18+🔥
Sekuel dari suamiku anak SMA 1.
disarankan membaca suamiku anak SMA 1 dulu ya, biar nggak bingung😊
Menikah diusia muda, bukanlah sebuah keinginan atau bahkan cita-citanya.
Namun, pertemuannya dengan seorang sahabat dari neneknya, membuat Kinar mau tidak mau harus menikah dengan cucunya yang masih berstatus pelajar SMA.
Bagai mana kedua insan muda itu menjalani kehidupan rumah tangganya.
Simak kisahnya ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarjingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlambat menjemput
Kinar keluar dari Cafe, berjalan menuju ruko dimana biasa El menjemputnya, siang tadi El ditelpon oleh anak buah yang bekerja di bengkelnya, agar segera kesana, namun sebelum pergi ia sudah berjanji akan menjemput Kinar sore ini.
Namun, setelah 30 menit menunggu, El tak juga datang, membuat Kinar Kini merasa kebingungan, dan ia semakin gelisah kala melihat awan yang kini mulai menghitam, menandakan bahwa hujan akan turun sebentar lagi.
Kinar merogoh benda pipih didalam tas nya, dan segera menghubungi El, namun setelah mencoba menghubunginya beberapa kali, nomor El tak kunjung tersambung.
Jalanan pun mulai sepi, begitupun dengan awan gelap yang kini mulai mendominasi cakrawala, bunyi guntur dari jarak yang lumayan dekat bergema saling bersahutan.
Bimm.. bimm..
Terdengar suara klakson mobil yang begitu keras, yang sontak membuat Kinar menoleh ke arah suara.
"Mau kemana, sebentar lagi hujan lho, ayo naik, saya antar!" ujar seseorang yang baru saja turun dari mobil.
"Masih ingat kan sama saya, kita udah pernah ketemu lho sebelumnya!" lanjut laki-laki tersebut yang tak lain adalah Andra.
"Oh, eh eumz Pak_"
"Panggil saya Andra aja!"
"Tapi_"
"Yasudah, kak Andra juga boleh!" ucapnya sambil terkekeh.
"Tuh udah mulai gerimis kan, ayo naik, saya antar!" tanpa menunggu persetujuan dari Kinar, Andra pun segera menarik tangan Kinar, dan mendorong nya pelan agar masuk kedalam mobilnya.
"Kamu nungguin siapa sih tadi?" tanyanya, seraya menoleh kearah Kinar yang sejak tadi hanya diam, sembari meremas ujung bajunya karena gugup.
"Nungguin yang jemput kak." balas Kinar dengan suara lirih.
"Tapi nggak datang?" lanjut Andra.
"Mungkin dia sedang ada urusan lain kak!"
"Ck, siapa sih dia, masa lebih mentingin urusan lain dibanding kamu, kamu ini perempuan lho, bahaya tahu nggak sih, gadis secantik kamu sendirian dipinggir jalan."
"K-kak, berhenti di depan ya?"
"Hah, emang udah sampe, rumah kamu disini?"
"I-iya kak, terimakasih atas tumpangannya!" ujar Kinar, lalu keluar dari mobil dan segera berlari meninggalkannya.
Sedangkan Andra tersenyum tipis hingga Kinar menghilang dari pandangannya.
............
"Bos, katanya mau jemput ceweknya, jadi nggak?" ujar Hilman yang baru saja kembali dari belakang, dengan membawa nampan yang berisi 4 gelas kopi diatasnya.
"Eh iya, jam berapa sekarang?" tanya El, sembari meletakan peralatan bengkel disamping Salman.
"Kayanya lo telat deh bos, udah hampir jam 5 sih!"
"Seriusan lo?"
"Serius gue!"
Seketika El pun melompat mengambil kunci motornya yang tergeletak diatas Etalase.
"Gue cabut sekarang ya, lo bertiga tolong hubungin pak Imam, dan bilangin mobilnya baru selesai besok sore."
"Siap bos!" sahut Alvin.
"Ok thanks!" ucapnya dan segera berlari menuju dimana motornya terparkir.
"Kopinya bos!"
"Udah minum aja!" El pun segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, bayangan Kinar menunggunya seorang diri membuat perasaan El dipenuhi dengan rasa khawatir, terlebih kini hujan turun semakin lebat.
Setelah mengendarai motornya dalam waktu singkat, El sampai di depan ruko, yang tampak sudah tutup, dan bahkan tidak ada satu orangpun yang tersisa disana.
El mengacak rambutnya frustasi, kemudian berbalik menuju kearah rumahnya, berharap Kinar sudah dirumah dengan keadaan baik-baik saja.
.........
"Bi, Kinar udah pulang?" tanyanya pada Art yang sudah beberapa hari ini bekerja dirumahnya.
"Udah den, non Kinar lagi di kamarnya."
"Kira-kira Kinar pulang jam berapa bi?"
"Kurang lebih sekitar setengah jam yang lalu den,"
"Setengah jam bi?" tanyanya, sembari mengusap kasar wajahnya.
"Betul den!"
"Yaudah bi makasih ya!" El pun bergegas menaiki tangga, dan segera menemui istrinya.
"Sayang?" ucapnya dengan suara lirih, ketika mendapati Kinar sedang berbaring diatas kasur.
