Cinta, persahabatan, dan balas dendam, membawa Kairen dan Raizel ke dalam sebuah lingkaran kebimbangan untuk menuju sebuah kisah hidup yang sebenarnya. Cinta, persahabatan, atau balas dendam, hanya mereka yang menentukan.
"Gue akan temuin mereka dan bawa mereka kesini, hidup ataupun mati" ~Kairen Elashka Alexander
"Kalo harus ada yang yang disalahkan disini, maka itu adalah perasaan!!" ~Raizel Elashki Alexander
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Balapan 2
Motor Sport milik Kai oleng saat rem-nya tidak berfungsi sama sekali. Tangannya masih mencoba menarik tuas rem, tapi semua itu percuma. Kecepatan motornya tidak berkurang sama sekali.
Seseorang di balik semak-semak itu menyeringai puas saat semua terjadi sesuai rencananya. Dia tinggal menghitung mundur, dan bisa dipastikan kalau motor sport itu akan menabrak pembatas jalan.
"Oke Kai, jangan panik!!" intruksi Kairen pada dirinya sendiri.
Pemuda itu menajamkan pandangannya. Seperti pesan sang ayah, dia tidak boleh panik saat menghadapi apapun. Karena kepanikan hanya akan membawanya pada satu hal, yaitu sebuah kegagalan.
Kai menarik gas motornya sampai habis. Motornya melesat, melintas di tikungan tajam dengan sempurna dengan kecepatan tinggi. Masa bodoh dengan semuanya, adrenalinnnya sedang terpacu saat ini. Balapan tanpa rem ini akan menjadi eksperimen pertama bagi seorang Kairen Alexander.
Seseorang dibalik semak-semak itu mengeram kesal. Dia menendang semak-semak itu menggunakan kaki kanan sembari melempar topengnya ke sembarang arah.
"SIALLL!!!!"
*************
Kai memacu motornya dengan kecepatan sangat tinggi, tanpa mengerem. Dari arah belakang, Bara tampak membuntuti dengan kecepatan tak kalah kencang.
"Gila, tuh orang nyari mati apa gimana sih?!" gumam Bara dalam hati.
Melihat Kai mengendarai motor seperti orang kesetanan, membuatnya ngeri sendiri. Menguji adrenalin emang seru, tapi sayang nyawa lebih utama, begitu prinsip Bara.
Kai memfokuskan pandangannya ke depan. Lengah sedikit saja, muka ganteng yang selalu dia bangga-banggakan itu akan terluka. Dan itu adalah mimpi terburuk bagi seorang Kairen Elashka. Hancur sudah harga dirinya sebagai King of Love kalau sampai itu terjadi.
30 meter lagi sampai garis finish, dan Kairen masih memikirkan bagaimana cara dia menghentikan motornya tanpa melukai siapapun.
Tinnn....tinnnn
Cowok itu mengklackson beberapa kali agar semua orang minggir. Tepuk tangan dari para penonton terdengar saat motornya berhasil sampai di garis finish lebih dulu. Kairen membanting setir kearah pohon dan buru-buru melompat sebelum motor itu benar-benar menabrak pohon besar yang berada di pinggir jalan. Tubuhnya terguling-guling beberapa kali, beruntung helm yang dia kenakan tidak lepas sehingga dapat mengurangi resiko cedera di kepala.
Semua orang sontak mendekat setelah melihat kejadian itu. Tak terkecuali Satya, Kimy, Rachel, dan yang lain. Antara panik dan kaget, semua orang mengerubungi Kai dengan raut wajah penasaran.
"Kai, lo gapapa kan?!" Kimy sampai lebih dulu. Gadis itu berjongkok di samling Kairen yang tengah duduk di trotoar sembari berusaha membuka helm-nya.
Tak berselang lama, Satya, Rachel, Vero, Noval, dan Boy ikut mendekat dengan wajah panik masing-masing. Rachel berjongkok tepat di samping Kai, tangannya tidak sengaja menyenggol lengan Kimy hingga membuat gadis itu terdorong menjauh. Kimy menatap kesal kearahnya, tapi dia masih diam. Dia tau ini bukan saat yang tepat untuk membuat keributan.
