin! Itu beneran elo.”

“Nggeuslah, mending urang kaluar neangan dahar. Lapar urang (udahlah, mending kita keluar cari makan. Lapar gue).”

Akhirnya Nino mengikuti saran Asep. Pemuda itu keluar dari kamarnya seraya membawa helmnya.

***

Dua piring nasi goreng sudah tandas dimakan oleh Nino dan Asep. Untuk mengisi perut, keduanya memilih makan di warung nasi goreng yang ada di Tubagus Ismail.

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, tapi Nino masih enggan pulang ke kost-annya. Dia masih terbayang wajah Asep palsu. Entah siapa yang sudah menyamar menjadi temannya. Yang pasti dia bukan manusia. Jika manusia, tidak mungkin tiba-tiba saja Asep palsu menghilang dari kamar.

“No, balik yuk.”

“Nantilah. Kita nongkrong dulu aja.”

“Nongkrong di mana?”

“Ke Dago lah. Nongkrong di tukang jagung bakar.”

“Hayu lah.”

Setelah membayar nasi goreng, Asep langsung menuju motornya. Nino sengaja menumpang di motor Asep. Dia masih terlalu capek harus mengendarai motornya sekembalinya dari Jakarta. Apalagi dia baru saja pulih dari kecelakaan yang dialaminya.

Asep mengendarai motornya menuju Dago bawah. Setelah melewati deretan bangunan, Asep menghentikan motornya di depan kedai jagung bakar yang dekat kantor bank pemerintah dan juga hotel. Ternyata di sana, ada teman-temannya juga tengah menongkrong. Keduanya segera bergabung.

Asik mengobrol sambil mengopi, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Keduanya pun memilih segera kembali ke kost-an.

Asep mengendarai motornya dengan kecepatan sedang sambil mengobrol. Sekarang motor Asep sudah memasuki jalanan yang cukup sepi dengan banyak pohon besar di kanan kiri.

Jantung Nino seakan berhenti berdetak ketika merasakan ada orang yang ikut duduk di belakangnya. Pemuda itu mencoba melihat dari sudut matanya.

Pelan-pelan dia menggerakkan kepalanya. walau tidak sampai memutar, Nino bisa melihat ada perempuan berbaju merah dengan rambut panjang duduk di belakangnya.

Sontak Nino langsung membacakan doa-doa di dalam hati. Dia sudah tidak menggubris lagi perkataan Asep. Pemuda itu benar-benar tengah dikuasai ketakutan. Jantung Nino seakan berhenti berdetak ketika pundaknya disentuh. Dengan cepat dia menepuk pundak Asep.

“Naon? (apa?).”

“Gantian, biar gue yang bawa motor.”

“Teu kudu lah (ngga usahlah).”

“Udah biar gue yang bawa.”

Karena Nino terus memaksa, akhirnya Asep menepikan motornya. Pria itu segera turun dari motor. Dengan cepat Nino maju ke depan dan Asep duduk di belakangnya. Tanpa menunggu lama, Nino langsung melajukan motornya.

Dari kaca spion Nino bisa melihat kalau makhluk itu masih ada di belakang Asep. Bulu kuduk Nino langsung berdiri ketika tanpa sengaja melihat wajah perempuan itu yang hancur dan penuh dengan darah. Buru-buru dia mengalihkan pandangan dari spion.

“Sep, Lo baik-baik aja kan?”

“Kenapa?”

“Ngga apa-apa. Di belakang aman kan?”

“Aman.”

“Ngga ada yang ngikut?”

Tentu saja Asep bingung mendengar pertanyaan Nino. Refleks pemuda itu menolehkan kepalanya ke belakang dan tidak ada siapa-siapa di belakangnya. Sementara Nino masih bisa melihat sosok kunti berbaju merah masih duduk di belakang Asep.

“Sep, sorry yak.”

“Sorry kenapa?”

“Sorry aja, jadi gue yang bawa motor.”

“Santai aja. Kaya sama siapa aja.”

Perjalanan mendebarkan bagi Nino berakhir ketika motor yang dikendarainya sudah memasuki pekarangan rumah kost-an. Dari spion, Nino sudah tidak melihat sosok itu lagi. Dia pun bisa bernafas lega. Sambil menenteng helm, keduanya memasuki rumah. Ketika Asep hendak masuk ke kamarnya, Nino menahannya.

“Sep, tidur sama gue yak.”

“Dih ogah banget.”

“Gue takut. Gimana kalau kloningan elo nongol lagi.”

“Halu itu.”

“Beneran atau ngga, mending kita tidur satu kamar aja. Kalau dia datengin elo sambil nyamar jadi gue, gimana?”

“Maneh mah nyingsieunan wae (elo mah nakutin aja).”

“Udah tidur di kamar gue. Angkut kasur Lo ke kamar.”

“Kela, urang ka kamar mandi heula.”

Sama seperti Asep, Nino pun segera ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi. Kemudian dia membantu Asep menggotong kasur ke kamarnya. Kasur diletakkan di lantai, dekat ranjang Nino. Setelah mengunci pintu, keduanya langsung duduk di atas kasur.

