NovelToon NovelToon
Pengantar CINTA Untuk Mbak Janda

Pengantar CINTA Untuk Mbak Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Cintamanis / Janda / Cinta Seiring Waktu / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Resti_sR

"𝘏𝘢𝘭𝘰, 𝘪𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘬𝘦𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘪𝘳𝘪𝘮, 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘱𝘢𝘮 𝘤𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘱𝘢𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨.
𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵,
𝘑𝘢𝘷𝘢𝘴—𝘬𝘶𝘳𝘪𝘳 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘫𝘢𝘳 𝘫𝘢𝘯𝘥𝘢!"

Bagi Javas, seorang kurir dengan sejuta cara untuk mencuri perhatian, mengantarkan paket hanyalah alasan untuk bertemu dengannya: seorang janda anak satu yang menjadi langganan tetapnya. Dengan senyum menawan dan tekad sekuat baja, Javas bertekad untuk memenangkan hatinya. Tapi, masa lalu yang kelam dan tembok pertahanan yang tinggi membuat misinya terasa mustahil. Mampukah Javas menaklukkan hati sang janda, ataukah ia hanya akan menjadi kurir pengantar paket biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Resti_sR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Tidak akan meninggalkannya!

Sera menyembunyikan kepalan tangannya. Dada wanita itu terasa panas, giginya bergemeletuk tertahan menahan geram karena kedatangan Selena di sana. Peringatan tiga minggu lalu ternyata tidak cukup membuat wanita pembawa sial itu menjauh dari kehidupan Javas.

Ingin sekali Sera menyeret Selena saat itu juga, namun keberadaan asisten Haidar membuatnya kesulitan. Dia harus menjaga citra dan tetap terlihat seolah tidak mengenal Selena.

Selena pun demikian. Ia memilih melupakan keberadaan Sera untuk sementara, juga semua kalimat tajam yang pernah dilontarkan wanita itu tiga minggu lalu. Saat ini, yang ingin Selena lakukan hanyalah melihat Javas. Pandangannya mengabur, sesekali ia mengusap air matanya.

“Om, apa boleh masuk?” tanyanya pelan, menatap Nando dengan mata berkaca-kaca.

“Belum boleh. Dari tadi kami di sini, belum ada yang diperbolehkan dokter!” sahut Sera cepat dengan nada ketus.

“Iya, belum boleh, Non. Nanti setelah Tuan diperiksa kembali, baru diperbolehkan masuk, mungkin satu-satu,” jelas Nando.

Selena hanya mengangguk. Ia tidak berpindah dari tempatnya, lebih memilih berdiri di sana daripada duduk di samping Sera.

...****************...

Di dalam ruangan khusus, Vallerie tengah berbaring mengistirahatkan diri setelah sejak siang terus menangisi kakaknya. Gadis itu kini tampak terlelap.

Pintu ruangan terbuka, kedua orang tuanya masuk ke dalam.

“Apa yang mau kamu jelaskan, Haidar?” tanya Mommy Kanaya dingin.

“Mom, dari tadi Haidar… Haidar?” Haidar memonyongkan bibir, tidak terima dipanggil hanya namanya saja tanpa embel-embel sayang atau Daddy seperti biasanya. “Sopan nggak sih panggilan kayak gitu?”

“Jangan alihin pembicaraan. Jelaskan kenapa pemilik toko roti itu bisa sampai datang ke sini!” cecar wanita itu, nadanya terdengar benar-benar kesal.

“Dia gadis yang beberapa bulan ini dekat sama Javas, Mom. Mereka sangat dekat. Putramu betah di luar rumah karena ini alasannya. Dia sedang mengejar Selena,” jelas Haidar pelan. Senyum tipis terukir di bibirnya saat membayangkan tingkah Javas dari laporan anak buahnya.

Mommy Kanaya menatap suaminya lama-lama, berusaha mencari kebohongan di wajah Haidar.

“Kalau Mommy nggak percaya ya sudah,” lanjut Haidar santai.

“Sangat dekat maksudnya pacar? Javas pacaran sama pemilik toko roti itu? Jadi dia mengirim roti hampir setiap hari karena alasan itu?” Mommy Kanaya memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa pening. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah putranya.