"Kamu gapapa kan?, ada yang luka nggak?, ada cideranya nggak?, yang sakit yang mana?!" Rachel langsung mencecar Kairen dengan banyak pertanyaan hingga membuat cowok itu terkekeh kecil. Setelah berhasil melepas helm dari kepalanya, Kai menyelonjorkan kedua kakinya kemudian mengacak gemas rambut panjang Rachel.
"Gue gapapa kali, santai aja. Jatoh kayak gini mah enteng, gue kan kuat" sahut Kairen sembari memasang wajah tengil andalannya.
Rachel berdecak kesal. Dia benar-benar panik. Apalagi saat melihat tubuh Kairen terguling-guling beberapa meter dari tempat motornya jatuh, tidak menutup kemungkinan kalau hal itu bisa saja menyebabkan cidera yang serius.
"Kamu lain kali hati-hati dong, aku khawatir tau!!. Kalo kamu kenapa-napa gimana, kalo kamu luka gimana?!" desis Rachel dengan mata berkaca-kaca.
"Dih, kok lo nangis sih?" Kairen tertawa kecil. Tangan kanannya terulur mengusap pipi gadis itu dengan hati-hati.
"Gue gapapa Chel, beneran deh. Udah ya, masak gini doang lo nangis sih?!. Entar cantiknya ilang loh"
Rachel tersenyum tipis mendengar godaan receh yang Kairen lontarkan. Gadis itu mengusap ujung matanya sendiri menggunakan ibu jari.
"Jangan kayak gini lagi, janji?!" Rachel mengulurkan jari kelingkingnya, membuat sebuah perjanjian layaknya seorang anak kecil yang tengah membuat janji dengan temannya.
Kairen mengangkat jari kelingkingnya, mengaitkan jari kelingking itu dengan milik Rachel diiringi senyuman.
"Janji"
Kimy menatap nanar kearah mereka berdua. Sia-sia dia mati-matian datang kesini untuk memberi semangat kepada Kai, karena nyatanya penyemangat pemuda itu yang sebenarnya sudah berada disini.
Kimy menunduk lesu. Entahlah, dia sendiri tidak tau kenapa dia harus sedih. Dia sendiri juga tidak tau kenapa hatinya terasa sakit. Padahal dia tau, dia dan Kai tidak lebih dari sekedar teman.
Satya menangkap sorot ketidaksukaan yang tersirat di wajah Kimy saat melihat kedekatan Kairen dan Rachel. Pemuda itu menghela nafas panjang kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain. Sekarang dia tau, apa posisinya di hati seorang Kimyora.
"Lain kali hati-hati, gue nggak mau lo celaka cuma buat taruhan nggak jelas kayak gini" Kimy menyela membuat Kai menoleh kearahnya. Sorot mata pemuda itu menatap lekat kearah mata cokelat gelap milik Kimy hingga membuat gadis itu gugup.
"Nggak masalah meskipun gue celaka. Asalkan buat lo, gue rela"
Sahutan dari Kai membuat hati Kimy mendesir. Gadis itu mengepalkan kedua tangannya sembari membuang nafas kasar berulang kali.
"Please Kai, jangan buat gue makin jatuh karena sikap lo" gumamnya dalam hati.
Selang beberapa menit setelah Kai tiba di garis finish, Bara baru sampai sebagai pihak yang kalah. Pemuda itu berhenti di depan teman-temannya. Dia melepas helmnya dengan kasar kemudian melemparnya ke sembarang arah, merasa tidak terima dengan kekalahannya melawan Kai.
"Sial!!!" umpat Bara sembari memukul setir motornya sendiri.
Teman-temannya mendekat, menatap Bara dengan wajah meledek karena baru mendapat kekalahan.
"Payah banget sih Lo, masak ngelawan si Rai aja kalah!!" ucap Tessa, teman satu gengnya yang berhasil membuat amarah Bara semakin meluap.
"Nggak usah banyak bacot deh lo!!"
Kairen menatap tajam kearah Bara yang masih duduk di atas motornya. Pemuda itu spontan berdiri, membuat teman-temannya menatapnya bingung penuh tanya.
"Bong, lo mau kemana?!" tanya Boy sembari menahan bahu Kairen yang nampak emosi. Pemuda itu melepas tangan Boy dari bahunya dengan kasar, sorot matanya tidak lepas dari Bara yang juga sedang menatapnya sinis.
"Gue mau bikin perhitungan sama dia!!"
