Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 32
Adrian duduk bersantai sambil membaca majalah bisnis dan sesekali menyesap kopi hitam paforitnya. Bosan melakukan hal itu dia pun memainkan ponselnya. Tanpa sengaja dia membuka notifikasi transaksi kartu kredit yang pernah diberikannya pada Kayla.
Adrian sedikit meringis melihat nominal transaksi yang begitu mencengangkan. Jumlahnya setara dengan harga sala satu mobil miliknya yang berada dibagasi. Tapi anehnya selang beberapa detik kemudian ia malah terkekeh. Entah kenapa hal itu bisa berubah jadi lucu baginya.
Klekk,
Kayla memasuki rumah sambil menjinjing beberapa paper bag dan dengan wajah letihnya menuju ke arah Adrian.
Berbeda dengan Miya, gadis kecilnya itu bahkan masih terlihat sangat bersemangat dan nasib sopirnya terlihat kewalahan membawa barang belanjaan Kayla yang begitu banyak.
"Papa..!" Miya dengan antusias berlari menuju Adrian dan duduk disofa berbeda sebelah sofa yang Adrian duduki.
Kayla begitu lelah setelah aksi berbelanjanya yang menguras tenaga ditambah bagian beberapa bagian tubuhnya masih terasa sakik dan remuk oleh perbuatan Adrian kemarin padanya.
Tanpa sadar Kayla merebahkan dirinya di sofa yang sama dengan yang Adrian duduki setelah meletakkan barang belanjaan yang dia jinjing. Bahkan kepalanya Kayla taruh di atas paha Adrian.
"Nyonya Key, belanjaannya ditaroh dimana?" Tanya Pak sopir yang mengangkut belanjaan Kayla.
"Di situ saja Pak." Jawab Adrian menunjuk sebelah Miya.
Adrian geleng kepala, sungguh Kayla benar-benar hebat. Mampu berbelanja begitu banyak dalam setengah hari.
Setelah melaksanakan tugasnya Pak supir pun pamit dan keluar.
"Jadi Mama sama Miya kemana aja tadi? Papa lihat kalian waw, sekali. Apa tidak sekalian saja kalian berdua angkut tokonya kerumah." Sindir Adrian sambil mengelus rambut Kayla.
"Miya.. Hmm, Papa nanya Mama saja. Miya bingung. Tapi Miya senang sekali. Benar kata Raka semua prempuan suka belanja dan Miya juga, Minggu depan kita pergi lagi ya Maa..."
Miya beranjak dan berdiri. "Ah Miya lupa, Papa Miya ke rumah Raka dulu ya. Miya mau kasih sesuatu."
Tanpa mau mendengar jawaban Papanya Miya pun berlari keluar dengan menenteng satu paper bag .
Adrian mengumpat. "Shit, apa hebatnya sicadel Miya. Lagipula sicadel kan cowok, harusnya dia yang kasih kamu hadiah bukan malah kamu." Kesal Adrian dengan suara nada meningkat.
Lagi-lagi Raka, sebesar apa pesona bocah itu hingga membuat putrinya Miya sangat lengket padanya.
Adrian memijit pangkal hidungnya dan menarik nafas demi menenangkan emosinya. Dia beralih mamandang Kayla.
"Setelah menangis habis-habisan, tadi malam kau malah tidur bareng Miya demi menghidariku dan sekarang setelah lelah belanja kau malah mendekatiku. Dasar prempuan, susah sekali memahamimu."
Kayla tidak bergeming dan mengabaikan ucapan Adrian.
"Apa setelah berbelanja memboyong seisi toko kemari segitu lelahnya bagimu? Bahkan Kau kalah dengan Miya yang bahkan tidak terlihat sedikitpun merasa kelelahan."
Bukannya menjawab Kayla malah bangkit dari tidur dengan sedikit kaget. Benar kata Adrian karena begitu lelahnya dia bahkan tidak sadar kalau dari tadi dia menjadikan paha Adrian sebagai bantalnya.
Dengan sekejah pipi Kayla pun memerah menahan malu. Tanpa menjawab ucapan Adrian dan tak memperdulikan barang belanjaannya. Kayla pergi ke kamar tidur Miya dan merebahkan dirinya di sana tepatnya di atas tempat tidur Miya.
•••
TO BE CONTINUED
01-03-2020
Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak komentar.. 😆
Mohon dukungan vote-nya juga ya..