Rose baru sadar, ternyata selama ini dia hanya dijadikan Aurora sebagai alat untuk menghancurkan kehidupan keluarga Marcus.
Dan Sophia, anak yang selama ini dia rawat dengan cinta ternyata bukan anak kandungnya, melainkan anak kakak iparnya, wanita itu sengaja menukar anak mereka agar anaknya mendapatkan warisan keluarga Vale karena Aurora sendiri tidak memiliki hak di keluarga Vale. Sementara anak kandungnya Noah, di buang di panti asuhan oleh wanita itu, dan sialnya dia suka menyiksa anak itu karena anaknya yang diadopsi oleh keluarga kakak kandungnya.
Di ambang kematiannya dia baru tahu semua kebenaran itu, dia berdoa kepada Tuhan, meminta kesempatan kedua agar dia bisa memperbaiki semua kesalahan yang dia lakukan dan juga mencari Noah anak kandungnya dan dia berjanji untuk meninggalkan Marcus dan merawat anaknya sendiri.
Apakah Rose berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya Menemukan Noah
"Sial." umat Nathan saat sadar jika dia kehilangan jejak sang adik. Saat dia sibuk membalas pesan dari keluarganya kemudian menoleh ke arah Rose yang tadinya sedang makan di pinggir jalan, tiba-tiba wanita itu sudah tidak ada di sana.
"Rose." panggilnya lirih berharap wanita itu mendengarnya.
Nathan mengusap rambutnya kasar. Dia kehilangan jejak wanita itu. "Aku akan mencarinya besok."
Disisi lain, Rose berjalan pelan menjauh dari tempat tadi, dia tidak sadar jika Nathan mengikutinya.
Sangking fokusnya melamun dirinya tidak sadar menabrak seseorang.
"Akh." anak yang berusia mungkin seumuran dengan Sophia.
"Maaf, Tante tidak melihatmu." Rose langsung memeriksa keadaan anak itu. Anak perempuan yang cukup cantik. Dan kenapa anak ini berkeliaran malam-malam begini.
"Iya Tante." balas anak itu yang sekarang sibuk mengambil barang-barangnya yang terjatuh.
Rose yang sadar jika dia bersalah langsung membantu anak itu memasukkan barangnya. Keningnya mengerut saat melihat barang itu ternyata makanan yang biasa di jual.
"Kamu Jualan kue ini?" tanya Rose yang diangguki anak itu.
"Orangtua mu mana?" tanya Rose lagi tapi sekarang anak itu diam mematung.
"A.... Aku tidak punya orangtua."
Malang sekali anak ini. ucap Rose dalam hati.
"Lalu kamu tinggal dimana?"
Anak itu menujuk sebuah gedung yang tidak jauh dari mereka, gedung usang yang setengahnya sudah hancur.
Bulu kuduk Rose seketika berdiri, bukankah itu rumah kosong.
"Itu panti asuhan ku Tante, aku dan temanku masih tinggal disana." jelas anak itu.
"Apa hanya tersisa kalian berdua?"
"Iya, sebenarnya aku sudah di adopsi, tapi aku sering tidur di panti untuk menemani temanku." jelas anak itu. Baik sekali.
"Lalu Tante mau kemana malam-malam?" tanya balik ajak anak itu.
"Tante sedang mencari anak Tante." wajah Rose seketika sendu. Dia masih belum menemukan Noah. Padahal dulu kakaknya sudah mengadopsi Noah, tapi saat dia pulang ternyata mereka belum mengadopsinya.
Mungkin sekarang Noah sudah berusia tiga belas tahun.
"Memangnya anak Tante kemana?" tanya anak itu yang sudah duduk disamping Rose yang sedang berjongkok di tanah.
"Anak Tante di culik."
.....
Entah bagaimana ceritanya, saat ini Rose sudah masuk ke dalam panti milik anak yang dia temui.
"Nama Tante siapa, namaku Vira." anak itu memperkenalkan dirinya setelah membereskan jualannya yang tidak laku hari ini.
"Nama Tante Rose."
"Kapan temanmu pulang?" tanya Rose penasaran, dia memandang sekelilingnya, semuanya sudah kusam karena bangunan ini mungkin usianya sudah sangat lama. Dia menatap potret anak-anak panti yang sudah usang. Terhitung ada enam belas anak-anak yang ada di foto itu..
"Biasanya jam sebelas. Tapi kadang dia pulang pagi, tergantung banyak atau tidak jamur yang dia dapatkan." jawab anak itu.
Kening Rose mengerut. "Temanmu kerja?"
Vira mengangguk. "Dia mencari jamur pesanan orang Tante." jelasnya.
"Tante kalau mau tidur di kamarku saja, karena kamar lain belum di bersihkan."