Kairen melangkah dengan langkah tertatih-tatih. Rambut cokelatnya acak-acakan dan basah terkena keringat. Kedua tangannya terkepal kuat, amarahnya memuncak karena merasa dicurangi dalam pertandingan yang mengatasnamakan Kimy sebagai taruhan.
Bughhh
Satu bogeman mentah Kairen arahkan kepada Bara hingga membuat pemuda itu tersungkur di lantai. Bara mendengus kesal, tangan kirinya mengusap darah yang keluar dari ujung bibirnya yang sobek akibat pukulan Kai. Dia berdiri, lalu membalas memukul Kai tepat di pipi kanan.
"BRENGSEKKKK!!!" umpat Bara dengan kesal.
Kai berdecak, lagi lagi wajah tampannya ternodai. Pipi kanannya membiru, hidungnya juga sedikit lecet akibat jatuh tadi.
"Pengecut banget ya lo!!. Beraninya maen belakang, cihhhh dasar loser!!" maki Kairen sembari memasang wajah songong andalannya.
Bara mengeram kesal. Ditariknya kerah jaket Kai yang lebih tinggi beberapa centi dengannya. Matanya memerah, menandakan amarahnya yang benar-benar tidak terbendung.
"JAGA OMONGAN LO!!, GUE BUKAN PENGECUT!!" sentak Bara.
Kai terkekeh sinis. Dia mendorong tubuh Bara dengan kasar hingga pemuda itu sedikit menjauh.
"Lo kan yang udah sabotase motor gue?!. Ngaku Lo!!!" seru Kai dengan lantang.
Bara menungkikkan kedua alisnya. Merasa bingung dengan apa yang Kai ucapkan.
"Lo jangan asal ngomong ya!!. Gue nggak pernah sabotase motor anjenkk!!"
"Disini saingan gue itu cuma lo, siapa lagi kalo bukan lo pelakunya!!"
"Lo punya bukti?!" sarkas Bara yang membuat Kai terdiam. Dia memang tidak memiliki bukti, tapi dia yakin prediksinya tidak mungkin salah.
"Rai, Rai, udahlah. Jangan mancing keributan, lo nggak punya bukti dalam hal ini!!" Boy melerai keduanya, dia mengajak Kai untuk mundur tadi pemuda itu menolak.
"Gue sekarang emang belum ada bukti, tapi gue bakal cari tau semuanya. Dan kalo sampek omongan gue terbukti, abis lo ditangan gue!!" Kai menunjuk kearah Bara sambil memasang sorot mata mengintimidasi. Setelah mengucapkan itu, dia berjalan menjauh dan masuk ke dalam mobil Satya. Meninggalkan area balapan yang masih dipenuhi oleh banyak orang.
Kimy dan Rachel menatap mobil Satya yang kian menjauh. Dua gadis itu berdiri berdampingan di pinggir trotoar sambil dilingkupi kecanggungan. Tidak ada yang mau mengawali obrolan. Sampai akhirnya Kimy mengangkat kepalanya, menatap ke wajah Rachel dari samping dengan tatapan serius.
"Lo cocok sama Rai" ucapan yang Kimy lontarkan membuat Rachel spontan menoleh. Gadis itu menatapnya penuh tanya, mencoba mencari maksud dari apa yang dia katakan barusan.
"Maksud kamu?" tanya Rachel bingung.
"Iya, lo cocok tau sama Rai. Kalo lo suka sama dia, gue dukung deh. Kalian pasti serasi banget kalo jadi pasangan"
Rachel tersenyum simpul mendengar penuturan Kimy.
"Makasih ya, tapi gue sama Rai cuma temen kok. Nggak lebih"
Kimy tersenyum sembari mengusap bahu Rachel.
"Gue cuma mau dia bahagia. Dan gue tau, dia bahagianya sama lo. Gue tau lo orang baik, gue titip dia ya. Buat dia bahagia, karena kalo dia bahagia, gue juga ikut bahagia"
**Hy guys , maaf banget aku baru up. Berhubung aku lagi ujian, jadi aku mau fokus sama sekolah dulu. Sekali lagi maaf yaaa. Makasih bagi yg udah setia nungguuuu
jangan lupa tinggaljan jejak, happy reading**:)
mampir dulu ka,awal baca aja udh bikin ketawa dan kesel 🤭🤭