NovelToon NovelToon
Anak Wanita Yang Kucerai

Anak Wanita Yang Kucerai

Status: tamat
Genre:Single Mom / Lari Saat Hamil / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Atuusalimah

"Aku menikahimu dulu karena permintaan ibu ,Arin.Mulai sekarang kau tak berhak mencampuri urusanku begitupun aku terhadapmu .Aku ceraikan kau ,tetapi jangan khawatir .Semua kebutuhan mu dan mama tetap aku yang menanggung ,dengan begitu kau tak akan kekurangan sesuatu apapun !"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atuusalimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#34

Arini

***

Dengan setengah memaksa aku menarik tangan Farhan keluar . Gerutuan kecil yang keluar dari mulutnya sama sekali tak aku pedulikan .Aku ingin secepatnya pergi ,menjauhkan putraku dengan baji*ngan itu .Baji*ngan ??terserah aku ingin menyebutnya apa ,toh dulu juga dia pernah mengatakan begitu.

Aku tak mengatakan sepatah katapun , hanya menatap matanya sebentar dengan ekspresi dingin.Berharap dia keluar tanpa aku harus bersusah payah bersuara dan menyuruhnya keluar pergi dari ruangan ini .

Mas Bian hanya diam sambil memperhatikanku yang kini telah mengunci pintu ,kemudian berlalu .Aku menghindari kontak mata dan segala jenis apapun demi mengabaikan keberadaan nya.

"Dad,beneran gak mau ikut ?"

"Farhan ,cepetan !" Setengah berteriak aku memanggilnya ,dan sedikit kasar menyertakan tubuh mungil putraku untuk segera menaiki mobil .

Mas Bian masih mematung, matanya bahkan ku rasakan mengawasi setiap pergerakan saat aku menggeser pagar untuk memberi jalan pada mobilku yang hendak keluar .

"Duduk yang benar Farhan !"Ku tegur pria kecilku yang sedang menjulurkan lehernya ke jendela mobil begitu aku memasuki mobil .Memakai sabuk pengaman sebelum kemudian mulai menjejak pedal gas.

"kenapa si mommy gak mau ajak Daddy?"

"Aku juga tau Daddy mau ikut,tapi mommy gak .."

"Diam Farhan !"

"Mommy jahat !" Ku hela napas yang tiba-tiba menyentak rasa sesak .Hatiku terasa ngilu ,dengan air mata yang menusuk tajam .

Impianku adalah jadi ibu tunggal yang tangguh untuk putraku .Tetapi saat melihat dengan kepala mataku sendiri bagaimana Farhan tadi lebih memihak dia di banding aku yang telah merawatnya sepenuh hati ,aku menangis juga .Padahal ,sekuat tenaga aku menggenggam dan mengukung luka agar tak tumpah ruah di hadapanya. Aku tau dia masih sangat kecil untuk memahami dan mengerti,tetapi jika mengingat apa yang telah terjadi ,tak bisa di pungkiri .Hatiku tetap merasa nyeri.

Apa sebegitu tak berharga nya aku di hidup Farhan ? Apa putraku tak puas dengan semua pelayanan ku selama ini ,padahal aku sudah berusaha sangat keras untuk membuatnya tetap bahagia . Aku berusaha memberikan semuanya ,mencukupi kemauannya ,cinta ,kasih sayang ,semuanya .Semuanya walau permintaan nya untuk memiliki Daddy masih belum bisa dia miliki.

Masih terekam jelas bagaimana wajah nya yang cemberut ketika aku tarik tubuh kecil itu untuk masuk kedalam mobil .Dia berkeinginan keras untuk mengajak Daddy nya pergi bersama,dan ku pastikan dia akan kembali merajuk karena aku menolak permintaan nya itu meski dengan hati-hati .

Aku mengusap beberapa kali air mata yang terlanjur berjatuhan karena tak kuasa untuk aku tahan .Aku sudah mengatakan aku ingin menjadi ibu yang tangguh ,dan untuk kali ini aku menangis di hadapan putra kecilku yang tak tahu apa-apa .

