NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Action / Fantasi / Anime
Popularitas:111
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.

kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.

setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.

Dan juga melawan 8 anggota high magnus terkuat generasi sekarang yang di pimpin oleh kakak Lucyfer yaitu iglesias Elice.

arc ini juga memperkuat beberapa character

dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bobol nya penjara kelas 13

Markas Bawah Tanah – HEPTA ORDER

Di markas bawah tanah baru milik HEPTA ORDER, Desmor berdiri tenang.

Topengnya masih menutupi wajah—hanya satu mata merah yang terlihat, menatap dingin ke depan.

Desmor melempar sebuah koordinat titik tempat yang antah berantah kepada Joy.

Joy yang menatap itu hanya diam dan tidak bicara.

“Joy,” ucapnya pelan.

“Antar aku ke koordinat ini.”

Ia membuka sebuah portal hitam titik koordinat yang tertera jelas.

Joy tersenyum tipis, lalu memainkan serulingnya.

FIIIUUUU!

FIIIUUUU!

Sihir Teleportasi — Portal Hitam.

Nada seruling menggema, dan sebuah portal hitam perlahan terbuka.

Desmor menoleh ke arah yang lain.

“Kalian berenam ikut denganku,” katanya singkat.

“Joy, jaga markas. Buka portal saat waktunya tepat.”

Mereka melangkah masuk ke dalam portal itu.

tempat terpencil penjara Raksasa – Kelas 13

Mereka muncul di hadapan sebuah penjara kolosal—bangunan menjulang, dikelilingi lapisan sihir berlapis-lapis.

Desmor mendongak.

“Buset… gede banget,” gumamnya.

“Ini penjara buat satu orang doang? Anggarannya nggak kebuang, ya?”

Freon menyahut santai, tangan masih di saku.

“Halah. Paling juga ada yang nyelipin duit anggaran.”

Desmor menoleh ke Nevalia.

“Nevalia,” katanya.

“Bisa hancurin penjara ini pakai sihir kertas peledakmu?”

Nevalia terdiam sejenak.

“Tentu saja tidak,” jawabnya tenang.

“Tapi aku punya alternatif."

"tetapi setelah ini, sayap kertasku akan hilang. Aku tak bisa terbang—hanya berlari.”

Tatapan Desmor mengeras.

“Lakukan saja,kita juga tak butuh kau terbang.”

“Aku mau ayah itu bebas.”

Nevalia mengangguk.

Ia melepaskan semua kertas dari sayapnya.

Kertas-kertas itu berputar membentuk pusaran besar, lalu melesat ke arah struktur penjara.

BOOOOOMMM!

Pintu gerbang penjara di bobol dengan mudah.

Detik berikutnya—

WEEEEEENG—!

Alarm meraung.

Pasukan Whiliante

Dari segala arah, pasukan elit Whiliante bermunculan.

Jumlah mereka tak terhitung—ribuan prajurit khusus mengepung area penjara dengan armor dan senjata lengkap

salah satu pemimpin pasukan elit whiliante yang menggunakan sebuah badak berzirah maju.

"TUNJUKKAN INDENTITAS KALIAN,DARI DIVISI BERAPA WAHAI PENYUSUP."

Desmor tersenyum di balik topeng.

“Teman-teman,” katanya pelan.

“Waktunya pesta.”

Freon melangkah maju.

“Hahh… ini yang aku suka.”

Sihir Es Bening — es bening Alaska.

FFSSSSHHHHH!

Gelombang es menyapu medan, membekukan gerakan banyak prajurit sekaligus.

Zhuang menyusul, tubuhnya bergerak cepat.

"Sihir bela diri: 7 pukulan naga hijau soryu.”

DUGG

DUGG

DUGG

DUGG

DUGG

DUGG

DUGG

Pukulan bela dirinya menghantam bertubi-tubi—tepat, efisien, melumpuhkan.

Scarlet tertawa kecil.

