NovelToon NovelToon
Mas Galak Saranghae

Mas Galak Saranghae

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Cintamanis / Fantasi / Cintapertama / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Siapa bilang niat balas dendam akan berakhir sesuai rencana?

Buktinya nih si Nisa!

Hatinya udah di buat jungkir balik sama Aziz. Tetap aja hatinya gak bisa berpaling dari pria galak yang acap kali berkata nyelekit di hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

...🥀🥀🥀🥀...

Aziz mengibas kan ke dua tangan nya di depan wajah.

“Bu- bukan, yah! I- ini bukan salah ku! Salah Nisa yang mengejut kan ku!” sangkal Aziz dengan gugup.

“Salah Aziz, yah! Bukan salah Nisa!” sangkal Nisa.

“Gak salah gimana! Ini jelas salah kamu, Nis!” seru Aziz, ia bahkan menunjuk Nisa dengan jari telunjuk nya.

Naraya mendorong punggung Sabah, “Jangan cuma dilihat aja itu mereka, yah! Kamu bantu Nisa naik lah yah!”

“Lah ibu mau kemana?” protes Sabah, menatap sang istri penuh selidik.

“Ibu ambilkan handuk dari kamar! Putri kita pasti kedinginan!” beo Naraya, seraya berlalu dari pandangan sang suami.

“Sumpah demi Tuhan, yah! Nisa jatuh ke kolam itu bukan salah Aziz!” Aziz mengacung kan jari telunjuk dan jari tengahnya, memperlihat kan nya pada Sabah.

Pyur.

Nisa yang geram, dengan sengaja menciprat kan air kolam ke arah Aziz.

Aziz melangkah mundur, dengan lengan kirinya ia melindungi wajah nya dari air kolam yang sudah pasti bau amis.

“Astaga, Nisa!” geram Aziz.

Sabah terkekeh, melihat kekonyolan Nisa dan Aziz. Yang kini terlihat seperti anak kecil di mata nya.

“Astaga kalian berdua ini! Masa kecil kurang bahagia ya?”

Nisa mencebik kesal, hati nya makin gon dok, melihat ayahnya malah tertawa di atas kesusahan hati nya.

“Ayah ngomong apa sih! Baru Nisa lihat ada orang tua sesenang ayah, melihat putri nya di buli di depan mata!”

Dengan hati hati Aziz melangkah maju ke tepi kolam lagi, “Saya bantu kamu naik ayo! Kurang baik apa aku ini! Sudah kamu tuduh! Kamu salah kan! Saya masih berbaik hati membantu mu!”

Prak.

Nisa kembali menghentak kan tangan nya di atas permukaan air. Membuat air sontak seketika muncrat kembali.

“Kamu pikir, aku sudi di bantu kamu? Gak! Yang ada kamu tidak menarik ku naik!” beo Nisa dengan nada gak santai.

Aziz melindungi wajah nya dari cipratan air, dengan ke dua kaki nya yang kini berdiri tegak, “Ah sial! Baju ku ba sah, Nis!”

Nisa menatap nyalang Aziz, “Bodo amat! Kamu gak lihat! Ulah mu nih! Aku jadi mandi bareng ikan! Dasar Aziz, asisten koki semprul!” umpat Nisa, kedua tangan nya di pinggang.

Aziz menggaruk kepala nya frustasi, “Aku sudah bilang! Bukan salah ku, Nis! Kamu yang mengejut kan ku lebih dulu!”

Sabah menghembus kan nafas nya kasar, melirik Nisa dan Aziz bergantian.

“Pala ayah pusing dengar kalian ribut mulu! Mending kalian gelut sana di kolam!” beo Sabah, sebelum mendorong Aziz nyebur ke dalam kolam ikan.

Brugh.

Grap.

Aziz membola, namun tangan nya berhasil meraih tangan Sabah, menggenggam erat tangan pria paruh baya itu. Beda halnya dengan ke dua kaki nya yang terus meluncur ke arah kolam.

“Apa yang ayah laku kan!” tanya Aziz dengan nada gak santai.

Byur.

Byur.

Aziz nyebur ke dalam kolam, di susul dengan Sabah yang ikut terbawa.

“Ahahhaha! Ini baru seru!” kekeh Nisa, saat Sabah menyembul kan kepala dan tubuh nya ke permukaan air.

“Akkkhh kamu ini! Kenapa ajak ayah serta! Niat ayah kan hanya menyebur kan mu! Aziz Aziz! Bocah semprul emang nih!” gerutu Sabah, menyapu wajah nya kasar.

Aziz muncul ke permukaan, ia menggeleng kan kepala nya. Membiar kan bulir bulir air ikut terkibas dari rambut nya yang ba sah. Ba sah nya baju yang melekat pada tubuh nya, memperlihat kan otot tubuh nya yang sis pek.

Nisa menelan saliva nya dengan sulit, ‘Emang gila bener ini asisten koki, tubuh nya enjir.. baru tau gua dia punya tubuh ideal begini! Pari purna ini mah nama nya.’