Farhan memperhatikan ku dalam diam ,ketika suara isakan yang berusaha ku tahan lolos keluar .Ku fokuskan diri menyetir meski kadang dengan mata yang buram karena air mata yang masih menusuk tajam .

Aku masih diam dengan Farhan yang memperhatikan dengan sorot kebingungan ,tampak manis dengan wajah nya yang terlihat bersalah .Ku biarkan saja karena sakit terlalu merenggut jiwa.

Tetapi ,aku memilih membiarkan dia untuk berpikir kritis . Mencerna apa yang terjadi,dengan harap dia akan mengerti walau hal itu sangat tidak mungkin .Dia masih terlalu kecil untuk memahami konflik ,masih empat tahun dan apa aku terlalu egois jika menginginkan nya berpikir dewasa .

Kami masih saling diam dengan sesekali isakan yang tak bisa ku tahan menuju AEON mal yang perjalanan nya tak sampai memakan waktu lima belas menit .

"Mommy nangis ? Farhan salah ,ya?" Air mata yang baru saja reda kembali terpancing dengan ucapan Farhan yang tiba-tiba .Mata beningnya memandangku masih dengan wajah rasa bersalahnya .

"Gak apa-apa,bukan salah Farhan,kok .Mommy cuman mau nangis aja !" Aku menjawab ,tepat bersamaan dengan laju mobil yang ku hentikan .

"Mommy bohong ,ya?" Ia menyelidik ,dan aku berusaha mengusap air mata dengan ujung jemariku .Aku ingin terlihat kuat ,tetapi entah kenapa rasa sakit di hati tak juga mau pergi .

"Enggak .Boleh mommy peluk Farhan sebentar !"

Putraku mengangguk kemudian merentangkan tangan nya lebar-lebar . Aku tersenyum ,lantas memeluknya dengan penuh kasih . "Mommy jahat ,ya .Maafin mommy .Sebenarnya ,mommy sayaaang banget sama Farhan!" Aku menjeda ,ketika rasa sesak terasa menghimpit dada .Ku biarkan rasa sakit kembali tumpah ruah dalam pelukan putra kecilku .

"Tapi mommy sedih .Kenapa Farhan lebih nurut sama om itu dari pada mommy !"

"Maksud mommy ,Daddy?" Farhan menyela .Aku lantas melepas pelukan nya .Ku tatap wajah gembilnya yang beberapa kali mengerjap dan untuk waktu yang lama aku mengangguk .

"Mommy gak suka sama Daddy ?

"Iya sayang ,maafkan mommy!" Ucapku dengan nada menyesal.

Putraku tampak diam dengan wajah murung .

"Tapikan mommy yang pilih .Padahal Daddy nya sangat keren !"

Aku diam ,tak tau harus memberi jawaban apa .

"Daddy nya nakalin mommy?" Lanjutnya yang di balas dengan gelengan pelan dariku.

"Farhan ,Farhan tau gak ? Om itu bukan Daddy Farhan !"Demi apapun ,rasa sakit mencekik kerongkongan saat ku ciptakan kebohongan besar ini .

"Gak apa-apa mommy .Farhan janji gak bakalan minta Daddy lagi .Farhan gak mau buat mommy sedih kaya tadi !"

"Oh ,sosweet ...!" Ucapku penuh dengan rasa haru. "Terimakasih karena sudah mengerti mommy .Boleh mommy peluk Farhan satu kali lagi !" Pintaku dan ia tersenyum sambil kembali merentangkan ke dua tangan nya .

Momen dramatis ini tak berlangsung lama ,terputus dengan bunyi handphone yang terdengar di dalam tasku.

"Kenapa Rin?"Sapa Pani begitu aku berhasil menggeser ikon yang berwarna hijau.