“Tapi lupakan dulu soal itu. Kamu harus jelasin kenapa Javas kerja sebagai kurir. Bukannya kamu bilang dia kerja di kantor temanmu? Jelaskan, Haidar. Kamu tau kan kalimatku tadi siang bukan main-main. Aku benci dibohongin begini. Sampai Javas kenapa-kenapa—”

“Shhh!” Haidar buru-buru membekap mulut istrinya.

“Jangan bilang itu lagi, Mommy. Baik, Daddy akan jelasin. Tapi tidak sekarang, bisa ya?” ujarnya lembut, jelas masih menyimpan ketakutan akan kata-kata perpisahan istrinya siang tadi.

“Tidak! Pokoknya sekarang. Aku mau dengar!” desis Mommy Kanaya, penuh emosi.

“Baiklah… baiklah.” Haidar mengangkat tangan tanda menyerah, lalu menuntunnya duduk.

“Javas memang kerja di kantor ekspedisi sebagai kurir. Itu perusahaan temanku. Salahnya di mana? Daddy nggak bohong sama Mommy,” ujarnya menjelaskan, merasa apa yang dia sampaikan beberapa bulan lalu tidak salah. salah wanita itu sendiri yang tidak bertanya lebih jauh.

Haidar menjelaskan lebih banyak hal yang ia ketahui selama Javas tinggal di kos kurang lebih empat bulan terakhir. Ia menceritakan bagaimana di awal Javas sebenarnya tidak punya niat untuk benar-benar bekerja, sampai suatu hari dia mengantarkan paket ke toko roti itu dan bertemu Selena. Setelah pertemuan itu, banyak hal berubah.

Sejak saat itu, Javas jadi lebih semangat. Dia rajin, tanggung jawab, bahkan tidak pernah mau saat Haidar memintanya pulang ke rumah. Seolah ada alasan kuat yang membuatnya bertahan di luar.

Sebagai ayah, Haidar sebenarnya tidak pernah tega membiarkan putranya hidup sendirian di kos sederhana, sementara mereka hidup nyaman di rumah mewah. Tapi Javas justru memilih bertahan, mungkin karena sudah merasa nyaman. Lagipula, dia juga tidak pernah merasa kekurangan apa pun, sebab Kanaya selalu mengirimkan uang untuknya.

☘️

☘️

“Sini kamu, Mbak!”

Sera yang sejak tadi menahan geram akhirnya menemukan kesempatan setelah Nando pamit ke toilet. Tatapannya tajam, wajahnya penuh amarah. Dia langsung menarik lengan Selena dengan kasar dan menyeretnya menjauh dari ruang ICU.

“Sera, lepasin!” tukas Selena menahan sakit. Lengannya perih, langkahnya terseok karena seretan Sera yang tergesa.

Bughhh!

Di sebuah lorong yang sepi, jauh dari pandangan orang lain, Sera mendorong tubuh Selena hingga punggung wanita itu membentur tembok dengan keras.

Plak!

Plak!

Dua tamparan mendarat berturut-turut di pipi Selena. Helaan napasnya tertahan, kepalanya sedikit terjatuh ke depan. Kedua pipinya memerah, matanya berkaca-kaca, namun tatapannya tetap menahan diri. Di depannya, tatapan Sera jauh lebih tajam, penuh kebencian.

“Sejak awal aku sudah mengingatkan, kan?” suaranya bergetar karena emosi. “Aku bilang Javas akan celaka kalau terus ada di dekat wanita pembawa sial seperti kamu. Dan sekarang lihat hasilnya! Javas celaka karena kamu! Karena kamu!”

Tangan Sera menjambak rambut Selena yang terikat rapi, menariknya paksa hingga kepala Selena terangkat.

“Kamu seharusnya menjauh dari semua orang, karena kamu bawa sial! Siapa pun yang dekat sama kamu selalu berakhir celaka! Lihat Paman, Bibi, Kak Laila, Kak Devon… mereka semua mati karena kamu! Dan sekarang Javas sampai koma. Mau berapa lagi korban yang kamu pengen, Mbak? Berapa lagi?!”

Selena mengepal tangannya kuat. Kalimat itu, kalimat yang selalu menampar rasa bersalahnya, kembali terngiang.

“Mungkinkah karena aku…” batinnya goyah. Tapi bukankah tiga minggu terakhir dia sudah berusaha menjauh? Dia menggeleng pelan, menolak pikiran itu. “Bukan… bukan salah aku,” ujarnya lirih, lebih kepada dirinya sendiri.

