Brian Dominique Jade, Putra Sulung dari Gale Thominshon Jade dan Putra sambung dari Viona Aluna Queensha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kata Cinta
Sudah 3 hari Brian meninjau proyek nya langsung, Sudah sejak itu juga Brian dan Lila jarang berkomunikasi.
Lila sudah keluar dari rumah sakit untuk pulang kerumah, Dan disana dia melihat seseorang yang di kenal nya dengan seikat bunga di tangan nya.
" Kakak...." Brian merentang kan kedua tangan nya disana dan Lila menghambur ke dalam pelukan nya malam itu.
" I Miss You..." Ucap Brian tulus membalas pelukan Lila.
" Miss You Too..."
Cup
Brian tersenyum saat Lila mencium pipi nya.
" Turun, Baby. Banyak orang disini..." Ucap Brian karena Lila dengan enteng nya meminta gendong pada Brian.
" Gak mau..." Jawab Lila dengan gelengan kepala nya.
" Oke, Ayo masuk mobil. " Brian membawa Lila masuk ke dalam mobil dan kelakuan kedua nya menjadi pusat perhatian banyak orang.
Bagaimana Manja nya Lila ke Brian. Mereka banyak yang merasa bahwa kedua nya adalah pasangan yang sangat manis.
" Sabuk nya Baby, " Ucap Brian lagi saat melihat tombol Safety mobil masih memerah.
" Iya ih..." Lila manyun dan Brian mengelus kepala nya dengan sayang.
" Kita mau kemana ?" Tanya Brian saat mobil sudah keluar dari area rumah sakit.
" Kakak gak sibuk ?" Brian menggeleng dan tersenyum.
" Gak capek ?"
" Capek nya hilang saat lihat kamu senyum. Mana senyum manis nya ?" Brian mulai belajar bagaimana cara meluluhkan hati wanita walau di lihat Lila masih kaku sih.
" Gini banget yak, Pacaran sama cowok kaku Gombalan nya kaku !"
" Kamu gak suka ya ?" Brian melihat sekilas ke arah Lila.
" Bukan gitu, Ih tau ahh...Gak asik kakak nya. " Mereka berhenti di lampu merah, Brian memberikan kotak berwarna hitam untuk Lila.
" Serem banget kotak nyam Biasa nya kalau di drama itu kotak nya merah, Terus bentuk nya Love. Baru sweet. " Keluh Lila lagi.
Tapi tak urung dia juga mengambil nya.
" Aku buka ni ya..." Brian tersenyum...
Mobil sudah kembali jalan dan mereka memutuskan hanya keliling Kota saja malam ini...
" Kak..." Lila melihat ke arah nya.
Bahkan kini tubuh nya sudah condong ke samping .
" Jangan peluk Baby, Masih nyetir. " Larang Brian saat melihat Lila ingin memeluk nya.
" Ini beneran untuk aku ?" Tanya Lila dengan wajah berbinar bahagia.
Dia bukan orang sudah yang tidak bisa membeli barang seperti itu. Tapi rasa nya saat Brian memberi nya kejutan seperti itu, Ah rasa nya sangat susah di ungkap kan.
" Kita makan dulu, Ya. Kamu belum makan kan ?" Brian berhenti di sebuah restoran yang cukup terbilang mewah.
" Ke Mac D aja kali kak. Makan burger. " Brian melotot ke arah Lila.
Ini salah satu kebiasaan buruk Lila yang Brian cukup kritis melarang nya.
" Hehehe, Gak jadi deh..." Lila tersenyum ke arah Brian.
" Jangan di biasakan Baby, Seharus nya kamu yang lebih tau itu. Kita tidak tau minyak yang mereka gunakan itu sudah berapa kali di gunakan ! Kurasa aku tidak harus menjelaskan nya disini. " Lila merasa bersalah karena telah melawan larangan dari Brian.
" Maaf, " Cicit Lila dengan wajah yang tertunduk.
" It's oke. Jangan di ulangi lagi. " Brian membawa Lila dalam pelukan nya.
" Sini aku pasang kan !" Brian mengambil kalung yang masih di pegang Lila sejak tadi dsn memasang kan nya di leher jenjang milik Lila.
" Suka ? Kalau tidak suka kita bisa ganti yang baru besok. "
" Suka ! Suka kok ! Cantik. " Jawab Lila cepat.
Dia tidak ingin di katakan tidak bersyukur oleh Brian nanti nya karena tidak menyukai hasil pemberian dari nya.
" Tadi nya ingin membelikan cincin, Tapi takut gak bisa kamu pake. kan gak lucu kasih cincin tapi gak muat atau kebesaran kan ?" Lila tersenyum.
Brian membuka pintu mobil nya dan berjalan ke arah pintu mobil sebelah Lila.
" Ayo Baby..." Ucap Brian membuyar kan lamunan Lila.
" Kenapa bengong Hem?" Tanya Brian sambil menggenggam erat tangan Lila.
Perlakuan manis Brian malam ini benar benar mampu melambungkan Lila ke langit ke 7. Benar benar sangat manis.