“Bagus ya, bentuk badan nya nak Aziz?” beo Sabah, seakan mengerti apa yang ada dalam pikiran Nisa.

Bodoh nya Nisa, membenar kan perkataan sang ayah.

“Bukan nya bagus lagi, tapi pari purna yah!” beo Nisa, yang terhipnotis dengan tubuh bagus Aziz.

Aziz menghembus kan nafas nya kasar, salah kalo ia gak mendengar pengakuan Nisa. Jakun nya bergulir naik turun. Netra nya melirik Sabah dan Nisa bergantian.

‘Benar benar keluarga aneh! Beruntung nya aku gak memiliki keluarga! Setidak nya masih ada bos Alex, yang menjadi rumah, tempat untuk ku pulang!’ batin Aziz, menyapu wajah nya kasar.

Sabah tersenyum canggung pada Aziz, “Maaf, nak! Ayah hanya ingin menghabis kan waktu di kolam! Rasa nya gak adil gak mengajak mu serta! Hehehehe! Biar gimana pun, kita kan mau jadi keluarga!”

Aziz tersenyum, terkekeh untuk sesaat, “Hehe, tidak lucu!”

Aziz kembali memasang wajah datar, berusaha keluar dari dalam kolam.

“Loh kalian? Walah, ba sah itu! Mana ibu cuma bawa handuk 1 biji!” beo Naraya, mendapati Aziz dan Sabah berdiri di tepian kolam dalam keadaan ba sah kuyup. Sementara Nisa duduk memeluk kedua lutut nya di tepian kolam.

Aziz menatap datar Nisa dan Sabah bergantian, ‘Gak anak, gak ayah! Sama sama di luar nurul kelakuan nya! Sumpah, ingin sekali aku balas perbuatan ayah dan anak satu ini!’

“Hehehe, tolong ambil kan 2 handuk lagi ya bu! Dingin ini!” beo Sabah, dengan kaki bergetar, gigi menggeretuk ke dinginan.

“Jangan melihat ku terus! Bukan aku yang mendorong mu! Tapi ayah ku!” sangkal Nisa, nyali nya ciut juga terus di pandang Aziz dengan dingin.

Naraya menghampiri Nisa, memberi kan handuk itu pada putri nya.

‘Aduh ayah ini! Gak Nisa, gak ayah! Sama bangat suka cari masalah sama orang lain!’ pikir Naraya.

“Makasih bu!” beo Nisa, menyelimuti tubuh nya dengan handuk.

“Kalo nak Aziz mau mandi, di pojok situ ada kamar mandi kok! Bisa di guna kan! Nanti biar ibu ambil kan handuk, dan pakaian ayah Sabah untuk nak Aziz kenakan!” ujar Naraya panjang kali lebar.

“Boleh!” Aziz melangkah ke kamar yang di maksud, memunggungi Nisa, Naraya dan Sabah.

“Aku aja yang guna kan kamar mandi itu lebih dulu!” beo Nisa dengan ke dinginan, ia berusaha beranjak dari posisi duduk nya.

Naraya menggeleng, memapah putri nya beranjak menuju salah satu kursi kayu yang ada di taman.

“Kamu ini! Ngalah dong sama nak Aziz! Kalian yang sudah buat nak Aziz sampai seperti itu!”

Aziz berseringai, menanggapi ocehan Naraya meski dalam hati.

‘Setidak nya di dalam keluarga ini, masih ada yang berpikiran waras! Gak eror semua nya!’ pikir Aziz.

“Buuuu! Dingin! Mau handuk!” rengek Sabah dengan keadaan menggigil.

Aziz meraih handle pintu kamar mandi, gak mau lagi peduli dengan suara Sabah dan Nisa yang jelas menggigil.

“Maaf ya, nak! Ayah sama Nisa ini darah nya sama, gak bisa ke dinginan.” beo Naraya.

Aziz mengepal kan tangan nya kesal, wajah nya merah padam, 'Uggghhh sia lan!'

Bersambung …

1
lina
Kasih tau gak y
partini
wah banyak Banggt yg pdkt
lina: Biar aziz ke bakar 😄
total 1 replies
lina
Marahnya awet amat
lina
Yaah beeet
partini
ngilu Banggt tuh terong 🍆🤣🤣
lain kamar aja lah nis bukan muhrim loh ,tadi kata mu ini itu macam tau itu salah kalau masih satu kamar ya pada Bae itu mah 🤣🤣🤣
lina: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
lina
polih mna y
lina
goroh
lina
tul itu
lina
udh penggel bae itu palanya pak
lina
kga syg nyawa 🤣🤣
lina
ulahnya s hans
lina
ora mati sekalian.
lina: aman itu🤭
total 2 replies
lina
sukirin
lina
minta d beri
lina
semprul
lina
nangis lah. u hila
lina
d dengar g y
lina
cuma tanya. d samain ngulur waktu. aitu ngelawak?
lina
harus pede ngadepin ajis
lina
kutu kupret klo nyeletuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!