Ekor di belakangnya berubah—

menjadi sembilan senjata tajam, berputar liar, memaksa pasukan mundur tanpa celah.

Scarlet langsung menusuk semua prajurit.

“Ya... Yaaa tubuh kalian penuh darah itu benar benar indah.” kata Scarlet dengan ceria

Pantomime mengangkat tangannya.

Borgol tak kasatmata muncul, membelenggu gerakan prajurit yang tersisa.

Desmor melesat di antara mereka.

Sihir Bongkar.

Freon memegang semua prajurit dan membuat para prajurit itu menjadi potongan kubik berwarna abu abu.

KRRSSS!

Struktur pertahanan runtuh, senjata-senjata hancur menjadi pecahan energi kecil yang tak lagi berbahaya.

Tak butuh waktu lama.

Medan tempur sunyi.

Pasukan elit whiliante penjaga kelas 13 semua nya.

Di kalahkan.

Desmor duduk santai di antara pasukan yang telah dilumpuhkan.

“Hah,” gumamnya angkuh.

“Pasukan khusus doang segini… menang gaya, kalah soal skill.”

Inti Penjara

Mereka melangkah lebih dalam dan Desmor mengangkat satu tangan nya.

“Tunggu, ada mata anti sihir yang terpasang di sini rupa nya.”

Sebuah mata sihir anti-sihir terbuka, menatap mereka tanpa emosi.

“Pantomime lakukan.” kata desmor

Pantomime maju dan menciptakan dinding tak terlihat, menutupi keberadaan mereka dari tatapan mata pengawas.

Di depan mereka berdiri lapisan demi lapisan tembok sihir.

Desmor mengangkat tangannya.

Sihir Bongkar — Potongan Kubik.

Satu per satu, tembok itu runtuh.

Alarm semakin nyaring.

WEEEENGGG!

Dan akhirnya—

Segel utama terbuka.

Sosok tanpa wajah berdiri di dalam dan sedang di borgol oleh borgol non sihir.

Dialah Kai.

“Luar biasa, Desmor Vallun,” ucapnya tenang.

“Mari kita pergi. Aku bisa merasakan… High Magnus sudah bergerak dari kejauhan, kau tak mau kita semua masuk penjara lagi bukan!"

Terlambat Satu Langkah

Di kejauhan, Elice memimpin pasukan High Magnus.

Seraphina, Ignavia, Vermila, Nerissa, Julian, violet dan Daziel—

dan penyihir dari berbagai divisi berlari menuju Penjara Kelas 13.

Elice melihat itu sontak terkejut dan mempercepat langkah nya.

“Tidak mungkin…” kata Elice dalam hati

“Bagaimana mereka bisa menembus pasukan sebanyak itu dan bahkan menghancurkan sistem penjara?”

pikir Elice dengan wajah tetap dingin.

Mereka berhenti di depan gerbang dan melihat banyak sekali prajurit Elite whiliante tumbang semua nya.

"Tak, tak mungkin,"kata julian dengan ekspresi wajah pucat

"Semua pasukan elit whiliante... di kalahkan."

Kenyataan pahit yang harus di terima—

Yang tersisa hanyalah kehancuran, es bening, dan sisa-sisa medan tempur.

Alarm masih berbunyi.

Elice melangkah masuk.

Desmor dan para anggota HEPTA ORDER membawa kai kabur dengan portal hitam.

Tetapi kai menoleh dan menumbuhkan sebuah mulut.

“Elice...”

“Lama tak bertemu dengan mu, tapi kami harus pergi dulu, daaaaah.”

Kai melambaikan tangan nya dan masuk ke portal hitam itu.

“Tunggu...“ teriak Elice penuh kesal

Namun…

Ia terlambat satu langkah.

Tersangka sudah tak ada di dalam penjara itu lagi.

Yang berarti pertarungan kedua Elice melawan kai pasti akan terjadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!