" Pesan apa Baby ?" Tanya Brian yang kembali melihat Brian dengan tatapan memuja nya.
" Terserah kakak aja. " Jawab Lila dengan wajah berbinar nya.
Brian tersenyum, Ada kelegaan di hati nya saat melihat senyum tulus milik Lila.
" Kita makan Steak saja ya. " Lila mengangguk.
" Sirloin Steik, Medium ! Kamu Baby ?" Tanya Brian ke Lila.
" Medium Well saja kak. " Jawab Lila.
" No pakai minyak ! Pastikan sayuran nya matang dengan sempurna ! Dan Lemon Jus No Ice !"
" Aku Ice Lemon Tea. " Setelah memesan makanan nya , Mereka terlibat obrolan santai nya.
" Kak, Kakak gak punya ig ? Atau apa gitu ?"
" Punya !"
" Ih, Kok gak kasih tau aku ?" Tanya Lila cemberut.
" Untuk apa ? " Tanya Brian
" Untuk follow aku lah. Siniin aku liat ponsel nya. " Brian memberikan ponsel nya pada Lila tanpa rasa takut sedikit pun.
" Hanya ini ?" Tunjuk Lila ke Arah Ponsel Brian.
" Lalu apa lagi ? Tidak penting juga. " Jawaban Brian membuat Lila diam.
Dia baru ingat, Bahwa Pacar nya ini adalah tipe pria yang tidak tau bagaimana Cara menyenang kan hati kekasih nya.
" Eh ? Kakak gak Follow aku ?"
" Apa aku tau akun kamu ?"
" Is, Nyebelin ih !"
" Lila, Jangan merusak suasana yang sudah ku bangun sejak tadi hanya karena hal kecil seperti ini. "
" Iya. "
" Apa susah nya tinggal Follow kamu saja. Apa aku kurang kerjaan sampai harus bertanya hal seperti itu ? tolong mengerti !" Tandas Brian.
Benar, Lila terlalu kekanakan disini. Dia sibuk merajuk dan cemberut. Sedang kan Brian berusaha untuk membangun kesan hangat di antara kedua nya.
Lila menjadi semakin bersalah saat melihat tatapan mata Brian berbeda.
" Maaf kak, Jangan marah ! Aku ngerti kok kalau kakak sibuk. ,"
" Sudah, Jangan membahas nya. Ayo makan. " Mereka mulai makan dengan canggung.
Lila merasa sangat bersalah disini, Suasana hati Brian berubah karena hal kecil yang tidak penting untuk di debat kan mereka.
" Kak, Maaf. " Ucap Lila saat merasa suasana mereka tidak sehangat tadi dengan senyuman Brian.
" Sudah, Jangan membahas nya. aku tidak cukup senggang untuk bermain hal tidak penting seperti itu. Bahkan aku harus berangkat kembali ke Proyek Minggu depan. Aku harus menyelesaikan Sendiri lahan warga. aku tidak ingin nanti nya akan menjadi sengketa. Aku juga tidak ingin warga merasa ada yang dirugikan disini ! Jadi tolong, Jangan mengajak ku berdebat hanya karena hal sepele seperti ini. " Tegas Brian.
Lila semakin merasa bersalah disini. kekasih nya itu bukan anak muda yang bergantung hidup bersama orang tua nya, Yang hanya tau meminta dan menghabiskan. Brian kekasih nya itu adalah pria dengan tanggung jawab besar di pundak nya.
Banyak orang yang bergantung hidup dengan nya. Salah sedikit saja akan banyak orang yang menanggung nya.
Dia sudah mulai paham dengan bisnis saat ini. Terlebih melihat dan merasakan langsung di keluarga nya dan Brian sebagai ujung tombak perusahaan nya.
" Maafin aku yang kekanakan ya kak. Aku gak ngerti kakak. " Mata Lila sudah berkaca kaca saat ini.
" Sudah, Jangan menangis Baby Aku juga minta maaf oke. " Brian membawa Lila dalam pelukan nya dan menghapus air mata nya.
" Aku mencintai mu. " Ucap Brian mencium kening Lila.
" Maaf, Kemarin Axel --"
" Sudah, Aku sudah mengetahui nya. Jangan membahas nya lagi. Oh ya, Suka bunga nya kan ?"
" Suka. Masih aku simpan di kamar walau sudah layu. "
" Di buang saja. Aku akan mengirim kan seperti itu setiap hari jika kamu menyukai nya. "
" Tapi gak mesti sebesar itu juga. "
" Terserah ku ! Uang ku banyak. !"
Bugh...
Lila memukul dada Brian karena kesal.
" Is, Sombong banget sih !" Brian hanya tersenyum melihat kelakuan pacar nya yang masih kekanakan itu. Entah lah. rasa nya berbeda saja.
... ❤️❤️❤️...
Bang Brian ,mUlai bucin yakkk 😂😂😂
Mampir juga di Couple Rilex ya ❤️
Follow juga akun ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️
kok sdh selesai