Sera tertawa miring, dingin.

“Salah kamu, Mbak. Semua salah kamu. Selanjutnya mau siapa? Lala? Atau Bibi Arumi? Kamu tau kenapa Papi memutuskan hubungan dengan kamu? Karena kami tidak mau jadi korban kesialan kamu. Pembawa si—”

Plak!

Plak!

Plak!

Tiga tamparan keras mendarat berturut-turut, membuat kepala Sera terhempas ke samping. Suara tamparan itu terdengar jelas di lorong yang sepi. Selena tidak lagi diam. Napasnya berat, matanya memerah, bukan karena takut, tetapi karena muak.

Tidak. Dia tidak mau lagi diteriaki pembawa sial.

Seperti kata Bibi Arumi, ini adalah takdir, bukan kesalahannya.

“Mulutmu terus berkicau sejak tadi. Pantas kah orang asing berbicara seperti itu?” ucap Selena tegas. Sekarang gantian dia yang menarik rambut cokelat Sera yang tergerai.

Plak!

plak!

“Itu untuk rasa sakitku karena kata-katamu.”

Plak!

“Itu karena kamu lancang menyebut putriku.”

“Ingat, Sera...” Selena menarik rambut itu lebih kasar. Sera mendesis menahan sakit, kepalanya mendongak. Matanya berkaca-kaca, sudut bibirnya mulai membiru, bekas tamparan jelas terlihat.

“Siapa kamu sampai berani mengatur, hm? Tunangannya Javas? Tapi Javas tidak mau, bukan?” Selena terkekeh pendek, terdengar penuh ejekan.

“Dan lagi, aku tidak akan pernah meninggalkannya. Tidak akan pernah. Kecuali Javas yang pergi dariku.”

Kalimat itu keluar begitu saja. Tegas. Tanpa pikir panjang. Sampai Selena sendiri terkejut dengan apa yang baru dia ucapkan.

Setelah mengatakan itu, Selena menghempas tubuh Sera. Dorongannya cukup keras hingga Sera jatuh terduduk di lantai lorong yang dingin. Nafas Selena masih memburu, dadanya naik turun menahan campuran marah dan sesal yang menyesakkan.

Lorong rumah sakit itu terasa sunyi. Hanya suara langkah perawat yang sesekali melintas jauh di ujung sana, sementara lampu putih di langit-langit menyorot wajah Selena yang masih memerah.

Dengan langkah cepat, dia pergi tanpa menoleh sedikit pun. Bukan kembali ke depan ruang ICU, Selena memilih menjauh. Dia butuh mendinginkan kepala, butuh menjauh dari Sera, dari kata-kata kejam itu, dan dari rasa bersalah yang kembali merayap di hatinya. Jadi dia terus berjalan, menyusuri lorong panjang tanpa tujuan, hanya berharap pikirannya sedikit lebih tenang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
javas di mata mommy kamu, kamu tetep bocahnya walaupun sudah besar juga😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
javas sikap selengek an nya😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
semoga sadar ya papi jav
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
dokter jadian telepon siapa ya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
idih sera belum apa apa sdh galak, maen nampar nampar aja, semoga mommy javes liat waktu zera nampar selana
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
trauma it susah di hilang kan sama seperti aq trauma denger bunyi hallikopter
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ: seperti mau perang😂
total 2 replies
Tulisan_nic
Pro sekali bro satu ini ya
Tulisan_nic
nyogok
Tulisan_nic
pepet troooos
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hayo selena ke RS jangan sampe dengan kehadiran mi javes bisa sadar dari koma
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
saling kenal
R_Bell
too much javas, banyak yg single.. jangan rusak rumah tangga orang 🤣😂
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: Ngincernya istri orang kak😭🤣🤣
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
lanjut thor🤭
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: besok kak😁
total 1 replies
Cibby
yuk jadian yuk🤭
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: heummmm
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
pepet terus mas, gpp kaku tangan demi cinta🥰
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: Javas: gini banget pepet janda🤣🤣
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
bagusss cerita nya thor ada lucu lucunya 🤣
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: Terima kasih kak🥰🥰
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
cinta dengan tulis ya javes
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
ada ada aja😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
🤣🤣🤣🤣🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
yang lagi viral skg namanya mas🤣 menguasai 3 negara, Indonesia korea n malaysia🤣😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ: iy thor🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!