"El?" Kinar meneliti penampilan El yang begitu acak-acakan, dari ujung kepala hingga ujung kakinya, seluruh tubuhnya basah kuyup, dan bercampur dengan noda hitam bekas oli.
"Kamu hujan-hujanan?"
"Aku minta maaf sayang, aku telat!" ucapnya dengan raut wajah menyesal.
"Yaampun El nggak Apa-apa kali, kamu lihat sendiri kan saya baik-baik aja, udah mandi dulu gih!" Kinar menyeret El memasuki kamar mandi.
"Lagi ngapain sih?" ujar El, yang baru saja selesai mengenakan bajunya, ikut duduk diatas kasur tepat dibelakang Kinar, dan meletakan dagunya dibahu kanan Kinar.
"Lagi balas chat dari Mia."
"Siapa?"
"Temen!"
"Cewek, apa cowok?"
"Ck, menurut kamu Mia itu cewek apa cowok?"
"Cewek ya!" balas El sambil terkekeh.
"Tadi pulang naik apa?" bisik El, dengan kedua tangan yang memeluk erat tubuhnya.
Kinar menggigit bibir bawahnya bingung harus menjawab apa, ia tidak mau El marah, tapi ia juga tidak mau menyembunyikan apapun dari suaminya.
"T-tadi saya pulang bareng kak Andra." ucap Kinar kemudian.
"Andra siapa?" El melepaskan pelukannya begitu saja.
"K-kakak tiri saya El."
"Kok bisa ketemu dia, kenapa kamu mau aja ikut sama cowok asing, tanpa sepengetahuan aku?" Tiba-tiba nada suara El naik satu oktaf.
"El?"
El bergeming dengan rahang mengeras, "Kamu marah?" tanya Kinar sembari memegang sebelah tangannya.
"Tadi saya nungguin kamu, hampir satu jam, keadaan nya juga udah mau hujan, jadi saya terpaksa jalan sedikit kedepan, buat nyari tempat berteduh, terus tiba-tiba kak Andra datang, dan narik tangan saya masuk ke mobilnya, maaf El, saya nggak ada kesempatan buat ngelawan." ujar Kinar dengan wajah menunduk.
Mendengar penjelasan Kinar, El menghela nafasnya, ia nggak berhak marah, karena jelas ini adalah kesalahan nya yang telah membiarkan istrinya menunggu sendirian di pinggir jalan.
El menarik Kinar kedalam pelukannya, "Maaf sayang, aku yang salah, aku janji kejadian ini nggak akan terulang lagi." ucap El yang kemudian menciumi puncak kepala kinar dengan penuh kasih sayang.
Sedangkan Kinar ia semakin membenamkan wajahnya di dada El, seolah sedang berusaha mencari kehangatan didalamnya.
.....
"Nanti sore kamu dijemput sama supirnya ayah ya yang, aku ada kerjaan yang musti diselesain sore ini juga, nggak apa-apa kan?" tanyanya sembari membelai pipi istrinya yang baru bangun tidur.
"Kerjaan apa?" tanya Kinar dengan suara serak.
"Di bengkel sayang," balas El seraya tersenyum.
"Hmmm!" balas Kinar dengan mata terpejam, sedangkan El berjalan menuju kamar mandi.
"Entar malem, bunda nyuruh aku kerumah om Gavin, nganterin kue pesenan tante Raya, kamu ikut ya yang." ujar El
ketika kini keduanya sedang sarapan di meja makan.
"Rumahnya jauh?" tanya Kinar sembari mulai memakan makanannya.
"Nggak juga sih, lumayan deket, kenapa emangnya yang?"
"Nggak Apa-apa."
Setelah selesai sarapan keduanya pun bersiap-siap untuk berangkat, El memanaskan motornya di garasi, sedangkan Kinar mengambil tas miliknya dan juga El.
Saat menuruni tangga, Kinar terkekeh geli melihat tas sekolah El yang berada di genggamannya, mungkin jika kebanyakan istri setiap pagi menyiapkan dan membawakan tas kerja untuk suaminya, sedangkan dirinya membawakan tas untuk sekolah suaminya.
Di luar dugaan memang, ia harus menikah dengan laki-laki yang masih berstatus pelajar SMA seperti El.
.
.
mampir Thor 🙋
Langgeng selamanya ya El dan Kinar
Gerem banget sama sikap EL
Lagian masih bocah ingusan udah kepengen jadi ayah di kira gampang banget kali jadi sosok ayah wkwkka
Kinar belum siap hamil dan kamu EL jangan memaksakan kehendak kamu yg dimana kamu menginginkan Kinar hamil
Kalo Kinar belum siap ya udah tunggu dia siap hamil
Nada cuma bisa marahin anak anak doang tapi masak kaga tau 🤣🤣🤣🤣🤣
Like Father like son wkwkwk
Ando masih SMA udah menikah lalu EL masih SMA pun malah menikah wkwkwk kocak
Kinar kaga siap jadi ibu muda nich
Jangan bilang kalo Andra suka sama Kinar
Kinar harus bisa jadi nyonya bos okeh
Bos muda wkqkwkkq
Gawat Agung bisa di pecat EL kalo suka Kinar wkwkkqkw
Kasian banget ya Kinar harus di tinggal ayah kandungnya dan kini Kinar di sayang sama Ando