....
Pagi hari
Rose terbangun dari tidur panjangnya, dia merasa tubuhnya sangat pegal. Ranjang yang dia tiduri sangat keras. berbeda dengan ranjangnya yang ada di rumah.
belum ada sehari dia sudah lelah mencari keberadaan Noah.
Tok... tok....
"Tante, aku mau jualan dulu, kalau Tante mau makan, aku sudah siapkan roti di meja." teriak Vira dari luar. Rose langsung bangun dan beranjak dari ranjang itu.
klek....
kosong.
Sepertinya Vira sudah pergi, dan semalam dia menunggu teman Vira tapi anak itu tidak kunjung pulang.
Kruk.....
Perutnya bunyi, dia lapar, semalam dia tidak sempat makan malam dan hanya makan somai, itupun tidak bisa mengganjal rasa laparnya.
....
"DASAR ANAK BODOH, SEGINI MANA CUKUP." teriak seorang pria tua yang membanting plastik yang berisi jamur di wajah anak laki-laki itu.
"Tapi di hutan sudah tidak ada lagi pak." jawab seorang anak laki-laki yang wajahnya terlihat kelelahan karena semalaman dia sibuk mencari jamur pesanan orang.
Pria tua itu melotot tidak senang. "AKU TIDAK MAU BAYAR JIKA HANYA SEGINI." tunjuk pria itu pada plastik kecil hasil pencariannya semalam.
Grep....
Anak itu memegangi kaki si pria tua. "Tolong di beli pak, meksipun sedikit." pinta anak itu memohon. Si pria tua itu berdecak kesal, dan yang tidak terduga, pria tua itu langsung menendang si anak yang membuat anak itu terjatuh. Bertepatan dengan itu.
"HEYYYY APA YANG KAU LAKUKAN." teriak seorang wanita yang membuat anak itu menoleh ke belakang.
Pria tua itu langsung membuang wajahnya.
Rose dengan cepat menarik tangan anak itu dan membantunya untuk berdiri.
Deg....
"No.. Noah."
Anak itu mengerutkan keningnya. Wanita itu siapa?, kenapa tahu namanya.
"Jangan membelanya, anak itu tidak becus bekerja, mencari jamur saja tidak bisa bagaimana mau jadi kaya." ucap pria tua itu keterlaluan lalu melengos pergi meninggalkan Rose yang sudah mengepalkan tangannya. tanpa pikir panjang, wanita itu mengambil batu yang tidak begitu besar tapi cukup lah untuk membuat kepala orang bocor.
"Noah pegang tangan mama." pinta Rose yang membuat anak itu kebingungan, tapi dengan cepat Rose meraih tangan anak itu dan menggenggamnya erat. Lalu dengan cepat dia lemparkan batu itu ke arah orang tua tadi.
Duk....
Tepat sasaran.
"LARI!" teriak Rose yang langsung menyeret Noah saat orang tua itu mengejar mereka.
"KURANG AJAAARRRRRR!"
...
Rose menghentikan langkahnya disamping halte tempat semalam dia turun dari bus. Sedangkan Noah sudah kelelahan setengah mati, dia belum sarapan tapi sudah diajak lari-lari seperti ini.
Dengan nafas tersengal, Rose mengeluarkan sebuah bingkisan lalu memberikannya pada Noah. Anak itu menoleh ke arahnya.
"Ini apa?" tanyanya penasaran.
Rose tersenyum lebar lalu membuka bungkusan itu. "Makanlah." sebuah roti yang dia bawa dari panti.
Dengan ragu anak itu mengambilnya. Melihat bentuknya terasa tidak asing. "em Tante beli dimana?"
"Noah, aku mama mu."
deg...
Noah terdiam, matanya menatap lekat wajah Rose yang terasa teduh di matanya, belum lagi perasaan hangat terasa di hatinya. Benarkah wanita didepannya itu adalah mamanya?.
Tapi bagaimana bisa.
Grep....
"Noah, akhirnya mama menemukanmu." tangis Rose pecah, dan meskipun Noah belum sepenuhnya percaya, dia merasa hangat saat dipeluk wanita itu.
"Kamu anak mama, sampai kapanpun anak mama." mendengar itu Noah ikut menangis.
Beberapa orang yang lewat menatap aneh keduanya yang menangis tersedu-sedu di depan halte.
Sadar akan sesuatu. Rose mendorong tubuh kecil itu menjauh. "Mama akan bekerja, kamu ikut mama ya." pinta wanita itu penuh harap. Noah mengangguk semangat.
Rose mengelus sayang kepala anaknya, tatapannya berubah sendu, dulu dia sering memukul kepala kecil ini, sekarang dia akan menjaganya meksipun harus mempertaruhkan nyawanya sendiri.