"Lo dimana? Masih di AEON kan?" Tanyaku .Sambil membuka pintu mobil dan berisyarat pada Farhan untuk segera turun .

"Iya .Lo kenapa ?"

"Gak apa-apa .Gue di AEON juga sama Farhan!"Aku menjawab ,sambil menggenggam tangan mungil Farhan dan membantunya agar tidak terjatuh.

"Dimana ? Gue kesitu sekarang!"

"Masih di parkiran.Temen Lo gimana ?"

"Udah tenang .Dia udah mau balik! Gue tunggu di pintu masuk ya ! Dah ,berisik ..Gue matiin!"

Tut..Tut..

Suara handphone yang di matikan .

Aku menghela napas ,ketika batu besar yang menghimpit dadaku perlahan terangkat .Satu lagi urusan ku ,mas Bian .Aku perlu bicara dengan nya nanti !

1
Ida Aja
klw jd saya gk bakal mau balikan lg walaupun ada anak udah SDH merendakan harga diri
Suherni 123
dah keliatan Arin lebih berat ke bian,,, liren lah
Suherni 123
mencintai boleh tapi jangan terlalu bodoh,,,,, apa ga salah tuh ngomong gitu😬
Suherni 123
mantan nya arin
Suherni 123
Farhan : kenapa mom malah pergi...
Arin : ....
bian : ....
hayo kenapa gak di jawab 😄
Suherni 123
katanya jarang jarang nidurin Arin kok disini POV sering ditiduri,,, sekarang aja bilang cantik,manis dulu malah muak liat wajahnya Arin yg kusam,baju sederhana,bau bawang
Suherni 123
seharusnya Arin ngebahas Naren,, bukannya ahh ihh gak karuan 😬
Suherni 123
sekali kali si bian di tampar tuh biar bener sedikit otaknya
Suherni 123
emang menye menye si Arin, bisanya nangis,, coba Arin tahu alasan sesungguhnya bian gak mau ngajakin jalan jalan, ketemu temen temen nya ngenalin ke orang luar apakah masih mau ,,dan alasan menceraikan Arin karena dia terobsesi sama Naren karena cantiknya,body nya yg kalah jauh dari Arin
kalo aku jadi Arin ogah banget dah balikan lagi😬
Suherni 123
kebanyakan cerita di novel pasti balikan lagi setelah yg baru nya selingkuh, gak baik dan yang lamanya mau aja nerima lagi
Suherni 123
kita baik baik saja ... itu kan dari sisi mu bi,,, bukan dari sisi Arin dan lagi sekarang mulai nguber nguber
Suherni 123
bian padahal orang kaya hanya karena gak cinta sama istrinya ngebiarin penampilan istrinya burik, kusam,
sekarang cantik dikejer terus,,, emang cowok itu mahluk visual
Suherni 123
adaw,,, Arin masih ngarep si bian
Suherni 123
kok batinnya mengapa harus bertemu kembali,,la situ yg ga mau jujur sama ibunya jadi disuruh datang lah kirain masih jadi mantu nya 😬
Suherni 123
aku jadi Arin gak Sudi ngerangkak memohon ,, disuruh TTD hayu toh belum ada anak kan dan juga dapat gono gini 😁
Khusnul Khotimah
lah dirimu sendiri murahan,,,,kenapa merasa dilecehkan
Khusnul Khotimah
terlalu akay utk ukuran wanita yg pernah di rendahkan serendah rendahnya seperti sampah,,,,,cukup satu tamparan dan selesai
Khusnul Khotimah
za kasihkan bpknya aja kok repot,,,,,bukan tega bukan g punya hati,,,,tp hati akan sakit KLO trs dihadapkan situasi kek gini trs,,,,,pergi jauh dr sumber penyakit
Aditya hp/ bunda Lia
Ya kamu yang bodoh coba ajah pikir berulang2 saat rumah tangga lagi adem gak ada masalah gak apa tiba2 di cerai ... dasar mantan artos bego
Maya Ratnasari
will not well
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!