“Sep, gue mau pengakuan dosa ya.”

“Dosa apaan?”

“Sebenarnya pas gue minta gantian nyetir motor, ada yang ikut duduk di belakang gue.”

“Nu bener?” tubuh Asep langsung beringsut mendekati ranjang.

“Asli. Penampakannya cewek, kaya kunti gitu. Pake baju merah, terus mukanya hancur dan berdarah-darah.”

“Nu bener?” Asep semakin takut.

“Beneran. Dan pas gue pindah ke depan, dia masih duduk di belakang elo. Emang lo ngga ngerasain yang aneh gitu?”

“Nya tadi sih emang hawa teh kadang panas, kadang tiis. Naha maneh jadi bisa ningali nu kitu patut? (kenapa Lo jadi bisa lihat yang kaya gitu?).”

“Sejak gue kecelakaan. Begitu bangun dari koma, tiba-tiba aja gue bisa lihat yang begituan.”

“Ngeri pisan euy.”

“Asli takut bet gue.”

“Ayeuna aya keneh kuntina? (sekarang masih ada kuntinya?).”

“Udah kaga ada.”

“Alhamdulillah. Mending sare lah ayeuna (mending tidur sekarang).”

Keduanya segera membaringkan tubuh di kasur masing-masing. Demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, Nino memilih tidak mematikan lampu, seperti kebiasaannya saat tidur. Dikarenakan lelah, keduanya langsung jatuh tertidur.

***

Malam pun berlalu dengan aman. Mereka bangun ketika adzan shubuh berkumandang. Keduanya pun bergegas menuju mushola yang jaraknya tidak jauh dari kost-an.

Usai menunaikan shalat shubuh berjamaah, keduanya kembali ke kost-an. Asep mengembalikan kembali kasur ke kamarnya. Kemudian keduanya bersiap untuk berangkat ke kampus. Hari ini mereka ada kuliah pagi.

Sebelum masuk ke kelas, mereka sarapan lebih dulu di kantin kampus. Sambil menikmati sarapan, Asep mengatakan tugas apa saja yang harus dikerjakan selama Nino absen kuliah. Bahkan pemuda itu sudah merangkum semua mata kuliah untuk sang sahabat.

Tepat pukul tujuh lebih sepuluh menit, mereka memulai perkuliahan pertama. Satu per satu kelas B jurusan komunikasi memasuki ruangan. Nino mengambil kursi di bagian tengah dan Asep berada di depannya.

Ketika tengah mengeluarkan buku miliknya, tanpa sengaja mata Nino melihat ke kursi yang ada di bagian belakang, tepatnya di bagian sudut.

Di kursi itu duduk seorang mahasiswi. Mahasiswi itu berambut panjang, mengenakan blouse warna merah dan rok panjang warna hitam. Cukup lama Nino memperhatikan, setahunya dia tidak pernah memiliki teman sekelas yang seperti gadis itu. Karena penasaran, dia bertanya pada Asep.

“Sep, di kelas kita ada mahasiswi baru yak?”

“Euweuh (ngga ada).”

“Itu yang di belakang, pojok kiri siapa?”

Refleks Asep menolehkan kepalanya ke arah kiri.

“Mana?” tanya Asep bingung.

***

Sue bener si Nino, malah jadiin Asep tameng Kunti🤣

Ini penampakan Nino versi ku

1
Ani
satu satunya tempat pembunuhan Maya kan apartemen. coba minta jaksa mengeluarkan surat izin untuk menggeledah..
dewi rofiqoh
Pandai juga mereka berkelit!
choowie
ayoolah cari buktinya di apartemen
choowie
tidak ada cctv kah
choowie
nah ketauan kan
Ria alia
Tenang tunggu waktu’y kamu dijerat anton
Upin ipin lgi sibuk liburan 🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Belum ada acara teriak-teriak berarti ya🤣🤣🤣
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
yang sabar Bun 🤗...
eeehh🤔

belum waktunya kamu ke tangkep Anton...tunggu aja gk bakal lama juga kamu akan mendekam jd penghuni hotel prodeo...karena apartemen mu udah di pindah sewakan ke orang lain...untuk meniggalkan jejak ke jahatanmu....ementara kamu tinggal gretongan di bui 😂
pintar sekali kamu ya Anton /Curse/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
tahun baruan dulu ya upin ipin nya🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
ngapain lagi mesti nyari orang nya udah ada
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
kau ini bikin malu pengacara aja ,gk jujur
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo gk mau ketahuan ya jgn selingkuh dong
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi lebih pintar daripada kamu anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi gk ada tiba tiba manggil klo gk ada bukti
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jgn harap kamu bisa lolos dari hukuman anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alhamdulillah dpt satu bukti lagi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
makanya jgn asal nerima kerjaan aja ,hrs hati hati nyari kerjaan itu jgn mudah tergiur dengan upah yg gede
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jujur aja buk sama polisi,jgn ada yg ditutup tutupi
Cindy
lanjut kak
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kereeeen 👍🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!